
Dua minggu telah berlalu dari peristiwa penangkapan Vanessa. Kini dia telah dipenjara dan menjalani persidangan dan Vanessa tidak menyangka kalau Peter juga ikut bersaksi.
Orang tua Vanessa tidak mengharidiri persidangan mengingat kondisi papahnya yang baru sembuh, mereka menjual rumahnya yang besar hanya itu yang tersisa itupun dipakai sebagian untuk membayar gaji pegawai. sisanya digunakan untuk membeli rumah kecil tipe 45 di perumahan.
Suasana sangat ramai di ruang rawat Sam. Sam masih belum sadar tapi jarinya mulai sering bergerak kata dokter itu pertanda baik , mungkin Sam masih terbuai mimpi dan tak mau bangun begitu kata Kingston.
Milla sudah bisa duduk tapi belum bisa bangun,
" King bagaimana restoran-restoranku si Bali dan butik-butikku ? maaf kalau aku merepotkanmu . " kata Milla.
"Tidak...kau tidak merepotkanku karena semua dihandle oleh Gibran aku cuma sebagai penyambung lidah saja ." ujar King.
" Kamu beruntung memiliki anak yang hebat, La ." sambung King.
" Ya..opa bangga sama kamu Gib," kata opa dan memeluk Gibran
" Opa..gak bangga sama kita " kata si kembar.
" Tentu saja opa bangga, cucu- cucu opa memang hebat, keturunan Adelard memang luar biasa." kata opa jumawa.
Semua tertawa, sampai seseorang menyadari sesuatu.
" umi mata abi bergerak." Teriak Gibran.
Tak lama mata itu terbuka dan berkedip kedip menyesuaikan dengan cahaya. Lalu Sam melihat oma , opa dan si kembar berdiri di depan brankard nya.kemudian dia melihat Gibran di samping kirinya.
" hai boy "kata pertama Sam setelah sadar dari koma Sam merasakan kering tenggorokannya .
" air ."
Gibran langsung memberi minum abi setelah itu Gibran memeluk abinya.
" Alhamdulillah..abi sudah sadar i miss you..we miss you." kata Gibran sambil meneteskan air mata.
" abi...ju..ga..kangen..," kata Sam pelan .
__ADS_1
" Umi...," Sam menyebut uminya Gibran mengerti dan menggeser badannya agar abi bisa melihat uminya.
" Umi di sebelah abi.." kata Gibran Sam menengok ke arah kirinya dan terlihat Milla yang sedang duduk di brankard tersenyum sambil menangis.
Lalu Sam merentangkan tangan kirinya dan Milla menggapai tangan sam dan menggengam jarinya mereka saling berpegangan.
Milla menangis bahagia dia pikir Sam akan meninggalkannya, akhirnya setelah sekitar satu bulan Sam koma dia sudah sadar dan mereka dapat berkumpul lagi.
Sam pun menitikan air mata dia bahagia dapat melihat keluarganya lagi setelah dia berusaha mencari jalan keluar dari tempat yang entah di mana dan hanya kesunyian yang menemani dia mendengar suara Gibran memanggilnya dia berlari tak tentu arah mencari suara itu tapi tidak menemukan jalannya dia sudah putus asa dan berdo'a untuk dipertemukan kembali dengan keluarganya, sampai dia mendengar suara Milla yang memanggilnya dan berdo'a lalu tiba-tiba ada cahaya putih yang semula kecil lama-lama semakin besar dan terdengar Gibran dan Milla memanggilnya kemudian dia merasa seakan cahaya itu menelannya.
" i miss you..," kata Sam pada Milla.
"miss you too.." jawab Milla.
semua merasa terharu dan menitikkan air mata.
" Selamat siang..saya periksa pak Sam dulu ya, " Dokter datang dan memeriksa Sam, menanyakan keluhannya dan memeriksa refleksitas anggota geraknya semua diperiksa dengan teliti .
" Syukurlah semua responnya bagus tinggal menunggu pemulihan aja ya, diminum obatnya ,nanti kita lakukan cek up secara keseluruhan untuk mengetahui kemajuannya terutama kepalanya ..ok.. saya tinggal dulu jangan terlalu banyak diajak bicara dulu ya..semoga lekas sembuh." kata dokter menerangkan.
Oma lalu menghampiri Sam dan memeluknya lalu gantian dengan opa dan King , Julia hanya mengucapkan selamat, si kembar tak mau ketinggalan mereka mencium unclenya.
" Kin.. tolong ..geser..ke ..Milla !!" kata Sam pelan.
" Geser..apanya..tempat tidur?" tany King, Sam hanya mengangguk.
" ya..ilah bro, baru lo sadar udah mau dempetan aja bucin lo..!!" kata King sambil menggeser tempat tidur dibantu opa dan Julia menggeser tiang infus agar tidak jatuh tertarik. semua tertawa.
Setelah satu bulan Sam sadar akhirnya mereka boleh pulang.Sebenarnya Milla boleh pulang duluan tapi Sam melarangnya dan minta di temani.
Sidang Vanessa berjalan lancar , semua bukti memberatkannya di tambah kesaksian Peter, Vanessa kemarin di jatuhi hukuman 20 tahun penjara untuk 1 kasus bearti 40 tahun untuk 2 kasus .
Saat sedang santai di ruang keluarga ada tamu datang ternyata Bima Wijaya beserta prang tuanya Toni Wijaya dan Anggun Wijaya.
" Apa kabar bro..terima kasih atas bantuannya menjaga anak istri gue dan udah memasukkan iblis itu ke penjara." kata Sam pada Bima.
__ADS_1
" Gak..perlu sungkan bro, itu udah kewajiban gue juga , gue senang ngelakuinnya, lo dah sehat? " tanya Bima.
" Alhamdulillah gue sama istri dah lebih sehat tibhgak pusing aja dikit." kata Sam.
" nak Sam maaf ya tante sama om jarang jenguk kamu di rumah sakit karena tante dan om pergi ke Indonesia ke Bandung." kata Toni.
" Iya tidak apa-apa om tante,." kata Sam.
"Dan sebenarnya ada yang mau om sampaikan pada kaluan terutama Milla." kata Toni
" Ada apa ya om ?"
" Gibran boleh oma liat kalung yang waktu itu ?" tanya oma pada Gibran.
" boleh..yang ini oma," lalu Gibran melepaskan kalung itu dari lehernya . Oma mengambilnya.
" Milla apakah ini kalungmu ?"
" iya tante." kata Milla.
" Dulu tante suka sekali mendesign perhiasan bukan untuk di jual tapi untuk dipakai sendiri agar tidak ada yang sama, dan kalung ini adalah design terakhir tante, yang tante berikan pada anak perempuan tante yang baru lahir . Tante membuatnya selama 2 bulan waktu tante tahu tante hamil anak perempuan, dan semenjak anak tante hilang tante berhenti mendesign perhiasan lagi." Anggun menangis.
" Designnya sangat unik jadi tante dapat mengenalinya ketika Gibran memakainya. Setelah Gibran cerita bahwa kamu dulu di panti Bandung tante dan om ke sana untuk menanyakannya pada ibu panti , dan Bima juga melakukan tes DNA padamu Milla." lanjut Anggun .
"Hasil tes sudah keluar dan dari hasil kunjungan kami ke Bandung juga menunjukkan kalau kau anak kami yang hilang Milla." kata Toni, dan menyerahkan hasil tes DNA juga foto bayi yang mengenakan kalung, serta foto bayi Milla ketika di panti yang sama persis foto bayi Milla saat masih bersama Anggun.
" babysitter yang merawatmu membawamu ke Indonesia karena dia marah pada Toni yang menolak cintanya. lalu dia menculikmu dan menitipkan dirimu di panti. Bertahun-tahun kami mencari jejakmu dan babysitter itu tapi tidak ketemu." kata Anggun.
Milla terkejut dan menangis , benarkah dia masih punya orang tua? di umurnya yang sudah 25 tahun dia baru bertemu keluarganya dan yang terpenting ternyata orang tuanya tidak membuangnya atau membencinya . Beginikah perasaan Gibran ketika bertemu dengan Sam, abinya."
Sam mengambil surat itu dan juga foto-foto serta berkas kelahiran Milla, banyak berkas- berkas bukti kalau mereka mencari Milla dan babysittermya.
Anggun mendekati Milla lalu memeluknya dan menangis,
" sayang ini mami nak ini mami Milla , maafkan mami yang baru menemukanmu."
__ADS_1