Gibran Si Genius Yang Tersembunyi

Gibran Si Genius Yang Tersembunyi
Bab 67


__ADS_3

Gibran duduk di kantin berenam tentu saja Feli duduk di samping Gibran.


Gibran terlihat banyak bicara, dan tersenyum.


Ada yang terlihat panas dan tidak senang dengan kedekatan Gibran dan Feli siapa lagi kalau bukan Gaby.


Gaby dan kedua temannya menghampiri Gibran.


" Hai Gibran..boleh ikut duduk gak?" Semua melihat ke arah Gaby.


Gibran melihat sekilas tapi tidak menanggapi. timbul ide jail dari Aston.


" Kakak... duduk di sini aja!" ujar Aston.


" Makasih, tapi..." Gaby melirik Feli.


" Fel.. berdiri !" Ucap Gibran.


Gaby senang Gibran menyuruh Cewek itu berdiri. Feli bangun sambil tersenyum pada Gaby.


" Silahkan duduk !" ucap Gibran. Gaby duduk . Geng Angker semua bangun , Gibran menarik Feli dan menggandengnya kemudian mereka semua pergi.


Gaby dan kedua temannya melongo, maksudnya apa nyuruh duduk tapi ditinggal,


" Wah bener Gab, lo kagak diaggap harga diri lo di injak-injak, mereka ngerendahin lo anak pemilik sekolah, enaknya diapain mereka ?" kompor Sisca.


" Kita liat aja, mereka semua anak baru kan ? Kita kasih mereka perkenalan dulu !" Gaby tersenyum licik.


Geng Angker plus Feli sedang berada di taman bel masuk sekitar 10 menit lagi. mereka bersantai dulu di taman.


" Kak Gib yang tadi siapa?" tanya Feli.


" Gak tahu ?" Jawab Gibran. Alvin terkekeh.


" Lo Gib, jadi orang cuek banget 1 tahun lebih lo sekolah di sini, tapi gak kenal cewek itu !" ucap Alvin.


" Kalau dari pengamatan gue, cewek itu pasti punya pengaruh di sekolah ini, soalnya semua kelihatan segen ama día. ntah males berurusan sama dia atau takut ama dia, yang jelas dia punya power di sini ." penjelasan Max menurut pengamatannya.


" Dia anak yang punya sekolah tadi gue liat sekilas, dan gue juga liat dia seperti psikopat . Dua temannya tadi adalah kompornya, yang bikin gadis itu emosi dan membunuh !" Alvin menceritakan aoa yang dilihatnya.


"Dan korban terakhirnya adalah temen sekelasmu Fel, dia pernah ngasih Gibran kue, untung Gibran menolaknya jadi gadis itu hanya diberi peringatan." lanjut Alvin.


" Hati-hati Fel mungkin kamu akan jadi target dia, kami gak bisa selalu bersamamu kelas kita berbeda, tugas kalian twins menjaga Feli kalau di kelas , jangan biarkan Feli keluar sendiri walaupun ke toilet atau di suruh guru. Tolong ya twins kalian juga berhati-hati !" ucap Max.


" Aku bisa mengalihkan perhatiannya untuk sementara, ini juga balasan buat mereka karena udah ngomporin psikopat gila. Biar mereka merasakan apa yang dirasakan korban." ucap Gibran.


" Gimana caranya ?"

__ADS_1


" Aku adu domba mereka, aku akan mendekati kedua perempuan itu, tugas kalian mendekatkan aku pada salah satu gadis itu buat mereka bersaing, Max akan mendekatkan aku dengan Sisca dan Alvin mendekatkan aku dengan Rachel. Aku akan bilang kalau Feli sepupu aku !" Gibran mengatakan rencananya.


" Ok.. setuju, good plan rencana yang bagus !" ujar Alvin.


Aston mencolek Gibran, dan memberi kode untuk melihat Feli. Gibran tahu , sebenarnya dia sedang menahan senyumnya mendengar isi hati Feli, yang mengatakan kalau Feli takut Gibran akan jatuh cinta pada salah satu dari mereka, dia rela terluka asal Gibran gak usah menjalankan rencananya. Feli merasa bisa menghadapi Gaby karena dia sudah punya ilmu bela diri sama anak buah om Al yang kejam padanya sampai Feli disuruh pushup , lari tengah hari, nyelam kolam renang di cuaca dingin . Pokoknya Feli sudah berlatih sama om Al.


Gibran tersenyum pada Feli , Feli tersenyum.


" Ayo kita ke kelas, audah mau bel !" Mereka menuju kelas.


" Twins jaga diri kalian dan titip Feli ya, kami ke kelas dulu !" pesan Gibran setelah sampai di kalas Feli.


Gibran , Max dan Alvin berjalan ke kelas mereka


" Ayo Fel, udah kamu tenang aja Gibran itu setia sama kamu, dari kecil cuma kamu yang di hatinya , ayo duduk !" ucap Aston.


" Jadi kamu orang yang Gibran cintai ." Gumam seseorang pelan ..sangat pelan tidak mungkin ada yang mendengar tapi tidsk untuk Adam dia mendengarnya dan langsung mencari siapa kira-kira orang itu.


Adam mengedarkan pandangannya dia melihat seorang gadis di pojok depan bangkunya , gadis itu sedang memperhatikan Feli.


Dia terlihat lugu, polos ..manis tapi sepertinya perempuan itu menyukai Gibran. Wendy namanya. Adam rasa dia tidak selugu penampilannya.


" Mari kita lihat apa yang akan kau lakukan , aku penasaran !" gumam Adam.


" Apa dam ?" tanya Aston.


Guru sedang menerangkan rumus matematika, Feli nampak gelisah duduknya tidak bisa diam.


" Feli, kenapa ?" tanya Risma teman sebangku Feli.


" Aku mau ke toilet gak tahan !" bisik Feli.


" Ya udah ijin aja ." ucap Risma. Risma mengcungkan tangan kanannya.


" Maaf bu Feli ijin ke toilet ." ucap Risma.


" ya. tapi jangan lama-lama !"


" Iya bu.. tetima kasih ." Feli bangun dan bergegas ke toilet.


Adam mengacungkan tangannya.


" Maaf bu ijin ke toilet , udah gak kuat bu ." drama Adam.


" Kamu tuh ikut-ikutan aja kebapa gak dari tadi kalau gak kuat, awas ya kalian jangan pacaran.


" Aduh bu siapa yang pacaran, permisi bu saya sudah gak tahan.. " Adam berlari keluar mengejar Feli.

__ADS_1


" Dasar remaja , awas kalau ketauan pacaran !" Ucap guru tersebut.


Adam melihat Feli masuk ke dalam toilet wanita, Adam menunggu di depan pintu toilet, dia mengambil ponsel dan memberi laporan pada Gibran kalau saat ini dia dan Feli di toilet.


Begitu Adam menyimpan ponselnya datang Gaby bersama kedua temannya.


" Hai.. kamu yang tadi duduk sama Gibran kan ?" tanya Gaby.


" Iya kak ?"


" kamu lagi apa di sini depan toilet cewek ?" tanya Sisca.


" Sedang nunggu Feli kak ."


" Dih.. manja, ke toilet aja di tungguin !" ucap Sisca.


" Dia gak minta kok, saya yang mau ." ucap Adam.


" enak banget jadi Feli banyak cowoknya." ucap Rachel.


" Feli gak punya cowok, kita ini semua sepupuan dan saling menjaga satu sama lain."


" Oh.. jadi dia bukan cewek Gibran ?" tanya Gaby bersemangat.


" Bukanlah kita semua sepupuan."


" Oh.. baguslah ." Gaby tersenyum senang.


" Malah sepertinya kak Gibran suka salah satu dari kalian ." Adam memulai misinya.


" Masa, siapa ?" tanya Sisca.


" Hm.. gak tahu , keliatan aja beda waktu kalian tadi nyamperin kita. Tapi kak Gibran itu dingin susah ngungkapin perasaan, dia gak bakalan ngomong tapi dibuktikan lewat perbuatan." tambah Adam.


Feli keluar dari toilet.


" Loh Adam , ngapain di sini? kamu nyusulin aku ?" Tanya Feli heran.


" iya.. nanti kak Gibran marah kalau aku biarin kamu sendirian." kata Adam.


" Kak.. permisi kak, ayo dam nanti kita dihukum guru." Feli menarik tangan Adam dan tersenyum pada Gaby dan kedua temannya.


" Mereka sekeluarga ganteng-ganteng dan cantik ya ." ucap Sisca. Dalam hatinya dia berharap dialah gadis yang Gibran sukai.


" Ho oh, kalian mau masuk gak aku kebelet nih." Rachel segera masuk ke dalam. Rachel berpikir kalau Gibran suka padanya dia gak masalah jika kehilangan Gaby atau Sisca.


Mereka selesai ke toilet dan kembali kekelas.

__ADS_1


__ADS_2