
Dalam perjalanan pulang Tuan Milano dan Clarissa bebincang di mobil.
" Claris sayang, lebih baik kau dengan Peter saja dia terlihat menyukaimu dan masih single , Dady takut kau tidak akan bahagia dengan Sam , dia sudah punya istri sayang ." nasehat Milano karena bagaimanapun seorang ayah ingin anaknya bahagia.
" Tidak dad, aku mencintai Peter tapi aku juga tidak mau kehilangan Sam, dia milikku sejak dulu, andai dulu dady merestuiku maka aku sudah bersama Sam sekarang dan aku juga tidak akan jatuh cinta pada Peter. Ini semua gara-gara dady " kata Clarissa.
" Kau tidak bilang sama dady kalau Sam itu anak Calvin Adelard. Sam itu dulu gayanya seperti anak jalanan , kuliah tidak benar sering bolos , mana mungkin dady restui kamu dengan pria seperti itu!"
" Claris juga tidak tahu karena Claris belum pernah ke rumahnya atau bertemu keluarganya cuma pernah ketemu ibunya kalau ibunya lagi nengokin Sam di asrama." ucap Claris
" Jadi sekarang bagaimana? , perusahaan dady sudah putus kontrak dengan perusahaan King , dady rugi banyak, Sam juga tidak bisa membantu.. dady akan bantu kamu agar kamu bisa dengan Sam tapi buat perusahaan Sam bangkrut lalu dady akan bantu memberikan modal dengan syarat dia harus menikahi kamu . " ucap Milano.
" Ok..setuju dady ," ucap Claris.
drt....drt... hp Milano bergetar.
Milano heran kenapa bergetarnya gak berhenti, lalu dicek dan banyak notifikasi masuk .Milano melotot , mulutnya ternganga dia shock sampai tak bisa berkata-kata.
" Dady.. dad..ada apa?" Clarissa menggoyangkan bahu Milano .
" Whaaat the ****, ada apa ini? tidak mungkin no !" Milano berteriak.
" Ada apa dad ?" Clarissa bertanya.
Milano tak menjawab hanya memberikan hp nya pada Clarissa.
Clarissa terkejut hp nya terjatuh dari tangannya .
" Apa ini ulah King tapi tidak ada yang tahu no rekening yang ini bahkan ibumu sekalipun hanya dady dan kamu, " Milano langsung melihat pada Clarissa .
" Kamu kasih siapa no rekening dady ?" tanya Milano.
" Tidak ada dad, Peter dan Sam tidak pernah tahu no rekening yang ini.!"
" Lalu siapa , aduh..duh.. kepala dady sakit, dada dady sakit ...argh ." Milano tiba-tiba sakit dada dan pingsan.
Clarissa panik dan meminta supir untuk ke rumah sakit.
Sam yang berada di belakang mobil Claris bingung kenapa mobil Claris berbelok tapi biarlah itu bukan urusannya , Sam masih banyak kerjaan dan harus tertunda gara-gara Clarissa.
...----------------...
Satu bulan sudah berlalu, seminggu lagi Milla akan mengadakan syukuran tujuh bulanan , Bima belum datang karena masih sibuk mengurus perceraian Milla karena Sam yang menolak dan memaksa ingin bertemu dulu dengan Milla, tapi Milla tidak ingin bertemu dengan Sam sebelum Sam resmi bercerai dengannya.
Kalau Sam ingin bertemu satu syaratnya tanda tangani surat perceraian itu. namun Sam balik mengancam Milla, dia bersedia menanda tangani asal hak asuh Gibran ada pada Sam. Tentu saja Bima menolak tapi Sam kekeuh akan menuntut hak asuh Gibran.
" Gib, sayang bagaimana menurutmu?" tanya Milla pada Gibran. Saat ini mereka sedang berada di taman menikmati suasana sore hari.
" tentang apa? abi?" tanya Gibran.
Milla mengangguk.
" Kasihan abi, umi mencoba bersikap keras sama abi agar abi sadar dan tidak melakukan kesalahan yang sama, tapi kadang umi tidak tega, apakah ini benar Gib?" kata umi.
" Umi sabar dan harus tega ini demi abi juga agar dia tidak melakukan hal yang sama , perceraian ini adalah cambuk terakhir untuk abi kita lihat apa yang akan di lakulan abi !" ucap Gibran.
" Umi kadang rindu !" kata umi.
" Gibran juga umi, tapi Gibran gak mau umi tersakiti lagi ."
" Sampai kapan kamu memberi pelajaran pada abimu sendiri ?"
" Sampai Gibran yakin akan perasaan abi !"
" Apa kamu sering teleponan sama abi?" tanya Umi.
" gak umi" jawab Gibran
" Kenapa , coba telepon abi dia pasti senang, masalah umi jangan buat kamu juga jauh dengan abi ,kalau rindu telepon aja , coba vc sekarang biar umi juga bisa lihat dan dengar suara abi!"
" bilang aja umi yang mau vc pake nyuruh Gibran segala ," Milla hanya tersenyum .Gibran mengambil hpnya.
Tut....Tut...
__ADS_1
Suara dering tersambung terdengar
" Hallo , Assalamu'alaikum " Terlihat Sam dilayar tersenyum lebar , tapi Sam tidak dapat melihat Gibran karena Gibran memakai kamera belakang agar umi dapat melihat abi.
" Wa'alaikumsalam , apa kabar abi ?" Jawab Gibran .
" Abi baik, apa kabar kamu dan umi?"
" Alhamdulillah baik semua abi ."
" Gib abi mau lihat kamu !" kata Sam, Gibran melihat umi , umi mengangguk dan agak menjauh dari Gibran. Gibran mengganti menjadi kamera depan, tampak wajah Gibran di layar Sam terlihat senang.
" Kamu sudah besar , abi rindu !" Sam mengusap air matanya.
" Gibran juga rindu abi " ucap Gibran.
" Gib, abi minta maaf.. tolong maafkan abi, abi janji gak akan mengulangi kesalahan abi , abi sudah hilangkan perasaan itu, abi sudah tidak mencintai Clarissa lagi, selama ini dia berusaha mendekati abi bahkan sampai datang ke rumah tapi abi tak pernah menemuinya lagi, abi tidak lagi cinta padanya ..serius , abi gak bohong , abi bahkan benci pada dia karena dia, keluarga abi berantakan." kata Sam.
" Selingkuh terjadi kalau dua-duanya sama-sama mau jadi jangan hanya menyalahkan tante jelek tapi abi juga salah!" Sarkas Gibran.
" iya abi salah, maafkan abi , boleh ya abi ketemu kamu sama umi kita bersama lagi." Pinta Sam.
" Abi boleh ketemu Gibran kapanpun , tapi tanda tangani dulu surat itu !"
" Gib, abi gak mau bercerai dari umi." kekeuh Sam.
" itu adalah konsekuensi dari tindakan yang abi pilih, seharusnya abi berpikir sebelum bertindak !" kata Gibran.
" tapi Gib .."
" Bukankah abi rindu Gibran, Gibran juga rindu abi, apakah abi gak mau menandatanganiya untuk Gibran," ucap Gibran.
" Karena Gibran, abi gak mau menandarangani surat itu," Sam tetap tidak mau.
" kalau sayang Gibran, tanda tangani surat itu." Gibran juga kekeuh.
" kenapa kamu memaksa abi, abi gak mau, abi sayang kamu !" tanya Sam.
" tanda tangani abi !" suruh Gibran.
" kenapa abi gak mau ?" tanya Gibran.
" karena abi sayang kamu," jawanan Sam.
" kenapa abi gak mau tanda tangani surat itu ?" Gibran terus bertanya.
" karena abi sayang kamu dan anak- anak." Jawaban yang sama.
" kenapa?"
" karena .." Perkataan Sam terpotong Gibran.
"kenapa ?"
"karena abi tidak mau kehilangan kalian.." jawab Sam.
"kenapa ?"
"kenapa kamu kaya papih !" kata Sam.
"kenapa ?"Gibran terus bertanya.
"Karena abi gak mau kehilangan umi kamu !" kata Sam
"kenapa ?"Suara Gibran agak meninggi .
"karena abi cinta umi !" Kata Sam teriak karena Gibran terus bertanya .
"Cuma itu bi yang ingin Gibran dengar, kalau abi tidak mau cerai karena Gibran abi gak usah takut setelah berceraipun abi gak akan kehilangan Gibran. Jika abi tidak mau cerai dengan alasan Gibran dan bukan karena abi sayang dan cinta sama umi , abi akan mekakukan kesalahan yang sama . Cukup umi alasan abi tidak mau bercerai bukan kami, karena bercerai atau tidak kami tetap anakmu , kalau abi memaksa bersama umi tanpa cinta maka umi dan abi tak akan bahagia begitu pun kami. Apa sulit bi bilang cinta sama umi." ucap Gibran.
"Sulit, bukan karena gengsi atau malu tapi karena merasa bersalah, abi merasa tak pantas mencintai umi kamu, abi telah menyakitinya dan abi juga takut ..takut melukai hatinya lagi."
" Apa benar abi mencintai umi?"
__ADS_1
" iya abi mencintai umi kamu," Benar Gibran abi mencintai umi kamu , perasaan abi pada Clarissa bukan cinta tapi obsesi yang dulu tak kesampaian, bodohnya abi tidak bisa menyadari perasaan sendiri." Gibran mendengar suara hati Sam.
"Katakan lagi dengan keras abi, tapi tutup mata abi" kata Gibran, lalu Sam menutup mata.
" Abi cinta umi " kata Sam sambil menutup mata.
"kurang keras !" kata Gibran.
" ABI CINTA UMI " Teriak Sam.
" buka mata abi"auruh Gibran.
Sam membuka mata dan terlihat wajah Milla.
" Milla .. aku rindu kamu !" Sam tak kuasa menahan tangis.
" Maafkan aku..aku sungguh brengsek, maafkan aku . Kembalilah padaku , aku mencintai kamu , jika aku melakukan kesalahan lagi kau boleh bunuh aku." kata Sam . Milla hanya menangis.
" kenapa kamu jadi kurus, jelek, aku gak mau soalnya kamu jelek !"
" Apa,.. ?" Sam langsung lari ke kamar mandi, dan bercermin, benar wajahnya ada kumis dan brewok, Milla tidak suka cowok berkumis dan brewok, rambutnya juga sudah panjang pantas Milla bilang jelek.
" Sebentar ya nanti aku telepon lagi.!" Kata Sam lalu menutup telepon.
Sam berlari keluar, para pegawainya bingung ada apa dengan bosnya lari-lari begitu.
Sam mengendarai mobil ke salon terdekat. Lalu memintanya mencukur rambut kumis dan brewok.
sedangkan Milla bingung kenapa Sam menutup teleponnya apakah dia merasa tersinggung dengan ucapannya.
" Gib..apa abi marah karena umi bilang jelek?" tanya Milla .
" enggak umi tapi abi malu, umi tinggu aja bentar kagi juga abi telepon !" kata Gibran sambil mengetik laptopnya dia sedang mengirim sesuatu kepada seseorang.
Jauh di sebrang sana seseorang menerima foto-foto dan video tunangannya .
" Apa ini, benarkah ini Clarissa , kurang ajar dia sudah mengkhianatiku awas kau !"
Video terakhir dikirim disertai caption
" Pria ini tidak tahu Clarissa telah bertunangan dan menyadari kesalahannya sekarang dia telah kembali pada keluarganya. Mohon jagalah tunangan anda agar tidak mengganggunya lagi karena sampai sekarang Clarissa selalu mengejar pria ini dan memaksa ingin bertemu."
Peter terus melihat isi foto dan semua video terakhir dia membaca captionnya,
" Kurang ajar kau Clarissa dasar wanita j*****, " Peter langsung menelepon seseorang.
" Blokir semua tabungan , atm , kartu kredit dan yang lainnya, dan jangan biarkan dia menginjak rumah , kantor dan apartemen lagi, dan putuskan kontrak kita bersama perusahaan Milano, cabut semua investasi kita." Peter menutup telepon.
" akan ku buat kau hancur berani mengkhianatiku, kau tidak tahu siapa aku !" gumam Peter.
Mungkin Clarissa tidak tahu siapa Peter tapi Gibran tahu, Peter adalah orang yang keras dia seperti psikopat, jika ada yang menyinggungnya maka dia kan mati dan bila dia mencintai seseorang maka dia akan memujanya , karena itu Gibran sangat berhati-hati dan mengumpulkan banyak bukti yang akurat agar Peter percaya bila tidak maka Gibranlah atau ayahnya yang menjadi sasaran kemarahan Peter.
Drt....drt...
"Gib..abi vc !"
" ya diangkat lah umi !" kata Gibran , Milla mengangkatnya.
" Hallo , Assalamu'alaikum" Sam tampil di layar dengan wajah berbeda sangat rapi dan tampan .
" Bagaimana sekarang apa aku masih jelek ?" Sam bertanya tapi terdengar seperti sedang menyombongkan diri.
" Kamu tambah jelek , " Milla tertawa.
" Aku senang melihat kau tertawa lepas seperti ini Milla , kau bertambah cantik. Aku rela kau bilang jelek, jika itu membuatmu bahagia !" Sam tersenyum lebar.
" abi, sudah teleponnya, sekarang tanda tangani surat itu !" Gibran mengambil hp di tangan Milla.
" Apa? kenapa masih membahas perceraian abi tidak mau, abi akan perjuangkan cinta abi untuk umi.!"
" ok..kalau begitu . Jika abi bisa hadir saat sukuran 7 bulan kehamilan umi di sini ,akan Gibran pertimbangkan untuk merestui abi dan umi lagi !"
" Benarkah , baik..Apa ? sukuran tujuh bulanan , dan kalian akan melakukannya tanpa abi.. jahatnya , lihat saja abi akan datang .. !!" Sam menutup teleponnya. Dia lalu keluar dari salon dan pulang ke rumahnya dia yakin mereka semua tahu acara itu dan akan datang tanpanya.
__ADS_1
...----------------...