Gibran Si Genius Yang Tersembunyi

Gibran Si Genius Yang Tersembunyi
Bab 78


__ADS_3

Hari ini 3G dan Sam pulang ke Bali. Feli dan Geng Angker tetap di Bandung menemani Gibran bersama Milla . King dan Julia sudah kembali ke London begitu juga William dan Austin beserta istri-istrinya. Hanya Frederick dan istrinya yang di Bandung untuk menyelesaikan proyek sekolah Gibran.


Masing -masing orang tua mengirimkan 3 bodyguard kepercayaannya untuk menjaga anak-anak mereka. Kecuali Gibran bodyguardnya berjumlah 10 orang mereka semua adalah ahlinya bela diri dan juga sudah dilatih kemampuan mengenali musuh , menembak, dsb . Mereka adalah bodyguard dari perusahaan Gibran dan Alinski. Banyak Pejabat , artis, tokoh terkenal yang menyewa mereka , bahkan sampai keluar negeri, bodyguard Gibran juga diharuskan bisa berbagai macam bahasa minimal 4 bahasa selain Indonesia . Yaitu Inggris, Mandarin, Jepang dan Amerika Latin.


Gaji mereka tentu sesuai dengan keahlian, resiko , dan kerja keras mereka.


" Sayang abi pulang dulu bersama 3G ya, kamu baik-baik di sini bersama umi, makan yang banyak biar cepat sehat." Pesan Sam pada Gibran.


"Gimana mau makan banyak, mau ini gak boleh , itu gak boleh...cuma makanan rumah sakit aja !"


" Ya kan makanan rumah sakit itu tinggi protein dan kalsium yang bagus buat tulang biar cepat tersambung dan padat . Bukan cuma karbohidrat yang bikin kenyang doang." ucap umi .


" Iya kak, makanan rumah sakit itu disesuaikan dengan penyakit dan kebutuhan asupan gizi pasien , kakak jangan ngeluh kan buat kebaikan kakak juga biar cepat sembuh. " Kata Feli.


" Tuh dengerin kata pacarmu." ledek Sam.Semua tertawa.


" Kenapa tertawa ? Feli kan bener !"


" Iya sayang.. kamu bener, abaikan saja mereka ya. Sini duduk sini !" Gibran menggeser tubuhnya dan menepuk pinggir kasurnya, memberi kode agar Feli duduk di sampingnya.


" Mulai ngebucin ! dah abi mau berangkat aja ayo 3G !" Sam mendekati Gibran dan mencium keningnya , di ikuti oleh 3G.


" Kalian juga jaga kesehatan ya jangan lupa makan . Abi titip Gibran ya.." Pesan Sam pada anak-anak . Mereka mencium tangan Sam.


Sam pergi diantar Milla ke depan.


Tinggal geng Angker + Feli yang menemani Gibran.


" Feli tolong dong ambilin minum!"


" Ini kak ."


" Makasih ." Gibran tersenyum lebar pada Feli. Feli tak bosan melihat Gibran yang menurutnya paling tampan sedunia.


" Iya tampan ."


" Hahahaha" Suara tawa serempak terdengar di kamar Gibran.


" Makasih sayang , kakak memang tampan !" senyum Gibran semakin lebar.


Feli tersadar akan ucapannya , wajahnya langsung tersipu malu. Gibran menyerahkan kembali gelasnya pada Feli setelah minum.


" Ya ampun Fel, lo itu gemesin banget tau !" Aston tersadar ucapannya lalu melirik Gibran .


Doeng.... Gibran sedang melotot ke arahnya.


" Peace kak, reflek !..gak maksud apa-apa , Feli nyebelin kak, gak jadi gemesin...peace !" ralat Aston cepat.

__ADS_1


" Mampus lo, dah tau pawangnya protektif , cemburuan , ngomong sembarangan." Adam menertawakan adiknya.


Feli menyimpan gelas di meja, ia bangun berniat pindah. Tapi Gibran menahannya.


" Mau ke mana, udah sini aja. pijitin kepala kakak ."


" Iya kak..!"


" huh..bucin terus !" Ledek mereka, Feli menjulurkan lidahnya membalas ledekan mereka.


" Biarin wek , daripada situ gak ada yang dibucinin !"


" Udah ..biarin mereka ngebucin yang penting Gibran happy, Gimana masalah semalem ?" Tanya Max.


" Nanti uncle ke sini membawa dia. Kalian bawa alat yang gue pinta ?"


" Ini ! untuk apa ?" tanya Aston.


" Lo udah bisa kan Ax mengoperasikannya ?" Aston mengangguk .


" Kalau begitu lo yang tangani ini , saat dia nanti di sini , lo masukkan alatnya , Nanti gue akan suruh uncle melepaskannya. Dia pasti akan laporan pada Bosnya. Jadi kita tahu siapa di balik semua ini . Kalian berpura -puralah menonton video dengan head set agar mereka tidak curiga !!"


" Siap bos." Aston dan Adam mengeluarkan Laptop, dan nyamuk kecil buatan Gibran. Ia mulai mengeset nyamuk itu.


" 3 nyamuk terbang sudah siap !"


" Ok !"


" Oh iya lupa pasang head set. " Adam memakai head set begitu juga Aston.


" Feli nanti kalau mereka sudah datang kamu bersembunyi di kamar mandi yah atau di balik tirai itu , atau kamu mau di kamar sebelah ? tidak.. jangan di kamar sebelah aku tidak bisa mengawasimu. Ah... iya , tolong ambil hp ku !"


" Ini " Gibran mengambil ponselnya lalu mencari drakor kesukaan Feli.


" Ini kamu sembunyi dikamar mandi sambil nonton drakor pakai head set, jangan membuka sembarangan karena hp ku memakai kode ..ok !"


" Iya kak ."


Gibran memencet tombol, pada jam tangannya . Masuklah beberapa bodyguard.


" Ada apa bos ?"


" Tolong pindahkan sofa ini ke kamar mandi !" Bodyguard saling melirik, lalu mereka mengangkat single sofa bersama-sama.


Mereka mengatur letak sofa di kamar mandi sesuai permintaan Feli.


" Ada lagi bos ?" Tanya mereka.

__ADS_1


" Simpan makanan dan minuman di kamar mandi , meja kecil itu juga simpan di kamar mandi !"


" siap bos !" Mereka segera memindahkan meja kecil lalu menyimpan minuman dan makanan di atas meja.


" Sudah bos !"


" Ok.. thankyou. Kalian boleh kembali dan tolong bertugas dengan baik !"


" Siap bos !" Mereka kembali ke luar.


" Feli nanti kalau mereka datang , kamu di kamar mandi ya, aku tidak ingin penjahat itu melihat kamu dan menjadikan kamu sasaran mereka, jangan khawatir aku sudah siapkan sofa meja makanan dan minuman agar kamu nyaman dan tidak kehausan. Kamu nonton drakor aja pake head set , jangan bersuara sayang ..Ok !"


" Ok !" Feli tersenyum.


" Kak Gib ..mereka datang !" lapor Aston.


" Ok.. ayo sayang cepat ke kamar mandi, bawa ini !" Gibran memberi selimut. Feli bergegas ke kamar mandi.


" Pikiran mu Gib, selalu ingin melindungi orang yang kau sayang."


" Kalian dan mereka adalah orang penting dan berharga bagiku melebihi nyawaku sendiri. Aku akan menjaga dan melindungi kalian semampuku !"


" Kami pun akan menjagamu sekuat tenaga kami, kami semua mencintaimu !" balas Alvin.


" Ueeek !" Gibran dan yang lainnya pura-pura ingin muntah dan mereka tertawa.


" Jijik banget gue dengernya !" ucap Alvin .


Hahahaha..


Suara tawa terdengar di ruangan itu.


Ceklek


" Halo .. uncle sudah bawa orangnya Gib ." ujar Al begitu masuk.


" Terima kasih uncle. " Geng Angker memperhatikan pria itu dengan seksama . kecuali Twins yang berpura -pura sedang asyik menonton film. Kadang mereka tertawa , kadang wajah mereka serius.


Alvin menerawang orang itu. Gibran membaca pikirannya kadang Gibran juga masuk dalam pikiran Alvin untuk melihat apa yang dilihat Alvin pada Pria itu.


Gibran juga kadang tak sengaja mendengar suara Alinski.


Max yang bertugas menginterogasi pria itu.


Pria itu merasa merinding melihat tatapan anak-anak ini, walaupun masih kecil tatapan mereka serasa langsung menusuk ke jantung auranya menyeramkan.


Alinski juga merasakan aura itu. Ia tersenyum tipis. Sesuai dengan namanya Geng Angker. Tatapan mereka membuat merinding, pikirnya.

__ADS_1


__ADS_2