Gibran Si Genius Yang Tersembunyi

Gibran Si Genius Yang Tersembunyi
Bab 56


__ADS_3

Triplets 3G dibawa ke kamar baby sementara kamar mereka menjadi satu.


Milla begitu senang melihat kamar 3G, bernuansa pastel kesukaanya ada juga tempat duduk untuk menyusui dan kursi goyang , 3 tempat tidur bayi yang besar kamar ini begitu lengkap , Milla pikir dibalik pintu itu adalah kamar mandi ternyata ruangan baju babies dan tempat ganti popok, didalamnya juga ada kamar mandi.


pengaturan kamar yang elegan fungsional dan ceria , satu dinding digambar mural sebuah taman dan ditempel dengan bermacam-macam gambar hewan .


Di langit-langit ada gambar angkasa dan macam-macam planet. Di atas tempat tidur menggantung bermacam-macam mainan bayi berwarna cerah.Milla merasa akan lebih betah di kamar ini .


Setelah menyusui semua bayinya Milla ke luar dan ke kamarnya, Sam mempekerjakan 3 baby sitter untuk membantu Milla. Sam sedang membangun rumah untuk para pegawainya kebetulan tanah kosongnya masih lega. dan Sam ingin semua jadi dalam sehari.


Sam menyewa kontraktor agar cepat selesai jumlah kamarnya 20 untuk para bodyguard dan asisten rumah tangganya juga baby sitter dan supir. Gibran diam-diam menyuruh bodyguard kepercayaannya untuk memasang cctv terbaik di setiap sudut ruangan kecuali di dalam kamar, CCTV nya yang bisa merekam suara dan terhubung dengan Hp atau laptopnya.


Di rumah juga Gibran memasang cctv tapi tidak untuk di kamar kecuali kamar bayi.


Saat ini Gibran berada di kamarnya bersama gank ANGKER ya Aston dan Alvin yang memberi nama itu kepanjangannya adalah Anak Gagah dan Keren.


Gibran membuka laptopnya dia mencoba mencari dimana buronan itu, tidak ada yang tahu kalau Gibran menanamkan alat pelacak kecil pada musuh-musuhnya agar tetap dapat mengawasinya jika terjadi hal-hal seperti ini. alat pelacak itu diciptakan oleh dirinya dan yang memasukkannya adalah alat yang menyerupai nyamuk sehingga tak ada yang curiga .


" Ini apa Gib, lo ngumpulin nyamuk buat apa di koleksi ?" Adam menemukan tempat Gibran menaruh alat pelacak itu. Bagaiman Adam bisa membukanya dia sudah memasang kunci yang rumit agar tidak ada yang dapat membukanya... hebat berarti Adam termasuk genius karena dapat memecahkannya, tapi tak cukup genius untuk mengetahui alat tersebut.


" Wah.. aku tahu, kalau dilihat-lihat ini bukan nyamuk biasa tapi ini nyamuk robot ya, buat apa? buat nanam pelacak dan nyamuk pengintai ya ." Ternyata dia genius bisa tahu fungsi nyamuk itu.


" Iya..dari mana kamu tahu ?,"


" Feeling aja , seorang Gibran bukan orang yang kurang kerjaan ngumpulin nyamuk pasti ada alasan kenapa ada nyamuk di situ, itu analisa aku ," jawab Adam.


" Hebat kamu dam ternyata analisis kamu tepat." puji Alvin.


" Benar kata Dady kamu memang luar biasa Gib, kamu bisa menciptakan alat seperti ini !" Maxwell juga memuji Gibran.


" Biasa aja , aku juga tahu kalian punya kelebihan gak usah ditutupi aku tahu semua." ucap Gibran sambil memperbesar gambar di laptopnya sepertinya dia melihat buronan itu.


" Kelebihan apa sih, aku gak punya kelebihan ," Jawab Max seraya memperhatikan laptop Gibran .


" Ini siapa kaya pernah lihat ?" tanya Max.

__ADS_1


" Milano, dia kabur dibantu anak buahnya dan mafia, rupanya anaknya Milano, Clarissa dia menjadi anggota mafia dan meminta bantuan untuk membebaskan ayahnya. Mereka pasti akan merencanakan balas dendam, bilang pada papahmu twins untuk hati-hati ."


" Lalu kita harus apa?" tanya Aston.


" Untuk sementara kita hanya bisa mengawasi di mana mereka berada dan meningkatkan keamanan, kita tidak tahu apa rencana mereka, kalian harus hati-hati aku takut kalian jadi target, karena Milano pasti dendam pada papahmu." Jawab Gibran.


" Kau juga Gib, kau harus hati-hati dan jaga triplets juga ibumu." kata Max.


" Aku akan nenunjukkan sesuatu pada kalian, tapi ini rahasia tidak boleh ada yang tahu, cuma kalian aja ..ok!" Gibran berjalan mendekati lemari dan berkata.


" OPEN" Lemari bergeser dan tampak dinding dibelakang lemari tapi ada alat yang nenempel di dinding itu yang keluar bersamaan dengan bergesernya lemari.


Gibran mendekati alat itu dan mendekatkan matanya pada alat itu , alat itu memindai mata Gibran, kemudian bergeserlah dinding itu sehingga terlihat sebuah lorong.


Gibran menyuruh mereka masuk terlebih dahulu, lau Gibran memencet tombol di dinding . pintu itu tertutup kembali.


Gibran melangkah lebih dulu setiap mereka melangkah lampu akan bergantian hidup. Di ujung lorong ada pintu, begitu pintu itu terbuka ada ruangan besar .


" Wah..rupanya ada ruangan rahasia ..keren !" Aston kagum dengan ruangan ini


" Semoga ruangan ini tidak pernah terpakai, karena jika dipakai berarti situasi sedang genting. " ucap Max .


" Apa sih Gib, gak bakal terjadi apa-apa, kita akan saling menjaga." Alvin sedikit takut mendengar perkataan Gibran.


" Musuh kita kali ini adalah mafia, mafia terkenal kejam dan sadis aku hanya melakukan antisipasi." Gibran melihat mereka satu persatu.


" Aku sudah mendaftar ikut perguruan silat untuk meningkatkan kemampuan bela diriku, aku juga diajarin sama bodyguard taekwondo dan karate, kalian juga harus belajar ilmu bela diri twins, sekarang Milano dan sekutunya ada di London kalian harus hati-hati ." Gibran memberikan sesuatu.


" pakailah aku sudah memasang pelacak pada kalung dan jam itu, kalian juga bisa merekam suara atau video , kalian tinggal memencet tombol di belakang liontin maka alat itu akan mulai merekam." Mereka memakai kalung itu.


" Udah yuk kita keluar nanti dicariin." kata Adam. Merekapun keluar.


Sementara para ayah sedang berkumpul bersama di ruang kerja Sam .


" Apa kalian sudah tahu, kalau Milano melarikan diri ?" Tanya King.

__ADS_1


" Ya aku udah mendapat kabar dari anak buahku " Jawab William


" Kabar ini sudah diberitakan di berbagai media di London. Kau harus berhati-hati, kita semua tahu Milano masuk penjara atas laporanmu, kau harus lebih ketat mengawasi anak-anakmu dan istrimu King !" ujar Austin ayah Alvin.


" Ya.. dan dia juga pasti mengincar Sam, karena Sam menolak membantunya dan mencampakkan anaknya ," King melirik Sam yang melamun, dan mengetuk jarinya di atas meja.


" Bagaimana Sam , apa tindakanmu ?" tanya William.


Jari Sam berhenti mengetuk dan Sam menatap King.


" Pindahkan anakmu ke sini , mereka akan lebih sulit bergerak di sini, jadi ku pikir anakmu akan lebih aman berada di sini." ucap Sam .


" Ya kupikir seperti itu, biarkan anak-anak di sini, itu yang terbaik." Frederick ayah Feli sependapat dengan Sam.


" Akan ku bicarakan dengan istriku, tapi Sam apa kau akan kembali ke London atau tetap di sini ?" King bertanya pada Sam.


" Entahlah banyak yang kupertimbangkan tapi hatiku berat di sini ," Sam menjawab ragu.


" Tapi aku punya beberapa proyek penting yang tidak bisa diwakilkan sampai 3 minggu ke depan . Aku sudah terlalu lama di sini mungkin aku akan ke London dulu besok ," Lanjut Sam.


" Jangan Sam biar urusanmu aku dan papih yang akan handle, kau di sini saja Milla membutuhkanmu , mereka membutuhkanmu !" King mencegah Sam agar Sam tidak ke London.


" Iya Sam lebih baik saat ini kau jangan ke London dulu, kasihan Milla " sambung William.


" Akan ku pikirkan , oh.. ya ku rasa kita lebih baik membekali anak kita dengan ilmu bela diri dan senjata, kita ajarkan sejak dini mengingat kita ini banyak saingan bisnis ," Sam mengusulkan.


" Kau benar Sam akan ku pindahkan anakku ke sini agar mereka bisa belajar bersama Gibran." Ucap King.


" Apa kalian tahu siapa yang membantu Milano, tidak mungkin dia bebas tanpa orang dalam atau orang yang berpengaruh?" tanya Frederick tiba-tiba.


" Entahlah tapi kita harus waspada !" Jawab William.


Tok...Tok..


" Abi kata umi makan sudah siap !" Gibran datang memberi tahu tanpa membuka pintu. Dia lalu pergi.

__ADS_1


" Ayo kita makan dari pada para Ratu marah !" Sam bangkit dan mengajak mereka keluar.


...----------------...


__ADS_2