Gibran Si Genius Yang Tersembunyi

Gibran Si Genius Yang Tersembunyi
Bab 63


__ADS_3

" Hallo Assalamu'alaikum bim, ada apa? "


" Sam .. pemimpin mafia itu kabur, udah tar gue kirim fotonya, lo hati-hati Sam gak ada yang tahu dia di mana ."


"Sh** , lantas bagaimana yang lainnya apa kalian baik-baik saja ?"


" Ya Alhamdulillah kami semua baik-baik saja , Al menyerbu markasnya dia hanya luka ringan dan pemimpin tiger tertembak tapi dia bisa kabur. Bagaimana dengan Milano."


" Kami menyerbu markasnya bersama Brimob dan Buser, gue gak ikut anak-anak ngelarang . Milano tertembak begitu dia si bawa ke rumah sakit dia meninggal di tengah jalan ,"


" Sukurlah kita tinggal fokus sama Hans pemimpin Tiger."


" Ok, gue rasa gue akan mengajak ank-anak keluar untuk jalan -jalan di sekitar Yogya aja , gue akan bawa mereka ke Borobudur."


" Iya bro ajak aja mereka jalan-jalan besok kasian mereka."


" Ok.. gue tutup dulu bye, assalamu'alaikum ,"


Bagaimana ini , semoga Hans cepat tertangkap, kenapa masalah tidak selesai - selesai .


" Anak- anak bagaimana kalau besok kita jalan -jalan ke Borobudur ?" tanya Sam.


" Mau abi.. ." jawab mereka.


" Besok kalian bangun pagi biar kita ke sananya masih adem gak panas ok !"


" Ok..abi ." Jawab anak-anak kompak.


Gibran tidak terlalu bersemangat dia tahu abinya sebenarnya sedang gelisah karena pemimpin mafia tiger berhasil melarikan diri, Hans namanya dan dia juga sekilas mendapat gambaran tentang wajah Hans.


" Gib kamu kenapa, kamu gak suka jalan-jalan ?" tanya Max.


" Gak kok, aku suka !" Gibran tersenyum.


" Tapi kamu seperti gelisah , ada yang kamu cemaskan?"


" Tidak, aku tidak apa-apa ." Gibran.


" Kau pikir dengan siapa kau bicara !" Tekan Max.


" Dengan Max."


" Kau pikir aku percaya apa yang keluar dari mulutmu, sementara gerakan badanmu berbeda !"


" kau tidak akan percaya ."


" Lalu ?"


" Entahlah hatiku tidak enak, dan biasanya hatiku tak pernah salah ." Gibran memberi alasan .


" Semoga itu bukan pertanda buruk, kita berdo'a saja ."


" Ya .. semoga Max." Tapi ini buruk Max lanjut Gibran dalam hati.


...---------------...

__ADS_1


Pagi ini suasana begitu ramai , anak-anak semangat karena mereka akan pergi jalan - jalan setelah sekian lama mereka berada di sini.


" Kalian semangat sekali jam 6 pagi tapi semua sudah tampan dan cantik , kalian mau ke mana ?" Tanya Sam menggoda .


" Borobudur !" Teriak anak-anak.


" Oh.. ya dengan siapa kalian ke sana , abi tidak bisa karena ada pekerjaan ."


" Abi .. jangan begitu, abi sudah janji !" Protes Aston.


" Iya.. abi laki-laki itu yang dipegang janjinya ." sambung Adam


" Oh.. bukan kerisnya ?" Timpal Sam.


" Sam... !" Milla menegur Sam yang duduk di sampingnya.


" Hahaha tenang sayang mereka tidak akan mengerti ." bisik Sam pada Milla.


" aku dengar abi , mengerti apa?" ceketuk Adam.


" Hah.. tidak apa-apa ." Bagaimana dia bisa mendengar duduknya saja berseberangan dan dia di ujung. batin Sam.


Gibran langsung menatap Adam. Benar juga kata abi mana mungkin Adam bisa dengar suara abi berbisik dia aja yang di samping abi tidak dengar kalau bukan dari pikiran.


" Abi .. Jadikan perginya ?" tanya Max.


" Iya .. asal kalian habiskan makanannya agar kalian kuat jalan-jalannya, jadi kalian tidak akan jajan di sana ."


" Abi pelit sekali , tenang saja kita bawa bekal sendiri aku bawa uang 3 juta cash di dompet ." Ucap Aston.


" Aku bawa 5 juta , siapa tahu aku mau beli oleh-oleh." ucap Alvin.


" aku cuma satu juta , tapi aku bawa black card ." Max berkata sambil makan.


" Kalau itu aku juga bawa !" teriak yang kain kompak.


" Feli cuma bawa 500 ribu. " kata Feli sedih.


" Gak apa-apa simpan saja uang Feli jangan dipakai, nanti kalau Feli mau beli sesuatu minta aja sama kak Gibran ya." kata Gibran.


" Cie...cie...cie ." Semua meledek Gobran dan Feli.


" Iya kak..." ucap Feli.


" Aduh.. kalian ini jangan bawa uang banyak-banyak , bahaya . Sekarang gini, simpan kartu kalian di rumah , uang di dompet taro 500 ribu aja , buat pegangan kalian, kalau mau beli sesuatu bilang sama abi semua abi yang tanggung. Ayo cepat ke kamar simpan uang dan kartu kalian!"


Semua ke kamar dan menyimpan kartu mereka tapi tidak dengan uangnya, mereka memecah uang tersebut dalam saku celana yang ada seletingnya. Gibran juga menyuruh mereka memakai jam tangan baru yang ada GPS nya dan tombol darurat untuk mengirim sinyal bahaya, Jam tangan ini juga dilengkai kamera dapat merekam suara maupun video. Jam tangannya terlihat seperti jam tangan biasa yang harganya murah agar tidak menarik perhatian.


Mereka berangkat pukul setengah tujuh lebih 10 menit. Milla membuat bekal untuk mereka semua total ada 20 orang bersama para bodyguard. Bodyguard yang bertugas membawa bekal dan salin untuk anak-anak. Milla juga mengingatkan mereka agar tidak menonjol dan berpakaian santai . Satu anak di dampingi 2 bodyguard, yang lainnya fokus mengamati situasi sekitar mereka.


Mereka sudah sampai di Borobudur.


" Wah.. ini Borobudur lebih besar dari yang ku bayangkan tidak heran kenapa masuk salah satu keajaiban dunia." Alvin begitu senang biasanya dia hanya melihat di internet .


" Ya.. ayo kita telusuri Borobudur." Aston menanggapi.

__ADS_1


" Kids.. ingat jangan jauh-jauh dari abi dan jangan memisahkan diri kita berangkat bersama-sama."


" Iya abi."


Mereka naik ke atas menelusuri candi- candi , mereka berfoto ria, kadang merekam video dan dikirimya pada grup orang tuanya. Bodyguard setia mengikuti mereka.


" Kak.. aku mau pi , udah kebelet."


" Ya.. udah ayo kakak antar ." Gibran ijin ke abi.


" Abi Gibran mau antar Feli ke toilet."


" Iya jangan lama-lama dan hati-hati. Kalian ikuti mereka terus jangan jauh dan jangan lengah ," kata Sam pada Gibran dan ke empat bodyguardnya.


Sudah setengah jam tetapi Gibran dan Feli belum kembali. Sam gelisah dan memanggil bodyguard yang lain untuk memeriksanya.


Sementara Max , Al, Ax dan Adam melihat jam tangan mereka berkedip itu tanda SOS. Mereka berlari ke mobil di ikuti bodyguard.


Sampai mobil mereka masuk, dan menyuruh bodyguard untuk berjaga di luar dan jangan mengintip, mereka membuka semua jendela agar ada oksigen dan tidak panas.


Ax membuka laptopnya dia mencari GPS Gibran dan Feli. Mereka menemukannya, di layar ada dua titik yang berjalan bersamaan.


" Panggil abi kita harus segera mengikuti mereka ."


" Boys , kalian di sini rupanya . Gibran dan Feli hilang , para bodyguard pingsan ." Sam tiba-tiba datang dengan terengah-engah , mengira mereka juga hilang.


" Kami tahu abi, cepat abi masuk kita ikuti jejak Gibran dan Feli !"


" Apa bagaimana kalian tahu ?" Sam masuk juga supir mereka. Bodyguard masuk ke mobil yang lain


Adam memberi tahu Sam tentang jam tangan itu.


" Lagi-lagi Gibran dia telah mengantisipasi semuanya, semoga mereka baik-baik saja dan tidak dilukai. Andai abi tidak mengajak kalian ke sini . " Sesal Sam.


" Tidak abi, bukan salah abi. Tenanglah Gibran itu anak hebat, dia pasti bisa mengatasi penjahat itu dan selamat." Max memberi semangat.


" nyalakan bluetooth mobil bi, dan ikuti 2 titik itu."


Sam mengikuti perintah Ax.


" Cepat pak ya tapi tetap hati- hati."


" Kita tidak bisa lapor polisi , belum 24 jam ."


" Kita tidak butuh polisi bi, nanti saja setelah mereka tertangkap baru panggil polisi.


" Ya litlle rangers ."


...----------------...


Terimakasih untuk semua pembaca setia . terimakasih juga untuk like dan komen-komennya yang membangun maaf kalau cara penulisan saya masih ada yang tidak berkenan dan suka typo. Terimakasih untuk gift dan votenya.


💞Love you full😚😚


Saya buat cerita baru mampir juga ya judulnya" Dilema Cinta." tentang poligami gitu , "istrinya koma setelah melahirkan ketika sadar suaminya sudah menikah lagi mereka terpaksa tinggal satu atap " itu sinopsis singkatnya, dan cerita ini saya ikutkan dalam lomba You Are A Writer season 6 mohon dukungannya ya juga saran dan kritik membangunnya terimakasih 💝

__ADS_1


__ADS_2