
Malam semakin larut di Yogya, Milla dan semuanya bersiap tidur. Milla tidur dengan Gibran , Anggun dengan Toni tidur sekamar.
Berbeda dengan di London hari masih siang. Sam baru selesai makan siang dengan Peter , sekarang dia sudah berada di kantornya bersama Paul asisten pribadinya.
" Paul saya hampir lupa, lusa saya mau ke Indonesia , kamu tolong handle kerjaan di sini ya, saya ingin bertemu anak dan istri saya , do'a kan mereka mau menerima saya kembali." Sam meminta Paul menggantikannya.
" Iya tuan, semoga Nyonya Milla dan Tuan muda Gibran bisa bersama lagi ,"
" Bukan begitu, mereka memang dari dulu bersama !"
" Iya salah tuan.. semoga Tuan Samuel bisa berkumpul lagi dengan nyonya Milla dan tuan muda Gibran ," Ralat Paul.
" Nah begitu .. amiiin ." ucap Sam.
" Mana lagi yang harus saya tanda tangani ?" tanya Sam.
" Untuk sementara tidak ada tuan, " Jawab Paul.
" Baguslah saya mau menelepon anak saya dulu." kata Sam.
" Tapi tuan sekarang di sana sudah malam mungkin mereka sudah tidur ," Paul mengingatkan.
Sam langsung melihat Paul.
" Maaf tuan." ucap Paul.
" Tidak.. kamu benar mereka mungkin sudah tidur, " kata Sam.
Sam menyimpan kembali handphonenya dan melihat komputernya, semuanya aman terkendali.
Tapi tidak untuk Clarissa, saat ini dia sedang gelisah hidupnya serasa di ujung jurang bayangan kemiskinan menghantuinya , itulah manusia yang selalu hidup dalam kemewahan tanpa menghargai harta yang dimilikinya senang menghamburkan hanya untuk menyombongkan diri akhirnya kesombongan dan keserakahannyalah yang menghancurkannya.
Bagi yang tidak pernah bekerja keras, dan hidup sederhana, kemiskinan itu menakutkan. Clarissa memikirkan bagaimana dia mendapatkan uang. Tak ada jalan lain dia harus bekerja tapi perusahaan mana yang mau menerimanya jika tahu dia anak Milano, semua orang sudah tahu kasusnya.
ini semua gara-gara Sam dan Kingston dia bersumpah akan membalasnya .
...----------------...
Suara ayam berkokok dan suara jangkrik membangunkan seorang anak kecil , dilihatnya jam menunjukkan pukul setengah 4 pagi, Gibran bangun dan berwudhu lalu sholat tahajud, memohon keselamatan untuknya dan orang-orang yang dicintainya terutama kedua orangtuanya. Semoga adek-adeknya juga diberi kesehatan dan keselamatan. Setelah sholat Gibran mengaji menunggu waktu subuh tiba.
Milla terbangun mendengar alunan Qori yang merdu. Milla bangkit dan duduk di tepi kasur rambutnya pendek sebahu.
" Subhanallah begitu merdu suaramu sayang , " Gibran kangsung mrnoleh mendengar suara umi.
" Umi .. maaf Gibran membangunkan umi ya !"
" Gak sayang , umi memang selalu bangun jam segini." Milla berusaha bangun Gibran langsung menghampuri bunda dan membantu umi bangun.
" Umi selalu beser sekarang mereka seakan semakin menekan ke bawah. linu kalau berjalan. " Milla berjalan ke kamar mandi di papah Gibran .
__ADS_1
Milla sekalian berwudhu, lalu kembali ke tempat tidur memakai mukena dibantu Gibran . Milla sholat tahajud dalam posisi duduk bersandar, kakinya bengkak lagi dan dia susah untuk ruku.
Gibran mengaji kembali.
...----------------...
Di dapur terdengar ramai sekali , Gibran setelah sholat subuh keluar dan melihat ada apa di dapur ternyata grandma yang sedang memasak.
" Grandma lagi apa?"
" Eh Gibran grandma berisik ya, ini lagi belajar bikin kue sama bikin nasi uduk." Anggun sedang memarut kelapa.
" Ya ampun grandma bikin nasi uduk sampai begini. Sini Gibran bantuin!" kata Gibran.
Mereka memasak berdua dan jadilah Gibran chefnya sedangkan grandma asistennya.
Dua jam mereka memasak , jadilah Nasi uduk ayam goreng semur tahu dan telor. kuenya yaitu putri ayu.
" Hm.. wanginya enak sekali" kata Bima .
" Uncle..kapan uncle datang ?"
" Semalam uncle datang sekitar jam 10 tapi kalian sudah tidur uncle tidak mau mengganggu." Bima duduk berhadapan dengan Gibran .
" Oh..iya uncle cobain deh ini enak loh , masakan koki Gibran ".
" coba sini, hm..bener enak manis asin ."
" Iya uncle Gibran sudah tahu. Gibran sudah kasih tahu abi kalau abi bisa ke sini nanti pas 7 bulanan umi ,Gibran akan pertimbangkan, abi bersama umi lagi."
" Kok gitu, uncle sudah cape-cape ngerjain kasus ini dan kamu mau nerima Sam lagi!" protes Bima.
" Kenapa ? uncle gak suka abi bareng kita lagi ?"
" Ya gak gitu juga tapi uncke kan sudah susah payah ke sana ke mari supaya kalian bisa bercerai , " kata Boma pelan.
" Kirim aja no rek uncle, nanti Gibran transfer !" Jawab Gibran.
" Bocah gayanya kaya bos aja, gak usah nanti uncle minta ganti rugi sama abi kamu aja !" kata Bima.
" Oma sekeluarga kapan ke sini?" tanya Bima.
" mungkin besok ," jawab Gibran.
" Abi ikut ?" tanya Bima lagi.
" Gak tahu." Gibran memakan kue putri ayu.
" Kalian ngobro-ngobrol aja tapi jangan ngabisin kuenya, grandpa belum , umi juga belum .kamu lagi Bima bukannya bantuin mamah bersihin dapur malah makan .!" marah mamah pada Bima.
__ADS_1
" Yang masak kan Gibran , Gibran juga dong yang beresin." Protes Bima.
" Justru larena Gibran udah maaak kan cape tuh, jadi kamu yang beresin ayo, mbo Darmi gak bakalan ke sini ada urusan dia.!" suruh Anggun.
" Iya..iya .. sini Bima beresin." kata Bima.
PRANK.....
" Apa itu .. Milla !" kata Anggun Gibran lari ke kamar Milla ,Bima dan Anggun ikut lari.
" Masya Allah Umi !" Gibran shock melihat uminya duduk di bawah di pinggir nakas dilantai berserakan gelas pecah. dan ada air tumpah.
Bima mendekati Milla dan menggendongnya di baringkannya di tempat tidur. Tak sengaja pecahan beling terinjak tapi Bima tak menghiraukannya dia lebih takut adiknya yang terkena beling.
" Sayang kamu gak apa-apa coba mamah liat !" Mamah panik dan memeriksa kaki dan tangan apa ada yang luka.
" Gak apa-apa mah , Milla gak jatuh cuma tadi pas mau bawa gelas minum keluar, perut Milla kaya kram jadi Milla kaget dan kelepas gelasnya jadi jatoh, pecah deh..maaf ya," Milla menerangkan.
" Gak apa-apa sayang , Alhamdulillah kalau kamu gak apa-apa tapi nanti siang kita ke dokter ya cek kandungan atau mau sekarang aja ?" kata Anggun. Gibran hanya diam , dadanya masih berdegup kencang, dia takut sekali terjadi apa-apa pada uminya.
" Gib sini kenapa berdiri aja di situ ? " tanya umi.
Gibran melihat uminya lalu dia berlari keluar . Milla ingin bangun dan menyusul Gibran . Bima mencegahnya.
" Biar kakak yang bicara pada Gibran , kamu tenang aja ya." kata Bima. Walau kakinya sakit Bima belum mengobatinya .Milla melihat jejak darah di lantai dia kakaknya terluka.
Bima berjalan mencari Gibran setelah berkeliling rumah Gibran ditemukan di kebun belakang.
Bima menghampiri dan duduk di samping Gibran di bawah pohon . Gibran sedang menunduk memeluk lututnya.
" hey .. ternyata di sini enak ya adem ," Bima membuka pembicaraan."
Terdengar tangisan Gibran.
" Heh bocah kenapa nangis masa iblis nangis, kaya anak kecil aja !" Ledek Bima.
" Lihat nih uncle aja yang kakinya sakit gak nangis." Gibran melihat kaki unclenya tapi Gibran tidak berkomentar apapun.
"Maaf uncle, Gibran takut..tadi itu pas denger suara pecahan Gibran udah takut, kalau terjadi sesuatu sama umi ini salah Gibran , karena Gibran meninggalkan umi, harusnya Gibran gak ninggalin umi." Gibran menangis.
Bima menepuk bahu Gibran.
" Kamu gak salah , kamu anak hebat bisa jaga umi kamu, kamu luar biasa . Gib kita ini manusia , sehebat apapun kita kemampuan manusia itu terbatas, ada takdir yang menyertai hidup manusia, jadi kamu jangan selalu menyalahkan diri sendiri atas sesuatu yang terjadi karena itu sudah takdirnya. Yang bisa kita lakukan adalah belajar dari takdir itu menerimanya dan bagaimana mengubah takdir itu menjadi baik, menjadi kekuatan untuk kita. Seperti barusan umi perutnya kram gelasnya terjatuh dan pecah tentu membahayakan untuk umi, pelajarannya adalah 1. jangan kasih umi gelas kaca tapi gelas plastik agar tidak terulang, pelajaran kedua kasih botol minum plastik jadi kalau jatuh airnya tidak tumpah bahaya licin takut umi terpeleset. yang ketiga jangan tinggalkan umi sendiri. " Bima mengatakan panjang lebar.
" Iya uncle benar kita ambil hikmahnya dari takdir itu."
" Iya, sekarang kamu samperin umi, kasian umi kelihatannya dia sedih liat kamu pergi, terus kita siap-siap periksa kandungan umi, mungkin twis gak sabar ingin keluar udah berasa sempit kali perut umi." Bima terkekeh.
" uncle ada-ada aja. ayo uncle kita ke umi." kata Gibran .
__ADS_1
" ayo..!" Bima melangkah lebih dulu dengan terpincang sekarang mulai terasa perih.
...----------------...