
Sam terpaksa pergi tanpa tahu di mana Milla dan Gibran, Dia pulang dalam keadaan emosi , dia melajukan mobilnya dengan kecepatan 100 km/jam membuatnya cepat sampai di rumah, dia langsung ke dapur dan minum air dingin untuk menenangkan hatinya , Kenapa keluarganya tahu, apakah Milla yang memberi tahu mereka, apakah Milla sengaja ingin membuat keluarganya membencinya, apakah Milla tak rela jika dia pergi bersama wanita lain, bukankah Milla sendiri yang bilang bahwa dia tidak mungkin hidup bersama orang yang memiliki cinta lain di hatinya.
" Ish.. aku kan gak tahu apa isi pikirannya, terus sekarang aku harus bagaimana aku harus mencari ke mana?" gumam Sam.
Sam pergi ke kamarnya, dia duduk di sofa kamarnya, Sam merenung dia teringat pertemuan pertamanya dengan Milla. Terlintas kilatan-kilatan memori saat Sam bersama Milla dan Gibran , saat mereka kecelakaan dan koma, saat honeymoon , saat tahu Milla hamil. Sam tersenyum mengingatnya. Tak terasa matanya terpejam , Sam tertidur di sofa kamarnya.
" Abi..abi.. abi..." Sam mendengar ada yang memanggil namanya lalu dia membuka mata tapi dia terkejut karena ini bukan di kamarnya, ruangan ini luas.. dan hanya ada tempat tidur yang dia tiduri sekarang di terangi cahaya redup.
" Abi.. abi.. abi... " Sam mendengar suara anak-anak memanggilnya , dia mencari suara itu. Sam keluar ruangan ada lorong panjang lalu ada anak balita perempuan berambut sebahu kira-kira berumur 4 tahun menghampiri Sam dan memegang tangannya lalu dia menuntunnya menuju sebuah pintu dibukanya pintu itu tampak Mila yang sedang terbaring di tempat tidur dengan tangan yang di infus dan memakai selang oksigen.
" Milla.. ," Sam merasa lemas dia ingin mendekati Milla tapi genggaman anak itu menariknya dan membawanya pergi tak memperbolehkan Sam masuk.
" Tunggu dulu, Milla.. Camilla !" Sam berusaha melepaskan genggaman tangan mungil itu tapi susah sekali , Sam melihat ke belakang di mana kamar Milla berada dia memanggil -manggil Milla.
Datang lagi seorang anak kecil wajahnya sama tapi anak ini laki-laki , anak itu tersenyum lalu menggenggam tangan Sam yang lain, mereka membawanya terus berjalan di bawah lampu yang temaram sampai di sebuah pintu lagi .
Di bukanya pintu itu terlihat Gibran yang sedang duduk memeluk kakinya di atas tempat tidur dan menangis teraedu-sedu.
" Gibran nak ada apa denganmu?" Sam bergumam lalu mendekat tapi lagi-lagi genggaman anak-anak ini menahannya dan mereka menariknya lagi untuk terus berjalan.
" Gibran.. lepas saya mau anak saya Gibran..!" Sam terus berusaha melepaskan genggaman itu sambil melihat ke belakang dan memanggil Gibran. Anehnya tenaganya kalah dengan tenaga balita ini yang begitu kuat menggenggamnya.
Sam sampai dekat sebuah pintu.
Sam melihat ada balita lagi laki-laki ,tapi wajahnya terlihat dingin, mata tajamnya menatapnya tanpa senyuman , anak itu mendekat perlahan.
"Kau jahat sekali abi.. !" lalu anak ini membalikkan badan dan membuka pintu itu,
Anak perempuan yang tadi menggenggamnya melepaskan tangannya dan menggelengkan kepala terlihat air mata menetes, kenapa dia menangis , Sam ingin memeluknya dan menghapus air mata itu, tapi anak itu menjauh.
Terasa tangan lain menariknya menuju pintu itu, dia melihatnya dan di sana ada Clarissa dengannya , mereka duduk di sofa tertawa bahagia .lau mereka berc***** Apa maksudnya ini .
__ADS_1
Itu adalah dirinya dan dia sedang bermesraan dengan wanita lain mengapa hatinya sakit dan marah.. rasanya dia ingin memukul dirinya sendiri.
"abi..abi.. kau tega pada kami ," suara anak perempuan mengalihkan pandangannya. Ditatapnya anak itu dia berurai air mata.
" abi kau lupakan kami !" anak lelaki yang tadi menggenggam tangannya mengatakan dengan wajah sendu.
" Kau tinggalkan kami untuk jiwa yang lain kau pergi mencari kebahagiaan semu !" anak itu menatapnya dengan tatapan benci.
" Kami menyayangimu tapi kami tak akan memaafkanmu! lalu mereka berlari ke kamar Gibran, Sam mengikuti mereka dibukanya pintu itu tapi kosong tak ada siapapun.
" Gibran.. Gibran ini abi nak, di mana kamu ? Gibran..." Sam menangis mencari Gibran lalu dia keluar dari kamar itu dan lari ke kamar tempat Milla tadi . Sama.. tempat itu kosong tak ada apapun bahkan brankard sekalipun.
Sam masuk dan mencari Milla memanggil-manggil namanya tapi tak ada jawaban. Sam menjatuhkan tubuhnya dia terduduk dan menangis. Apa yang telah dia lakukan, anak-anak itu benar dia telah melakukan hal jahat meninggalkan keluarganya hanya untuk kebahagiaan semu, untuk mengejar cintanya yang sebenarnya sudah lama mati, mengabaikan 4 kehidupan berharga hanya untuk menggapai 1 kehidupan tak berarti . Sam menangis tersedu dia menepuk dadanya untuk mengeluarkan rasa sesak di dadanya.
" Milla maaf.. maafkan aku.." Sam merasakan nafasnya semakin sesak dia memukul dadanya , nafasnya tercekat dia tak bisa bernafas .
" Tenanglah abi... nafas secara perlahan tenangkan hatimu!"seseorang memeluknya
" Gibran maafkan abi, abi bersalah maafkan abi !"
Gibran hanya tersenyum lalu melepaskan pelukan dan hendak berlalu pergi,
" Nak .. mau ke mana , maafkan abi ,jangan tinggalkan abi !"
" Hiduplah Bahagia dengan pilihan yang sudah abi ambil, kami pergi , kami menyayangimu abi," Gibran melangkah mendekati anak-anak yang tadi, mereka bersama seorang perempuan, Milla ...perempuan itu adalah Milla. Mereka memandang Sam dan tersenyum lalu pergi.. .
" Tidak.. jangan pergi, tunggu Milla , Gibran.. tunggu abi..." Sam berusaha bangkit lalu berlari menyusul mereka tapi mereka sudah tidak ada Sam terus berlari.
" Tidak... jangan pergi.. abi minta maaf .. Milla ..Gibran .. jangan pergi ... MILLA !! " Sam berteriak dan bangun nafasnya terengah jantungnya berdebar dengan kencang pipinya basah oleh air mata.
Rupanya dia bermimpi tapi dia sungguh menangis , Sam kembali menangis mengingat semuanya , sikapnya dan ke egoisannya yang menyakiti hati keluarganya mungkin ke tiga anak tadi adalah calon buah hatinya, bahkan mereka yang masih dalam kandungan merasakan kesedihan dan benci padanya.
__ADS_1
Sam bangun dan mandi tak perduli jam berapa sekarang dia harus mencari mereka.
Handphone Sam yang berada di atas sofa bergetar tampak di layar tulisan nama Claris, handphone itu mati lalu bergetar lagi , berkali-kali Claris menelepon Sam.
Sepuluh menit kemudian Sam selesai mandi kemudian dia berpakaian rapi, Sam melihat jam nya sudah jam 5 pagi, Sam mengambil Hp nya dan mengecek apakah ada panggillan dari keluarganya, tapi tidak ada hanya ada panggilan dari Claris, Sam mengabaikannya, dan menyimdcpan Hp nya dalam saku celana lalu pergi keluar .
Sam tidak tahu apakah keluarganya ada di rumah atau tidak. Sam menuruni tangga begitu sampai di bawah ada tangan mungil memegang tangannya Sam terkejut lalu membalikkan badannya ternyata Aston.
" Ada apa Ax , kau mengejutkan Uncle ?"
" Maaf uncle tapi uncle mau ke mana pagi-pagi sudah rapih ?"
" Uncle mau mencari Aunty dan Gibran !" jawab Sam.
" Uncle tidak akan menemukan mereka , mereka sudah berada di benua lain !" jawab Aston lalu pergi ke kamarnya sambil membawa botol minum.
Apa maksudnya ,di benua lain. Apakah itu berarti mereka sudah pergi jauh. Apakah itu maksud dari mimpinya mereka berpamitan padanya dan tidak akan bertemu lagi.
Sam termenung memikirkan ucapan Aston. Dia lalu menelepon seseorang.
" Hallo , apa kabar bro ?"
"......"
" Gue gak baik, gue mo minta tolong ama lo , tolong bantu gue cari istri ama anak gue, feeling gue mereka ke Indonesia mungkin ke Bali. nanti fotonya gue kirim , mungkin besok baru gue bisa ke Indonesia."
"........"
" Iya..bro, terima kasih banyak ceritanya panjang nanti kita ketemu di sana ...bye." Sam menutup teleponnya. Dia menyuruh kenalannya yang tinggal di Indonesia pekerjaannya memang menjadi mata-mata atau mencari seseorang semacam detektif swasta.
Semoga Milla bisa di temukan secepatnya, dan sekarang yang harus dia lakukan adalah memutuskan hubungannya dengan Clarissa.
__ADS_1