
Sam dan Alinski datang. Peter sudah pulang dari kemarin dia tak bisa lama sebab banyak pasien yang akan dioperasi.
" Hai boys kalian sedang apa ?" tanya Alinski.
" Hai uncle, kami sedang ngobrol aja ." Jawab Max.
" Bahas apa sepertinya seru sekali ?"
Geng Angker saling tatap , haruskah mereka memberitahu om Al tentang semuanya agar om Al bisa membantu.Gibran mengangguk.
" Kita bahas pria yang semalam uncle , pria itu bukanlah pria lift itu ."
" Dari mana kalian tahu ?"
" Dari Gibran uncle , semalam Gibran melihatnya tidak ada tanda di lehernya ." Sela Gibran . Padahal Max dudah ingin menjawabnya dan memberitahu rahasia mereka .
Tapi Gibran tidak mau ada yang tahu rahasia mereka kecuali orang tua mereka , dia masih belum percaya pada unncle Al, apa lagi uncle Al pernah bergelut dalam dunia mafia.
Geng Angker yang lain mengerti jika Gibran tak ingin rahasia mereka diketahui.
" Oh..begitu, kalian benar ! mereka bukanlah orang yang sama . Itu artinya pria lift masih berkeliaran . Kami tahu siapa yang mengirim pria racun itu tapi kami tidak tahu , apakah mereka satu bos atau tidak . "
" Benarkah lantas siapa yang menyuruh pria racun itu uncle ?" tanya Alvin.
" Orang yang mendapat keuntungan dari proyek sekolah Gibran , mafia tanah." Jawab Al.
" Uncle abi bisakah kami bertemu dengannya ?" Tanya Gibran
" Untuk apa ? Sam menjawab.
" Hanya ingin tahu dan melihat jelas wajahnya , siapa tahu Gibran mengenalinya." jelas Gibran . Agar ia bisa membaca pikirannya , dan Alvin bisa mengetahui masa lalunya, dan Max bisa mengamatinya.
" Tidak usah biar ini urusan abi aja, kalian tidak usah ikut campur bahaya !" Sam memberi peringatan.
" Tapi uncle ini penting bagi kami . Kami mohon uncle..abi." Pinta Alvin.
" Tapi bagaimana caranya ? tidak mungkin membawa dia ke sini, atau membawa Gibran ke sana !"
" Kami yang ke sana ! Gibran tidak akan ikut, dia di sini aja." Max langsung menjawab.
Al dan Sam melihat satu sama lain. Mereka cukup lama terdiam .
" Baiklah kalian boleh melihatnya . tapi hati-hati jangan terlalu dekat !" Peringat Al.
" Ok uncle ! "
" Terima kasih uncle ,"
" Alangkah baiknya jika Gibran bisa bertemu langsung dengannya. "
" Maaf sayang , itu tidak mungkin ." Ucap Sam.
" Oh ...iya, abi lupa abi akan menanyakan kepada dokter apakah kamu bisa pindah ke rumah sakit Bali , karena mereka harus sekolah , abi juga banyak pekerjaan di Bali . Apakah kamu mau dipindahkan ke Bali. ?"
" Iya abi, bagaimana baiknya aja menurut abi ." Gibran terserah pada abinya.
"Baiklah kalau begitu abi ke dokter dulu sekarang ." Sam pun pergi.
Setelah Sam tak terlihat Alinsku mulai berbicara pada geng Angker.
" Uncle tahu ada yang kalian rahasiakan dari uncle, kenapa apa kalian tidak percaya pada uncle ?"
__ADS_1
Anak- anak tersenyum ,
" Uncle bisa aja , rahasia apa ? " ucap Alvin terkekeh sambil melirik pada Gibran.
" Entahlah , yang pasti rahasia besar kan ?" Jawab Alinski.
" Hm .. mungkin kita harus memberitahunya guys , tapi uncle ini rahasia ok !"
" Ok ! ayo ceritakan apa rahasia kalian .
" Rahasianya adalah.." ucapan Max terhenti
" Jangan Max, please kau bilang ini rahasia kita !"
" Tidak apa-apa uncle Al bisa dipercaya ." kata Max.
" Tapi bagaimana kalau dia bilang aku gila atau halu ?"
" Tidak mungkin , sudah kamu percaya saja , uncle tidak akan berpikiran seperti itu !"
Al mendengarkan perdebatan mereka
" Kalian berdebat terus kapan bilangnya ?" Gibran memutar bola matanya.
" Jadi begini uncle, ternyata Alvin bisa melihat makhluk halus atau orang yang telah mati bahkan dia bisa berkomunikasi dengan mereka. "
" Benarkah ?"
" Iya uncle ."
" Kalian pikir uncle bodoh !"
" Cepat katakan atau uncle marah sama kalian !"
" Biar aku yang beritahu , kalian mana bisa serius !" Sela Gibran.
" Tahu aja Gibran ." ucap Alvin.
" Uncle maaf mereka suka bercanda , tadi kami memang sedang berbicara tentang pria lift itu.
Aku memang melihatnya uncle dengan sangat jelas , sekali lihat aku bisa mengingat selamanya . sekali dengar aku bisa mengingat selamanya.Karena itu aku ingin melihat wajah pria yang memberi racun apakah aku mengenalnya !"
" Karena itu kau pandai dalam berbagai hal ?"
" Ya asal aku pernah melihat atau mendengarnya ." Terpaksa Gibran memberitahu Alinski tentangnya ia tak uncle Al tahu kelebihan tema-temannya lalu dimanfaatkan . Walau uncle Al tidak begitu tapi lingkungannya yang membuat Gibran waspada ."
" Baiklah akan aku usahakan bawa dia ke sini ! tapi aku tidak janji tergantung situasi "Al Akhirnya menyanggupi membawa pria itu ke rumah sakit.
" Nanti bagaimana bila kau ke bali ? " Tanya Al.
" Gibran akan minta pada abi untuk menundanya dulu, Gibran masih harus menyelesaikan beberapa hal, sebelum ke Bali. " Jawab Gibran.
Ceklek....
Masuklah Sam.
" Kau belum boleh pulang karena baru selesai operasi , mungkin 5 -7 hari lagi, sambil terus diobservasi perkembangannya. "
" Iya abi "
" Abi bisakah mereka , kecuali 3G untuk tetap menemaniku di sini. kalian pulanglah lebih dulu ke Bali, 3G harus sekolah . Tolong ijinkan mereka selama satu minggu abi ?"
__ADS_1
" Abi harus bicarakan pada orang tua mereka dulu !"
" Iya abi ."
" Aku pamit pulang Sam , aku akan melihat tawananku dulu."
" Iya, terima kasih banyak Al."
Sam mengantar Al keluar .
Milla masuk bersama Feli dan membawa banyak makanan.
" Assalamu'alikum " Slam umi dan Feli
" Wa'alaikumsalam ." jawab mereka yang di dalam.
" Hai kak Gibran , gimana sekarang keadaannya ? tadi Feli tahu dari umi, kalau kak Gibran semalam habis dijahatin ya ?"
" Iya ..!"
" Syukurlah kak Gibran gak apa-apa ."
" iya.."
" Kak Gibran kenapa sih iya..iya doang dari tadi ?"
" Kamu lama amat kok baru ke sini ?" Gibran menahan senyumnya
" Oh..jadi kak Gibran ngambek nih ceritanya. " Feli senyum sambil mengangguk.
" Iya dia tuh udah nungguin dari tadi !" Jawab Max.
" Gak ..kata siapa ?"
" Oh ..gitu , ya udah aku sama kak Alvin aja deh !" Feli menghampiri Alvin dan merangkul lengannya.
" Eh..eh..jangan bawa-bawa kakak ya Fel, kamu gak liat tuh dia melotot !" Alvin melepaskan rangkulan tangan Feli pada lengannya.
" Ih.. biarin aja dia melotot sampai keluar matanya juga gak apa-apa, Feli mau sama kak Alvin !" Feli memegang lengan Alvin tak mau melepaskannya.
" Ya sudah kalau mau kamu begitu , siapa sih yang bisa menolak gadis manis !" Alvin ikut menambahi drama Feli.
Sementara Gibran sudah melotot dan wajahnya merah.
" Alvin .. kamu mau jadi partner aku latihan nembak di sini !" Suara Gibran berat menahan emosi.
" Ah ..gak.. aku cuma bercanda , lepas Fel !" Alvin menepis tangan Feli dengan cepat hingga terlepas. Feli menjadi takut mendengar suara Gibran. Tadi niatnya hanya untuk menggoda Gibran, dia lupa kalau Gibran tidak suka dia menyentuh laki-laki siapapun itu kecuali ayahnya dan 3G .
" Feli.. kamu mau dikurung di sini, gak boleh keluar ?" ucap Gibran dengan wajah datar.
" Dengan senang hati kak Gibran ." Feli tersenyum senang dan mendekati Gibran.
" Ye..itumah maunya dia !" ucap Alvin.
" Kalian ini ada-ada aja. sudah makan dulu yuk , umi bawa rendang, telur balado , ayam geprek , dan kawan kawan. ini dikirim sama Mamah Juli ."
" Wah asyik kebetulan udah lapar banget." Twins langsung ke kamar mandi untuk cuci tangan .
" Umi Gibran boleh minta gak !"
" Belum boleh sayang nanti ya kalau kamu udah sembuh umi masakin ."
__ADS_1
" Yah.. ." Gibran hanya cemberut dan menggigit bibirnya melihat mereka makan dengan lahap.