
Meta pulang bersama Max. Untuk sementara Max membawanya pulang ke rumah Gibran.
Di rumah Gibran ada rumah khusus mereka di samping. Yang tinggal di situ cuma Geng Angker.
Meta akan di titipkan di rumah utama tempat Abi dan Umi juga 3G. Sampailah Meta di rumah Gibran.
Meta turun dengan memakai kruk. Ia berjalan pelan mengikuti Max.
Di sini ia sekarang duduk di hadapan wanita cantik berhijab.
" Umi boleh kan dia tinggal di sini?"
" Tentu boleh sayang. Giska pasti senang dia ada teman main."
" Ternyata nyokap Gibran cantik banget ya, pantes aja Gibrannya ganteng. udah gitu baik banget lagi nyokapnya. " batin Meta.
" Makasih banyak tante. Maaf saya jadi merepotkan tante. Saya takut pulang tante ."
" Jangan panggil tante. Panggil aja Umi seperti yang lain. Kamu memang lebih baik tidak pulang. Mereka sudah mengusir kamu dan menyiksa kamu. Kamu di sini aja ya..."
" Iya U..Umi. "
" Meta udah makan ?"
" Udah Umi. Makasih."
" Ya udah. Max tolong anter Meta ke kamar tamu ya !"
" Iya Umi."
Max dan Meta ke kamar tamu.
" Wow..kamarnya gede dan bersih...nyaman banget. " Meta langsung tiduran di kasur.
" Empuk banget kasurnya Kak Max. Aku pasti akan nyenyak tidur di sini dan bermimpi indah. "
" Emang selama ini kamu tidur di kamar kotor dan gak pake kasur ."
"Ya begitulah .."
__ADS_1
" Sudah lah ganti baju sana."
" Iya Kak Makasih banyak."
Max meninggalkan kamar Meta.
Max pergi ke tempat Geng Angker.
" Kalian sudah pulang." Kata Max.
" Belum ini kami cabut duluan." Kata Alvin.
" Mana Gibran?" Tanya Max
" Di kamarnya." Jawab Alvin.
" Aku bawa Meta tinggal di sini." Ucapan Max membuat Alvin menengok padanya.
" Benarkah?" Max mengangguk.
" Dia sepertinya di siksa keluarganya" Ucap Max.
" Al..ceritakan padaku tentangnya." Pinta Max.
" Baiklah.. dari yang aku lihat, dia tidur di basement , makan kalau malam aja, bekerja membereskan semua pekerjaan rumah, dan selalu di siksa oleh Tantenya. Orang tuanya sudah meninggal. Dia tinggal sama Tante dan om nya. Anak omnya sekolah di sekolah yang sama dengan kita , kembar cewek cowok. Udah itu aja." Alvin menceritakan sekilas tentang Meta.
" Oh..siapa nama si kembar itu?" Tanya Max.
" Namanya Rika Riko ." Jawab Gibran baru muncul.
" Oh.." Max manggut-manggut.
" Apa tidak masalah jika Meta tidak pulang? Tanya Alvin.
" Tidak..mereka sudah mengusirnya. Dan kaki Meta sampai terkilir akibat mereka mendorongnya sampai jatuh." Jawab Max.
" Biarlah dia di sini dulu ada Umi. Asal jangan lo berduaan ama dia ya ." Pesan Gibran.
" Iya..curigaan amat." Ucap Max.
__ADS_1
" Namanya pacaran kan maunya berduaan." Timpal Alvin.
" Gak papa asal di tempat yang rame ." Celetuk Gibran.
" Itu mah namanya bukan berduaan dodol." Ucap Alvin.
Gibran cuek dan berlalu.
" Mau ke mana Kak Gib ?" Tanya twins yang baru datang.
" Ke Umi, lapar." Jawab Gibran.
Gibran ke rumah utama. Ia tak melihat Uminya mungkin sedang di kamar.
Gibran pergi ke dapur. Ia membuat sandwich.
" Kak Gib, Giska mau dong sandwichnya. " Baru Gibran membuka mulutnya, sandwichnya diminta adiknya. Gibran memberikannya. Ia lalu membuat lagi.
" Eh Kak Gib, mau dong Gilang lapar !" Gibran memberikannya pada Gilang.
Ia membuat lagi langsung ia membuat 10 porsi. Entah buat siapa. Setelah selesai Gibran memakannya satu.
" Halo Kak Gib , mau dong sandwichnya ." Gibran menunjuk piring di meja.
" Gifar mengambil samdwichnya."
" Eh anak Umi pada di sini. Umi cariin. Mau dong Umi sandwichnya."
" Ini Umi silahkan." Giska menyodorkan piring berisi sandwich.
" Enak ya buatan Kak Gibran ."
"Bener Umi."
" Gib..Umi mau bicara tentang Meta nanti ya."
" Iya Umi. "
...----------------...
__ADS_1