Gibran Si Genius Yang Tersembunyi

Gibran Si Genius Yang Tersembunyi
Gibran Ingin Melamar Feli


__ADS_3

Gibran Pov.


Aku senang bisa bertemu dengan Feli. Sungguh aku sangat merindukan menatap wajahnya yang cantik dan tersipu bila bersamaku.


Aku sengaja tidak pernah meneleponnya atau mengunjunginya ke sana. Karena bila sudah bertemu akan mengganggu konsentrasiku. Dan akan sulit bagiku untuk berpisah dengannya.


Seperti lagu Dewa 19 yang berjudul kangen.


KANGEN


Kutrima suratmu `Tlah kubaca dan aku mengerti


Betapa merindunya dirimu aKan hadirnya diriku


Didalam hari-harimu Bersama lagi


Kau tanyakan padaku Kapan aku akan kembali lagi


Katamu kau tak kuasa Melawan gejolak didalam dada


Yang membara menahan rasa Pertemuan kita nanti


Saat bersama dirimu


Chorus:


Semua kata rindumu


Semakin membuatku `tak berdaya


Menahan rasa ingin jumpa


Percayalah padaku akupun rindu kamu


Ku akan pulang Melepas semua kerinduan


Yang terpendam.....

__ADS_1


Kau tuliskan padaku Kata cinta


Yang manis dalam suratmu


Kau katakan padaku Saat ini


Kuingin hangat pelukmu


Dan belai lembut kasihmu


Takkan kulupa slamanya


Saat kau ada di sisiku


Chorus


Jangan katakan cinta


Menambah beban rasa


Sudah simpan saja sedihmu itu


Chorus 2x


Song by Dewa 19.


Tapi bila dia menelepon atau datang ke sini tidak mungkin aku menolaknya dan menyakiti hatinya.


"Kak Gibran, Nanti anterin Feli ketemu teman ya!"


Teman yang mana? Aku menatapnya sebenarnya aku tidak ingin membaca pikirannya tapi aku perlu tahu hal-hal seperti ini.


"Teman? Siapa?" Aku pancing dia untuk berpikir tentangnya agar aku tahu.


"Reynald, kalau aku jujur marah gak ya Kak Gibran? Tapi aku sudah janji akan bertemu dengannya. Aduh aku bingung


takut Kak Gibran salah paham."

__ADS_1


Aku mendengar suara hati Feli. Jadi orang itu namanya Reynald, mereka kenal di mana?


"Apakah dia teman sekolahmu?"


"Ah ... iya," jawab Feli.


"Iya dia teman sekolahku, kami bahkan pergi bersama ke sini. Dia mengunjungi saudaranya."


"Cowok atau cewek?" Aku ingin tahu kejujurannya.


"Cewek, Kak." Oke Feli, kau mulai berbohong. Ada apa denganmu? Apa kau menyukainya? Tidak bisa sayang, tidak akan ku biarkan kau berpaling dariku!


"Oke, akan Kakak antar tapi aku juga ingin berkenalan dengannya. Boleh, kan?"


"Hah, boleh kok. T-tapi ... duh jujur aja deh dari pada nanti runyam urusannya. Sebenarnya ... teman aku itu cowok!" Akhirnya kamu jujur juga.


"Oke, gak masalah! selama kamu jujur dan tidak berniat selingkuh aku fine-fine aja."


"Ih ... siapa yang mau selingkuh. Cinta aku udah mentok sama Kakak!"


"Gak mungkin banget. Dapetinnya aja susah, masa mau di selingkuhin sama model kaya Reynald lagi, cowok playboy kaya gitu. Tapi orangnya lucu sih terus konyol bikin orang ketawa. Bikin lupa masalah aku . Kalau deket dia aku gak kepikiran Kak Gibran."


Suara hati Feli yang aku dengar buat aku shock. Wah gak bisa nih kalau begini. Aku harus lamar Feli sekarang. Nikahnya nanti aja setelah aku lulus. Dan itu sebentar lagi.


"Walaupun begitu, cinta tumbuh karena terbiasa. Kamu lebih sering dekat sama dia dan Kakak jauh, yang menang biasanya yang lebih sering bersama. Iya kan?"


"Kakak kenapa sih? Aku bukan cewek seperti itu. Aku itu tipe cewek setia, dia itu cuma temen aku."


"Gak masalah, toh aku juga punya teman dekat cewek sama seperti kamu. Aku ke kamar dulu mau ganti baju!"


Aku tinggalkan Feli. Biar saja, aku harus beri dia pelajaran! Kalau aku tidak suka Feli dekat sama cowok.


Setia itu bukan tidak punya hubungan dengan lelaki, tapi setia itu tidak dekat dengan lelaki manapun. Karena kedekatan dapat memancing perasaan akhirnya selingkuh.


Aku akan tegas padanya. Agar dia tidak dekat lagi dengan siapa pun.


Aku ke kamarku dan menelepon Dady. Aku minta bertemu dengan mereka. Aku ingin membicarakan perihal lamaranku dengan Dady dan Abi.

__ADS_1


Nanti malam mereka siap bicara. Keputusanku sudah bulat akan menikahi Feli ketika aku lulus.


...----------------...


__ADS_2