
Bima sampai ke alamat yang di berikan Gibran, 1 jam perjalanan jaraknya dari rumah.
Dari liar terlihat nyaman pantaa saja Giban ingin rumah ini, terlihat besar yang bisa dilihat dari luar hanya lantai 2 nya saja karena tertutup pintu gerbang yang tinggi Bima memencet bel keluarlah seorang satpam danenyakan keperluan Bima.
Bima mengatakan bahwa dia berniat ingin bertemu pemilik rumah dan membeli rumah itu. Satpam menyuruhnya pulang karena rumah itu tidak dijual.
Dasar iblis cilik Bima kira dia disuruh beli rumah itu karena rumah itu memang di jual ternyata tidak, bagaimana merayu orang yang tidak ingin menjual barangnya.
Bima membujuk satpam agar bisa bertemu pemilik rumah sampai akhirnya pemilik rumah bersedia menemuinya .
Sementara Gibran sedang melalang buana di dunia maya membeli perengkapan bayi dari mulai empeng , dot , pakaian , popok , tempat tidur Stroller baby semua lengkap. Dan minta dikirimkan ke alamat baru sore hari. Gibran memberi waktu pada Bima 3 jam untuk membujuk pemilik rumah. Lalu dia akan meluncur untuk menata perabot rumah.
Drt..drt..
Hp Gibran bergetar terlihat nama uncle Bima , Gibran mengangkatnya.
" Hallo uncle Assalamu'alaikum , bagaiman sudah deal ?"
" Wa'alaikumsalam , eh Bocil lo pikir gampang bujuk orang buat jual rumahnya, kira-kira dong gue pikir emang ni rumah di jual !" Bima marah-marah di telepon.
" Ya kalau emang di jual Gibran gak akan minta tolong sama uncle , tinggal Gibran telepon terus transfer uang beres , berhubung gak di jual Gibran minta tolong uncle buat bujuk pemilik rumah , hitung-hitung uncle jadi makelar ." kata Gibran.
" Gue minta bonus yang gede soalnya gue hampir berantem ma satpamnya terus setengah mati gue bujuk pemilik rumah alesannya yang mau beli wanita ngidam dan mau lahiran bayinya gak keluar sebelum rumah ini kebeli, dia minta harga yang fantastis gimana mau gak?"
" Rumahnya si ok, Gibran terlanjur suka rumah itu . Dia minta berapa uncle ?" tanya Gibran.
" Rumahnya ok..gede bagus juga modelnya tapi kayanya segitu kemahalan dia minta 10 M. Gila gak tuh , katanya kalau gak mampu gak usah beli !"
" Minta no rekeningnya uncle dan suruh pindah sekarang juga soalnya Gibran mau masukin barang , kalau dia butuh bantuin angkutin barangnya bilang aja nanati akan ada mobil pengangkutnya di kasih waktu 3 jam dari sekarang !"
" Lo ngusir , mana bisa secepat itu. iya deh gue coba ngomong ama dia ," Bima menutup teleponnya.
" Baru 10 M. lebih dari itu juga Gibran bisa beli ." gumam Gibran .
Tak lama Hp Gibran berbunyi lagi.
Ternyata chat WA no rekening pemilik rumah .
Gibran lalu mengambil laptopnya dan berselancar ke akunnya dia mentransfer uang aenilai 10 Miliar.
Transfer berhasil. Gibran menelepon Bima dan bilang kalau transfer sukses Bima laporan pada pemilik rumah dan iya uang sudah masuk rekeningnya .
Pemilik rumah di bantu oleh semua anggota keluarga dan pekerjanya membereskan rumah, Gibran mengirim beberapa truk untuk mengangkut barang- barang pemilik rumah itu.
Dia akan pindah ke daerah lain kebetulan mereka juga memiliki rumah yang lain jadi tak masalah buat mereka pindah sekarang. Mereka mendapat untung besar karena mereka membeli rumah itu seharga 4 Miliar.
Gibran kembali berselancar di internet mencari furniture yang dibutuhkan kemudian dia menelepon mereka dan minta di kirim sore ke rumah baru itu.
__ADS_1
Gibran meminta kepada pamannya untuk menjemputnya setelah rumah itu kosong.
Sementara Anggun tengah sibuk menelepon pihak restoran untuk memesan makanan karena tidak cukup terpaksa Anggun memesan dari beberapa tempat . dan minta di packing dalam kotak makan. Tadinya Anggun ingin parasmanan karena tidak ada tempat jadi minta dibungkus saja sedangkan untuk ditempat akan di beri snack dan minum.
Semua orang sedang sibuk, dan tak memperhatikan bumil yang sedang kelaparan dia akan ke dapur mencari makan. Beruntung Gibran keluar dari kamarnya.
" Umi mau ke mana ?" tanya Gibran melihat uminya bangun dari duduknya.
" Oh.. umi mau makan Gib lapar," kata umi.
" Ya ampun maafin Gibran umi, sebentar Gibran ambilin," Gibran mengambil makanan untuk umi dan dirinya, dia juga membutuhkan energi karena dia akan bekerja keras hari ini.
Setelah makan Gibran menanyakan apa lagi yang umi butuhkan Milla menggelengkan kepala Milla , dia sedang memikirkan Sam akankah Sam datang saat nanti dia lahiran . Bisakah oprasinya ditunda Sam datang.
Melihat Umi yang murung Gibran membatalkan rencananya ke rumah itu dan mamangil designer interior profesional untuk merombak rumahnya agar menjadi terlihat elegan dan mewah. Gibran juga minta agar di rumahnya banyak tanaman .
Gibran menelepon Bima membatalkan janjinya dan meminta Bima tidak pulang serta menghandle semua disana Gibran sudah memesan makanan untuk Bima dan yang lainnya, barang akan segera datang dan designer interior juga sudah akan datang Gibran menyewa tenaga ahli untuk menata rumahnya.
Sebentar lagi tamu akan berdatangan untuk acara 7 bulanan Gibran dan umi juga semua sudah berpakaian rapi untuk menyambut tamu . Grandma sudah menyewa tenda dan kursi untuk para tamu.
Acara di mulai Bima tidak bisa hadir karena dia tidak mungkin meninggalkan rumah itu. Gibran sedang merekam dalam video acara itu untuk dikirim kepada Bima dan abi.
Acara telah selesai pada pukul setengah 6 grandma terlihat kelelahan umi sedang beristirahat di kamar.
" Hari ini begitu melelahkan sayang." kata grandma pada Gibran .
" Ke mana Bima ?" tanya grandma.
" sedang menyiapkan kejutan untuk umi !"
" Kejutan apa ?" tanya grandma.
" Rahasia namanya juga kejutan." kata Gibran.
" Terserahlah " grandma lalu pergi ke kamar untuk mandi dan beristirahat. Gibranpun pergi ke kamar uminya.
Rumah terlihat sepi karena semua sedang di kamar datanglah Bima. Dia langsung menjatuhkan diri di sofa badannya lelah sekali besok masih banyak kerjaan rumahnya mungkin butuh 2 hari lagi baru beres.
Tadi Gibran mendatangkan bodyguard untuk berjaga di rumah itu, dan uncle Bima pulang.
Bima melihat sekeliling sepi sekali rumah ini. dia lalu ke kamar mamahnya dan mengetuk pintu untuk mengambil baju ganti dia akan mandi di kamar mandi dapur. Mereka sholat magrib dan isya berjamaah. Lalu semua orang beristirahat.
Pagi-pagi sekali Gibran bangun dan menyiapkan keperluan uminya untuk lahiran di bantu grandma. uminya ternyata telah mencicil membeli baju bayi dan sudah dicuci tinggal membawanya.
Pagi hari sekitar jam 7 Milla pergi ke RS bersama semua keluarga kecuali Bima dia akan menyusul, tapi Sam dan keluarganya belum tiba.
Milla meminta kepada dokter agar menunggu suaminya datang sebentar lagi.
__ADS_1
Gibran mencoba menelepon abi.
deringan pertama langsung diangkat.
" Hallo sayang bagaimana umi, tunggu abi sebentar lagi sampai ini sedang dalam perjalanan ke RS ," Sam menjawab telepon Gibran.
" Assalamu'alaikum abi, iya kami tunggu abi tidak usah ngebut hati-hati di jalan ."
" Wa'alaikumsalam iya abi akan hati-hati dah ." Sam menutup teleponnya dan berdo'a pada Allah agar istri dan anak-anaknya baik-baik saja.
Setengah jam kemudian Sam sampai rumah sakit dan langsung berlari ke ruangan yang disebutkan Gibran.
Sam sampai ruang rawat Milla dengan nafas terengah .
" Assalamu'alaikum.." Sam memberi salam.
"Wa'alaikumsalam..." Jawab semua yang ada di dalam.
" Alhamdulillah akhirnya kamu datang Sam dokter sudah menungu kamu, ayo papah antar ke ruangan dokter !" Toni mendorong bahu Sam agar keluar kamar, Sam melihat ke belakang ke arah Milla.
" Tapi..tapi ...pah ..Sam..Milla .." Sam ingin bertemu Milla dulu tapi papahnya sungguh tega .
" I miss you ," bisik Sam saat menengok ke belakang dan tatapan mereka bertemu , Milla dapat membaca gerakan mulut Sam dan membalas Sam
" me too "
Dokter menerangkan bahwa ibu Milla mengalami placenta previa atau letak placenta berada di bawah dan menutupi jalan lahir , pada kehamilan biasa placenta bisa tertarik lagi ke atas seiring pertumbuhan janin asal sang ibu tidak mengangkat beban berat dan kelelahan karena placenta previa sangat berbahaya bisa mengakibatkan pendarahan jika terdorong baby atau tekanan dari luar. Sedangkan ibu Milla mengalami kehamilan kembar 3 dan mereka sangat aktif jadi placenta previa di takutkan terdorong dan membuat pendarahan jadi lebih baik bayi dilahirkan lebih awal. Sam setuju dan menyerahkan semuanya pada dokter.
Persiapan oprasipun dilakukan Milla sudah puasa sejak jam 8 pagi sesuai instruksi dokter
Milla sudah melakukan pemeriksaan darah dan sebagainya sesuai prosedur. Milla masuk ruangan oprasi Sam menunggu di luar setslah setengah jam dokter menyuruh Sam masuk mendampingi istrinya memakai baju khusus yang disiapkan pihak RS.
Sam tak berani melihat ke arah perut Milla dia hanya menatap Milla dan mengajaknya bicara agar Milla tidak tidur.
Oek...oek..oek..
Suara bayi pertama terdengar begitu kencang bayi itu berjenis kelamin laki-laki Sam menangis haru begitu juga Milla setelah semua masalah yang mereka hadapi Sam bisa mendampingi dan melihat kelahiran anaknya .
Sementara di luar Gibran dan yang lain menunggu dengan cemas .
Bima baru saja datang. Setelah 1 jam setengah menunggu Sam keluar dan memeluk mamih dia menangis Mereka semua bertanya bagaimana keadaan Milla dan anak-anak.
" Alhamdulillah mereka lahir dengan selamat dan sempurna anak pertama dan kedua laki-laki dan yang terakhir perempuan. tapi mereka langsung masuk inkubator untuk menjaga suhu tubuh tetap hangat."
" Alhamdulillah..." semua bersyukur . Gibran langsung sujud sukur , lalu memeluk abinya.
...----------------...
__ADS_1