
Saat ini Gaby berada di ruang kepala sekolah bersama Kepala sekolah Amir Singh yang ternyata adalah ayahnya , Gaby bukanlah anak pemilik sekolah sebab pemilik sekolah ini adalah Samantha Adelard.
Hadiah dari suaminya saat mereka dulu tinggal di Bali. Tak ada yang tahu kalau Gibran cucu dari pemilik sekolah , Gibran tak menggunakan nama belakang keluarganya mereka hanya mengenalnya sebagai Muhammad Gibran.
Gaby meminta pada papinya agar Sisca dikeluarkan dari sekolah, tapi papi menolak karena tak ada alasan untuk mengeluarkannya .
" Tapi pi, pokonya Gaby gak mau tahu keluarkan Sisca !"
" Tapi alasan apa yang harus papi kasih ke Nyonya Adelard mengeluarkan Sisca , kita tidak boleh asal mengeluarkan siswa , mengerti kamu Gaby !"
" Alasannya karena Sisca memakai narkoba ."
" Maksud kamu ?"
" Ya dia pakai narkoba , sekarang dia tidak masuk karena sedang sakaw, kita geledah lokernya untuk membuktikannya . Apa papih mengerti ?" Pak Amir berpikir lalu dia tersenyum.
" Baiklah untuk anak papih yang cantik ayo kita lakukan razia mendadak pada seluruh siswa dan kamu tahu apa yang harus kamu lakukan , papih akan memanggil guru BK dan ketua osis juga Wakepsek . Sekarang kamu pergilah !" Pak Amir membelai rambiut Gaby.
" Ok , papih sayang terima kasih ." Gaby mencium pipi Papihnya dan pergi keluar.
" Hem.. kau mau mencoba menusukku dari belakang , kau yang akan kutusuk lebih dulu !" gumam Gaby pelan lalu tersenyum licik.
Semua siswa diharapkan kelapang dan berbaris , Wali kelas , ketua dan wakil kelas, ketua osis dan wakil osis , kepsek dan wakepsek serta guru Bk memeriksa setiap kelas juga seluruh loker. Dan ditemukan banyak pelanggaran ada yang menyimpan banyak komik di loker, rokok, dsb, mereka di beri peringatan dan disita barangnya, dan saat loker Sisca dibuka tak ada pemiliknya akhirnya digunakan kunci cadangan yang dipegang kepala sekolah .
Saat dibuka semua terkejut saat menemukan Bubuk putih dalam bungkusan plastik bening kecil.
" Jangan dipegang ! biar saya telepon polisi untuk kemari." Pak Amir menelepon polisi. Dan mereka menutup kembali loker Sisca dan menguncinya.
Razia diteruskan hingga semua selesai , anak-anak masuk kembali kekelas masing-masing.
Polisi datang ke sekolah mengundang perhatian Siswa, setelah diperiksa polisi memyatakan bahwa barang itu adalah sabu dan menanyakan siapa pemiliknya .
Polisi pergi ke alamat yang diberikan pihak sekolah.
Gibran dan Alvin hanya tersenyum tipis, mereka mengetahui siapa pelaku sebenarnya .
" Gue gak nyangka , dia bisa selicik itu !" ujar Alvin.
" Licik bagaimana? siapa?" Tanya Adam, saat ini mereka duduk di kantin karena guru sedang rapat.
__ADS_1
" Siapa lagi kalau bukan psikopat ." ucap Max.
" Oh... gue mengerti jadi ini ulah dia ." kata Adam.
" Tapi kak Sisca tidak masuk , kenapa ya ?" tanya Feli.
" Udah jangan dipikirin, nambah beban kamu aja !" ucap Gibran.
" Iya, mending aku mikirin kamu ." balas Feli.
" Aduh, udah Max kamu gak usah mikirin dia bikin kamu mules aja !" ucap Alvin.
" Iya , mending aku mikirin kamu bikin aku happy ." balas Max.
" uek..uek..Gak jadi deh mikirin lo bikin gue mual !" lanjutnya.
"hahahaha.... " geng angker + Feli semua tertawa .
" Kak, kalau gak ada pelajaran kita pulang aja yuk , ke rumah aku kak !" ajak Feli yang sudah bosan di sekolah.
" Iya , mending kita pulang dari pada buang-buang waktu di sini." Sambung Aston.
" Ayo .. kita pulang , ketemu di parkiran ya, Aston ..Adam jagain Feli !" pesan Gibran.
" Ya Allah kak cuma bentar doang ke kelas ambil tas tar ketemu lagi di parkiran ampe segitunya." protes Adam. Namun ditinggal oleh Gibran , akhirnya mereka semua ke kelas mengambil tas.
Dalam mobil terjadi perdebatan sengit untuk menjenguk Sisca atau tidak .
" Jadi bagaimana jenguk atau tidak, mungkin dia di rumah aakit sekarang. Tadi kulihat gambaran sekilas Gaby menyuruh orang menabrak Sisca."
"Kalau kita jenguk beresiko karena pasti Gaby ada di sana dia akan bertanya dari mana kita tahu Sisca di rawat !" ucap Adam
" Dan polisi akan bertanya apa hubungan kita dengannya, ah.. pokoknya jadi panjang urusannya , jadi lebih baik tidak usah , ok !" tambah Aston.
" Ya.. sudah kalau begitu kita langsung ke rumah Feli !" putus Gibran.
Mobil mereka meluncur melaju ke rumah Feli.
Saat tiba disana , banyak mobil terparkir di halaman rumah Feli.
__ADS_1
" Ternyata di sini ada abi juga yang lain." Kata Gibran .
Mereka turun dan mengucap salam.
" Assalamu'alaikum ." Salam anak-anak . Mereka mendekati para orang tua dan cium tangan
" Wa'alaikumsalam, tumben kalian udah pulang ?" Tanya Fred pada anak- anak .
" Iya, gurunya rapat jadi kuta pulang aja" Jawab Adam.
" Hm.. wangi apa ini , Feli mau ke belakang ah, momy pasti lagi masak !" Feli bergegas ke dapur.
" Gibran, sini ! dady mau bicara sama kamu ." panggil Frederick.
" Iya dad ." Gibran langsung menghampiri dan duduk di samping Frederick.
" Liat Sam ! Pembicaraan mertua dan menantu." King terkekeh.
Frederick tidak memperdulikan ucapan King dan melanjutkan pembicaraannya dengan Gibran.
" Sebenarnya aku merasa aneh membicarakan ini dengan anak kecil , tapi kau pengecualian karena kau anak yang istimewa. Ini rancangan dan perencanaan budget yang dikeluarkan, semua bahan -bahan yang digunakan tertera di situ, kita menggunakan bahan yang berkualitas tinggi untuk menjamin keamanan dan juga tahan lama. Silahkan kau lihat dan pelajari , jika kau sudah setuju kita akan langsung mulai pembangunan. Tapi sebelumnya lebih baik kita ke lokasi proyeknya dulu , bagaimana?"
" Ok , dad . Dari rancangan sih Gibran setuju dengan tata letaknya , bahan bangunan juga ok, budget gak masalah. Kalau ke lokasinya kapan ya dad, bagaimana kalau besok atau lusa ?" tanya Gibran.
" Terserah kamu, lebih cepat lebih baik !" ucap Fred.
"Baiklah dad, kalau begitu besok saja !" putus Gibran.
" Ok..!
" Tara minuman segar sudah datang ala chef Feli. "Feli membawa minuman.
" Dan ini kue-kue cantik buatan Giska dan umi." Giska menyusul membawa kue- kue dalam piring .
Mereka tertawa dan bercengkrama sambil memakan kue yang dibuat istri-istri mereka.
Gibran bahagia melihat semua tertawa, dia menatap Feli dan tersenyum . Tidak akan dia biarkan siapapun merusak kebahagiaan keluarganya dan juga melukai Feli, seperti saat ini tidak akan dia biarkan Gaby menyentuh keluarganya dan orang yang dicintainya.
Gibran sudah memberikan bukti-bukti kepada oma tentang kejahatan Gaby dan ayahnya, biar oma saja dulu yang bertindak karena pak Amir adalah anak buah oma. Saat ini dia akan fokus pada proyeknya membuat sekolah. Besok dia akan pergi ke Bandung bersama dady Fred dan abi, yang lainnya akan tetap sekolah.
__ADS_1