Gibran Si Genius Yang Tersembunyi

Gibran Si Genius Yang Tersembunyi
Bab 84


__ADS_3

Waktu terus berjalan, hari berganti. Gibran saat ini sudah bukan lagi siswa SMP , ia sudah menjadi siswa SMA kelas X bersama Max dan Alvin. Ia sudah pulih sepenuhnya . Ia melakukan fisio terapi untuk kakinya sehari beberapa jam . Ia memaksakan dirinya agar bisa berjalan kembali . Sakit dan melelahkan. Kadang ia ingin menyerah tapi dukungan semangat dari keluarganya , sahabat-sahabatnya dan kekasih hatinya membuat ia akhirnya mampu melewati semuanya. Ia bisa pulih menjelang kelulusan. Walau tidak sekolah Gibran tetap mengikuti setiap ujian hasilnya ia mendapat nilai 80 setiap mata pelajaran. nilai yang sempurna menurut guru mengingat Gibran tidak masuk sekolah.


Twins dan Feli sebenarnya bisa lulus bersama dengan Gibran , tapi mereka tidak ingin menonjol . Mereka dikenal sebagai murid biasa yang pintarnya standar .


Sekolah SMA dan SMP letaknya bersebelahan, namun tidak setiap saat Gibran dapat bertemu Feli. Gibran menitipkan Feli pada twins.


Saat ini mereka sedang istirahat. Walaupun Gibran, Max dan Alvin junior mereka menjadi idola dari mulai teman satu tingkat sampai senior .


Banyak gadis yang mencoba mendekati mereka bahkan hanya sekedar untuk menjadi sahabat mereka , agar mereka terlihat keren bisa bersama Gibran cs . Sebutan dari fans untuk Gibran. Para lelaki juga berusaha dekat mereka untuk sekedar pansos.


Gibran tidak pernah menanggapi dan menjauhi teman seperti ini , baginya sudah cukup Geng Angker. Dia tak butuh teman yang fake ..tidak tulus .


Gibran berada di kantin bersama Max dan Alvin . Mereka sedang menikmati nasi uduk.


" Hai Kak Gib, kak Max Kak Alvin , boleh aku di sini ?"


" Maaf, gak boleh ! kami mau makan dengan tenang jadi cari tempat lain aja !!" Jawab Max.


" Tapi yang lain udah penuh, cuma di sini yang kosong. Lagian ini kan tempat umum siapa aja boleh duduk dong !" Si gadis tidak menyerah .


" Kalau gitu ngapain nanya !" Celetuk Alvin ketus.


" Ya ..buat sopan santun lah , masa main duduk aja !" jawab gadis itu. Temannya merasa tidak nyaman dengan situasi ini , ia mencolek gadis itu untuk pergi saja, namun si gadis tidak perduli. Ia harus bisa dekat dengan mereka.


Gibran berhenti makan. Ia lalu berdiri dan beranjak pergi tanpa mengucapkan satu patah katapun .


" Ish..kok dia malah pergi sih ! Teman kalian gak sopan amat !"


" Kalian yang tidak sopan !" Max dan Alvin ikut pergi menyusul Gibran.


" Udahlah Sal , mending kita makan aja . Kamu ngotot banget sih ngedeketin mereka !" Ujar Ocha kemudian duduk.


" Biarin Cha , aku akan tetap berjuang, setidaknya bisa menjadi pacar salah satu dari mereka !" Salma ikut duduk di samping Ocha.


" Terserahlah Sal ." ucap Ocha pada Salma yang keras kepala. Mereka lalu makan.


" Si Gibran ke mana lagi ?cepet banget perginya ." Tanya Max


" Ya kemana lagi , ke Feli lah ..yuk kita ke sana , liat dede gemesh !" Ucap Alvin.


Sementara orang yang mereka cari sedang asik berduaan di rooftop sekolah Feli. Twins sedang ke kantin untuk membeli makanan mereka di rooftop.


" Tuh..twins, Hei twins !" Teriak Alvin begitu melihat mereka berjalan di kejauhan.


Twins berhenti begitu merasa dipanggil, mereka sepertinya mengenali suara ini.


Mereka membalikkan badan , benar saja itu kak Alvin dan kak Max.


" Eh..kak, nyari kak Gibran ya ?" tanya Adam.


" iya , di mana dia ?" ucap Max


" Nih kita mau ke sana ..yuk !" Jawab Aston.


Mereka melangkah bersama menuju rooftop. Memang tidak aneh lagi ada siswa SMA yang ke sekolah SMP. Tapi yang membuat mereka jadi perhatian adalah wajah mereka dan tinggi mereka sampai ada cewek yang nabrak tembok karena fokus pada Geng Angker.

__ADS_1


Begitu Max membuka pintu, mereka melihat Feli yang berdiri di balik punggung Gibran. Dan 3 orang berseragam pitih biru yang berdiri di hadapan Gibran . Mereka saling menatap tajam.


" Hei..ada apa ini ?" Tanya Alvin.


" Lo selamat hari ini, tapi ingat lain kali kalo kita ketemu lagi dimanapun itu, gue gak akan lepasin lo !" Mereka bertiga pergi meninggalkan Gibran dan kawan-kawan.


Mereka berpapasan dengan Alvin yang menatap mereka tajam.


" Apa liat-liat !" ucap salah satu dari mereka.


" Dih ..sewot !" balas Alvin.


Mereka bertiga terus berjalan ke bawah.


Max dan yang lainnya menghampiri Gibran.


" kenapa mereka?" Tanya Max .


" Kak Gibran harusnya biarin Feli jewer dia, kurang ajar banget baru juga SMP belagu !"


" Mana boleh sama Gibran Fel !" celetuk Aston.


" Iya..Gibran gak akan biarin kamu sentuhan sama cowok !" Tambah Alvin.


Teeet....teet..


Bel masuk berbunyi. Gibran dan yang lainnya turun. Ia mengantar Feli ke kekelasnya.


" Kamu masuk, jangan jauh-jauh dari Aston dan Adam . Kemanapun kamu pergi harus bareng mereka . Nanti pulang aku jemput ke sini . "


Feli mengangguk mendengar permintaan Gibran . Gibran mengusap rambut Feli . Lalu pergi bersama Max dan Alvin.


" Kapan aku bisa seperti itu denganmu ?" gumamnya pelan .


Adam mendengarnya dan melihat ke arah seorang gadis yang sedang menatap jendela memperhatikan Gibran .


Adam tersenyum miring


" Mimpi ." gumamnya pelan.


...----------------...


Saat ini sudah waktunya pulang sekolah. Feli diam di kelas menunggu Gibran bersama Aston . Adam sedang keluar sebentar untuk melihat ke sekolah Gibran.


Saat sedang berjalan Adam melihat ada segerombolan siswa dengan seragam putih biru dan putih abu-abu .


" Heh .lo gak punya sopan santun ya sama senior !" Adam mendengar dari kejauhan seseorang membentak.


" Siapa yang tidak sopan, anda dan teman -teman anda ." Itu bukannya suara kak Max pikir Adam.


Adam berlari menghampiri mereka, bukan untuk menolong, tapi untuk melihat dengan jelas apa yang terjadi.


Mereka tak perlu di tolong kemampuan mereka lebih tinggi darinya . Sesampainya di sana banyak juga yang menonton kejadian itu.


Wuus ...

__ADS_1


Salah satu siswa ingin menonjok Max tapi dengan mudah Max menghindar.


Bugh...


Max membalas dengan satu tonjokan di perut.


Teman mereka menendang Max , tapi ditangkis oleh tangan kiri Gibran kemudian ditarik kakinya hingga ia terjatuh.


" bertarung secara sportif satu lawan satu jangan keroyokan. " ujar Gibran dingin.


" Kurang ajar gak usah banyak bacot !"


Brugh...


Niat hati siswa itu ingin menonjok Gibran tapi belum menyentuhnya ia justru terpental ke belakang .


Gibran menggunakan tenaga dalamnya untuk membuat siswa itu jatuh.


" Gibran di lawan yang ada lo yang mampus..gak tahu aja kita latihan udah kaya militer , lo mah gak ada apa-apanya ." Adam bergumam sendiri seraya tersenyum meremehkan.


Sementara di kelas Feli merasa kesal sudah menunggu lama. Adam pun belum kembali. Ia memaksa Aston untuk diijinkan keluar.


" Ayo..tapi jangan jauh-jauh dari gue !"


" Iya..Aston ."


Mereka berjalan berdampingan . Feli melihat ada kerumunan.


Aston berbicara pada Adam lewat telepatinya.


" Di mana kak ?"


" Di depan !"


" Itu ada kerumunan ada apa ya ?"


" Oh... itu ada yang berantem ."


" Siapa ? waktunya pulang malah berantem ."


" Gibran cs..!"


" Kak Gibran ?"


" iya ."


Setelah mendengar itu Aston menarik tangan Feli dan berlari ke arah Gibran.


" Kak..kenapa kita lari -lari ?' tanya Feli.


" Udah liat aja ntar !"


"Kak... Gibran awas !"


Bugh..plak...bugh..

__ADS_1


Feli memukuli orang yang ingin menyerang Gibran dari belakang.


...----------------...


__ADS_2