
Geng Angker meninggalkan kamar Gibran untuk memberi mereka privasi .Daniel melepaskan pelukannya dan menatap wajah ke 3 adiknya.
Revin 18 tahun kelas XII SMA, Sulis 14 tahun kelas 8 SMP , dan Rara 6 tahun kelas 1 sd.
Sudah sekitar 3 tahun ia sama sekali tidak pulang bahkan lebaran sekalipun. Adiknya hanya hidup bertiga untunglah mereka bisa saling menjaga .
" Adik abang sudah besar semua..kamu Vin..sudah tinggi sekarang , terima kasih kamu mau menjaga adik- adikmu dengan baik...kamu hebat Vin abang bangga sama kamu, kalian bertiga hebat..."
" Maaf..saya pernah bweniat membunuh kamu.Terima kasih..atas kebaikan hati kalian yang bersedia mempertemukan kami, saya akan menyerahkan diri dan mengakui semua dosa saya. Terima kasih ," lalu ia sedikit membungkuk pada Gibran dan semua yang di sana.
" Kalian belajar yang rajin , jangan lupa ibadah dan contoh mereka yang baik, jadilah orang yang baik dan sukses jangan seperti abang ya..abang minta maaf telah memilih jalan yang salah dan meninggalkan kalian ."
" Tidak abang..Revin ingin seperti abang, berjuang untuk keluarga , mengakui kesalahan dan mau memperbaiki diri. Revin akan selalu jenguk abang nanti..abang tetap kebanggaan Revin." Ucap Revin.
" Iya.. Sulis akan buatkan makanan yang enak untuk abang, kita makan sama-sama di sana !" Sulis tersenyum dalam tangisnya.
" Rara mau ikut abang aja, Rara mau bobo sama abang lagi !"
Gibran menatap Feli dan memberi kode pada Feli untuk mengajak Rara main keluar.
" Rara kakak punya mainan di laptop. Rara mau main ?"
" Laptop kak , beneran ? temen Rara pada punya tapi kalau Rara mau lihat gak dikasih , kakak bolehin Rara main ?"
" Iya..ayo sini liat !" Feli mengajak Rara ke luar kamar.
" Dah abang Rara main dulu ya sebentar..!" Daniel mengangguk dan tersenyum.
"Om.."
" panggil aja bang !"
"Ok..bang, walau tidak ingin melihat abang di penjara,tapi pasti mereka yang telah menjadi korban akan menuntut abang , saya cuma bisa membantu dengan tidak menuntut abang agar hukuman abang tidak berat, juga akan saya carikan pengacara terbaik untuk meringankan hukuman abang. Tapi abang harus berjanji tidak lagi terlibat kejahatan dan mencari rizki halal !"
"Iya saya berjanji !"
" Maafkan saya ,tapi sekarang kita harus pergi, polisi sudah menunggu di luar. Saya larang mereka masuk, agar Rara tidak melihat abangnya di tangkap polisi !" ucap Al.
" Terima kasih..." Daniel pergi dengan senyuman, kini ia tenang adik-adiknya akan baik-baik saja .
Setelah mereka keluar Gibran ingin bicara dengan Revin dan Sulis.
" Bisakah aku bicara dengan kalian ?"
Revin melihat ke arah Sulis dan mengangguk. " Mau bicara apa kak ?" Tanya Sulis.
" Mendekatlah , duduk didekatku !"
Revin dan adiknya menuruti Gibran dan duduk didekat Gibran.
" Kalian sekarang adalah tanggung jawabku, besok aku harus pulang ke Bali, aku tak bisa meninggalkan kalian di sini , maukah kalian ikut bersama kami ?"
__ADS_1
" Lalu bagaimana dengan abang? Sulis gak mau meninggalkan abang, kalau kita di sini aku bisa sering menjenguknya..aku tak mau jauh dari abang lagi !!
" Baiklah kalian bisa tinggal di sini, aku akan menyiapkan tempat tinggal untuk kalian . Sekolah kalian akan dipindahkan , sementara kalian sekolah di sekolah negeri dulu nanti begitu sekolah itu jadi kalian akan dipindahkan ke sekolah itu . Aku akan pekerjakan seorang Asisten rumah tangga untuk kalian, agar kalian tenang belajar. "
" Siapa lo ? kenapa lo mengatur kami dan perduli pada kami? " tanya Revin. Gibran tersenyum membuat Sulis terpesona " tampan " batin sulis .
" Gue cuma temen yang ingin kalian bahagia !"
" Aa..teteh..liat Rara bawa apa ?"
Mereka beralih menatap Rara yang baru datang, bersama Feli.
" Apa itu ? " tanya Sulis.
" Ini tablet punya Rara di kasih kak Feli."
Sulis melihat Feli yang sedang tersenyum pada Gibran.
" Wah...Alhamdulillah, udah bilang makasih?" tanya Revin.
" udah dong a , Rara gak lupa ajaran aa dan teteh. "
" Kalian istirahatlah dulu di kamar sebelah, besok baru pindah ke rumah baru sementara kami akan ke Bali. "
" Baiklah, terima kasih kak, " ucap Sulis tersenyum.
" makasih ." ucap Revin.
Masuklah Geng Angker..
" wow..mereka semua tampan !" batin Sulis .
Mereka duduk di sofa.
" Kak Gib, papah bilang besok kita pulang jam 10 pagi. "
" Kata dady, Kak Gib akan dirawat dirumah , semua sudah disiapkan ada dokter juga perawat dirumah !"
" Ok !.... Sayang , tolong ambil ponsel ku !" Feli mengambilkan ponsel Gibran. Ia sengaja memanggil sayang agar Revin yang memuji Feli cantik tahu kalau Feli miliknya.
" Kenapa Gibran memanggil sayang apa hubungan mereka ?" batin Revin dan Sulis.
" Thankyou ," Gibran mengusap puncak kepala Feli.
" Oh..ayolah Gib , jangan buat yang jomblo iri !" celetuk Alvin.
" Siapa yang iri ? ..lo aja kali , gue gak !" balas Max.
" Iya kak Alvin , suka iri sama Feli sama kak Gibran ..makanya cari pacar kak, mau Feli kenalin teman Feli di kelas ..mereka cantik-cantik !"
" Tapi gemesin kaya lo gak ?"
__ADS_1
Gibran langsung melotot pada Alvin.
" Lo Vin , tuh liat yang punya marah dibilang ceweknya gemesin , kaya gak tahu aja Gibran cemburuan !" Max terkekeh
" Gue lupa ! peace bro.. cewek lo gak gemesin tapi nyebelin !!"
" Udah kak Gib, cuekin aja . Itu mata jangan melotot , Feli takut !!" Ucap Feli dan mengusap mata Gibran.
" Twins tolong antar mereka ke kamar sebelah untuk istirahat !" ujar Gibran.
" OK..kak !" Twins pergi bersama kakak beradik itu.
"Oh..mereka pacaran , cocok serasi " batin Sulis.
" Ternyata Gibran cowoknya !" batin Revin.
Mereka mengikuti Twins ke kamar sebelah.
" Tadi kata umi , umi akan membereskan barang di rumah sewa jadi besok tinggal di bawa sama supir ke bandara langsung. Umi beangkat sama kita dari rumah ke bandara !"
" Iya..berarti kalian sekolah lusa ya ?" tanya Gibran.
" Kayanya !" Jawab Alvin.
" Gib , gimana sama Perusahaan Delton yang mau buat hotel di tanah itu. Apa mungkin yang kasus lift itu dia otaknya ?" tanya Max
" Aku juga berpikir ke sana tapi belum bisa menemukan buktinya. Kita harus menemukan pelakunya dulu... !" jawab Gibran
" Kita harus tetap hati-hati takutnya mereka masih merencanakan sesuatu, apalagi pelaku lift belum tertangkap !" Saut Alvin.
" Aaa..." Feli menyuapi Gibran buah naga.
" Enak banget ya Gib , serasa raja disuapi dayang !"
" Bukan dayang tapi Feli, Ratu di hatiku !"
" Kak Gibran juga raja di hatiku !" Feli senyum tersipu.
Sedangkan Max dan Alvin berpura-pura ingin muntah.
Gibran terkekeh melihat sahabat rasa keluarga itu.
Hari sudah pagi. Hari ini mereka akan pulang ke Bali. Revin dan adik-adiknya meminta pada Gibran untuk diijinkan menjenguk Daniel di lapas. Gibran menyetujuinya dan meminta pada pengawal kepercayaannya untuk mengantar mereka ke lapas dan langsung diantar ke rumah yang sudah Gibran beli untuk mereka, beserta seluruh isinya. Juga di sana sudah ada ART yang membereskan rumah.
...----------------...
Terima kasih atas semua like dan komen juga hadiah dan votenya 💖💖💖💖
Maaf masih ada typo..
Baca juga karya author yang lain. Karya ini author ikut lomba temanya Berbagi Cinta..mohon dukungannya ya terima kasih 😗😗
__ADS_1