Gibran Si Genius Yang Tersembunyi

Gibran Si Genius Yang Tersembunyi
Bab 89


__ADS_3

Akhirnya sekolah yang Gibran bangun selesai. Hari ini adalah peresmiannya . Panitia mengundang juga Gubernur Jawa Barat dan pejabat setempat. Serta perwakilan setiap Panti Asuhan. Untuk Panti Asuhan tempat Umi dulu,Umi sendiri yang menjemput mereka bersama dengan Sam. Tidak lupa ke 3 adik Daniel juga hadir. Rara dan Sulis mereka akan sekolah di sini. Sedangkan Revin ia akan berkuliah dengan beasiswa dari Gibran di manapun Revin mau.


Revin tidak ingin jauh dari ke dua Adiknya dan juga Kakaknya. Jadi ia memutuskan untuk berkuliah di UNPAD saja. Gibran tidak keberatan asal Daniel kuliah dengan serius dan sungguh-sungguh. Tak lupa Gibran juga memberi tempat kost untuk Revin yang dekat dengan kampus.


Acara sudah di mulai. Saat ini adalah acara penyambutan Gubernur. Semua memperhatikan ke panggung . Tapi tidak dengan Feli. Ia terlihat murung. Pandangannya tidak fokus. Aston yang berada di sampingnya tidak dihiraukannya. Feli teringat percakapan dengan Dady nya semalam .


" Feli 2 hari setelah peresmian, kita akan pulang ke London. Kamu akan melanjutkan High School [ SMA ] di London saja. Urusan Dady di sini sudah selesai. "


" Tapi Dady aku mau sekolah di sini saja bersama yang lain." Frederick tersenyum dia mrnherti kenapa Feli menolak.


" Sayang .. Dady tahu, berat bagimu berpisah dengan mereka iya kan ? " Feli mengangguk.


" Begitu juga Dady dan momy. Kami berat meninggalkanmu di sini. Kamu adalah anak perempuan. Kamu masih kekasihnya Gibran tidak baik jika harus tinggal serumah dengan Gibran. Setelah kejadian penculikan kamu tempo lalu, Dady semakin berat meninggalkanmu. Dady harap kamu mengerti. Kamu adalah anak Dady satu-satunya. Kami masih ingin menikmati kebersamaan denganmu sampai kamu nanti di bawa suami kamu pergi."


Feli akhirnya bersedia ikut dengan Dady ke London. Gibran juga sudah mengetahuinya karena Dady yang mengajaknya bicara tadi pagi. Ia mengerti dan mendukung Feli untuk ikut ke London. Gibran sadar Feli masih milik orang tuanya.


Gibran akan membuat acara pesta perpisahan untuk Feli dan keluarganya besok.


Setelah acara peresmian selesai. Mereka semua pulang. Sam mengadakan acara barbeque di rumah. Semua berkumpul di rumah Sam. Termasuk ibu panti tempat Milla dulu tinggal dan semua anak asuhnya. Juga semua adik Daniel.


Geng Angker sedang bermain bersama anak-anak panti. Mereka semua membaur dan membuat permainan. Permainan tebak gambar, tebak gerakan , dsb. Setelah lelah bermain mereka semua dipersilahkan mengambil makanan yang mereka mau. Ada sosis bakar, baso, udang dan masih banyak yang lain, juga berbagai macam aneka kue dan cemilan . Anak-anak suka sekali mereka bahkan minta di bawa pulang. Gibran juga menyiapkan makanan untuk Daniel yang dititipkan pada Revin.


" Kak Gibran..ini banyak sekali." ujar Sulis.


" Tidak apa-apa nanti kalau tidak habis buat teman-teman Daniel di sel." Sahut Gibran.


" Kalian mau pergi kapan nanti akan Saya siapkan mobil untuk mengantar kalian."


" Tidak usah Gib." Ujar Revin .


" Gak apa-apa Rev. Biar gak ribet kalian bawanya . Terus nanti supir akan antar kalian pulang. "


" Tidak usah ditunggu Kak. Rara mau lama ketemu Abang ."


" Rara sayang..kamu lama juga gak apa-apa, supirnya akan tetap nunggu. Jangan khawatir. Kamu nikmati saja waktumu sama Abang ya." Sela Feli.


" Iya Kakak cantik." Rara tersenyum senang.

__ADS_1


" Gib, Makasih banget. Lo udah baik banget sama keluarga gue. Padahal Abang dulu berniat jahat sama lo."


" Santai aja. Jangan di ingat-ingat masa lalu. Abang Daniel tidak berniat jahat tapi dia berjuang untuk kalian walau caranya salah tapi dia sudah membayarnya di penjara. Kalian harus bisa membuatnya bangga sehingga perjuangan dan pengorbanan Bang Daniel tidak sia-sia." Gibran menepuk punggung Revin.


" Hm..Kak Gibran boleh Rara minta sesuatu?"


" Apa itu hm ?" Gibran mengelus rambut Rara.


" Rara mau tinggal di panti aja sama bunda. Nanti Kak Revin kan tinggalnya di dekat kampus Rara kesepian. Kalau di panti banyak orang jadi Rara gak kesepian."


Gibran tersenyum. " Boleh, kenapa gak ? yang penting Rara senang . "


" Terima kasih Kak."


" Tapi rumah itu tetap untuk kalian. Kalian bisa ke sana kapan aja. Itu rumah kalian. "


" Benarkah Kak. Terima kasih banyak Kak." Sulis begitu gembira dan memeluk Gibran. Tentu saja Gibran terkejut. Ia langsung melepaskan pelukan Sulis.


" Sulis ..kamu gak sopan main peluk-peluk aja." Tegur Revin.


" Ayo dek , kita berangkat sekarang aja . Takutnya nanti keburu habis waktu untuk berkunjungnya ." Ajak Revin.


" Ayo..Kakak-Kakak semua kami pamit dulu ya ..Assalamu'alaikum,"


" Salam dari kami untuk Bang Daniel. Wa'alaikumsalam."


" Iya Kak." Adik kakak itu pergi diantar mobil.


"Gib.. liat tuh !" Tunjuk Max dengan dagunya. Gibran melihat ke arah Feli yang masih cemberut dan menunduk.


Gibran tersenyum dan mencolek pinggang Feli.


" Apa sih, colek-colek!" Feli menepis tangan Gibran.


" Yuk ah..kita ke sana aja. Tinggalin pasangan alay ini !" Alvin mengajak mereka untuk bergabung dengan para dady.


" Kamu kenapa cemberut?" Tanya Gibran lembut.

__ADS_1


" Gak apa-apa." Jawab Feli ketus.


" Hm..baiklah kalau begitu Kakak akan bergabung dengan mereka."


" Ya udah ...pergi aja !"


" Hahaha ...Kamu kenapa ? cemburu ya gara-gara tadi ada yang meluk Kakak ?"


" Gak.. Feli gak cemburu. Cuma Feli takut ."


" Takut ? Takut apa ?"


" Ada Feli aja, gadis lain berani peluk Kak Gibran. Apalagi kalau Feli gak ada. Mereka pasti akan berusaha mengejar cinta Kak Gibran. Mungkin saja suatu saat Kak Gibran akan luluh dengan salah satu dari mereka."


" Kalau kamu takut begitu, berarti kamu tidak percaya sama Kakak. Kamu pikir Kakak akan mudah jatuh cinta begitu ?" Gibran memegang bahu Feli dan menghadapkan Feli padanya.


" Dengar ya sayang. Kamu tahu Kakak ini punya memori yang panjang yang tidak akan pernah Kakak lupa sampai Kakak mati. Kakak akan ingat apa yang Kakak lihat, Kakak dengar, Kakak rasakan. Perasaan cinta Kakak sama kamu akan selalu ada di sini." Gibran menunjuk kepala dan dadanya.


" Kakak juga akan selalu ingat cinta kamu, wajah kamu ..semuanya. Jadi kamu tidak perlu khawatir. Kamu itu sudah tertancap dalam di hati Kakak."


Wajah Feli bersemu merah. Ia merasa sangat beruntung dicintai oleh Gibran.


" Justru Kakak yang khawatir sama kamu. Tidak ada Kakak di samping kamu pasti banyak pria yang akan berusaha mencuri perhatianmu dan mungkin suatu saat nanti kamu luluh."


" Tidak mungkin ! Feli tidak seperti itu. Walaupun ada beribu pria tampan berusaha mencuri perhatian Feli. Kakak tidak usah khawatir Feli tidak akan luluh. Cinta Feli sudah mentok di Kakak." Feli berkata dengan yakin dan tegas sambil menatap Gibran lekat. Gibran pun menatap Feli. Semakin lama wajah mereka semakin dekat. Sedikit lagi dan


" Woy... kalian jangan mojok aja. Sini kumpul. Bahaya kalau mojok berdua." King berteriak mengganggu dua sejoli. Wajah Feli bertambah merah.


Gibran tertawa dan mencium kenibg Feli lalu pergi ke arah para Dady. Feli masih terpaku karena mendapat kecupan di dahi dari Gibran.


" Kak Feli sini ! Jangan bengong di situ !" Teriak Giska.


Feli tersenyum sendiri. Lalu ia menarik nafas berusaha menetralkan detak jantungnya. Setelah itu Feli menghampiri mereka semua.


...----------------...


"

__ADS_1


__ADS_2