Gibran Si Genius Yang Tersembunyi

Gibran Si Genius Yang Tersembunyi
Bab Bonus Mencari Kakak Meta.


__ADS_3

Gibran duduk di sofa yang berada di kamar uminya bersisian dengan Umi.


" Kamu tahu apa yang terjadi pada Meta?"


" Kenapa memangnya Mi ?"


" Umi tadi ke kamarnya dan tidak sengaja melihat dia mengganti baju. Dan kamu tahu Gib? punggungnya penuh luka dan biru-biru. Apa yang terjadi padanya Gib?"


" Iya Umi, Meta itu selalu di siksa keluarganya tepatnya keluarga tantenya. Kedua orangtuanya telah meninggal. Dia tinggal bersama mereka. Nayla bekerja membereskan rumah dan hanya makan 1x sehari. Bahkan tadi pagi dia di usir."


" Kasihan dia. Berarti dia yatim piatu?"


" Iya Umi."


" Umi akan bicara pada Abi. Agar abi mengizinkan Meta tinggal di sini dan membiayai sekolahnya."


" Iya Umi."


" Ya..sudah, Umi mau bicara itu saja. Eh iya, bagaimana kabar calon mantu Umi. "


" Alhamdulillah baik. Mi ."


" Alhamdulillah. "


" Ya udah Gibran ke kamar dulu ya ."


" Iya sayang."


Gibran ke kamarnya. 3G yang melihat Gibran mengikutinya.


Begitu ia keluar rumah utama saat melewati taman Gibran melihat Meta sedang duduk di Gazebo.

__ADS_1


3G juga melihat Meta. Mereka berlari ke arah Meta. Sedangkan Gibran meneruskan langkahnya ke tempat Geng Angker.


" Kak Meta.." Meta yang mendengar teriakan 3G langsung menatap ke arah mereka dan tersenyum.


" Kak Meta sedang apa?" Giska duduk di samping Meta seraya bertanya.


" Tidak sedang apa- apa. Kakak cuma sedang melihat taman yang indah."


" Kak Meta , kakak pacarnya Kak Max ya ?"


" Hah.. Kakak ..."


" Iya Kak Meta pacar Kak Max. Kenapa ?" Max datang bergabung dengan 3G.


" Gak apa-apa Kak. Bagus aja jadi MnM


" MnM ?"


" Iya, Max n Meta."


" 3G ke sini !" Umi memanggil mereka.


" Iya Umi." jawab mereka kompak dan lantang.


" Kak kami ke sana dulu ya di panggil umi .." Pamit Giska.


" Iya.." Jawab Meta.


" Bagaimana perasaanmu ?" Tanya Max.


" Baik. Terima kasih Max. Kau memberi aku kebahagiaan yang ku pikir tidak akan pernah bisa ku miliki."

__ADS_1


" Kebahagiaan apa? aku hanya memberikan cinta dan perasaan yang ku punya. "


" Kau memberikan yang tidak pernah aku punya dan sangat aku inginkan yaitu cinta yang tulus. Aku malah dapat bonus keluarga baru yang baik dan menerimaku. Aku bahagia Kak Max sungguh. Terima kasih telah hadir di hidupku. Aku ingin berlari menemui orang tuamu untuk mengucapkan terima kasih pada mereka karena telah melahirkan dan membesarkanmu dengan baik sehingga kamu menjadi pria yang hebat dan penyayang."


" Kamu mau gombal ?" Tanya Max.


" Baper ya, mukanya merah ." Ucap Meta.


' Bukan wajahku yang merah tapi wajahmu !"


" Kak Max bohong "


" Apa kau rindu keluargamu?"


" keluarga yang mana? yang selalu menyiksaku , tentu saja tidak."


" Apa kau tidak punya keluarga lain."


" Aku tidak tahu . Sepeninggal orang tuaku mereka datang dan mengaku keluarga ibuku lalu tinggal di sana dan merawatku. awalnya mereka baik tapi begitu aku beranjak besar mereka berubah. Aku pernah bermimpi aku punya seorang kakak. Lalu aku ingat-ingat kembali sepertinya dulu aku memang punya kakak namun ingatanku samar.


" Apakah kau mau mencarinya ?" Tanya Max.


" Bisakah ? aku bahkan ragu apakah aku punya kakak."


" Bisa jika kita berusaha !" jawab Max.


" Tapi kita mulai dari mana ? wajahnya saja aku tidak tahu. Dan kalau memang aku punya Kakak , kenapa dia tidak mencariku ? Apa aku tidak berharga untuknya ?" wajah Meta menjadi sendu.


" Kita tidak akan tahu sebelum bertemu dengannya ."


" Ok ! ayo kita cari dia ." Meta setuju untuk mencari kakaknya.

__ADS_1


...----------------...


"


__ADS_2