
Gibran sudah berangkat bersama abi dan dady Fred, 3G sedang merajuk karena dilarang ikut.
" Ayo sayang nanti kalian terlambat sekolahnya !" bujuk Milla.
" Gak, kalian jahat kami gak dibolehin ikut !" Giska sedih ditinggal kakak kesayangannya.
" ya sudah , sekarang kalian sekolah dulu besok kita menyusul ke Bandung !"
" Gak mau besok , maunya hari ini !" Giska sudah tidak sabar menyusul abi dan kak Gibran.
" Bagus dek, ayo bujuk umi , keluarkan jurus kamu dek !" Gilang memberi dukungan pada Giska.
" Jurus apa bang ?" Giska memanggil Gilang abang dan Gifar aa.
" Jurus muka sedih kamu itu , semua orang pasti gak bisa nolak kalau kamu udah pake jurus itu .
" Termasuk abang ya ." ucap Giska.
" Iya sayang... " balas Gilang .
" Aah.. sayang abang ." Giska memeluk Gilang.
" Dek, malah pelukan ayo bujuk umi, cepet nanti kita terlambat sekolah !" Tegur Gifar.
" Umi, Giska maunya susul kakak hari ini !"
Milla memperhatikan mereka dan berpikir mereka belum pernah ke Bandung, baiklah mereka akan ke Bandung hari ini.
" OK ! kita berangkat hari ini. Tapi kalian sekolah dulu cepat nanti terlambat !"
" Terima kasih umi , sayang umi." 3G memeluk umi dan mencium tangan mereka segera pergi sekolah.
Dalam perjalanan Giska mengeluh.
" Padahal kita gak sekolah juga udah pinter ya a, aku tuh males tahu a temenku sombong -sombong sok pintar, sok kaya . Lagian kita kan udah bisa kenapa gak langsung loncat kelas aja sih, jangankan pelajaran sd pelajaran sma aja Giska udah bisa !"
" Dek kamu juga sombong kalau kaya gitu , kata umi kita harus menikmati masa anak-anak makanya temennya juga harus anak-anak, kalau kita langsung ke sma dianggap genius nanti teman kita orangnya dewasa terus kita dimanfaatkan sama mereka. Gak semua orang suka sama kelebihan orang lain dek, ada yang suka menghina kekurangan orang lain dan iri pada kelebihan orang lain ." Gifar memberi pengertian.
" Umi sama kakak juga dulu begitu dek, makanya dari pengalaman umi, umi gak mau anak-anak umi mengalami hal yang sama kaya umi. Kita harus dengarkan apa kata orang tua, mereka lebih berpengalaman dan mau yang terbaik untuk kita dek ." lanjut Gilang.
" Iya a.. bang , adek cuma gak tahan aja gurunya ngajarinnya lelet !" Gifar terkekeh mendengar keluhan Giska.
" Bukan gurunya yang lelet tapi kamunya yang sudah mengerti, kalau teman -teman kamu kan belum , jadi gurunya harus menerangkan sampai semua bisa mengerti, itu adil namanya. Semua murid diperhatikan jangan cuma fokus sama yang pinter aja , yang gak bisa dicuekin malah dibandingin kamu harusnya liat si anu dia pinter... justru itu tugas guru menerangkan yang tidak dimengerti oleh muridnya dan mengajari yang belum bisa menjadi bisa di situ nilai kesuksesan seorang guru. Kamu harus membantu teman kamu yang belum bisa jangan pelit sama ilmu, ilmu itu dari Allah, dalam sekejap Allah bisa mengambil semua ilmu yang kamu miliki dan kamu akan menjadi bodoh." ucap Gifar.
" Gimana caranya Allah bisa ngambil ilmu dalam sekejap ?" tanya Giska.
__ADS_1
" Banyak cara , Allah itu Maha Kuasa. Bisa saja dengan membuat orang itu celaka kalu amnesia dan kehilangan semua memorinya jangankan ilmu nama dirinya dan siapa keluarganya dia tidak tahu. Atau dengan penyakit yang menyerang otak seperti demensia, Alzheimir, tumor, kanker. Amnesia, masih banyak lagi, makanya jangan sombong dengan keilmuan kamu. Manfaatkan ilmu kamu untuk menolong orang-orang yang membutuhkan. Contoh kak Gibran yang mau membuat sekolah untuk anak yatim piatu nah kita harus seperti kak Gibran ." Jawab Gifar panjang lebar.
" Iya a.. Giska ingin seperti kakak, hebat, pinter, baik dan kaya raya."
" Bagus, cita-cita hebat !" Gilang dan Gifar tertawa Giska hanya tersenyum.
Di tempat lain , tepatnya sekolah Geng Angker.
" Dam , nanti kita susul mereka ke sana yuk !"
" Aduh Fel, bisa gak sih itu otak jangan Gibran mulu isinya ?"
" Ya gak gitu juga , Feli juga mau lihat lokasi sekolahnya, Feli kan belum pernah ke Bandung."
" Oh.. jadi Gibran lagi ke Bandung pantesan gak keliatan ." Gunam seseorang pelan .
Adam langsung mencari asal suara, itu dia sedang duduk dan melihat ke belakang ke arahnya .
Gadis manis itu lagi. Adam tersenyum sepertinya Gibran punya pengagum rahasia. Aston mendengar isi pikiran Adam dan melihat ke arah gadis itu, lalu bertanya pada Adam dalam hati apakah gadis itu pengagumnya , Adam mengangguk.
...----------------...
Saat istirahat tiba, Max dan Alvin menjemput Twins dan Feli di kelas untuk ke kantin bersama.
Adam berbisik pada Alvin,
Alvin mengerutkan dahi, dan menggelengkan kepala . Tak akan habis masalah, ada saja yang baru.
Mereka duduk dekat pohon yang besar . Adam mengambil huku kemo kecil dan pulpen di sakunya kemuduan dia menggambar sesuatu.
" Kak Al pindah sini, aku mau di situ !" Alvin bangun dan bertukar tempat dengan Adam. Alvin melihat kertas di meja dan melihat gambar itu dia mengerti kode Adam. Itu adalah gambar arah gadis itu .
Alvin memperhatikannya dan dia dapat melihat potongan potongan gambar dari masa lalu gadis itu bahkan yang baru beberapa Jam dia lakukan. Alvin mencari masa lalu yang ada hubungannya dengan Gibran.
Alvin mulai merasa lelah dan pusing inilah kelemahannya jika sia berusaha mencari tahu masa lalu seseorang .
Adam tahu dan sudah menyiapkan makanan dan minuman untuk Alvin.
" Wah kak Alvin tumben , makannya banyak banget , dah berapa hari gak makan kak ?" goda Feli.
Alvin hanya tersenyum.
drt...drt..
Ponsel Adam bergetar. Tertera nama Umi.
__ADS_1
" Hallo Assalamu'alaikum.."
"Wa'alaikumsalam mi ada apa?"
" Dam ..umi cuma mau bilang nanti kamu pulang sekolah jangan ke mana-mana , cepat pulang kita siap -siap ke Bandung!"
" Kok dadakan mi ?"
" Iya nih adek kamu 3G maksa mau ke Bandung. Kalian kan belum pernah ke sana jadi kita sekalian saja ya. "
" Iya mi, nanti Adam bilang sama yang lain. Makasih mi Assalamu'alaikum. " Adam menutup telepon tanpa menunggu balasan salam dari umi.
" Kenapa kak ?"tanya Aston.
" Umi bilang nanti pulang sekolah kita harus pulang secepatnya... "
" Emang ada apa kak ?" Adam memutar bola matanya.
" Makanya kamu jangan motong omongan kakak Ax !"
" Iya kak, siap ."
" Jadi kita harus siap -siap ke Bandung..."
" Wah..asyik ternyata umi sehati sama Feli, umi is the best. "
" Kalian bisa gak sig jangan motong pembicaraan dulu !"
" Maaf kak.. peace ," Feli tersenyum .
" 3G merengek mau ke Bandung karena kita jufa belum pernah ke sana jadi kita di ajak."
Semua diam memperhatikan Adam. Adam menunggu respon mereka tapi mereka hanya diam.
" kok diem ?" tanya Adam.
" Kakak udah ngomongnya ?" tanya Feli.
" Udah ."
" Oh.. kirain belum.. Feli mau ngomong takut tar dibilang motong pembicaraan orang, Feli takut !"
" Jadi udah boleh ngomong nih ?" Alvin menggoda Adam.
" Tau ah !" Adam bangkit dan langsung pergi ke kelas.
__ADS_1
" Hahaha.. dia ngambek, kalian jail ih ." Feli dan yang lain tertawa. Setelah Max membayar semua pergi ke kelas masing-masing.