Gibran Si Genius Yang Tersembunyi

Gibran Si Genius Yang Tersembunyi
Bab 75


__ADS_3

Setelah makan mereka ke kamar Gibran.


" Pagi sayang ." Sam mendekati Gibran dan mencium keningnya ."


" Pagi abi ." Gibran tersenyum


" Kak Gibran udah sarapan tetus minum obat ?"


" Udah Giska sayang. " Jawab Gibran.


" Kak Gibran kalau perlu apa-apa bilang aja sama aku ya." Iya sayang .


" umi, apakah kaki Gibran akan sembuh, Gibran gak akan lumpuh kan ?"


" Oh..anakku sabar ya, dokter bilang kamu hanya lumpuh sementara nanti jika punggung kamu sudah sembuh , kamu fisioterapi untuk kaki kamu ya ."


" Kak, sini Feli pijit kaki jak Gibran , kaki kak Gibran tidak pernah digerakkan pasti ototnya akan mengecil dan itu gak bagus. Jadi Feli urut biar ada rangsangan jadi nanti tidak akan lemas ketika kak Gibran sudah sembuh punggungnya.


" Jangan Fel, udah gak apa-apa biar nanti sama umi atau Giska ." wajah Gibran memerah malu.


" Kenapa gak mau sama Feli, kakak jijik ya sama Feli, gak mau sentuhan sama Feli !"


" Feli.. kamu itu bukan muhrimnya .. Gibran bukan jijik tapi malu ! liat wajahnya merah." ledek Max


" Tapi Feli kan calon istri kak Gibran kenapa kakak harus malu ?"


" Justru itu Feli, nanti kalau kamu sentuh , Gibran tersengat listrik..hahaha ." Alvin tertawa.


" Tersengat listrik kok bisa? emangnya Feli bisa menghasilkan listrik, coba sini aku pegang kak Max !"


" Jangan ... !" Teriak Gibran dan Max.


" Tuh liat Fel, kamu jangan sembarangan pegang cowok nanti ada yang marah !"


" Loh, pegang doang kok marah !"


" Kak Feli, Kak Gibran itu cemburu , masa kak Feli gak peka sih ." Giska geregetan sama Feli yang polos ngeselin.


" Masa, iya kak kamu cemburu ?" Feli tersipu malu.


" Gak usah cemburu, sayang Feli cuma buat kak Gibran kok ." lanjutnya .


" Aduh.. kalian masih remaja jangan cinta-cintaan dulu, belajar yang bener, ini lagi Giska tahu dari mana kamu cemburu ?"

__ADS_1


" Dari dady sama umi, dady suka gitu ke umi jadi Giska tahu ."


" Ya ampun Sam kamu tuh ya.. liat anak kamu tuh kelewat pinter, dia belajar dari sekitarnya dan kamu memberi pelajaran buruk untuk anak kamu !" Milla menegur Sam .


" Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumsalam , oma opa, grandpa grandma om Bima. Aunty mana ? Semua bersalaman pada mereka yang baru saja tiba.


" Aunty ada tapi lagi istirahat dulu di rumah sama bocil , tadi rewel ." Bima memang sudah menikah dengan seorang dokter kandungan dr Wina namanya sekitar 5 tahun yang lalu dan dikaruniai 2 anak laki-laki yang paling besar berumur 3, 5 tahun Anggara Satria Wijaya namanya dan si bungsu Azkara Brata Wijaya berumur 1 tahun.


" Gibran sayang bagaimana kabarmu ? " tanya Calvin .


" Alhamdulillah sudah lebih baik opa ,"


" Alhamdulillah, maaf kami baru bisa datang , opa harus menyenyelesaikan beberapa hal terlebih dulu !"


" Iya opa , Gibran ngerti kok terima kasih opa sudah datang."


Oma dan Grandma mendekati Gibran dan bergantian mencium pipi Gibran.


" Aduh oma , grandma Gibran sudah besar jangan cium-cium pipi lagi !"


" Emang kenapa ? biarpun sudah besar bagi kami kamu itu tetap Gibran yang menggemaskan dan kami sayangi !"


" Iya.. kamu pulang saja yang lain juga pulang saja dulu , mandi dan istirahat nanti siang atau sore ke sini lagi !" Ucap Frederick.


" Kami tidak mau pulang !" ucap Anak-anak .


" Terserah kalian, tapi kalian mandi dulu sana !" Fred tak ingin memaksa mereka.


" Siap !" jawab mereka kompak.


Istri Frederick , istri William , istri Austin dan Julia juga pamit pulang mereka dikawal beberapa bodyguard .


Saat ini Sam sedang berkumpul bersama King, Frederick, Austin , juga William , mereka sedang membicarakan perihal gambar Alvin.


" Jadi ini gambar Alvin !" Tanya Austin terkejut, bukan tentang gambarnya yang bagus karena Austin tahu anaknya memang pandai menggambar, cuma bagaimana dia bisa menggambar pekakunya sementara Alvin tak ada di sana?.


" Apa kau tak tahu kenampuan anakmu Aus ?" Frederick bertanya .


" Tidak , tapi aku merasa ada sesuatu yang aneh pada dirinya. Sesuatu yang berbeda . Dia sering mengeluh pusing dan lemas. Aku pikir fisiknya lemah saat itu." curhat Austin .


"Pasti berat untuknya melalui semua sendirian , andai aku tahu dari dulu. Padahal Alvin sering main ke rumah bersama Max dan Gibran."

__ADS_1


" Sudahlah Fred, yang penting sekarang kita sudah tahu. Lantas bagaimana selanjutnya ?" tanya King.


" Kita tidak dapat melihat wajahnya , tapi kita bisa mengenalinya dari bekas luka ini di belakang lehernya, juga tato di tangannya walau tidak begitu jelas !" Jawab William.


" Aku sudah memberitahu semua bodyguard , dan mengirim gambarnya . Mark dan Toni sedang menyelidikinya , polisi juga sedang menyelidiki kasus itu, kita tunggu saja hasil penyelidikan mereka dan lebih waspada !" Ujar Sam.


" Apa menurut kalian pelakunya akan kembali berusaha melukai Gibran karena Gibran selamat dari kejadian itu." Tanya Austin.


" Ya.. kita harus berhati-hati tidak boleh ada yang masuk ke kamar selain keluarga , dan siapapun itu jika bepergian harus dalam pengawalan !"


" Ya.. kau benar, sebelum pelaku tertangkap lebih baik mereka yang di rumah jangan dulu ke rumah sakit . Sementara anak-anak jangan ke mana- mana tetap di kamar ." ucap King.


" Ok.. aku akan telepon istriku dulu !" Fredereick, King , juga Austin dan William menelepon istri mereka.


Drt..drt..


Ponsel Sam berbunyi tertera nama Alinski di layar . Sam mengangkatnya . Alinski menanyakan ruangan kamar Gibran . Dia datang bersama Peter.


" Siapa Sam ?" King bertanya


" Al dan Peter ."


" Al.. dia sibuk sekali harus mengurus perusahaan Gibran selama Gibran dirawat juga perusahaannya !" ucap William.


" ya.. aku sangat berterima kasih padanya juga kalian semua, kalian yang membantu kami di saat susah. Terima kasih ."


" Kita ini sahabat sudah seperti keluarga , wajar jika kami membantu keluarga sendiri jadi jangan berterima kasih, seperti orang lain saja ." Jawab Fred.


" Oh..ya aku harus pergi ada rapat tentang pembangunan sekolah itu, sampaikan salam maafku pada Al dan Peter tidak bisa menemui mereka . Aku pergi dulu !"


" Ok.. hati-hati Fred ." Fedreick pergi dikawal beberapa orang .


Sementara di ruangan yang berbeda, 3G dan yang lainnya sedang menemani Gibran.


Gibran hari ini lebih pendiam, Ia banyak berpikir tentang keluarganya. Gibran merasa sudah merepotkan mereka. Kini ia lumpuh, tidak bisa berjalan.


Bahkan duduk pun belum bisa. Pelakunya belum tertangkap. Keluarganya masih terancam. pekerjaannya terbengkalai. Banyak sekali yang harus dia kerjakan tapi tertunda karena kejadian ini.


Pertama yang harus dilakukannya adalah menemukan pelakunya. Setelah tertangkap baru dia bisa bekerja dengan tenang.


Tapi bagaimana caranya ? bangun saja dia tidak bisa !.


Gibran memperhatikan 3G dan geng Angker. Dia tidak mau merepotkan mereka lagi. Dia akan mencari cara sendiri.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2