Gibran Si Genius Yang Tersembunyi

Gibran Si Genius Yang Tersembunyi
Bab 90 END.


__ADS_3

Gibran baru saja sampai di kelasnya bersama Alvin dan Max. Sekarang Gibran kelas 11 SMA.


Ia langsung duduk bersama Max. Setelah kepergian Feli Gibran semakin dingin terhadap cewek. Dia tidak perduli pada mereka.


Tapi namanya makhluk wanita. Ada saja yang tebal muka tidak perduli jika sudah di usir. Mereka tutup mata seolah mereka tak tahu kalau Gibran tidak menyukai dan menolak mereka mentah-mentah. Seperti si Meta ini adik kelas yang terlihat lugu tapi keras kepala.


Ia adalah adik kelas. Sepertinya dia murid baru, bukan dari SMP satu yayasan. Dia mengejar Gibran begitu gigih.


" Kak Gibran ini Meta bawa bekal buat sarapan Kakak. " Meta menyodorkan kotak bekal pink pada Gibran.


" Gibran gak bakal mau ambil. Mending buat gue. "


" Gak bisa ini buat Kak Gibran."


Yang disebut namanya tidak bergeming. Gibran mendengarkan lagu memakai head set. Lama Meta menunggu Gibran mengambil bekalnya


Meta lalu duduk di bangku depan Gibran.


" Eh..apaan ini ?" Cowok yang duduk di depan Gibran terkejut. Tiba- tiba ada cewek yang mepet duduk di bangkunya dan terus menggesernya sampai akhirnya ia bangun.


" Eh..lo siapa sih. Balik sono ke kelas lo ! udah mau bel juga ." Oges kesal karena cewek ini duduk di tempatnya .


" Sebentar napa Kak, aku kan mau kasih ini dulu ke Kak Gibran." Meta tetap keras kepala.


" Eh..lo jadi ade kelas gak tahu diri banget sih. Yang sopan dong sama Kakak kelas. Balik sono ke kalas lo. Gibran aja enek liat lo. Dia ogah nerima bekel lo sono pergi !" Oges mengusir Meta.


" Ih..Kakak aku kan cu....."


Max langsung menarik tangan Meta keluar kelas. Ia terus berjalan tidak memperdulikan Meta yang berusaha melepaskan tangannya dan teriakannya yang menyumpahinya.


Tiba di kelas Meta, Max melepaskan tangannya dan mengambil kotak bekal yang ada di tangan Meta.


" Ini gue ambil sayang kalau dibuang. Biar gue yang habisin. Lain kali kalau jadi cewek harus bisa jaga harga diri. Jangan suka ngejar cowok yang gak perduli. Masuk sana jangan ke kelas gue lagi atau habis lo di bully senior. "


Max langsung pergi tanpa menengok ke belakang lagi. Sedangkan Meta cuma bisa terpaku melihat bekal makannya diambil Max.


" Itukan buat Kak Gibran...ish Kak Max bilang aja dia iri mau juga di kasih bekel." Dengan kaki yang dihentakkan Meta masuk kelas. Ia kesal karena bekalnya di tolak Gibran.


Max tiba di kelas. Gibran memperhatikannya. Dia melihat Max menenteng bekal makan yang tadi di bawa Meta.


Teeeet.....Teeeet.....


Bel masuk sudah berbunyi. Max segera duduk manis di bangkunya.


" Max apa itu ?" Tanya Alvin.


" Oh ini bekal ade kelas tadi. Mumbazir kalau gak di makan. "


" Alah gaya lo tahu mumbazir. Bilang aja lapar !" ledek Oges.


" Eh kalau lapar gue bisa beli ya semua makanan di kantin !" sanggah Max.


" Iya Sultan mah bebas. Terus kalau gak lapar, kenapa di ambil. Atau jangan-jangan lo suka ya sama Meta !" Oges dengan prediksinya.


" Kan udah gue bilang mumbazir ! Dan gue gak suka sama cewek berisik, keras kepala kaya dia. Gue cuma kasian aja ."


" Tumben lo kasian sama cewek." Alvin tersenyum miring.


Sedangkan Gibran tak perduli perdebatan di sekitarnya. ia diam saja mendengarkan lagu favoritnya.


Tak lama masuk Guru. Pelajaran pertama dimulai.


Setelah belajar beberapa jam tibalah waktu istirahat. Gibran dan yang lainnya ke kantin .


" Kak...!"


Seseorang memanggil dan melambaikan tangan . Gibran dan yang lainnya menghampiri orang itu.


" Mana Adam ?" Tanya Gibran pada Aston.


" Sedang ke toilet ."


Mereka pun duduk semeja. Adam datang dan ikut bergabung. Gibran mengedarkan pandangannya, ia sekilas melihat seorang pria yang sepertinya dia kenal. Gibran langsung bangun dan berlari mengikuti orang itu yang pergi ke arah ruangan Kepsek. Alvin dan Max juga twins segera mengikuti Gibran. Mereka melihat Gibran sedang berdiri di depan pintu Kepsek.


Adam mendekati Gibran. Ia dapat mendengar apa yang di bicarakan di dalam.


" Kamu harusnya tidak boleh kemari !"


" Kenapa Pah ?"

__ADS_1


" Kenapa kamu bilang ! Tentu untuk keselamatan kamu. Mereka bisa saja mengenali kamu. "


" Papah tenang saja tidak akan ada yang mengenali saya."


" Kenapa kamu lakukan itu? "


" Ya balas dendam untuk Gaby."


" Tapi nak...


" Sudahlah Pah. Aku ke sini cuma mau pamit. "


Pria itu berbalik dan membuka pintu.


Bugh...


Kepalanya terasa pusing begitu membuka pintu seseorang menonjoknya dengan keras sampai terjengkang ke belakang.


" Jadi lo yang udah sabotase lift itu, brengsek ! . Pantas gue gak menemukan hubungan lo dengan perusahaan Delton." Gibran menonjok nya dengan keras. Ia sangat emosi.


" Alhamdulillah Allah sangat baik menunjukkan siapa pelakunya." Ucap Gibran.


Gibran menatap Kepsek dengan tajam. Ternyata selama ini Kepsek itu telah menyembunyikan anaknya. Gibran mengalihkan pandangannya pada pria yang sedang berusaha berdiri itu.


" Lo ama Gaby emang serasi. Sama-sama psikopat."


" Kurang ajar." Pria itu lalu menonjok Gibran. Mereka bertarung dengan sengit. Gibran lebih banyak menghindar. Tapi sesekali dia melawan dan mengenai pria itu. Tendangan pria itu mengenai kursi meja tapi bukan Gibran . Keadaan ruangan itu sudah porak poranda. Barang-barang berserakan , kertas berhamburan letak meja dan kursi sudah tidak pada tempatnya lagi .Terakhir Gibran menggunakan tenaga dalamnya.


Pria itu terhempas hingga menabrak dinding di belakangnya. Sang Ayah bergegas menjadi tameng untuk anaknya . Ia menghalangi Gibran agar tidak mendekati anaknya lagi. Anaknya sudah cukup babak belur.


Gibran menelepon omanya. Dia memberi tahu Omanya tentang Kepsek dan anaknya. Oma langsung memecatnya.


Gibran juga menelepon polisi. Kepsek hanya bisa pasrah menerima nasibnya . Anaknya akan dipenjara dan ia yang di pecat. Ia sudah memperingati anaknya tapi anaknya tetap keras kepala.


Tanpa mereka sadari kecuali Gibran tentunya. Pria itu mengeluarkan belati kecil dari kantong celananya , Gibran yang sudah tahu niatnya, langsung loncat dan menendang belati itu.


Brak.....


" Mau membunuhku ? " Gibran tersenyum miring " lo gak akan bisa. Membusuklah di penjara !"


Pria itu menatap Gibran tajam, Mukanya merah menahan amarah. Lalu ia tersenyum. " Lo pengen gue di penjara . Tapi keinginan lo itu gak akan terwujud. "


Pria itu lalu mengambil pisau dengan cepat. Dia bergerak secara spontan tanpa berpikir sehingga Gibran tak dapat membacanya. Dia menusuk dirinya sendiri sambil tersenyum.


Sang ayah sangat terkejut dan menghampiri anaknya. Polisi datang mengamankan situasi. Pria itu di bawa ke rumah sakit. Gibran dan yang lainnya di harap ikut untuk memberi keterangan.


Gibran menelepon Abi dan pengacaranya untuk datang ke kantor polisi. Abi sangat terkejut mendengar kabar dari Gibran. Tapi ia sangat bersyukur. Untunglah pria itu telah tertangkap. Tak ada lagi ancaman untuk anaknya.


Saat di kantor polisi Mereka mendapat kabar bahwa pria itu tidak tertolong . Kepsek pun ditangkap polisi .


Setelah memberi keterangan Gibran menyempatkan untuk menelepon Feli. Ia ceritakan semua yang terjadi. Mereka larut dalam obrolan , melepaskan rindu.


...***...


Seminggu sudah berlalu kejadian itu. Semua menjalani hari dengan tenang tapi tidak Max dan Meta yang selalu bertengkar bila bertemu.


" Kak Max minggir deh , aku mau ketemu Kak Gibran !"


" Silahkan ." Max menyingkir dari pintu.


Meta berjalan dengan angkuh. Ia menuju tempat Gibran. Ia lihat Gibran sedang melakukan video call. Gibran tersenyum .Ini pertama kalinya Meta melihat Gibran tersenyum dan dia sangat tampan bila tersenyum.


" Iya sayang ." Meta mendengarkan pembicaraan Gibran. Tapi ia tidak dapat mendengar lawan bicara Gibran karena Gibran memakai hands free.


" Aku juga kangen kamu. Jangan suka begadang . Makan yang banyak. Kalau kangen telepon aja.Aku akan angkat jam berapapun itu ."


"Gibran sedang telepon sama pacarnya. " Bisik seseorang di samping Meta.


Max mendekati Gibran. Ia membisikkan sesuatu dan Gibran mengangguk.


" Sayang ada yang mau kenalan sama kamu. Sebentar ya."


Max menarik Meta. Meta terkejut karena ia langsung melihat Pacarnya Gibran. Ia merasa gugup. Gibran mencabut handsfree nya.


" Hai.. nama kamu siapa ?"


" Aku..Meta ."


" Kamu imut ya.. cantik. "

__ADS_1


" Makasih..kamu..juga cantik." Meta akui cewek ini sangat cantik. Pantas Gibran tidak tertarik cewek lain karena pacarnya saja cantik banget.


" Sayang udah ya. Kamu harus istirahat. Aku bilang kamu bisa telepon aku kapanpun tapi jangan mengganggu istirahat kamu. Sekarang kamu tidur ya."


" Iya tapi temenin. "


" Iya.. sekarang kamu baring. Aku nyanyi lagu buat kamu. "


Feli terlihat semangat dan berbaring. Seseorang menarik tangan Meta ke arah pintu.


" Udah liat kan ceweknya Gibran ?" Tanya Max.


" Iya, cantik banget."


" Mereka udah saling cinta sejak kecil. Mereka gak bisa dipisahin lagi. Gibran bahkan berniat untuk melamarnya setelah lulus SMA. Dan mereka akan menikah begitu pacarnya sudah lulus SMA."


" Benarkah. Wah romantis banget. Kalau Kak Max?"


" Gue, kenapa?"


" Udah punya pacar belum."


" BELUM !" Teriakan itu berasal dari Alvin.


Max melotot pada Alvin.


" Kalau gitu Kak Max jadi pacar Meta ya. "


" Gue gak mau pacaran dan gue gak suka lo." Max segera pergi dari hadapan Meta.


" Kak Max akan mencintai Meta." Teriaknya pada Max.


Sejak saat itu Meta selalu mendekati Max.


Geng Angker menjalani harinya dengan tenang sebagai seorang pelajar.


Mereka menjadi idola di sekolahnya dan di luar sekolahnya.


Seperti kata Max, Gibran memang berniat ingin melamar Feli ketika lulus nanti.


Semua hidup bahagia.


The End


Tamat


...----------------...


Maaf author bari bisa up karena author mau memberikan yang terbaik untuk akhir. Sudab berapa kali authir nulis tapi selalu di hapus lagi. Semoga yang ini kalian suka ya .❤


Sampai di sini dulu kisah Gibran . Entah nanti ada season 2 atau tidak . Kalau kalian maunya bagaimana?🤔


Terima kasih banyak yang sudah membaca Gibran dari awal cerita sampai akhir. Dan selalu memberi author semangat, dukungan , like , komen , hadiah, dan vote.😘😘😘😘


Semoga Tuhan membalas semua kebaikan dan kemurahan hati kalian...Amiiin.😍😍😘😘


Maafkan author jika selama menulis masih banyak typo dan kekurangan. Author akan banyak belajar lagi agar menjadi lebih baik.❤❤❤


Cerita ini sebenarnya mau sampai 80 bab tapi sudah melewati 80 😁. Semoga kalian tidak bosan ya.


Oh ya... HAPPY NEW YEAR All...


Di tahun baru ini. Semoga kita bisa menjadi lebih baik.


Baik kesehatan


Baik Ekonomi


Baik Cinta


Baik Cita.


Baik semuanya. Selalu positive thinking ya. Bertambah semangat dan jangan lupa selalu menjaga kesehatan .❤❤


Sedih author harus berpisah dengan kalian 😢 Tapi kita bisa bertemu lagi di cerita author yang lain.


Mampir ya..Semoga kalian suka.


💖💖💖 Love You All 💖💖💖

__ADS_1


Rekomendasi Novel yang sangat bagus untukmu, Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku, di sini dapat lihat: http://h5.mangatoon.mobi/contents/detail?id\=1606013&\_language\=id&\_app\_id\=2



__ADS_2