
Di kamar Gibran. Anak-anak sedang mengelilingi Gibran di kasur.
" Ayo ceritain tadi bagaimna rumah itu bisa meledak !" Tekan Maxwell.
" Aku gak tahu kenapa tanya aku ?"
" Jangan bercanda, kami gak akan percaya !" Gibran tersenyum menahan tawa mendengar Alvin.
" Aku gak perduli kalian percaya atau tidak !" Gibran bangkit dan akan keluar kamar. Max menariknya untuk duduk kembali.
" Pokoknya gak boleh keluar sampa kak Gib ngomong yang sebenarnya !"
" Aku akan katakan ketika aku ingin mengatakan, tidak ada yang bisa memaksaku ketika aku tidak ingin mengatakannya, paham !" Gibran lalu merebahkan tubuhnya dan memejamkan mata.
" Aku adalah orang yang keras kepala, jika kalian ingin tahu seberapa kerasnya aku silahkan ... jangan ada yang keluar dari sini !"
Semua saling menatap
" Ayolah kak Gib, kami cuma mau tahu aja.." ujar Aston.
" Percuma dia adalah orang yang paling keras kepala yang ku kenal , lebih baik kita keluar dan makan perutku lapar !" ucap Alvin.
" Hm.. ya sudah ayo ." ucap Aston.
Mereka semua pergi keluar.
" Cerewet sekali mereka, " Gibran ikut keluar.
...----------------...
Hari berganti saat ini pukul 9 pagi mereka sedang bersantai di taman samping. akibat kejadian kemarin Feli menjadi trauma dan tidak mau keluar lagi, saat ini Feli sedang termenung menatap 3G dan Milla.
" Kamu kenapa Fel?"
" Aku rindu momy dan dady ."
" Tenanglah, sebentar lagi kamu akan bertemu mereka,"
" Feli... sini main sama 3G !"
" Umi, mau bikin apa kok banyak makanan . banyak kue..?"
" ya soalnya sebentar lagi bakal ada..."
" Assalamu'alaikum " terdengar suara salam memotong perkataan Milla.
" Itu mereka datang ayo !" ucap Milla.
Semua pergi ke melihat tamu yang datang, begitu tahu aiapa uang datang Feli berteriak.
" DADY..MOMY.... ." Feli berlari dan memeluk Frederick, Frederick mengangkat dan menggendongnya.
" Anak dady... sekarang makin berat ya , bagaimana kabarmu sayang ?" tanya Frederick sambil mencium pipi Feli.
__ADS_1
" Feli baik dad, di sini Feli banyak makan, semua makanannya enak-enak."
" Kamu betah di sini sayang ?" tanya momy Feli.
" Betah mom, tapi aku mau ikut dady dan momy pulang !"
" Katanya betah, tapi kok mau pulang!" ucap Alvin.
" Feli betah , tapi gak kuat menahan rindu, benar kata Dilan rindu itu berat."
" Kamu tahu Dilan dari mana ?" Tanya Milla.
" waktu itu Feli pernah nonton sama om bodyguard."
Semua tertawa . Tak hanya Frederick Adrich + Jessica Aldrich [ orang tua Feli ] yang datang tapi juga William Aitken + Joana Aitken[ orang tua Maxwell], Austin Filbert + Calista Filbert [orang tua Alvin ], Peter Alinski, Peter Dimitri , Bima Wijaya , Toni Wijaya+ Anggun Wijaya. King dan keluarga Adelard tidak datang karena masih dalam masa pemulihan, Calvin bersama Samantha menjaga King dan Julia.
" Wah , jarang sekali Peter kuadrat hadir bersamaan. Selamat datang di rumahku semuanya, ah tidak maksudku rumah Gibran ."
" Wah, anakmu hebat sudah bisa membeli rumah sebesar ini di usia yang masih kecil. Kalau begini akan aku restui Feli bersama Gibran." guyon Fred.
" Sayang sekali aku tak punya anak perempuan." ucap William
" Mana 3G , aku mau lihat mereka." Milla dan Sam juga Gibran mengambil 3G.
" Wah, tampan dan cantik, boleh aku gendong ?" tanya Jessica.
" Tentu.." Ucap Milla dan memberikan Giska pada Jessica.
Setelah makan mereka berkumpul kembali di ruang keluarga dan merencanakan liburan ke Bali besok.
...----------------...
Pagi Hari anak-anak audah rapi, para ibu sedang menyiapkan sarapan dan sedikit cemilan untuk di jalan , Milla menyiapkan 3G dibantu Gibran, Mereka berangkat pukul 9, hanya butuh 1, 5 ke Bali naik pesawat.
Sam sudah menyiapkan mobil untuk menjemput mereka di airport.
Tepat jam makan siang mereka sampai di Villa yang sudah si booking Sam dan sudah tersaji makan siang hidangan khas Bali, ada Ayam betutu, Sate lilit dan masih banyak lagi. Sore hari anak-anak ingin berjalan-jalan di pantai tentu saja dengan pengawalan bodyguard, tapi anak-anak ingin para bodyguard berpakaian santai ala ke pantai .
" Kamu benar Gib , Bali sangat indah" ujar Adam.
" Hm.. nanti kalian akan ikut mereka pulang ke London ?" tanya Gibran
" Iya, kami ingin bertemu papah dan mamah." jawab Adam.
" Nanti kakak titip oleh-oleh untuk papah !" ucap Gibran
" Iya kak..,"
" Hey, malah duduk -duduk sini ikutan main bola !" Teriak Alvin.
Adam dan Gibran menghampiri mereka dan ikut bermain. Feli dan Aston sedang mengubur salah satu bodyguard dengan pasir.
Mereka berlibur sampai 2 hari di Bali. Sepulang dari Bali mereka bersiap untuk pulang ke London anak-anak akan ikut dengan mereka , Sam dan keluarganya juga ikut ke London untuk menjenguk King dan Julia.
__ADS_1
" Sebentar lagi kita ketemu papah mamah , aku rindu sekali !" ucap Aston
" Aku juga ."
" Kakak kenapa diam saja , tenang kak besok kita ketemu Feli lagi dan yang lainnya !" Ucap Adam pada Gibran yang hanya melihat ke jendela.
" Ah .. tidak aku hanya sedang melihat pemandangan kota London saja."
" Ya..ya.. kau dan alasanmu!"
Gibran sedang berpikir tentang perkataan Om Alinski padanya sewaktu di Bali dan ketakutan abinya kalau dia masuk mafia om Al. Sejujurnya Gibran juga tak mau masuk ke dunia hitam, tapi saat kejadian itu om ,Alinski dan kelompok mafianyalah yang membantu. Bukan dia merasa berhutang budi tapi keluarga mereka memang keluarga elit yang selalu menjadi incaran pesaingnya , mereka bekerja sama dengan mafia untuk menjatuhkan keluarganya, jika dia berlatih dengan om Alinski maka dia dapat menjaga keluarganya dengan maksimal , karena bela diri itu bukan hanya teori tapi harus dilatih skill nya agar lebih terasah dan menjadi ahli. Tapi dia juga mengerti kekhawatiran ayahnya karena mafia memang dunia hitam , bisakah dia rubah semua itu , dia akan mencoba berbicara dengan om Alinski , dia akan masuk tapi dia ingin ada perubahan program kerja, tak ada lagi usaha ilegal tapi tetap menguntungkan , lebih baik membuat perusahaan jasa bodyguard terlatih , semoga om Alinski mau mendengarkannya dia akan membuat proposalnya dan presentasinya agar om Al lebih mudah memahami maksudnya.
Akhirnya mereka sampai di kediaman keluarga Adelard. Twins tak sabar langsung berlari begitu mobil berhenti.
" Papah.. mamah ..oma ..opa... kami pulang..!" Mereka masuk sambil berteriak.
Milla dan Sam masing-masing mendorong Stroller baby Sam mendorong Stroller berisi dua bayi dan Milla mendorong 1 bayi.
King sedang duduk di kursi roda, oma dan opa duduk di sofa .
" Cucu-cucu oma sudah pulang, apa kabar sayang , wah kalian terlihat lebih berisi." ucap opa.
Twins mencium tangan mereka.
" Iya opa kita makannya banyak, umi sering bikinin kita kue ." sait Aston.
" Assalamu'alaikum"
" Wa'alaikumsalam , aduh Sam, Milla kalian juga ikut, sini oma mau lihat cucu- cucu oma !"
Samantha langsung melihat 3G dan menggendong Giska.
Sam ,Milla dan Gibran bersalama dengan opa dan oma.
" Papah apa kabar?" tanya Gibran .
" Alhamdulillah baik, kamu bagaimana ? "
" Alhamdulillah pah baik."
" Syukurlah Gib , papah juga kwatir mendengar kamu siculik mereka, oh iya kalian mau lihat Julia dia di kamar belum bisa bangun." ucap King.
Lalu mereka ke kamar Julia. Keluarga Sam hanya 1 minggu berada di London sebab sekolah sudah mau masuk kembali, Gibran sudah membicarakan proposalnya pada om Alinski dan om Alinski akan memikirkannya.
...----------------...
7 tahun berlalu Gibran kini sudah menjadi remaja 14 tahun lebih umurnya. Gibran tumbuh menjadi lelaki tampan banyak perempuan yang mendekatinya tapi dihatinya tetap hanya Feli.
3G tumbuh menjadi anak yang jail dan menyebalkan di rumah selalu ramai. Mereka juga genius menurunkan gen Milla. Sepulang dari London 7 tahun lalu mereka pindah ke Bali.
Dan di umur ke 14 ini banyak yang telah dicapai oleh Gibran. Tapi di sekolah prestasinya biasa saja , Gibran menyembunyikan kegeniuasannya.
...----------------...
__ADS_1