
" Kamu dengar Bim, jadi segera proses saja perceraian itu ?" kata Toni.
" Iya.. pah, tapi apa kalian tidak bisa memafkan Sam dan memberi kesempatan ke dua , dia sudah menyesalinya , setiap orang pernah berbuat salah dan Sam bersungguh-sungguh jngin memperbaiki kesalahannya." Bima mencoba yang terakhir kalinya untuk mencegah perceraian dia memikirkan Milla yang akan melahirkan ke 3 anaknya , Milla butuh seorang pendamping dan Sam lah yang tepat karena dia ayah dari meteka.
" uncle tidak mengerti, Gibran memaafkan abi, bagaimanapun dia ayah Gibran, Gibran sayang sama abi , Gibran tahu abi sudah putus dari tante pelakor, tapi apa itu menjamin kalau perasaan cintanya pada tante itu sudah hilang , kenapa di bikin rumit dan berpikiran sempit, perceraian tidak membuat Gibran dan adik-adik kehilangan abi, abi tetap abi kami , kita tetap bisa bertemu, pergi bersama dan bercanda. Perceraian hanya memutuskan tali hubungan suami istri bukan ayah dan anak atau ibu dan anak.
Buat apa memaksakan bersama bila abi dan umi tidak cinta abi akan tersiksa memendam cintanya umi juga akan tersakiti menunggu balasan cintanya, apa uncle pikir Gibran gak akan sedih melihat mereka bersama tapi tidak bahagia." Gibran menatap Bima.
" Abi masih mencintai tante itu, dia hanya tidak ingin kehilangan kami jadi abi menekan perasaannya dan ingin kembali pada kami. Gibran yakin jika kita bersama abi lagi lalu wanita itu mendekatinya perasaan itu akan tumbuh kembali dan menggoyahkan abi."
Gibran tahu bsgaimana isi hati Sam karena itu dia tidak Sam kembali pada Milla , jika hanya memikirkan dirinya tentu Gibran senang jika bisa bersama abi lagi, dan perasaan pada tante itu mungkin lama-lama hilang berganti cinta pada uminya tapi itu semua belum pasti dan Gibran tidak mau memberikan hal yang tidak pasti pada uminya, Gibran akan ijinkan jika perasaan cinta abi pada wanita itu sudah benar- benar hilang.
" Perceraian itu harus terjadi, untuk memberikan efek jera pada abi kalau abi dan umi masih berjodoh mereka akan bersama lagi, biar takdir yang menentukan. Cobaan dan ujian yang dihadapi umi dan abi mungkin untuk menentukan layak tidaknya mereka bersama, jika layak bagaimanapun caranya mereka akan bersama lagi jika tidak maka mereka akan menemukan kebahigaan nya masing-masing. " Gibran pergi setelah mengatakan dengan panjang lebar agar Bima mengerti dan cepat memproses penceraian itu.
Milla takjub di satu sisi dia senang Gibran dewasa dan mengerti keadaannya di satu sisi dia sedih Gibran harus merasakan semua ini di umur yang masih kecil, Milla terkekeh karena dia juga merasa lucu Gibran dengan tubuh kecil menceramahi Bima yang badannya tinggi. Bima hanya bengong saja itu yang membuat Milla ingin tertawa.
HA...HA...HA..
Milla tertawa lebar. Anggun dan Toni juga ikut tertawa.
" Kenapa kalian tertawa , seharusnya kalian renungkan kata- kata Gibran , coba lihat anak kecil berbicara seperti itu ."
" ya.. dan anak kecil itu membuatmu tidak bisa berkutik, " ledek papah.
" seorang pengacara hebat kalah berargumentasi dengan anak kecil " sambung mamah.
" Muka kakak itu lucu banget bikin Milla pengen ketawa." Milla masih terkekeh.
" Kak seperti kata Bima kenapa harus dibikin rumit dan jangan berpikiran sempit, bilang sama Sam hubungannya dengan anak-anaknya tidak akan berubah hanya status Milla dan Sam yang berubah itu aja, kita bisa jadi teman baik, tetap bisa membesarkan anak -anak bersama, ok kak !" Tutur Milla.
__ADS_1
Bima menyerah, dia akan memproses perceraian itu secepatnya.
Adzan magrib berkumandang, mereka sholat magrib berjamaah, dan Gibran yang menjadi imamnya karena dia tahfiz Qur'an.
Makan malam telah siap, mereka makan sambil berbincang mbok Darmi di paksa untuk makan bersama mereka.
...-----------...
Di Benua yang berbeda saat ini jam 12 siang waktunya untuk makan siang . Sam sedang makan bersama keluarga .
" Pih..mamih rindu sama Milla dan Axel, mereka di mana?" ucap mamih sambil mengaduk -ngaduk makanan dipiring.
" Iya mih.. papih juga sama rindu, tapi itu makanan jangan diaduk-aduk juga kali mih," kata papih sambil menegur mami .
" Aston juga rindu sama kak Gibran , ini gara-gara uncle jadi umi dan kak Gibran pergi !" Aston melotot pada Sam.
" Aston gak boleh begitu sayang !" ucap Julia.
" Kak, apa kakak belum ada petunjuk di mana Kak Milla dan Gibran.?" tanya King.
" Belum, orang suruhan kakak juga belum menemukan petunjuk ." Sam makan lagi dia ada rapat setelah ini.
"Sam sudah makannya , Sam pergi dulu, ada rapat habis ini !" Ucap Sam dan segera bangkit dari duduknya.
" Sam mamih harap kamu jangan lembur lagi , pikirkan kesehatanmu !" Mamih mengingatkan karena sepulang Sam dari Indonesia dia selalu bekerja , berangkat pagi pulang malam, tapi jarang makan, ini saja kalau tidak ketinggalan berkas Sam tidak akan pulang untuk makan siang.
" Iya mam, Sam lembur agar semua pekerjaan Sam cepat selesai dan Sam bisa ke Indonesia lagi." ucap Sam.
" Sudah ada orang yang mencari Milla di Indonesia Sam , kamu fokus saja bekerja , jangan sampai Milla kembali tapi kamu bangkrut ." Sarkas papih. Sam hanya diam dan membalikkan badan.
__ADS_1
" Aku pergi, Assalamu'alaikum." pamit Sam.
Kali ini Sam memakai supir agar dia bisa istirahat di mobil.
Sam merenungkan perkataan papihnya, apakah dia tidak perlu ke Indonesia dan fokus mengurus usahanya dia memiliki banyak karyawan yang bergantung pada perusahaannya, bila dia sering meninggalkannya dan bangkrut bagaimana dengan mereka?.
Baiklah untuk sekarang ini dia akan coba fokus pada perusahaannya, dan hanya menunggu laporan perkembangan keberadaan Milla dari anak buahnya dan orang yang disewanya.
Sam sudah sampai kantor, dia segera turun dan bergegas ke ruang rapat waktunya sudah mepet untuk rapat.
Rapat berlangsung selama 2 jam. Hasilnya dia mendapatkan kontrak itu.
Sam kembali ke ruangan diikuti Paul , begitu Sam membuka pintu dia terkejut karena di dalam sudah ada Clarissa dan ayahnya.
Sam menengok pada sekretarisnya lalu memberi kode seolah bertanya kenapa ada orang di ruanganku, sekretaris itu membungkuk dan menjelaskan
"maaf tuan, tadi pak Anthony ingin bertemu dengan anda dan begitu saya bilang anda sedang rapat , beliau akan menunggu rapat selesai, dan ingin menunggu di ruangan anda ,saya sudah melarang tapi beliau memaksa dan mengatakan kalau beliau kenal baik dengan anda tuan." sekretaris itu memberi penjelasan.
" Baiklah, segera bereskan barangmu dan pergi ke bagian HRD untuk mengambil gaji terakhirmu, terima kasih atas kerja kerasmu selama ini !" Sam lalu masuk dan menutup pintu. Paul menelepon bagian HRD untuk memberi tahu instruksi Sam.
Paul menghembuskan nafas, masalah tak habis-habis itu nenek sihir mau ngapain lagi ke sini, gerutu Paul dalam hati.
" PAUL...!" Paul terkejut mendengar Sam memanggilnya dia bergegas ke dalam.
...----------------...
Selamat membaca ...
Semoga kalian suka dan terhibur
__ADS_1
Terima kasih๐๐
Love you all๐