Gibran Si Genius Yang Tersembunyi

Gibran Si Genius Yang Tersembunyi
Bab 87


__ADS_3

Feli merasa risih di perhatikan Max. " Kak Max , jangan melihatku seperti itu ! Aku kan jadi salting ."


Max terkekeh. " Memangnya kakak tatap seperti apa? Memang kakak begini."


" Tatapan Kak Max itu tajam, Feli seperti sedang di kuliti ."


" Hahaha...bahasamu Fel, kuliti segala. Oh iya Fel. Kamu harus lebih latihan lagi. Tadi sudah bagus. Gerakanmu cepat dan powerfull . Kamu hebat udah bisa membuat orang babak belur. "


" Iya gerakan Feli Fast and furious ."


" Film kali Fel. The Fast and Furious." Max terkekeh.


" Fel, kamu harus bisa mengamati situasi, dan memperhitungkan kesempatan. Kamu juga harus bisa mengenali bahasa tubuh lawan kamu. Nanti kakak akan ajarkan kamu. Kamu sekarang sudah mulai dikenal. akan lebih banyak bahaya yang mengintaimu. Kakak takut jika kami tidak ada di sisimu seperti tadi, maka kamu cuma bisa mengandalkan dirimu sendiri. Karena itu tingkatkan skill mu."


" Iya Kak . Feli akan berlatih lebih keras. "


" Maaf yah.. karena kelalaian kami, kamu mengalami hal seperti tadi. "


" Kenapa Kakak minta maaf , ini bukan salah Kalian. Namanya penjahat selalu mencari celah. Kalian selalu melindungi Feli. Terima kasih Kak. " Feli tersenyum tulus.


" Makanan datang." Aston datang membawa pesanan Feli.


Mata Feli berbinar. Ia dengan cepat mengambil jus alpukat lalu meminumnya. Kemudian Feli mengambil makanannya.


" Busyet. Gercep banget. Pelan-pelan Feli ! gak bakal ada yang minta ."


" Tapi Ax mupeng ." Mata Aston mendelik. Max tergelak.


" Iya emang. Tapi gue gak bakal minta !"


Feli tak menanggapi ia sedang asyik makan.


" Adam ke mana ? Tanya Feli.


" Gak tahu. Tadi kayanya ikut Kak Gib."


" Itu tahu..gimana sih Aston." Aston cuma tersenyum


" Fel.. maafin gue yah. Andai tadi gue gak ninggalin lo, pasti mereka gak akan nyulik lo." Aston merasa bersalah pada Feli karena telah meninggalkannya.


" Ya ampun Ax, itu bukan salah Ax atau siapapun. Yang salah itu penjahatnya bukan kalian. Udah deh jangan minta maaf mulu. Lebaran masih lama tau !" Feli melanjutkan makannya.


" Kak Max sama Ax gak makan? Mau punya Feli? "


" Gak Fel. Kamu makan aja abisin . Pasti kamu cape abis nendang tadi." Saut Max.


" Iya Fel . Tendangan maut. " Tambah Aston. Mereka tertawa.

__ADS_1


" Aston, Feli kalian harus tambah jam latihan kalian . Nanti Kakak juga akan ajarkan skill lain nanti. Kakak pergi dulu ya. Kak Gib barusan nyuruh Kakak ke sana. Titip Feli Ax. "


" Iya Kak." Max pergi dari UKS. Ia menuju lokasi yang di beritahu Gibran.


" Aston bener gak mau?"


" Gak.. makan aja Fel, biar kamu cepat besar."


Plak...


" Sembarangan kalau ngomong. Feli udah gede tahu..tinggi semampai. "


" Iya tapi Kutilang darat!"


"Apa tuh Kutilang darat?"


" Kurus tinggi langsing dada rata, hahaha...." Aston terpingkal-pingkal sampai memegang perutnya. Sedangkan Feli mukanya cemberut. Ia lalu menunduk menatap dadanya. Apa benar dadanya rata ? Feli memegangnya, tidak rata masih ada tonjolannya malah terasa besar.


" Aston menurut Feli gak rata ah. Mau Aston cek ?"


" Gila lo. Jangan pernah gitu lagi di depan cowok ya. Siapapun itu. Bahkan Gibran. Tadi gue cuma bercanda. Aduh Fel lo kok polos banget sih." Aston memukul dahinya.


Aston merasa ponselnya bergetar. Ia melihat ada chat masuk. Dibacanya ternyata dari Gibran. Gibran menyuruhnya untuk mengajak Feli pulang.


" Udah makannya belum Fel. Kalau udah kita pulang aja. Gibran udah ijinin ke Guru piket sama Wali kelas."


Gibran, Alvin, Max dan Adam sedang berada di rooftop.


Mereka berhadapan dengan Vino.


" Kenapa lo culik Feli. Dia gak ada urusannya sama lo? " Sebenarnya Gibran tak butuh jawaban dari mulut Vino. Karena ia sudah mendengarnya dari pikiran Vino.


" Emang gak ada urusannya sama gue. Gue juga sebenernya gak pernah culik orang buat mancing . Ini gara- gara si Salma. Dia yang nyulik gue yang kena getahnya ." Batin Vino


" Emang gak ada, ini semua ide Salma. Gue dipanggil ke sini buat nolongin dia. Gue pikir Salma terancam gak tahunya gue di suruh bantuin dia buat naklukin lo"


" Jawabannya jujur." Batin Gibran .


" Kenapa lo iket Feli? "


" Gue gak ikat dia. Gue datang Feli udah dalam keadaan terikat." Batin Vino.


" Gue datang Feli udah begitu. Tanya teman-teman gue. Gue ke sini berlima . Di sini udah ada Si salma ama empat temannya."


" Ok..gue percaya lo. Tapi lain kali kalo lo ngusik Feli lagi atau yang lainnya. Gue gak akan segan-segan hancurin lo." Gibran memberikan tatapan mautnya pada mereka.


Gibran pergi dari tempat itu di ikuti Max, Al dan Adam.

__ADS_1


" Adam lo mau pulang atau sekolah? Soalnya tadi Ax sama Feli, Kakak suruh pulang." Tanya Gibran.


" Aku pulang aja ya Kak?" Adam tersenyum kikuk.


" Ya udah pulang aja. Ada supir nunggu di depan."


" Makasih Kak Gib ." Adam lari ke kelasnya untuk mengambil tas.


" Kita ke kelas dulu ." Titah Gibran.


" Bagaimana dengan Salma dan temannya Gib ? Kita gak beri mereka pelajaran?" Tanya Alvin.


" Tenang saja mereka sebentar lagi juga di DO dari sekolah ini." Gibran tersenyum miring.


Mereka berjalan dengan gaya cool nya. Tatapan yang tajam dan angkuh. Lorong sekolah sedang kosong karena masih jam pelajaran. Tapi mereka yang mengintip dari jendela terkesima dan mengabaikan guru mereka di kelas.


Tok..Tok..


Gibran mengetuk pintu kelasnya. Ketua kelas membuka pintu. "Maaf Bu Kami ijin pulang lebih dulu. Karena ada suatu hal terjadi pada keluarga kami." Gibran meminta ijin pada Guru di kelas.


" Silahkan, nanti tugasnya akan diberitahu oleh ketua kelas." Ucap Guru itu.


" Terima kasih Bu." Gibran, Max dan Alvin mengambil tas lalu mencium tangan Gurunya dan keluar.


Gibran akan melihat keadaan Feli.


Sementara di kamar Feli. Sedang terjadi keributan.


" ASTON ! Feli gak mau ya pokonya ganti !" Feli berteriak pada Aston.


" Ya ilah Fel. Gue kan gak sengaja. Gantinya gimana?" Aston menghela nafas lelah berhadapan dengan si manja Feli.


" Feli gak mau tahu . Pokoknya harus ada sama persis kaya gitu lagi."


" Iya..iya tar gue cari di internet, gue tanya mbah google, gue tanya mba youtube."


" Terserah gimana caranya. Pokoknya piala Feli harus ada lagi. "


" Iya Fel..iya ..Astagfirullah ."


"Fel..Cerita dong . Gimana mereka nyulik lo? Cepet banget tahu. Gue meleng bentar, lo udah ilang aja."


" Feli juga gak tahu. Yang Feli ingat itu. Feli pas keluar toilet nyari Aston. Tahu-tahu ada yang bekap Feli dari belakang. Terus Feli jadi lemes lama-lama Feli gak inget apa -apa. Pas sadar Feli udah di iket , banyak orang di sekeliling Feli. Udah itu aja ," Feli menceritakan kronologisnya.


" Fel.. nih gue bawa es krim ." Adam datang membawa hadiah buat Feli.


" Ah..Adam tahu aja Feli kehausan abis cerita. " Feli langsung membuka es krimnya dan memakannya.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2