Gibran Si Genius Yang Tersembunyi

Gibran Si Genius Yang Tersembunyi
Bab 22


__ADS_3

Milla dan Sam keluar kamar saat akan makan malam, Milla sudah mandi dan tampil cantik begitu juga dengan Sam, mereka terlihat sangat serasi walau tinggi Milla hanya sebatas dagu Sam. bukannya Milla bertubuh pendek , untuk ukuran wanita tingginya terbilang normal 170 tapi memang Sam yang bertubuh tinggi .


Mereka berjalan saling berangkulan.


" Duh..bangun tidur dah bikin orang iri aja" kata Bima , keluarga Wijaya akan menginap di rumah kediaman Adelard. Karena masih rindu pada Milla dan Sam .


" lo aja kali bro, gue mah ada bini gue yang bisa di ajakin romantisan " ledek King.


" buly gue aja terus !!" saut Bima.


" Ekhem...ekhem..,behavior ."Papi mengingatkan ada anak kecil di sini.


"Pah..apa itu bini ?" tanya Aston.


" Bini itu artinya istri bahasa betawi salah satu suku di Indonesia yang kebanyakan tinggal di daerah Jakarta dan Kota sekitar pinggiran Jakarta." kat Gibran menerangkan.


" Oh..aku ingin ke Indonesia , kapan kita ke sana kata kak Gibran Bali sangat indah ..right ?" kata Aston.


" Hem..kamu benar sekali Aston Bali adalah salah satu tempat yang indah tapi masih banyak lagi tempat yang indah di Indonesia bukan hanya Bali aja, cuma lebih terkenal di Bali , mereka sangat menjaga daerahnya agar tetap hijau dan banyak pohon , jadi udaranya segar dan Bali terkenal akan jiwa seninya. Mereka mempertahankan budayanya dari mulai pakaian, tarian , tradisi, makanan, bahasa ,bangunan juga hubungan masyarakat agar tetap eksis di jaman modern ini , itu adalah salah satu daya tariknya." Milla menjelaskan dengan ceria. Dia rindu rumahnya.


" Wah aunty Milla bikin kita tambah pengen ke sana aja, nanti kalau aunty ke Bali Aston ikut ya," kata Aston.


" Dengan senang hati aunty akan bawa Aston dan Adam juga semua keluarga ." kata Milla.


" Ceritanya nanti lagi sekarang kita makan ." kata Sam.


" Nanny boleh minta tolong buatkan teh tawar hangat untuk Milla, teh nya sudah aku simpan di belakang ya, thankyou Nany." pinta Sam.


" Milla suka teh."


" Sebenarnya sih gak begitu tapi waktu di paris Milla mual dan kita lagi ada di restoran Indonesia dan dikasih teh tawar hangat oleh pegawainya dan mualnya ilang jadi Milla bisa makan banyak." kata Milla.


" oh..begitu, ada-ada aja tapi baguslah yang penting bisa makan ." kata Anggun. Nanny datang membawa teh hangat dan Milla mulai makan.


Setelah makan mereka berkumpul di ruang keluarga. Milla sedang duduk di sofa bersama Sam dan Bima , anak -anak sedang menonton tv dan duduk di karpet bersama King dan Julia , Sam lalu merebahkan tubuhnya , kepalanya berada di pangkuan Milla, Milla mengusap rambut Sam. Bima yang melihatnya mengalihkan pandangan ke arah King yang sayangnya membuat dia menyesal karena King kini sedang membelai rambut Julia yang sedang rebahan dan kepalanya dipangkuan King.


Ah ... lebih baik dia pergi saja cari angin siapa tahu angin membawakannya wanita. Bima lalu bangun.


" aku keluar dulu sebentar " kata Bima.


" Mau ke mana bro ?" tanya King.

__ADS_1


" Cari angin..!!" kata Bima.


" Kak , aku mau chiken yang pedes sama es krim nitip boleh?"


" Tapi lama gak apa-apa?" tanya Bima lagi.


" Gak apa-apa kak..asal jangan tengah malem aja nanti takut ditemenin kunti." kata Milla


" Disinimah gak ada kunti yang ada aunty sayang." kata Sam sambil terkekeh.


" iya yang ada kuntinya bingung gak ngerti bahasanya ," kata Julia


" bukan yang tapi dia takut ." kata King


" Takut kenapa?" tanya Milla


" takut di paku " semua bengong sambil mikir .


" iya kalau orang sini kaget kan terus marah, suka bilang **** you....**** you gitu , nah si kunti dengarnya paku..paku..," kata King, semua diam lalu kembali ke kegiatannya masing-masing Bima sudah pergi.


" Gak lucu ya yang...padahal aku mikirnya susah itu yang." kata King.


" Lagian kamu gak ada kerjaan mikirin gituan tuh pikirin si kembar udah waktunya tidur besok sekolah." kata Julia.


" Boys waktunya tidur..ayo sikat gigi cuci tangan cuci kaki cuci muka ganti baju lalu tidur." perintah King.


Anak-anak yang sedang main pun langsung berhenti dan naik ke kamarnya kamar twins jadi satu mereka tidak mau dipisahkan


Gibran pinya kamar sendiri di rumah Adelard.


" Papah bacain dongeng ya tentang malin kundang." kata si Kembar.


"oke...ayo kita ke kamar mandi." ajak King.


" ayo sayang kita tidur nanti abi akan dongengkan cerita tentang tangkuban perahu." tiba-tiba datang Sam mengajak Gibran tidur.


Gibran tetsenyum dan mengangguk.


" Good night uncle , twins.." kata Gibran


" Good night kak, abi " kata twins kompak

__ADS_1


" night Gib " King lalu menutup pintu kamar.


Milla berada di ruang tv sendirian dia menunggu Bima, pandangannya tertuju pada tapi pikirannya melayang ke Bali, kapan dia akan kembali , bagaimana usahanya, karyawannya , rumahnya, sekolah Gibran, dia belum membicarakan masalah ini dengan Sam.


Door


" Eh copot..eh copot " Milla latah dikagetkan oleh Bima.


" Kakak ih ....ngagetin aja gimana nanti kalau gara-gara kaget janinnya keluar ih..amit..amit jabang bayi ." Milla mengusap ngusap perutnya.


" Maaf, dek. Sam mana kok kamu sendirian ?" tanya Bima.


" lagi ngelonin Gibran dulu , tar ke sini lagi, kamu beli berapa chikennya dek, coba liat.?" Milla mengambil chiken yang dikasih Bima.


" wah banyaknya.. sini kak kita makan sama-sama !" ajak Milla.


" Enak kak..tapi enakan ayam geprek , " Milla menjilati tangannya.


" iya..waktu itu aku makan ayam geprek ama Sam enak banget ."


" iya jadi kangen ," kata Milla dengan wajah sendu.


Bima yang sedang mengunyah chikennya berhenti.


" Kamu sudah bicarakan dengan Sam?" tanya Bima , Milla menggeleng.


" kamu harus bicarakan tapi apapun keputusan suami kamu, kamu harus turuti , jika tidak berkenan jangan langsung kamu sanggah tapi pikirkan dulu resapi apa alasannya , ingat juga sekarang kamu tidak sendiri ada bayi dalam perutmu, tanggung jawab Sam semakin besar pasti banyak kekhawatirannya , sebelum dia memutuskan dia pasti sudah mempertimbangkan banyak hal untuk kebaikan kalian jadi kakak mohon kamu juga harus pertimbangkan perasaan Sam kalau ada apa-apa dengan kalian karena keputusannya, dia pasti yang paling merasa bersalah !!" nasehat Bima panjang lebar.


" iya kak, terima kasih. Begini rasanya punya kakak yang memberi nasehat , berbagi cerita, jadi tempat curhat. Milla senang sekali, terima kasih karena sudah hadir di hidup Milla ." Milla memeluk Bima.


"Khem..khem.. udah pelukannya !!, untung gue inget lo kakaknya Milla kalau gak , udah gue patahin tuh tangan!!!" Kata Sam yang baru datang.


" Sam..mau chiken ?'


" gak...kamu aja , makan yang kenyang biar bayinya juga sehat." kata Sam


Milla menggelengkan kepala lalu merentangkan tangan.


" Gendong !!" kata Milla . Sam mendekati Milla dan menggendongnya ala bridal style.


"Kakak abisin chikennya kalau es krimnya simpen di kulkas buat besok, dah kakak, Milla mau bobo dulu " Sam berjalan ke arah kamar mereka.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2