Gibran Si Genius Yang Tersembunyi

Gibran Si Genius Yang Tersembunyi
Perkelahian


__ADS_3

Ruangan rapat menjadi riuh. Semua saling berbisik, sebagian ada yang tahu bagaimana sejarah perusahaan ini, sebagian lagi tidak. Jonathan langsung tersulut emosi.


"Hak apa? Warisan siapa? Ini adalah milikku! Aku yang bekerja keras membangun perusahaan ini!" Jonathan berteriak keras, dia tidak terima jika perusahaan ini jatuh ke tangan Meta.


"Hak yang diberikan oleh orang tua kami! Perusahaan ini, dulu bernama Andromeda grup, tapi Anda merubahnya menjadi Nathans Corps. Anda juga yang telah membunuh orang tua kami, dengan menyabotase mobil yang mereka kendarai!" Aksa berkata dengan lantang.


"Perusahaan ini dulunya bangkrut dan aku yang membangunnya kembali, sekarang kau minta hak atas perusahaan ini? Yang benar saja." Jonathan menyangkalnya dia merasa dialah yang sudah bekerja keras membangun perusahaan ini.


Gibran tersenyum miring. "Kau yang membuatnya bangkrut dengan korupsi dana pembangunan hotel. Sehingga Ayah Meta harus ganti rugi dan mencari pinjaman. Lalu kau memotong kabel rem mobil mereka saat mereka tahu kau lah pelaku nya, sehingga terjadi kecelakaan yang mengakibatkan mereka tewas di tempat." Gibran menceritakannya dengan gamblang.


"Hebat sekali kau mengarang! Tahu apa kau, hah! Jangan menyebar fitnah sembarangan!" marah Jonathan.


"Kak Gibran, aku bisa menuntutmu atas pencemaran baik. Kau jangan percaya pada Meta dan Kakaknya. Mereka itu pembohong! Kalian bukannya berterima kasih karena Meta telah di asuh oleh keluargaku, tapi kalian justru menusuk kami dari belakang. Ternyata air susu dibalas dengan air tuba." Jeni menjadi geram. Dia yakin Meta dan kakaknya lah yang telah menghasut pada Gibran.

__ADS_1


"Air susu apa? Kalian memberinya racun. Kalian selalu menyiksa adikku. Memperlakukan dia layaknya babu. Kalian tinggal di rumah peninggalan orang tuaku tapi berlagak seperti kalian yang punya. Kalian harusnya malu! Sombong tapi zonk, membanggakan harta milik orang lain!" Aksa tahu yang sebenarnya dari Meta. Dia marah pada Jeni dan Jonathan.


"Kau terlalu membenci Meta. Kau selalu memfitnahnya. Aku tahu semua ini bukan dari Meta atau Aksara. Mereka justru tidak tahu apa-apa. Kau ingin tahu siapa yang mengatakannya padaku? Kau! Kalian berdua yang memberi tahu ku." Setelah mengatakannya Gibran lalu memutar rekaman suara percakapan Jeni dan Andrew.


Andrew merasa murka, dia merasa telah dijebak dan terpojok. Seharusnya dia sudah curiga dan mengantisipasi kejadian ini. Dia telah salah langkah. Andew menghampiri Gibran dan memberi bogeman mentah pada Gibran yang diterima Gibran dengan senang hati.


Dia sengaja tidak melawan karena ingin menjebak Andrew, dia bisa menuntut Andrew atas tindakan kekerasan. Gibran sampai terjengkang ke belakang, sungguh akting Gibran sangat bagus.


"Berhenti! Angkat tangan. Kami dari kepolisian!"


"Selamat sore, Tuan Jonathan. Kami ingin menjemput Anda untuk ikut dengan kami ke kantor polisi, kami harap Anda bertindak kooperatif dan bersedia ikut dengan kami," ujar salah satu Polisi.


"Loh, kenapa Papah saya yang dibawa ke kantor polisi. Mereka yang buat keributan di sini?"

__ADS_1


"Tuan Jonathan di laporkan telah membunuh orang tua dari Nona Metania Andromeda. Lebih jelasnya kalian bisa tahu di kantor polisi nanti." Di saat Polisi itu bicara, ponsel Jeni berdering. Jeni lalu mengangkat teleponnya tanpa melihat namanya.


Begitu di angkat, mata Jeni membulat, mulutnya menganga lalu ponsel itu terlepas jatuh ke bawah.


"Pah, Mamah sekarang di kantor Polisi," ucap Jeni pada Jonathan. Dia lalu menatap Meta tajam dan menghampirinya. Jeni lalu menjenggut rambut Meta. Semua terjadi begitu cepat, Meta berteriak kesakitan. Max reflek mendorong Jeni hingga terjatuh. Andrew tentu tidak terima dan menonjok Max, mereka akhirnya saling menonjok.


Jeni yang masih emosi segera bangun dan kembali meyerang Meta. Dia mencakar wajah Meta. Kali ini Meta tidak tinggal diam, dia menjambak rambut Jeni dan menariknya lalu mencakar wajah Jeni. Balasan Meta lebih brutal dari Jeni.


Polisi yang melihat kekacauan itu, memberi tembakan peringatan ke atas agar semuanya berhenti. Tembakan itu mengenai langit-langit dan ada beberapa serpihannya yang tejatuh di atas kepala Polisi.


Suasana mendadak hening. "Kalian semua ikut saya ke kantor Polisi!" Perintah itu mutlak harus di lakukan. Para polisi akhirnya menggiring mereka ke luar dan dimasukkan ke dalam mobil polisi kecuali Gank Angker dan Meta.


Para pegawai menyaksikan Bos mereka dan anaknya di bawa ke kantor polisi. Penampilan Meta, Jeni dan Andrew yang tidak karuan menjadi pusat perhatian. Aksara menelepon orang tua angkatnya apa yang terjadi. Mereka sudah menyiapkan pengacara ternama untuk menyeret Jonathan ke penjara.

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2