Gibran Si Genius Yang Tersembunyi

Gibran Si Genius Yang Tersembunyi
Bab 48


__ADS_3

"PAUL ..." Paul langsung ke masuk ke ruangan Sam begitu suara Sam yang menggelegar terdengar untuk kedua kalinya.


" Iya tuan " Paul berjalan ke samping meja Sam dan berdiri menanti perintah.


" Tolong kamu handle dulu pekerjaan saya , saya ada perlu sebentar. " Sam bicara dengan suara agak tinggi.


Sam melangkah keluar dan diikuti oleh Clarissa dan ayahnya.


Sam berjalan dengan wajah tidak bersahabat dan aura yang menyeramkan..


Sam akan pergi ke kantor King bersama dengan Clarissa dan ayahnya menaili mobil masing-masing.


Begitu sampai di perusahaan Kingston, Sam langsung turun di susul Clarissa dan ayahnya.


Sam berjalan dengan Clarissa di sampingnya memegang lengan Sam.


Sesampainta di depan ruangan King, sekretaris King menyapanya dan meminta menunggu sebentar karena sedang ada tamu.


Sekitar 30 menit Sam menunggu, tamu itu pun keluar ternyata tamunya adalah Julia dan mamih. Mamih yang melihat Sam bersama dengan Clarissa juga tangan Clarissa yang merangkul lengan Sam menghela nafas panjang , tanpa bicara apapun mamih pergi .


Julia yang melihat Sam dan Clarissa, menatap mata Sam dan menggeleng lalu berbisik pada King.


" aku mendukung Mila dan Gibran ," bisik Julia lalu pergi tanpa kata meninggalkan mereka.


King masuk ke dalam ruangannya di ikuti oleh Sam , Clarissa dan ayahnya.


King duduk di kursi kerjanya , Clarissa dan Ayahnya duduk di sofa dan Sam duduk di kursi berhadapan dengan King.


"Wah .. ada apa ini, tuan Sam dan Tuan Milano datang bersama mengunjungi saya ," Sindir King.


" Apa benar King, kau memutuskan kerja sama dengan tuan Milano hanya karena hubunganku dengan Clarissa?"


" Jadi itu yang mereka bilang padamu !, dan kau percaya?" King menggeleng sambil tersenyum.


" Kau tahu aku menurutmu apa mungkin aku melakukan itu mencampurkan masalah pribadi dan pekerjaan, aku bingung Sam kenapa mereka mengadu padamu, perusahaan ini tak ada hubungannya denganmu, intervensimu tidak berpengaruh di sini, jadi tujuannya apa tuan Milano?" tanya King langsung pada Tuan Milano.


" Saya tidak memiliki tujuan apapun saya hanya bercerita karena kita lama tidak bertemu lalu ngobrol, tapi tuan Sam langsung ke sini ." ucap Milano dengan tenang.


" kaya gue bakal percaya aja sama lo, gue kayanya punya mainan buat Gibran ." batin King.


King tersenyum.

__ADS_1


" ok... mari kita ngobrol layaknya orang yang sudah lama tidak bertemu, apa kabar anda Tuan Milano , dan apa kabar anda nona Clarissa bagaimana pertunanganmu dengan Peter kapan nih saya dapat undangan pernikahan kalian ?" Sarkas King.


Sam langsung melihat ke arah Clarissa.


" Apa maksudnya Claris , kamu sudah bertunangan ? " tanya Sam.


" Hah...ah itu sudah lama , kami sudah putus tuan King , karena saya tidak mencintainya dan saya mencintai pria lain." balas Clarissa .


" Oh..begitu rupanya, tapi semalam saya melihat anda di lobi hotel berdua dengan Peter dan saya sempat ngobrol dengan dia , dia bilang anda tunangannya bukan mantan , dan untuk anda ketahui saya dan Peter adalah teman baik !" ucap King.


" Peter..Peter siapa? " tanya Sam kepada King..


" Tanya dia, jangan saya !" Jawab King.


" Dan Clarissa menurut saya tidak pantas seorang wanita yang sudah bertunangan merangkul tangan pria beristri seperti wanita murahan saja !" sambung King.


" Dan anda tuan Sam pria beristri harusnya bisa menjaga sikap dan perasaan agar tidak tergoda wanita murahan ," King terus menyindir mereka..


" Tuan King, jaga bicara anda saya tidak terima anda menjelekan putri saya !" kata Milano marah.


" Kalau anda tidak terima, seharusnya anda mengingatkan putri anda untuk menjaga sikap, karena semua orang akan berpikir seperti saya melihat tingkah putri anda. bahkan mungkin semua karyawan anda dan orang-orang di sekitar anda." balas King telak.


" ha..ha..ha..tuan Milano, di sini menunjukkan bahwa anda bukan seorang bisnis man yang baik, karena tidak bisa melihat kesalahan diri sendiri dan juga tutup mata dari kesalahan putri anda, pantas anda tidak bisa sukses karena tidak bisa mengukur kamampuan , kalau anda menuntut sama saja anda sendiri yang mencemarkan nama anak anda . Sikahkan tuntut saja !" King berkata sambil tersenyum.


"King.. hentikan, ka..." perkataan Sam terpotong oleh King.


" Kakak yang hentikan , hentikan semua ini atau aku bersumpah kau akan kehilangan semuanya, sekarang kalian keluar saya punya urusan yang lebih penting di banding mengurusi masalah kalian.. KELUAR !!" King berteriak marah, masih banyak pekerjaannya dan Sam mengganggunya.


Sekretaris King yang mendengar teriakan King dari luar terlonjak kaget dan menjatuhkan kue yang akan di makannya. Lalu dia berdiri dan membuka pintu King.


" Sikahkan pintu sudah terbuka lebar, menunggu apa lagi !!" Sarkas King.


Tuan Milano dan Clarissa Milano keluar ruangan .


" King.. kamu itu .." belum selesai Sam bicara sudah di potong King.


" Keluar kak aku mohon ," pinta King lalu mengalihkan perhatiannya pada laptop dan berkasnya.


Sam akhirnya keluar, bukan ini tujuannya kemari dia hanya ingin


menunjukkan pada ayah Clarissa bahwa keputusan King tidak ada sangkut paut dengan dirinya, tapi kenapa King salah paham . salahnya juga sih dia membiarkan Clarissa memegang tangannya . Sam sudah terbiasa seperti itu jadi dia biarkan saja.

__ADS_1


Dan dia terkejut mendengar Clarissa telah bertunangan dengan Peter, Peter siapa ? kenapa Clarissa tidak bilang padanya kalau dia telah bertunangan dan akan segera menikah.


Dia harus bertemu Clarissa dan menanyakannya dia tidak terima jika Claris mendekatinya di saat Claris memiliki tunangan. Dia merasa dikhianati lihat saja gara-gara Clarissa hubungannya dengan Milla hancur.


Sementara di kantor King , King mengirim sebuah video pada Gibran dan menuliskan caption


" Mainan menarik mulailah beraksi iblis cilik "


Gibran yang belum tidur dan masih bermain laptop setelah mengecek semua usaha uminya menerima video kiriman uncle King .


Dia memutar video itu .


" hm..menarik thank you uncle sudah memberi mainan untuk Gibran . Oh.. abi, kamu memang tidak tertolong , apa yang bisa abi lakukan tanpa Gibran di saat mata dan hati abi buta ." Gibran tersenyum licik dan memulai aksinya.


drt..drt.... ada panggilan masuk . Video call dari King.


" Halo uncle ," sapa King lalu dadah pada uncle King. Lalu Gibran kembali mengetik laptopnya Hp nya dia senderkan ke susunan buku .


" Bagaimana sudah kau terima mainannya ?" tanya King.


" Sudah uncle terima kasih, Gibran sudah mulai main sekarang ," saut Gibran tanpa melihat King.


" oh..ya Gib, nanti mungkin kalau jadi kami akan ke sana pas 7 bulan kehamilan umi. Twins sudah sangat rindu padamu !!"


" Iya uncle Gibran tunggu, and uncle aku punya kejutan nanti akan di bawa sama uncle Bima ," kata Gibran


" uncle sudah tahu, tadi Bima telepon tentang surat cerai yang umi kamu tanda tangani." ucap King.


" Ish..gak asik, uncle Bima curang harusnya gak usah dibilangin ." keluh Gibran .Tangannya terus mengetik laptopnya .


" beres uncle, aku sudah memindahkan uang di rekening Milano secara random pada siapa saja , Gibran asal kirim aja dan dalam jumlah $1000 satu rekening dan uncle tahu berapa uangnya $ 3000.000. Ini sebagai peringatan dia aja ." ucap Gibran terkekeh.


" Kau memang bocah licik ,tapi terima kasih berkat file yang Gibran kirim uncle jadi tahu kebusukan tuan Milano sebelum uncle rugi besar, berkas sudah uncle kirim ke kepolisian tinggal menunggu penyelidikan lebih lanjut."


" Iya uncle, uncle Gibran udah ngantuk mau tidur dulu, dah uncle !"


" ok..bye. Assalamu'alaikum," Pamit King.


" Wa'alaikumsalam," Jawab Gibran.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2