
Saat ini Geng Angker sedang berada di ruang keluarga rumah utama. Di temani Meta juga 3G. Sambil diskusi mereka menyantap cemilan yang dibuat Umi. Pisang molen dan getuk.
"Jadi Meta, itu tadi Tantemu?" Tanya Max.
"Iya."
"Siapa namanya?" Tanya Max lagi.
"Namanya Tante Ambar."
"Terus anaknya siapa namanya?" Tanya Adam.
"Jennifer." Jawab Meta.
"Dia sama dengan ku kelas 1 SMA . Tapi berbeda sekolah." Lanjut Meta.
"Nama om Kamu siapa?" Tanya Alvin.
"Jonathan" Jawab Meta.
"Meta, Aku ingin menceritakan sesuatu kepadamu!" Ucap Alvin.
"Apa? sepertinya penting!" Ucap Meta.
"3G bisa kalian pergi main sama Umi dulu ya. Kakak-kakak mau bicara penting."
" Yah ... iya deh ... ayo Kak kita ke Umi. Kak Meta nanti malam tidur sama Giska lagi ya!"
"Iya sayang." 3G pergi ke Uminya.
"Ini mengenai Om, tantemu dan juga orang tuamu." Kata Alvin. Meta melihat keseriusan Alvin di matanya.
__ADS_1
"Khem ...." Max tidak suka melihat mereka yang saling menatap. Gibran terkekeh melihat kelakuan Max.
"Meta jangan menatap lama-lama, nanti ada yang cemburu!" Ucap Adam. Rupanya bukan hanya Gibran yang menyadarinya.
" Ya ampun Max, aku ini sahabatmu sudah seperti keluarga, tidak mungkin aku menikungmu!"
"Tidak, aku tidak berpikiran seperti itu! Itu mereka aja yang mengada-ada!" Ucap Max.
"Ngadi-ngadi. Kita bicara sesuai fakta!" Semua tertawa mendengar Adam, kecuali Max dan Meta yang menjadi canggung.
"Back to the topic. Dengarkan aku Meta. Jangan kau tanyakan dari mana kami tahu. Kami sudah menyelidikinya. Dan hasil penyelidikan kami adalah ...." Alvin mulai serius.
"Kakak kenapa lama sekali? jangan buat aku mati penasaran. Cepat ceritakan !" Ucap Meta tidak sabar karena Alvin hanya memandangnya.
"Bisakan tidak perlu lama-lama memandangnya!" Tegur Max.
"Iya, jadi begini." Kata Alvin.
"Baiklah jadi begini ...." Alvin mulai akan bercerita.
"Sudahlah aku saja yang cerita!" Kata Gibran.
"Begini Meta, Orang tuamu bukan hanya kecelakaan biasa, tapi karena mobil mereka di sabotase. Juga Kakakmu di buang oleh Tantemu! Dia mengajak kakakmu pergi, lalu tantemu meninggalkannya di suatu tempat."
"Apa? Jadi orangtuaku di bunuh dan Kakakku di buang!" Meta menangis membayangkan orang tuanya di bunuh dan Kakaknya yang kebingungan seorang diri.
"Tapi Kak ... hiks ... hiks ... bagaimana mungkin? Kata Tante saat aku umur 3 tahun dan kakakku 7 tahun orang tuaku meninggal karena tabrakan beruntun. Lalu Kakak hilang saat bermain." Max reflek memeluk Meta untuk menenangkannya.
"Iya, mereka memang meninggal saat kamu berumur tida tahun, dan Kakakmu 7 tahun. Tapi mereka meninggal karena mobil mereka tidak bisa mengerem dan akhirnya menabrak truk." Kata Gibran.
" Tapi siapa? Siapa yang tega melakukan itu?" Tanya Meta.
__ADS_1
"Om kamu!" Jawab Alvin.
"Apa? Aku tahu Om Jonathan memang kadang kasar tapi dia tidak mungkin tega membunuh orang tuaku! Tidak mungkin!"
"Aku tahu ini pasti menyakitkan buatmu, di saat salah satu keluarga atau orang terdekatmu adalah penyebab kematian orang tuamu, dan hilangnya Kakakmu. Tapi inilah kenyataannya Meta. Maaf aku harus menceritakan ini semua. Agar kamu bisa bangkit melawan mereka dan kita bersama-sama menjebloskan mereka ke penjara !" Ujar Max sambil menghapus air mata di pipi Meta.
"Iya Kak, aku harus balaskan dendam orang tuaku dan aku harus tegakkan keadilan!" Kata Meta berapi -api.
"Mereka sengaja merawatmu agar mereka bisa mendapatkan harta kedua orang tuamu yang jatuh ke tanganmu." Ucap Alvin.
"Jadi semua ini karena harta!"
"Iya. Harta bisa membuat manusia saling membunuh." Ucap Gibran.
"Jahat sekali mereka, orang yang mereka bunuh adalah keluarga mereka sendiri." Meta tidak habis pikir.
"Apa kau tahu nama Kakakmu ?" Tanya Alvin.
"Tante bilang namanya Aksara, di panggil Aksa." Jawab Meta.
"Ayo sekarang kita pergi ke tempat terakhir kakakmu terlihat!" Ajak Alvin.
"Kau tahu tempatnya kak?" Tanya Meta.
"Ya, semoga tempatnya belum berubah, kau tahu, saat itu umurmu 3 tahun dan sekarang kau 16 tahun berarti sudah 13 tahun berlalu." Ucap Alvin.
"Iya Kak benar," Jawab Meta.
"Ayo kita pergi sekarang!" Komando Gibran.
Mereka semua pergi bersama beberapa pengawal yang mengikuti mobil mereka dari belakang.
__ADS_1
...----------------...