Gibran Si Genius Yang Tersembunyi

Gibran Si Genius Yang Tersembunyi
Bab 21


__ADS_3

Milla menangis dalam pelukan Anggun dan melihat Sam , Sam menganggukkan kepala seakan mengiyakan kalau itu benar, Sam mengusap punggung Milla .


" Apakah itu benar tante ?" tanya Milla.


" Benar sayang dan jangan panggil tante tapi mamah ya !" Pinta Anggun. Milla hanya mengangguk dia merasa canggung tiba-tiba harus memanggil mamah.


" Oma berarti omanya Gibran ya ?" tanya Gibran


" Iya sayang tapi jangan panggil oma ya kan ada oma Samantha jadi biar beda panggil Grandma aja." kata Anggun


" iya ..grandma." Gibran menyetujui.


" Bagaimana keadaan kalian sudah lebih baik?" tanya Toni.


" Alhamdulillah sudah pah, " Jawab Sam.


" Syukurlah, gak nyangka ya Sam akhirnya kamu jadi mantu papah ?" kata Toni.


" Iya ..pah, Sam ingat dulu papah pernah bilang kalau anak papah masih hidup papah berharap dia jodoh kamu, ternyata benar kalau omongan orang tua adalah do'a yang mustajab, terima kasih pah ." ucapan Sam mengingatkan Toni pada ucapannya beberapa tahun yang lalu.


" Kamu benar Sam, papah ingat itu," kata Toni.


Mereka berbincang cukup lama , dan berbicara tentang apa saja atau random, mereka juga bicara tentang kapan bulan madu Sam dan Milla , Sam memutuskan bulan madu satu bulan lagi biar badan mereka lebih fit lagi tapi mereka tidak mungkin pergi jauh.


Anggun berharap mereka suatu hari mau menginap di rumah Wijaya. Sam mengiyakan .


Anggun dan Toni pamit undur diri agar Sam dan Milla bisa beristirahat.


...----------------...


Gibran sudah lama tidak sekolah tapi Bima sudah telepon ke sekolahnya dan menceritakan masalahnya pihak sekolah memaklumi.


Hari ini Sam dan Milla akan berangkat bulan madu, mereka hanya pergi ke Paris. Semua ikut mengantar Sam dan Milla. Mereka pergi dengan pesawat pribadi, dan membawa beberapa bodyguard . Sam dan Milla sudah berangkat.


Gibran pulang dengan Bima, selama Sam bulan madu Gibran akan tinggal dengan keluarga Wijaya.


" Gibran sayang ini kamar kamu, bagaimana kamu suka ?" tanya grandma


" suka grandma tapi kamarnya besar sekali." kata Gibran.


" Iya..grandma sengaja biar kamu merasa nyaman bahkan balkonnya juga besar. Kamu adalah cucu pertama keluarga kami, kami kehilangan momen pertumbuhan Milla dan juga pertumbuhanmu jadi sekarang grandma ingin memanjakanmu !" kata grandma.


" Iya ..grandma tapi manjakan Gibran dengan kasih sayang bukan dengan harta ya grandma, Gibran hanya ingin mendapatkan banyak kasih sayang dari keluarga Gibran yang selama ini hanya Gibran dapatkan dari umi saja. Apa grandma mau?"


" Tentu saja sayang kami akan melimpahkan mu dengan kasih sayang dan maaf bagi grandma harta kami juga milikmu sayang , grandma ingin yang terbaik untukmu dan kau harus terima semua pemberian grandma anggap saja ini bonusnya . " kata grandma.


Selama tinggal dengan mereka Gibran benar-benar di manja, Bima mengajaknya jalan-jalan, kadang Gibran ikut ke kantor Bima dan sambil menunggu Bima yang bekerja Gibran suka membaca tentang hukum yang ada di kantor Bima.

__ADS_1


Gibran sekarang sering mendengarkan musik pakai headphone karena dia tidak mau mendengarkan isi hati orang.


Sudah hampir 1 bulan Sam dan Milla bulan madu dan hari ini mereka pulang.


Gibran menunggu kepulangan abi dan umi di rumah Adelard. Terdengar suara mobil berhenti. Gibran berlari ke luar dan melihat abi dan umi turun dari mobil.


"Assalamu'alaikum sayang..umi kangen Gibran !" kata umi langsung memeluk Gibran.


" Gib juga kangen umi, abi." kata Gibran.


" Selama di sana , umi kamu itu selalu memimirkan kamu ?" kata Sam.


" iya..soalnya umi tidak pernah jauh dari kamu selama itu, jadi umi khawatir." kata Milla


" Umi jangan khawatir, Gibran kan udah besar, lagian sekarang keluarga Gibran banyak gak kaya dulu cuma kita berdua, sekarang yang sayang Gibran dan jaga Gibran banyak ada Grandpa dan Grandma juga oma dan opa, Keluarga uncle King dan om Bima, Gibran juga ada twins yang temani Gibran main jadi Gibran gak kesepian, ini saatnya kita bahagia umi." kata Gibran.


" oh..anak umi, iya sayang ini saatnya kita bahagia, karena akan bertambah orang yang sayang Gibran dan temani Gibran main, keluarga kita akan bertambah anggota baru..!" kata Milla.


"Apa maksudmu Milla ?" kata Samantha.


"Aduh mami gitu aja gak ngerti maksud Milla itu , Milla sedang.." belum selesai King berbicara sudah dipotong oleh papi.


" Milla hamil sayang..," kata papi. Mami melotot dan menutup mulutnya dengan tangan.


" Benarkah sayang..?" tanya Anggun. Milla mengangguk.


" Bro, Milla udah mau 2, lo kapan ? jangan lama- lama jomblo, tar karatan bro..hahaha !"


King meledek Bima.


" Enak aja , gue lagi nyari orang yang tepat buat jadi sarang burung gue, burung gue ini berharga dan spesial harus dapet sarang yang bagus dan nyaman bukan sembarang sarang, tahu lo !" kata Bima.


" Om Bima Adam tahu tempat sarang burung yang bagus dan nyaman kemarin kita habis liat-liat di internet ya dek.." kata Adam pada Aston.


" Iya om...tapi harganya mahal sarangnya unik ada juga dari emas..kalau om mau nanti aku kasih tahu link nya ya," kata Aston bangga.


" Hahahahaha..." semua tertawa..Aston , Adam dan Gibran bingung .


" Kenapa semua ketawa Adam gak bohong, " kata Adam.


" Kak ..emang ada yang lucu ya..?" tanya Aston pada Gibran.


" Gak tahu, memang orang dewasa suka aneh-aneh udah lah kita main di kamar aja yuk, kita mabar !!".ajak Gibran.


" Ayo..kali ini aku pasti menang !!" kata Adam.


" alah, kemarin juga bilang gitu tapi kalah lagi ." kata Aston.

__ADS_1


" Liat aja nanti," kata Adam. Dan mereka pergi ke kamar Gibran.


" Aduh..duh..mamah kenapa jewer Bima sih , ini lagi Milla kenapa pukul kakak ." Anggun menjewer Bima dan Milla memukul bahu Bima.


" Lagian kakak ngomong apa sih depan anak-anak..!" kata Mulla sambil melotot.


" iya, kalau ngomong tuh di jaga ," kata Anggun.


" ish..sakit nih..lagian mereka gak akan ngerti juga, buktinya mereka malah nyuruh Bima nyari sarang burung beneran." kata Bima.


" Tuh..gara-gara King ledekin Bima jomblo ngatain bakal karatan !" kata Bima menunjuk King.


" Emang bener kan kalau gak dipake lama-lama karatan, kamu kenapa sih gak punya pasangan, kamu homo."


" ya ampun mamah jahat banget anak sendiri dibilang homo, lagian kata siapa gak pernah dipake..?" kata Bima . Mendengar perkataan Bima membuat Anggun melotot.


" Maksud kamu, kamu sering pake gitu, ih..ih...sama siapa, jangan kurang ajar ya..halalin dulu dapetin SIM dulu jangan main toblos aja..." kata Anggun sambil memukuli Bima.


" Aduh..mah, Bima gak pernah gitu maksudnya dipake kan buat BAK gitu mah." terang Bima


" yang bener kamu , awas ya jangan zina dosa.." pesan Anggun.


" iya mamah..," kata Bima.


" Alah paling juga pake sabun tante ," kata King.


" wah parah lo man, gue dah babak belur nih dipukulin nyokap lo masih manasin aja..lo ngajak gelut..sini gue ladenin," Bima kesal pada King yang selalu meledeknya.


" oh..pantesan sabun di kamar kamu cepet abis..Bim ." kata Anggun.


" hahaha..." semua tertawa.


"Aduh bro kasian amat lo..!"


" ah..terserah kalian..ledekin aja terus sampe matahari ketelen bulan." kesal Bima.


" aduh..mami cape ketawa, oh iya Mil kamu hamil berapa minggu." tanya Samantha.


" 6 minggu mi, rupanya sebelum ke paris Milla udah hamil Alhamdulillah waktu itu naik pesawat gak apa-apa, untung deket." jawab Sam.


" ya udah kamu istirahat di kamar jangan terlalu lelah..ya jaga baik-baik kandungan kamu, kalau ada apa-apa jangan ragu bilang sama kami, dulu waktu hamil Gibran kamu sendiri gak ada tempat mengadu atau tempat untuk diandalkan tapi sekarang ada kami, jangan ragu untuk mengandalkan kami ya...!" kata Samantha. Semua mengangguk.


" Baiklah mi pi mah pah semuanya Milla ke kamar dulu ya " ijin Milla.


" Iya..Mil.." kata semua.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2