
Suasana di kediaman Wijaya sangat ramai , karena ada keluarga besar Adelard berkumpul kecuali Sam. Ternyata ada perubahan rencana yang tadinya akan berangkat besok , menjadi di majukan jam 8 malam , setelah menerima telepon sekitar pukul setengah 6 sore dari William kalau keberangkatan ke Indonesia menjadi hari ini pukul 8 malam , Bima langsung menyuruh Milla dan Gibran bersiap-siap.
Milla juga menelepon ke Samantha untuk pamit sehingga datanglah mereka semua untuk mengantar kepergian Milla dan Gibran.
Mereka mengadakan makan malam bersama , sebelum perpisahan mami memberi kado, begitu juga papi, Julia dan King bahkan si kembar juga, hadir juga orang tua dari Alvin Filbert yaitu Austin Filbert dan Callista Filbert. Mereka mengantar anak mereka yang ingin memberi hadiah persahabatan untuk Gibran .
Tepat pukul 07.30 Milla dan Gibran berangkat hanya diantar oleh Bima ke bandara. Milla tak sanggup bila semua ikut mengantar ke bandara akan terasa berat kepergiannya.
Di bandara mereka bertemu dengan Maxwell, William dan Joana istri dari William Aitken.
Joana dan Milla berkenalan karena ini pertemuan pertama mereka, William sudah menceritakan siapa Gibran dan betapa anak itu genius, Karena itu dia ingin bertemu dengan Gibran dan ibunya.
Ternyata Milla sangat cantik dan Anggun menurut Joana. Sam memang bodoh menyia-nyiakan berlian.
Pertemuan Milla dan Joana sangat singkat tapi berkesan dan mereka merasa cocok satu sama lain. Max memberikan hadiah persahabatan pada Gibran dia minta maaf hanya bisa memberi ini karena waktu yang mepet tidak sempat untuknya hunting atau membuat kado untuk Gibran.
Pilot menginstruksikan untuk pergi sekarang, walaupun mereka memakai pesawat pribadi tapi tetap saja harus sesuai jadwal yang disepakati, yang sudah di koordinasikan dengan pihak airport.
Akhirnya waktu perpisahan tiba, Maxwell memeluk Gibran.
" Sampai jumpa nanti kawan !" bisik Maxwell.
" Ya.. sampai jumpa nanti , aku tunggu kedatanganmu di Indonesia." balas Gibran.
Mereka lalu masuk le dalam pesawat .
Pesawatpun terbang landas meninggalkan segala luka untuk Milla dan Gibran, meninggalkan belahan jiwa yang telah mengabaikan mereka dan memilih bersama jiwa yang lain.
" Selamat tinggal Sam ini akhir perjuanganku untukmu dan awal perjuanganku untuk anak-anakku, maafkan umi sayang jika nanti kalian jauh dari abi kalian." Gumam Milla seraya mengusap perutnya.
Gibran menatap jendela pesawat , hanya gumpalan putih yang terlihat.
"Selamat tinggal abi, terima kasih atas kasih sayangnya meski singkat tapi berarti buat Gibran. Gibran akan ingat abi selalu , tapi maaf kita tidak bisa hidup bersama jika itu hanya memberi luka dan air mata untuk umi, malaikat Gibran. Semoga abi bahagia dengan pilihan abi , amiin." Batin Gibran.
Gibran cepat menghapus air mata yang sudah terkumpul di pelupuk matanya sebelum dia terjatuh membasahi pipinya, egonya sebagai laki-laki tak terima jika dia menangis.
Ibu dan anak itu sedang sibuk menikmati perasaan yang menyayat hatinya, tak ada keinginan untuk tersenyum atau berusaha saling menenangkan karena mereka pun terluka.
__ADS_1
Sementara Sam yang bingung mencari Milla ke mana hanya muter- muter tak tentu arah memperhatikan jalan berharap menemukan Milla dan Gibran.
Dia teringat Bima, ya Bima yang tadi terakhir terlihat bersama Gibran, Sam langsung melajukan mobil ke rumah Bima.
Sampai di sana terlihat ada mobil maminya dan juga mobil King. Apakah Milla disini?
Sam keluar dari mobil dan melangkah masuk ke dalam perkarangan rumah Bima, Sam mengetuk pintu dan tampak asisten rumah tangga Wijaya . Sam mengatakan ingin bertemu dengan tuan Wijaya, Sam dipersilahkan masuk setelah sang asisten menanyakan pada tuan Wijaya.
Begitu Sam masuk suasana yang tadi ramai menjadi sepi , Sam merasa canggung,
" Sam.. kemarilah kenapa baru datang, apa kau bersama Milla dan Gibran ?" tanya Toni.
" Jadi mereka tidak ada di sini pah?"
" Tidak ada, kenapa kau pikir mereka ada di sini, apa kau tidak menelepon mereka?" tanya Toni lagi.
" Sudah pah tapi mereka tidak mengangkat teleponnya !" Jawab Sam.
" Kenapa mereka tidak mengangkatnya Sam ?" tanya Toni lagi.
" Sam juga tidak tahu pah ,"
" Milla dan Gibran gak ngabarin Sam , pah." Jawab Sam sedikit kesal.
" Apa kau sedang ada masalah dengan mereka Sam ?" Tanya Calvin cepat begitu melihat Toni sudah membuka mulutnya ingin bertanya..
" Tidak pih !" jawab Sam
" Betulkah atau kau yang tidak peka dan tidak merasa bersalah ?" tanya mamih.
" Iya, setau Sam kita tidak ada masalah apapun ."Sam bingung kenapa semua seolah menyudutkannya.
" Kau memang buta kak, bukan saja matamu tapi juga hatimu, kami saja bisa melihat dan merasakan ada yang berbeda dengan sikap Milla dan Gibran beberapa hari ini, mereka lebih menutup diri dari siapa pun dan menjaga jarak denganmu atau kau yang menjaga jarak dengan mereka ?" tanya King.
Sampai kau tidak tahu kalau mereka mungkin merasa di abaikan dan mulai membiasakan diri hidup tanpamu itu sebabnya mereka tak pernah mencari tahu kau ada di mana , sedang apa, berbuat apa, Gibran juga tak perduli ada tidaknya dirimu di rumah, apa kau tidak merasakannya?" lanjut King.
" Mami pernah bertanya pada Milla ada masalah apa karena mami lihat interaksi kalian lebih dingin tidak seperti biasa bahkan Gibran menjadi selalu menempel pada uminya tidak mau jauh dan lebih protektif pada uminya, jadi mami bertanya padanya dan jawabannya cuma tidak apa-apa semua baik-baik saja, tapi mami tidak percaya karena terlihat dari matanya tak ada lagi pancaran bahagia matanya terlihat sedih dan pasrah. Ada apa sebenarnya Sam? bicara sama mami !" Mami mengatakan semuanya dengan berlinang air mata membayangkan apa yang di rasakan Milla.
__ADS_1
Sungguh Milla wanita yang tegar dengan kehamilan kembar 3 dan mengetahui suami selingkuh dia tidak mau menunjukkan kesedihannya. Walaupun Sam anaknya tapi dia tidak membenarkan tindakan Sam .
Sam bingung, apa maksudnya . Kenapa mereka menyalahkan nya , dia bahkan tidak mengerti ada apa dengan Milla dan Gibran dan di mana mereka sekarang.
" Maksud mami apa , Sam bahkan tidak mengerti, memangnya ada apa dengan Milla dan Gibran mereka bahkan tidak pernah cerita ada apa?"
" Kamu jangan pura-pura tidak tahu apa-apa Sam, kamu tidak merasa bersalah sama sekali Sam?" kesal Toni.
" Sam memang tidak tahu apa-apa pah, di mana mereka pah katakan pada Sam !"
Plak...
Anggun menampar Sam. Julia segera membawa twins pergi dari ruangan itu ke kamar Gibran.
" Kurang ajar kamu, bajingan . Kau memang tidak punya hati, manusia tak berperasaan, bisa-bisanya kau selingkuh saat istrimu sedang hamil kembar 3 , istri yang harusnya kau manjakan saat kehamilannya malah kau beri luka yang begitu dalam, ceraikan Milla, ceraikan dia , dan kau.. silahkan kau nikmati kebersamaanmu dengan pelakor itu, jangan harap kau dapat bertemu Milla dan anak-anaknya!" Anggun meluapkan emosinya pada Sam.
"Tidak.. tidak mah , aku tidak mau bercerai dengan Milla sebelum anak-anakku lahir, aku ingin mendampingi Milla melahirkan dan melihat kelahiran anak-anakku, mengadzani mereka, aku sudah kehilangan momen itu saat kelahiran Gibran . Aku tidak ingin melewatkannya lagi." Sam menolak menceraikan Milla.
" Harusnya lo berpikir sebelum bertindak , apakah yang lo lakuin akan menyakiti seseorang atau tidak, apa lagi ini perasaan istri dan anak lo, seharusnya lo juga sudah memperhitungkan dampak dari apa yang lo lakuin, lo bisnis man semua keputusan yang lo ambil pasti penuh perhitungan supaya tidak merugikan dan membuat bangkrut iya kan , begitu juga dengan berumah tangga , kalau mau selingkuh lo harusnya udah memperhitungkan baik buruknya akibat dari tindakan lo, perselingkuhan pasti akan menimbulkan kehancuran buat keluarga lo , fatalnya perceraian dan jauh dari anak-anak." Bima memberi argumen pada Sam.
" Perselingkuhan , tapi gue gak selingkuh Milla tahu gue cinta ama wanita itu, dia bahkan merelakan gue ama dia, Milla akan melepaskan gue, tapi nanti setelah mereka lahir." kata Sam membuat Bima mengepalkan tangannya berusaha menagam emosi agar tidak menonjok bajingan ini.
" Sam berhubungan dengan wanita itu setelah berbicara pada Milla." jelas Sam.
Bugh...Bugh...
Bima tak tahan lagi dan menonjok Sam .
" Lantas untuk apa kamu ke sini dan mencari Milla serta Gibran , pergi !! mulai sekarang kamu bukan menantuku lagi. Tunggu saja panggilan dari pengadilan !"
" Pergilah Sam.. pergi jauh-jauh dari hidup adikku, PERGI !!!!.Bima berteriak.
Samantha menangis dalam pelukan suaminya, Anggun juga menangis dalam dekapan Toni.
King mendekati Sam dan menariknya keluar.
" Pulanglah dulu Sam , tenangkan dirimu dan renungkanlah semua kesalahanmu, jika kau menganggap yang kau lakukan tidak salah, lo bener- bener bajingan kak, dan gue anggap lo bukan keluarga gue lagi."
__ADS_1
...****************...