
Begitu sampai di dalam kamar , Sam menurunkan Milla di tempat tidur, lalu Sam duduk di sebelah Milla.
" Sayang aku ingin bicara, " Milla membetulkan posisi duduknya agar lebih nyaman.
" Katakan istriku ini mau apa? jangan di pendam yang akan membuatmu tertekan , itu tidak baik untuk baby." kata Sam dengan lembut.
Milla mengambil tangan Sam dan memainkan jari Sam, dia sangat suka memainkan jari Sam membuatnya tenang, entahlah mungkin bawaan bayi.
" Aku..rindu Indonesia, aku memikirkan bagaimana usahaku disana, karyawanku terus srkokah Gibran bagaimana? kapan kita akan kembali ke Indonesia?" tanya Milla .
" Sam tersenyum , tenanglah bumil cantik, jangan kau pikirkan itu. Aku tahu kamu , sebelum kamu bilang aku sudah handle semuanya. Rumah kamu ada yang mengurus aku tempatkan 2 orang sepasang suami istri untuk menjaga dan merawat rumah itu , semu usaha kamu selain orang yang kamu percayai aku juga menempatkan orang profesional dan terpercaya dibidangnya untuk mengurus semua." Sam mencium tangan Milla.
" Dan terakhir masalah sekolah Gibran , aku sudah meminta Paul untuk mengurus kepindahan Gibran ke sekolah. Di sini dia akan bersekolah bersama dengan si kembar, dan Gibran bisa sekolah mulai besok, apakah yang aku lakukan salah, kau kelihatannya masih ada yang di pikirkan ?" Sam menatap Milla .
" Tidak, kau tidak salah, justru aku merasa bersalah telah membebanimu, kau sudah melakukan banyak hal untukku tanpa aku minta, dan tanpa kau bertanya seolah-olah kau tahu apa yang aku pikirkan , Sam..aku begitu beruntung memilikimu. Terima kasih Sam. Love you so much..." Benar kata kakaknya Sam telah memikirkan banyak hal dia adalah lelaki bertanggung jawab,
" Tak ada lagi keraguan bagiku untukmu Sam ." batin Milla.
" Sam boleh aku bertanya lagi ?" tanya Milla.
" Silahkan sayang."
" hm.. hm sampai kapan kita di London Sam, apakah sampai baby lahir atau sampai baby besar ?" tanya Milla.
" Aku juga sudah pikirkan itu sepertinya sampai baby umur 2 tahun. Is that ok for you ?"
" ya..it's ok !"
" Masih ada yang ditanyakan baby, katakan apa yang kau pikirkan !" Kata Sam dengan lembut.
" Tidak Sam , ssmua yang aku khawatirkan sudah terpecahkan olehmu. Aku sudah tenang sekarang." Milla tersenyum dan membelai pipi Sam.
__ADS_1
" Baguslah sayang , sekarang aku yang minta tolong padamu..!" Suara Sam berubah menjadi berat.
" Apa itu Sam katakan aku pasti akan menolongmu ," Setelah Milla mengatakan itu Sam menarik tangan Milla dan menaruhnya di keris pusakanya.
" Ini , kerisku butuh ritual sayang, dia ingin dimandikan madu cintamu..." Sam mengusapkan tangan Milla pada kerisnya.
" Kerismu senang sekali mandi Sam, sehari bisa beberapa kali ,"
" Kerisku ini sangat spesial sayang..." Sam tak melanjutkan ucapannya dia langsung menyerang Milla. Kita tinggalkan mereka dan berikan privacy untuk bisa lebih mengeksplor apa yang mereka rasakan.
...----------------...
Beralih pada jomblowan Bima Wijaya yang sedang asik menonton dan menikmati chiken, sedangkan es krimnya sudah di taruh di kulkas atau Ratu Milla akan marah .
Bima sebenarnya tidak menonton tapi dia makan sambil melamun. Tepatnya melamunkan sesuatu yang terjadi di tempat dia membeli chiken.
Dia bertemu dengan seorang wanita yang menabraknya membuat es krim yang dibelinya untuk Milla tumpah , wanita itu reflek membersihkan es krim yang ada di bajunya dengan tisu, dia sangat cantik bagaikan dewi.
" Oh..jadi begini sekarang tingkahmu setelah cerai dariku kau merayu lelaki heh..!" Pria itu berkata lumayan kencang sehingga mereka yang sedang menikmati makana teralihkan dan fokus melihat apa yang terjadi.
" Ada apa mantan suamiku ini masih mengkritik hidupku, apa karena tidak ada yang bisa dikritik di rumah, karena kau takut pada pelakor ini..cih..lagakmu seperti jagoan saja tapi beraninya sama wanita lemah , kau seperti sayur.. tahu sayur ? sayur segar yang begitu masuk air panas langsung layu. jadi jangan berlagak di hadapanku atau ku buat tulangmu remuk," kata wanita itu dengan tegas dan berani.
" Hei..*****, don't you...." kata-kata yang dipanggilnya pelakor itu terpotong.
Awwww...
Wanita itu tiba- tiba menjenggut pelakor.
" Don' t call me with that word, or i'll send you to the hospital , remember that !!!" Lalu wanita itu mendorong si pelakor hingga tersungkur.
" Kenapa lo kaget ya, gue sebenarnya dulu gak takut sama lo cuma posisi gue sebagai istri mengharuskan gue tunduk ama lo. Tapi sekarang gue berasa merdeka gue akhirnya bebas , thanks to you lady . "wanita itu menyeringai pada pelakor.
__ADS_1
Lalu dia pergi. Bima takjub dengan wanita itu , dia kuat , tegas tapi berkelas dan mata itu , mata itu begitu indah berwarna coklat jika semakin lama kau menatapnya kau akan merasa tersedot ke dalamnya dan terhipnotis olehnya.
Itulah yang sedang dilamunkan Bima pertemuannya bersama seorang wanita yang bagaikan srikandi. Semoga saja dia bisa bertemu lagi dan jika iya, dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk pendekatan dengannya.
...----------------...
Pagi ini suasana sarapan sangat ramai, Sam , King , Bima, Toni dan Calvin akan berangkat kerja . Gibran akan mulai sekolah dengan si kembar diantar Julia sebelum dia berangkat ke galerinya.
Mamah Anggun akan pulang dan mami juga sudah ada janji dengan temannya. Itu berarti Milla akan sendirian oh..justru tidak , Sam menyewa asisten untuk Milla ya bisa dikatakan seperti babysitter karena tugasnya harus menemani kemanapun bahkan ke toilet juga harus menunggu di depan . bodyguard pun di tambah. Sam juga memperkerjakan chef asal Indonesia untuk memasakkan hidangan khas Indonesia agar Milla tidak homesick.
Seperti saat ini mereka sedang menikmati nasi uduk atas permintaan Milla dan semua minta dibuatkan bekal nasi uduk untuk sekolah dan kerja jadi chef sibuk menyiapkan bekal mereka.
Milla makan dengan lahap sambil tersenyum, dunianya kini tak sendiri , dunianya ramai penuh warna bagai pelangi. oh..tak lupa air teh hangat tawar yang selalu menyertai hidangan yang di makannya.
Kehamilannya baru 6 minggu tapi dia sudah merasa banyak perbedaan dengan kehamilan pertamanya , makannya lebih rakus, perasaannya lebih sensitif, dan banyak lagi.
" Sayang , aku berangkat dulu ya , kamu hati- hati di rumah, kalau mau apa-apa telepon aku ya.!" Sam mencium kening Milla. Suara Sam menyadarkan lamunannya.
" Iya yang,.." lalu Milla mencium tangan Sam.
" Rose..Never leave her alone . Do what she says .and.. if something happens to her you'll die..!" Sam lalu pergi meninggalkan Milla yang sedang dadah-dadah dan juga rose yang sedang berwajah pucat, majikannya kali ini seram sekali .
Mamah dan papah juga kak Bima juga sudah sekalian pamit pulang mereka tidak menginap lagi karena tak mungki dia meninggalkan rumahnya lama-lama.
Gibran sudah berangkat sekolah bersama si kembar diantar Julia. mami papi dan King juga sudah berangkat bersama.
Milla masuk dan duduk di ruang tv ditemani Rose yang berdiri taj jauh darinya.
" Ros..Sitdown please , don't just standing there . come closer sitting here i won't bite you Rose."
Rose memang tak bisa berbahasa Indonesia jadi Milla menggunakan bahasa Inggris tapi dia sudah menyediakan guru untuk anak buahnya agar bisa berbahasa Indonesia.
__ADS_1
...****************...