Gibran Si Genius Yang Tersembunyi

Gibran Si Genius Yang Tersembunyi
Bab 55


__ADS_3

Semua berkumpul di ruang keluarga yang besar , hanya ada beberapa sofa meja dan tv yang ditempel di dinding tak ada pajangan guci atau barang yang akan berbahaya bagi babies.


Gibran duduk di sebelah kanan uminya dan Sam duduk disamping kiri Milla. Semua mengucapkan selamat , dan mendo'akan yang terbaik untuk triplets .


" Sam apakah kau sudah ada nama untuk mereka ? " Toni bertanya.


" Sudah ada sih pih tapi Sam mau mengumumkan nama lengkapnya nanti saja ketika mereka sudah berkumpul dengan kita."


" Inisialnya aja Sam , bocoran dikit ,"


" ok.. panggil aja baby 3G oh...dengan Gibran jadi 4G." jawab Sam.


" Hp kali 3G 4G... " celetuk Bima terkekeh.


" lengkapnya nanti saja saat mereka sudah kumpul bersama kita." Sam tidak menanggapi perkataan Bima.


"uncle bolehkan nanti kami main sama 3G eh salah 4G plus kak Gibran ," Aston meralat ucapannya.


" Tentu sayang boleh tapi kalian harus jagain baby 3G ya mereka masih kecil harus disayang, dijagain, ...ok ?" Sam membelai rambut Aston.


" Ok..uncle kami pasti akan sayang baby 3G , kami pasti bakal jagain !" ucap Aston ceria.


" Bima kamu beli rumah ini kok gak bilang papah, terus berapa kamu beli?" Bima bingung menjawab pertanyaan Papahnya. Bima melirik Gibran .


Yang dilirik tidak perduli dan hanya bersandar di bahu Milla.


" Bukan Bima yang beli , Bima uang dari mana 10 Miliar ," perkataan Bima terakhir menarik perhatian .


" APA ? 10 MILIAR !" Ucap mereka semua kompak.


" Siapa yang beli 10 Miliar tidak mungkin kamu Bim, papah tahu kamu kere gak mungkin punya uang sebanyak itu ," Bima langsung memutarkan bola matanya. Papahnya memang suka sekali menjatuhkan harga dirinya.


" Tuh yang beli , lagi gelendotan ma emaknya !" tunjuk Bima dengan dagunya pada Gibran.


" APA ?" Hari ini mereka dibuat shock berkali-kali.


" Betul Gibran kamu yang beli?" tanya grandma.

__ADS_1


" Iya ," jawab Gibran . Milla , dan King tidak terkejut lagi mereka tahu bahwa Gibran punya kemampuan untuk berbisnis. King juga tahu bahwa Gibran bekerja sama dengan ayahnya Max, perusahaan Aitken.


" Dari mana kamu tahu rumah ini dijual ?" Opa juga penasaran dia tidak menyangka cucunya bisa beli rumah dengan harga 10 miliar , dari mana dia dapat uang itu.


" Rumah ini tidak di jual, tapi uncle Bima yang membujuk untuk menjualnya ." Bima yang merasa namanya disebut Gibran sudah merasa bahwa sebentar lagi dia akan di buly.


" Pantas harganya mahal Bima yang nawar ," Tuh kan siapa lagi kalau bukan King yang semangat membulinya.


" Kamu Bim, gunakan keahlianmu sebagai pengacara untuk berdebat kamu ini gimana sih!" Mamah nya memang seperti ibu tiri yang selalu memojokkannya, di bilang cinderella masa iya ada laki-laki jadi cinderella.


" Kalian bayangin aja mereka baru menempati rumah ini 1 bulan , mereka tadinya kekeuh tidak mau menjual rumahnya dan kita maksa dia pindah dengan alasan ada ibu hamil ngidam mau beli rumah ini , akhirnya mereka mau tapi dengan harga segitu, mungkin mereka berharap kita tidak mampu beli jadi mereka tidak usah pindah, eh .. ternyata tuan Gibran sang Milyuner menyanggupi dan suruh mereka pindah sore itu juga dan hanya diberi waktu 3-4jam untuk pindah dan mengosongkan rumah, kebayang gak tuh.. gak mungkin kan , tapi Gibran membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin dia kirim beberapa truk dan orang untuk membantu mengangkut barang berat." Bima menceritakannya dengan menggebu-gebu.


" Wah .. cucu opa memang hebat. "


" Kak Gibran keren .." Puji twins.


" Terima kasih sayang, seharusnya abi yang membelikan rumah untuk kalian bukan kamu." ucap Sam.


" Gibran membeli rumah ini juga dadakan, karena umi melahirkan di luar jadwal jadi semua terburu-buru. Gibran mau setelah mereka lahir , mereka mendapat tempat yang nyaman, bukan berarti rumah yang kemarin tidak nyaman hanya kurang luas. Gibran ingin adik-adik Gibran mendapatkan yang terbaik." Milla membelai pipi Gibran dan memeluknya.


...----------------...


Kini triplets sedang dalam perjalanan yang menjemput babies adalah oma opa ,grandpa grandma dan abi umi.


King dan yang lain menyiapkan penyambutan. Ada juga keluarga Aitken, Aldrich dan Filbert mereka datang kemarin. Mereka diberitahu oleh King begitu babies dilahirkan tapi mereka belum bisa datang karena jadwal yang penuh.


Gibran sedang berkumpul bersama Maxwell Alvin Aston Adam dan Feli. Mereka bermain game, Feli hanya memperhatikan walau kelihatannya ngebosenin asal ada Gibran Feli jadi betah.


Gibran yang peka langsung menghentikan permainan dan mengajak mereka ke depan menunggu triplets.


Saat sedang berjalan hp Gibran berbunyi Gibran mendapatkan chat via WA dari seorang suruhannya,


xxxx1


Dia kabur dari penjara kami sedang mencarinya , hati- hati.


Gibran

__ADS_1


Ok.. thanx.


Chat dari Gibran bukan hanya sekedar ucapan tapi mengandung kode, dia sengaja menulis namanya dengan xxxx1 hanya dia yang tahu siapa orang itu dan mengawasi siapa.


Gibran menatikan hp nya , akan dia urus nanti sekarang yang terpenting dia ingin bertemu adiknya, untunglah dia sudah pindah, bukan tanpa alasan Gibran ingin rumah ini, rumah ini memenuhi syarat keamanan dari tata letak posisi maupun design nya .


Rupanya pemilik rumah tidak menyadari dan memahami tujuan pembuatan rumah ini . di rumah ini juga ada ruangan rahasia Gibran mengetahuinya dari blue print rumah ini yang dia dapatkan dari arsiteknya langsung ,pemilik pertama rumah ini.


Mereka beberapa kali saling bertukar email, sang arsitek takjub pada Gibran yang mengetahui tujuan dia membuat rumah ini sehingga dia memberikan blue printnya pada Gibran .


Sang arsitek harus pindah keluar negri atas permintaan istrinya. Dia menjual rumah itu murah, tak mungkin dia jual mahal dan membeberkan rahasia tentang rumah ini. Gibran melihat rumah ini pertama kali dari postingan IG begitu melihat letaknya tak jauh dari rumahnya dia berniat membelinya kebetulan dia memang membutuhkannya.


" Kak Gibran ayo kita ke depan, " Feli menggandeng tangan Gibran ,hangat.. bukan hanya tangannya tapi hati Gibran juga terasa hangat .


Tin..tin


Suara klakson mobil abi memberi tanda pada mereka bahwa yang ditunggu telah datang.


Gibran dan Feli berlari ke depan.


oma, grandma dan umi turun dari mobil masing-masing menggendong baby.


mereka semua berkumpul di ruang keluarga, triplets di letakkan di tempat tidur masing-masing dan berdampingan.


Mereka terlihat menggemaskan dengan baju yang serupa berbeda warna.


" Alhamdulillah mereka sudah sehat dan bisa berkumpul bersama kita semua, saya juga akan mengumumkan nama mereka sesuai janji saya ." semua antusias memperhatikan Sam.


" Ok..yang pertama si biru yang lucu dan tampan namanya adalah Muhammad Gilang Adelard, yang kedua si kuning yang gagah dan menawan namanya adalah Muhammad Gifar Adelard dan terakhir si bungsu pinky imut yang cantik namanya adalah Giska Putri Adelard." Terdengar lebay cara Sam memperkenalkan nama mereka tapi semua senang dan memuji nama mereka si 3G yang melengkapi menjadi 4G.


Mereka ingin menciumnya tapi Sam melarang , tak boleh ada yang mencium bayinya dia tak mau anaknya terkontaminasi virus, daya tahan tubuh mereka masih lemah, dia tak ingin anaknya sakit.


Saat semua bahagia menyambut triplets Gibran sedang memikirkan rencana di otak kecilnya, bagaimana menghalau dan memusnahkan hama itu agar tidak mengganggu keluarganya.


...----------------...


"

__ADS_1


__ADS_2