
Mobil Sam memimpin mengikuti GPS .
" Abi... titiknya berhenti , di mana itu Ax ?" tanya Max.
" Sebentar Aston sedang berusaha Aston bukan kak Gib yang langsung bisa pakai satelit NASA jadi jelas melihat sampai ke lubang semut sekalipun." Ucap Aston.
" Dih.. anak kecil baper ."
" Ini sudah ada, kita perbesar dulu gambarnya."
" STOP... pak....kita minggir dulu !" pinya Alvin.
" Max kamu bawa nyamuk kak Gib gak? " tanya Adam.
" Sebentar...." Max mencari di kantong belakan jok sepertinya dia menyimpan di situ.
" ini ada 2, kamu bisa Ax mengontrolnya ?"
" Ya..aku bisa , simpan biar ku sambungkan dulu, "
Sam hanya mengamati apa yang mereka lakukan. Seumur mereka dulu dia masih bermain lego dan tamiya atau sepatu roda. Anak zaman now memang berbeda, efek gadget.
Nyamuknya terbang , Nyamuk itu mengarah pada rumah sederhana tapi luas. Aston mengarahkan nyamuknya ke sekeliling rumah itu untuk mengetahui siuasi disekitar rumah , lalu masuk lewat lubang angin di belakang rumah Adam sedang menulis di kertas rupanya dia sedang membuat denah rumah itu.
Nyamuk terus terbang terlihat banyak orang di ruangan yang besar ada sekitar 15 orang. Mereka sedang mengobrol , tidak terlihat di mana Gibran dan Feli. Aston membesarkan suaranya dan memisahkan kedua nyamuk itu, nyamuk itu untuk sementara LDR , yang satu di biarkan bertengger di lemari dan yang satu terbang mencari Gibran Layar itu juga terbagi 2, Max dan Adam memperhatikan nyamuk yang bertengger sedangkan Aston dan Alvin menelusuri rumah itu melalui mata nyamuk. Ada sebuah kamar yang kelihatannya terkunci dari luar larena kuncinya menggantung, nyamuk itu masuk melalui lubang angin di atas pintu.
" Kak Gibran , Feli.." Terlihat Gibran dan Feli yang sedang duduk di lantai.
Gibran terlihat menatap ke arah nyamuk dan tersenyum.
" Kenapa lama sekali kalian baru datang , ternyata kau tak sepintarku Ax." Gibran tersenyum sinis.
" Wah.. Kak Gibran tidak berperasaan sudah di tolong malah ngatain , ya ya aku tak sepintar dirimu tapi jika tidak ada aku mungkin kau akan semakin lama dibebaskan !"
" Udah gak usah baper, tahu sendiri kak Gibran orangnya kaya apa kadang emang nyebelin. Dia itu sangat menunggu kedatangan kita makanya seneng pas liat kita datang ." ucap Alvin terkekeh.
" Seneng tapi kok ngeledek !" balas Aston.
" Aku akan bertanya kalau iya nyamuknya terbang ke atas dan ke bawah , kalau tidak.. nyamuknya berputar-putar." Kata Gibran
Nyamuk itu turun naik .
" Apakah kunci pintu menggantung di luar" nyamuk naik turun.
" Apakah di luar pintu ada yang menjaga ?" nyamuk berputar.
" Apa aku bisa keluar sekarang ?"
" Bagaimana Max situasi aman kalau Kak Gibran keluar ? aman mereka sedang rapat menelepon dengan seseorang di telepon. Kelihatannya orang itu dalam perjalanan.
" Kak Gib bisa keluar lewat pintu belakang di sana aman ."
" Ok !"
Lalu nyamuk itu naik turun. Gibran segera menyelipkan kertas koran yang dia temukan ke bawah pintu , setelah separuhnya berada di luar Gibran mendorong kunci dengan paku besar yang ada di ruangan. Kunci terjatuh Gibran lalu menarik kertas koran itu dan kunci ikut terbawa.
__ADS_1
Gibran menarik Feli.
" Fel, kamu berjalan di depan kakak jangan melihat ke belakang dan ikuti nyamuk itu ya , dia akan menunjukkan jalan keluar dan persembunyian yang aman. kalian awasi Feli baik-baik , ayo !" Gibran membuka pintu dan menguncinya kembali dua kembiarkan kuncinya tergantung lalu mereka mengikuti nyamuk itu. di dapur pintu terkunci Gibran berusaha membukanya menggunakan jepit rambut dan paku tadi. Pintu terbuka Feli keluar lebih dulu, mengikuti instruksi Gibran untuk tidak melihat ke belakang dan mengikuti nyamuk itu Feli terus berjalan.
Gibran tidak keluar dia menyalakan kompor dan memanaskan paku, tangannya memakai koran untuk memegang paku agar tidak panas. setelah paku itu memerah cukup lama , Gibran mematikan kompor dan menusuk selang gas yang terbuat dari karet itu sambil digetok menggunakan palu yang di temukannya di dekat tabung gas. Selang itu akhirnya bolong. Gibran tersenyum sinis, lalu dia bergegas keluar dan menutup pintu. Gibran berlari secepat yang dia bisa.
Feli bersembunyi di bawah pohon berjarak 50 meter dari rumah itu. Nyamuk segera terbang menghampiri Gibran .
" Hah..hah.. di..mana .Feli..hah ?" Gibran bertanya dengan nafas yang ngos-ngosa karena lelah berlari .
Nyamuk terbang menuju Feli , Feli langsung memeluk Gibran.
" Aku takut kakak kenapa-napa, Syukurlah kakak baik-baik saja."
" Alhamdulillah , ayo kita harus segera pergi.
lalu mereka pergi ke tempat di mana mobil itu berada, bertepatan dengan datangnya seseorang dan masuk ke dalam rumah.
Di mobil itu Max dan yang lainnya melihat orang itu masuk .
" Itu dia Hans , jadi dia yang menyuruh mereka menculik Gibran, ternyata di sini juga dia punya jaringan."
" Baguslah kalau dia datang sekali dayung dua pulau terlampaui."
Pintu mobil terbuka masuklah Feli dan Gibran.
" Abi.. Feli takut ." Feli memeluk Sam.
" Alhamdulillah kamu selamat sayang, coba abi lihat ." Sam melihat apakah ada luka di tubuh Feli.
" Syukurlah , abi harus bilang apa sama dady kamu kalau kamu terluka."
Terlihat Hans mengeluarkan cigaret dan anak buahnya menyalakan api .
DOOOOR.....DOOOOR.
Terdengar 2 kali ledakan besar. dan nampak api melalap rumah itu.
" Gibran apa yang kau lakukan ?" Tanya Sam.
" Apa ? aku tidak melakukan apa-apa."
" Itu ..kenapa rumah itu meledak , apa yang kau lakukan pada rumah itu?"
" Aku tidak tahu, aku di sini dari tadi abi liat sendiri. Apa memangnya yang bisa dilakukan anak kecil sepertiku !"
" Abi tidak percaya padamu, ayo kita pergi sekarang nanti orang curiga kita yang melakukannya."
Mereka pergi dari rumah itu, api semakin besar melahap rumah itu.
"Kita tidak menelepon pemadam?" Tanya Feli.
" Tidak kalau kita nelepon nanti mereka curiga pada kita karena di tempat sepi seperti ini apa yang sedang kita lakukan ."
" Iya sih ," kata Feli.
__ADS_1
Gibran mendengar pikiran -pikiran abi dan semua yang ada di mobil, mereka bertanya-tanya apa yang sudah Gibran lakukan, Bagaimana Gibran melakukannya. Gibran tersenyum, dalam hatinya dia berkata hanya Tuhan yang tahu.
Mereka sampai di rumah Feli berlari ke dalam.
" Umi..umi..," Feli memanggil umi begitu melihatnya Feli langsung memeluk umi.
" Umi Feli takut, Feli diculik untung ada Kak Gibran yang jagain Feli."
" Sst sayang ..Alhamdulillah kalian selamat, umi cemas sekali begitu di beri tahu om Willy."
Cup..umi mencium kening Feli.
" Hallo 3G kakak senang bisa melihat kalian lagi, kalian tahu tadi kakak diculik........." Geli bercerita pada 3G , 3G memperhatikan Feli kadang mereka tertawa.
Sam menghampiri Milla dan mengajak Milla duduk dia bercerita apa yang dialaminya tadi, betapa kagum dia dengan anak-anak. Sam juga takut tidak bisa bertemu Gibran lagi.
Sementara Geng Angker menarik Gibran ke kamar mereka ingin bicara padanya.
drt..drt..
Hp Sam berbunyi memotong percakapan Sam dan Milla. Sam pergi ke ruangan kerjanya.
" Hallo.. Fred ."
" Bagaimana anakku apa dia baik- baik saja ? aku akan ke Indonesia sekarang bersama istriku."
"Alhamdulillah.. mereka baik-baik saja tenanglah , kau mau bicara dengannya ? "
" Tidak, aku ingin memberinya kejutan, tapi betul dia baik -baik saja tidak terluka?"
" Tidak anakku menjaganya dengan baik, dia tidak akan membiarkan seseorang melukainya."
" Ya.. tapi tetap saja Sam apa yang bisa dilakukan anak kecil ?"
" membom rumah markas mafia "
dalam hati Sam.
" Apakah kau sudah berangkat, apa yang lain ikut?"
" Aku sedang ke bandara , aku tidak tahu yang lain ikut atau tidak , aku sudah mengajak tapi belum ada jawaban."
" Kalau bisa kalian semua ke sini, ku rasa keadaan sudah aman, Hans sudah mati terbakar."
" Benarkah , bagaimana bisa?.. Sam nanti lagi kita bicarakan aku sudah sampai bandara, rahasiakan kedatangan kami ok, aku ingin membuat kejutan untuk Feli."
" Ok..hati-hati di jalan aku tunggu kalian ...."
Tut..tut..
" semoga selamat sampai tujuan.." gumam Sam .
Sam kembali ke ruang keluarga , diam-diam dia memfoto Feli dan mengirimkannya pada Frederick.
Sam ke dapur dan memanggil kepala pelayan untuk menyiapkan kamar makanan untuk tamunya besok dia berjaga-jaga siapa tahu mereka semua ikut. Sam juga meminta disiapkan makanan dan kamar bodyguard , mereka pasti membawa bodyguard.
__ADS_1