
Gibran yang kebetulan lewat mendengar keluh kesah Vanessa. dia tersenyum dan berlalu pergi.
peter tidak memeriksa pasien tapi dia ke tempat Milla dan Sam.
Peter senang mengetahui Milla sudah sadar, dia juga berharap Sam sadar secepatnya,
" uncle dokter sudah selesai periksa pasien ya?" tanya Gibran .
" iya sayang , om dokter mau pulang tapi ke sini dulu sebentar."
" iya ..om terima kasih." kata Gibran.
" kamu juga jaga kesehatan jangan sampai kamu ikut sakit. "
" iya om dokter."
" umi dan abi adalah orang baik, dan akan mendapat kebaikan.
, jadi Gibran yakin mereka akan sembuh secepatnya, sebaliknya orang jahat akan mendapat keburukan walau ditutupi dengan rapi baunya akan tercium dan Allah akan menunjukkan kejahatannya." bukan begitu om dokter, begitu kata guruku."
" hah...iya, betul kata guru Gibran."
" Kata guruku juga , kalau kita sayang sama teman atau siapapun harus saling mengingatkan ketika temannya berbuat salah ,kalau kita membiarkan atau menutup kesalahan orang lain sama saja dengan kita menjadi jahat dan membiarkan teman kita semakin jauh dari kebenaran. Yang jahat harus dihukum supaya dia sadar dan menjadi baik lagi." kata Gibran .Peter terdiam dan tersenyum tipis, perkataan Gibran seolah menyindirnya.
" Gibran ..umi minta minum" Milla memanggil Gibran.
" iya umi, sebentar." Gibran mengambilkan minum untuk Milla.
" Hai Milla , Alhamdulillah kamu sudah sadar, semoga kamu cepat pulih kembali . Sam juga sudah banyak kemajuan, kita tinggak menunggu Sam sadar dari komanya." kata Peter pada Milla.
Gibran mendengar kalau dalam hatinya Peter merasa menyesal dan meminta maaf pada Milla dan dia berjanji akan menghentikan Vanessa berbuat lebih jauh lagi, bahkan jika perlu dia akan melaporkannya ke kantor polisi, bukan karena dia menyayanginya karena rasa itu sudah hilang dia melaporkannya karena Vanessa pantas dihukum.
Gibran bersyukur Peter adalah orang baik .
" oh..tuan Peter, terima kasih atas do'anya, amiin semoga Sam segera sadar." Milla berbicara pelan karena dia masih lemah .
" Baiklah aku pulang dulu, kamu juga harus banyak istirahat. Gibran om pulang dulu ya, jaga umi dan abi dengan baik ya." Peter pamit dan pergi.
Tak ada yang menyadari jari Sam yang bergerak.
...----------------...
__ADS_1
Selama Sam dan Milla koma Gibran mengambil alih semua usaha umi dan abinya tentu secara diam-diam dia melakukan pemantauan lewat laptopnya.
Dia mengecek laporan yang diberikan karyawan uminya semua usaha uminya di cek dan tak ada kendala.
Dia juga mengecek semua laporan divisi di kantor abinya, ternyata ada yang ingin berbuat curang, dan Gibran langsung mengirimkan bukti kecurangan pada King agar King yang menindak lanjutinya.
Banyak juga kolega abinya yang berniat buruk di balik kerjasamanya , Gibran langsung meretas data perusahaan itu dan membuatnya bangkrut.
Sekarang Gibran tidak akan memberi ampun pada siapa saja yang berniat jahat pada keluarganya.
Gibran sudah meminta tolong pada Bima yang seorang pengacara untuk melaporkan Vanessa dan menuntutnya semua sudaj dalam proses dan kesaksian Peter akan semakin memberatkannya, sedangkan Katy , Gibran sudah mengirim video itu pada polisi dan Katy tertangkap tangan sedang melakukan transaksi berkat bodyguard abi yang Gibran suruh untuk mematai Katy dan dia sudah dipenjara dengan hukuman seumur hidup karena menjadi bandar narkoba juga perdagangan manusia.
semua yang jahat sudah mendapat balasannya tinggal menunggu proses pengadilan Vanessa, tapi sekarangpun Vanessa sudah mendapat balasan dia menjadi bangkrut dan tidak punya apa-apa lagi.
...----------------...
Sementara di kamar rawat papah Vanessa. keadaan papahnya sudah lebih baik.
" Nes, bagaimana ini, kita sudah tidak punya uang, untunglah Peter berbaik hati pada kita dan membebaskan biaya perawatan papah," kata mamah Vanessa.
" iya..mah Alhamdulillah Peter sangat baik." kata Vanessa.
" Tidak pah aku tidak bisa melepas Sam begitu saja dia harus menderita bersama istrinya." Vanessa tidak terima dengan perkataan papahnya.
" Nak kamu jangan memaksakan kehendakmu , kamu tidak akan merasa bahagia dengan obsesi dan dendammu , relakanlah Sam dan mulailah bahagia dengan pria yang benar-benar mencintaimu." nasihat mamah Vanessa, sambil mengusap tangan Vanessa.
" Apalagi sekarang keadaan kita yang terpuruk, dengan kau menikahi Peter kita akan bisa hidup lebih baik ." sambung papah Vanessa.
Tok...Tok..
Vanessa membukakan pintu, dia terkejut melihat suster dan dokter datang dengan beberapa orang polisi.
" Ada apa ya, mau periksa papah saya dok? " Tanya Vanessa.
" iya saya mau periksa pasien." ucap dokter , Vanessa menyingkir memberi jalan mereka masuk.
" Bagaimana pak, apa yang bapak rasakan sekarang ada keluhan apa?" tanya dokter.
" Alhamdulillah saya merasa lebih baik, cuma masih ada pusing saja dokter."
" coba sekarang saya periksa ya.." Dokter meletakkan stetoskop di dada kiri pasien lalu menyuruh ya mengambil nafas panjang dan hembuskan sampai beberapa kali nafas. Lalu dokter menyenter matanya dan juga mulutnya , kemudian memegang pergelangan tangan untuk menghitung denyut nadi pasien.
__ADS_1
Setelah selesai dokter menulis di buku status pasien dan menyerahkannya pada suster.
" Baiklah pak , keadaan bapak sudah lebih baik, obatnya ada yang saya ganti, mungkin dalam 2 hari bapak insyaallah bisa pulang, kalau begitu saya permisi semoga lekas sembuh ya pak." dokter pergi bersama perawatnya.
" iya dokter terima kasih." jawab papah Vanessa.
" Bapak polisi ini ada perlu apa ya?" tanya mamah Vanessa karena polisi tersebut tidak ikut keluar bersama dokter.
" Selamat siang tuan, nyonya perkenalkan saya Iptu Wirawan maaf mengganggu, apakah anda yang bernama Vanessa Smith.?" tanya Iptu Wirawan.
" iya benar saya " kata Vanessa
" ini surat perintah saya dan saya berharap nona Vanessa ikut dengan kami ke kantor polisi." Iptu Wirawan menyerahkan surat tugasnya dan surat penangkapan Vanessa.
" Tidak mau, untuk apa saya ikut, saya tidak salah apa-apa !!" Vanessa menolak dan mendekati mamahnya sia bersembunyi si balik tubuh mamahnya."
" Maaf, saya berharap anda bisa bersikap kooperatif dan bersedia ikut kami , kalau tidak, saya akan membawa anda dengan paksa."
" Tunggu dulu pak , ada apa ini.?" tanya papah Vanessa .
" Maaf tuan Smith semua sudah tertera dalam surat itu, Vanessa adalah terduga pelaku tabrak lari dan percobaab pembunuhan kepada tuan Sam dan istrinya, semua bukti sudah teekumpul, dan Vanessa harus ikut kami ke kantor polisi ." Kata Iptu Wirawan.
" Apa, tabrak lari percobaan paembunuhan ?" Kaget mamah Vanessa.
Sedangkan tuan Smith tidak terkejut lagi dia sudah mengetahuinya, dia pikir tidak akan ada yang mengetahui kejahatan putrinya yang dia tutupi tapi ternyata kejahatannya terbongkar.
" Benar nak kamu sudah melakukan itu? astagfirullah, tobat kamu nak..sadar kamu sudah berbuat dosa besar. Silahkan pak polisi bawa saja anakku untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya." kata mamah Vanessa.
" Mah ..kenapa mamah menyerahkan Vanessa pada polisi, mamah tega sama Vanessa..mamah jahat.!!" Vanessa marah pada mamahnya.
"Tidak nak, mamah jahat kalau membiarkan kamu berbuat salah, justru karena mamah sayang kamu mamah ingin kamu bertobat dan dengan menjalankan hukuman kamu kamu akan merenungkan kejahatan kamu dan bertobat nak. mamah akan selalu menemanimu " kata mamah sambil memeluk Vanessa.
" Mari nona Vanessa silahkan ikut kami," kemudian aiptu Joko memborgol Vanessa dan menutupi borgol dengan jaket.
Peter menyaksikan penangkapan Vanessa .
" Ini sudah seharusnya dia memang harus mempertanggung jawabkan perbuatannya." gumam Peter.
Vanessa melihat ada Peter di sana dan kenapa Peter hanya diam dan tidak membantunya, Vanessa bertanya dalam hati mungkinkah Peter yang melaporkannya.
...****************...
__ADS_1