Gibran Si Genius Yang Tersembunyi

Gibran Si Genius Yang Tersembunyi
Bab 73


__ADS_3

Geng Angker berkumpul disatu kamar tanpa Feli.


Alvin termenung duduk di tempat tidur.


" Al ada apa ?" pertanyaan Max mengejutkan Alvin.


" Gibran.. tadi aku...aku..liat dia !"


" Di mana ? kok dia gak nemuin kita ?" Alvin tak sanggup menjawabnya mukanya pucat, tangannya dingin dan gemetar.


" Di..di.. pikiran.. orang-orang ." Alvin menjawab dengan terbata.


" Pikiran orang , maksudnya ?" Aston tidak mengerti .


" Tadi aku melihat di pikiran mereka ada kejadian... lift jatuh dari lantai 5 sampai ke basement, ada.. 1 korban .. anak remaja... dan itu Gibran..!!" Alvin menceritakannya dengan terbata, tangannya gemetar tak lama terdengar suara tangis Alvin.


Max menghampiri dan memeluknya untuk menguatkan tapi sesungguhnya dia yang butuh kekuatan itu , dia yang butuh pelukan untuk menenangkan hatinya yang cemas. Twins juga ikut memeluk mereka .


" Aku melihatnya... hik..hik.. tubuh Gibran yang terjatuh ."


" Sudah.. tenangkan hatimu, kita berdo'a pada Yang Kuasa semoga Gibran selamat. Gibran adalah anak yang kuat dia tidak akan mudah menyerah ." Max memberi sugesti pada yang lain juga dirinya.


" Ya.. kak Max benar , kak Gibran adalah orang yang kuat dan baik, Allah pasti melindunginya ....Amin !" sambung Aston.


"Bagaimana dengan 3G, mereka pasti sedih.. di mana mereka ?" Alvin teringat 3G.


" Apa menurutmu mereka tahu ?" tanya Max.


" Ya.. mereka tahu, mereka sedang menangis di kamar !"


" Dari mana kamu tahu Dam ?" Max mengerutkan dahinya.


" Aku mendengarnya ."


" Benarkah ?.. tapi aku tidak mendengar apa-apa ." Max mencoba konsentrasi pada pendengaranny tapi dia tidak mendengar apapun.


" Sudahlah lebih baik kita samperin mereka , kasihan mereka , ayo !"


Mereka keluar menuju kamar 3G.


Sementara di rumah sakit, King sedang berada di depan ruangan operasi , Sam sedang nenemani Milla yang pingsan, Sam meminta Milla dirawat di ruang vvip agar Milla bisa beristirahat.


King sudah memberitahu pada orang tuanya juga orang tua Milla, kalau Gibran dioperasi.


William sedang menyelidiki kejadian itu bersama Frederick .


3 jam sudah King menunggu, kemudian Sam datang bersama Milla.


" Bagaimana belum ada kabar dari dokternya ?" tanya Sam.


" Belum , bagaimana keadaanmu Milla ?"


" Aku baik-baik saja, terima kasih."


Lampu diatas pintu ruang operasi mati menandakan operasi telah selesai , dokter keluar.


Sam segera menghampiri.


" Bagaimana anak saya dok ?"


Dokter menghela nafas panjang menatap mereka " Maaf, Lift itu terjatuh sangat keras berakibat fatal pada putra anda , kami sudah berusaha semampu kami, kami sempat kehilangannya beberapa detik tapi anak anda adalah pejuang dia tidak mau menyerah, pendarahan di otaknya karena benturan sudah teratasi kita akan observasi lanjut nanti begitu dia sadar apakah ada saraf yang terkena." dokter mengheka nafas sejenak.


" tulang punggungnya patah dan ini berpengaruh pada organ geraknya juga kemungkinan indra perasa di tubuh bagian bawah , kita akan observasi setelah Gibran sadar. Pasien masih dalam observasi kami. Kalian dapat menjenguknya nanti setelah dipindahkan ke ruang perawatan." Milla menangis dia bersyukur Gibran selamat tapi dia sedih Gibran lumpuh namun itu kebih bsik dari oada kehilangannya.


" Kalian harus kuat dan sabar , support dia, jangan terlihat sedih dihadapannya ,itu akan berpengaruh pada mentalnya buat dia ceria. " pesan dokter.


" Iya dokter terima kasih , terima kasih banyak. " ucap Sam.


" Alhamdulillah semua berkat Allah , saya hanya perantara . Baiklah saya tinggal dulu ..permisi ." Sam mengangguk tanda menghormati dokter .

__ADS_1


keluar perawat , dia menginstruksikan pada Sam untuk memesan kamar buat Gibran.


King yang pergi ke bagian administrasi dan memesan kamar vvip untuk Gibran disamping kamar Milla.


Sekitar 1 jam mereka menunggu akhirya Gibran dipindahkan . King menelepon istrinya memberi kabar mengenai Gibran dan menyuruh mereka datang ke ruang rawat Milla . King akan bicara dulu pada mereka.


Setengah jam kemudian mereka datang. King mengumpulkan mereka di kamar Milla .


" Gibran mengalami kejadian, lift yang dinaikinya jatuh dari lantai 5 sampai basement...."


" Apa !!! Kak Gibran kenapa ?" kompak 3G dan Feli. Mereka tahu telah terjadi sesuatu pada Gibran tapi tak tahu kalau seperti ini kejadiannya.


" Gibran mengalami pendarahan otak dan patah tulang punggung, kemungkinan Gibran akan lumpuh sementara." Geng Angker menangis tanoa suara tapi mereka bersyukur Gibran selamat. Feli dan 3G mereka menangis terisak .


" Kalian jangan menangis dan terlihat sedih di hadapan Gibran , akan mempengaruhi psikisnya . Cerialah dan ajak dia bercanda, bicarakan hal-hal yang disukainya. "


" Iya pah !"


" Hapus air mata kalian , ayo kita jenguk dia !" Mereka keluar menuju kamar rawat Gibran.


Gibran belum sadar . tapi 3G sudah mengajaknya bicara.


" Kak, bangun ! omelin bang Gilang nih, dia jahat sama Giska ."


" Enak aja, abang jaha apa sama kamu?"


" Abang tadi narik rambut adek !"


"Nariknya juga pelan ."


" Tapi kan sakit !"


" Alah itumah emang kamunya aja cengeng !"


" Ih.. kak Gibran tuh abang nakal."


" Bener kata Abang kamunya aja yang cengeng dek , cuma narik rambut pelan aja nangis ... manja !"


" Ih kok aa ikutan bilang adek cengeng ditambahin manja lagi !" Mata Giska sudah mendung sebentar lagi turun hujan.


" Hua...Abang sama aa jahat .. kaka Gibran bangun omelin abang sama aa, kak Gibran.. hua...." Giska menangis.


" ssst ..sayang jangan berisik nanti disuruh keluar mau ?" tegur Julia.


Mata Gibran terbuka dan berkedip belum ada yang menyadarinya .


" Giska... Gilang.. Gifar.. " Suara Gibran pelan hampir tidak terdengar beruntung Adam dapat mendengarnya.


" Kak Gibran ." Adam bergegas menghampiri yang lain menoleh ke arah Gibran.


" Giska .. "


" Iya kak , Giska di sini ."


" Jangan nangis....ada.. kakak di sini ."


" Iya..kak, ah .. sayang kakak ." Giska memeluk Gibran .


Siapa yang tidak terharu mendengarnya, semua meneteskan air mata, begitu besar cinta Gibran pada keluarga dan sahabatnya .


"Umi.." Milla menggenggam tangan Gibran.


" Iya sayang umi di sini , kamu butuh apa ?"


" Tidak umi, Gibran .. cuma mau lihat wajah umi...Alhamdulillah Gibran masih di...beri kesempatan.. bertemu umi lagi .. dan semuanya ." Gibran sangat bersyukur dia masih diberi kehidupan dan dapat bertemu keluarganya lagi. Milla mencium pipi Gibran dan keningnya.


" Alhamdulillah , sayang ."


Ceklek

__ADS_1


" Assalamu'alaikum " Dokter datang setelah Max memencet tombol.


" Wa'alaikumsalam ."


" Alhamdulillah Gibran sudah sadar, sebentar saya mau periksa dulu."


Dokter memeriksa Gibran mulai dari mata .


" apa yang kau lihat Gibran ?" Gibran mengedarkan pandangannya.


" Saya melihat dokter, malaikat-malaikat cantik , iblis-iblis cilik dan bidadari cantik ." Dokter tersenyum." Alhamdulillah .


" Coba gerakkan tangan kamu, " Gibran menggerakkan tangannya.


Dokter memeriksa semuanya sampai ujung kaki.


Sekitar setengah jam lebih Gibran diperiksa .


" Baiklah sekarang Gibran istirahat jangan terlalu banyak bicara dulu dan banyak bergerak . Jangan makan atau minum apapun sebelum kentut, akibatnya bisa berbahaya . Bisa orang tua Gibran ikut saya ada yang ingin saya bicarakan !" Dokter keluar bersama Milla dan Sam.


" Kak Gibran , kalau mau kentut jangan ditahan ..kentut aja yang kenceng gak apa-apa , Giska ikhlas kok nyium bau kentut kak Gibran !"


" Kamu ini dek, ada-ada aja ." Gilang tertawa .


" aduh..jadi pada nungguin kentut Gibran ." Gibran tersenyum.


" Iya.. baru kali ini kentut ditunggu-tunggu !" Semua tertawa mendengar Max.


" Tunggu Feli mau rekam detik-detik menunggu kentut kak Gibran ." Feli mengambil ponselnya dan menata posisi ponselnya agar mengarah ke tempat tidur Gibran .


Kruk...kruk..


" Giska kamu lapar ?" tanya Gibran .


" Gak.. ini cacingnya aja lagi pada main jadi rame. " Giska nyengir menampakkan giginya pada Gibran.


Dia sebenarnya lapar tapi dia mana tega makan di depan Gibran sedangkan Gibran belum boleh makan. Makannya nanti saja sampai Kak Gibran kentut.


" Kalian kalau mau makan , makan aja ... Gibran gak apa-apa ."


" Gak kok, kita semua puasa !" jawab Feli.


" Iya buka nya nanti pas dengar suara kentut !" celetuk Alvin


" Hahahaha..." Semua tertawa begitu juga Gibran walau pelan.


Mereka berbincang dan bercanda , 3G bercerita pada Gibran tentang teman mereka di sekolah.


Setengah jam kemudian Sam dan Milla datang langsung menghampiri Gibran.


" Sayang, umi kangen banget sama kamu ." Milla menciumi wajah Gibran.


" Kamu memang hebat jagoan abi !" Sam mengusap ngusapa puncak kepala Gibran.


DUUUUUT......


Terdengar suara membuat semua terkejut lalu saling menatap , wajah Gibran memerah .


" Hahahahaaha.. ", Suara tawa menggema di ruangan Gibran mereka bersorak senang .


" Alhamdulillah udah kentut. Kakak hebat itu adalah suara kentut terbesar yang pernah Giska dengar !"


" He em.. itu juga suara kentut terindah buat Feli !"


" Baru kali ini semua bahagia mendengar suara kentut termasuk aku ."


" Ayo kita makan !"


" Tunggu kita laporan dulu kalau Gibran udah kentut." Max memencet tombol.

__ADS_1


__ADS_2