Gibran Si Genius Yang Tersembunyi

Gibran Si Genius Yang Tersembunyi
Bab 54


__ADS_3

Ketiga bayi Milla di rawat dalam inkubator karena lahir prematur.


Milla sudah berada di kamar perawatan kelas VVIP , bersama dengan Sam .Sedangkan yang lainnya sedang melihat triplets.


Mereka melihat triplets dari jendela kaca , triplets di baringkan dalam inkubator . Gibran terharu dia punya 3 adik, Gibran berjanji akan selalu menjaga ke 3 adiknya, mereka terlihat mungil, imut, lucu menggemaskan seperti boneka hidup.


Tapi Gibran merasa sedih karena lahir prematur dan bb yang kurang yakni 1300 gram mereka dipasang NGT ( NasoGastris Tube) yang dimasukkan lewat hidung sampai ke lambung, sebab mereka belum bisa menelan dan menghisap. Mereka akan diberikan ASI lewat selang itu atau sonde 2-3 jam sekali .


Mereka akan di NGT sampai mereka mampu untuk menelan, dan babies akan di inkubator sampai bb mereka normal yakni 2500 gram.


Kasihan sekali mereka andaikan dia bisa mengurangi penderitaan mereka.


" Sabar ya dek, cepat besar supaya kita bisa pulang dan main bareng." gumam Gibran.


" uncle bagainana rumah itu apakah sudah bisa ditempati."


" Sudah bisa sih, tapi masih ada beberapa yang masih dalam pengerjaan seperti taman samping dan belakang di bikin tempat untuk berjemur bayi biar nyaman juga bikin kamar mandi triplets belum selesai , kalau kamar yang lain udah oke bisa ditempati. oh ya ruang keluarga masih di renovasi karena ada babies jadi dibuat yang aman dari mulai furniture dinding dan lantainya." Jawab Bima.


" Kalau begitu ajak oma , opa sama King ke rumah itu mereka butuh istiraha setelah perjalanan jauh.twins suruh tidur di kamar Gibran aja. " Perintah Gibran.


" Ok..." lalu Bima tersadar sesuatu dan melihat Gibran.


" Kamu kenapa nyuruh uncle mulu ?" tanya Bima.


" Karena uncle gak pernah nolak !" Jawab Gibran.


" iya juga ya, kenapa aku gak pernah nolak. Kalau begitu sekarang uncle menolak uncle gak mau, urus aja sendiri !!!" tegas Bima.


" Ok... , Kalau begitu Gibran mau pulang sama mereka dan beristirahat. Uncle tunggu di sini dan kabari Gibran kalau ada apa-apa." kata Gibran.


" Nah gitu kan lebih baik, gak sopan nyuruh-nyuruh yang lebih tua, biar uncle yang disini, kamu ajak mereka pulang dan beristirahat ," Bima mengatakannya pada Gibran dengan perasaan janggal,


" Sebentar kaya ada yang janggal ya, gue di sini, Gibran pulang bersama mereka dan istirahat tidur di kamar baru, nah gue di sini nemenin Milla tidur di RS di sofa, kok jadi enak Gibran . " Bima berpikir kenapa dengan Gibran dia selalu kalah akal, kemampuan berdebatnya juga tidak berlaku pada Gibran.


" Ok..uncle !" Gibran mendekati oma dan opa dan mengajak mereka pulang .


Mereka berjalan ke kamar Milla


" Milla , Sam , mamih sama papih pulang dulu ya kayanya masih jetlag baru datang langsung ke sini. besok pagi mamih sama papih ke aini lagi"


" Iya mam, Sam di sini aja mau nemenin Milla, mamah sama papah juga pulang aja istirahat di rumah ."

__ADS_1


Toni dan Anggun setuju untuk pulang.


" Mil aku juga pulang pulang dulu ya , gak mau ganggu yang lagi kangen-kangenan. Besok kami ke sini lagi." Kuli tidak mau mengganggu waktu Sam dan Milla.


" Iya kak terima kasih ," Milla tersenyum malu.


" Ya udah ayo kita pulang !" Bima langsung keluar lebih dulu.


" Uncle jangan ikut pulang !" Gibran memanggil Bima.


" Udah gak apa-apa biarin Sam sama Milla berdua." ucap Samantha.


wee..


Bima meledek Gibran dengan menjulurkan ssdikit lidahnya .


Mereka berjalan ke parkiran mobil. King Julia dan Twins naik mobil bersama Bima , sedangkan Samantha , Calvin, Anggun dan Gibran naik mobil Toni .


Mobil Bima berada di depan .


" Grandpa ikutin mobil uncle Bima aja ya!" Toni bingung kenapa harys ngikuti mobil Bima , dia juga kan tahu arah jalan pulang.


" Kita gak pulang ke rumah lama !"


" Terus kita pulang ke mana ?" pandangan grandpa tak lepas dari mobil Bima agar tak tertinggal.


" Kejutan ," Gibran menjawab singkat.


" Bima berhenti di mana itu?" Toni melihat Bima berhenti di depan sebuah rumah besar. Pintu pagar terbuka dan Bima masuk ke dalam rumah itu.Toni mengikuti Bima.


Terlihat ada bebarapa orang sedang bekerja, rumah yang cukup besar ada taman di depan yang tersambung dengan taman samping. Bima masuk bersama yang lainnya. Toni dan semuanya turun dari mobil .


Gibdan berjalan di depan


" Ayo grandpa opa kita masuk ke dalam ini kejutannya."


" Rumah siapa ini sayang?" oma bertanya.


"Rumah umi !" Mereka semua masuk ke dalam.


...----------------...

__ADS_1


Dua hari Milla di rumah sakit sekarang Milla bersiap pulang tapi tidak dengan triplets mereka masih harus di inkubator sampai bb mereka normal. Milla diwajibkan menyetor Asi untuk triplets.


Milla sedang melihat triplets dia merasa sedih melihat babies harus di pasang NGT .


Milla menangis dalam pelukan Sam.


" ssst jangan nangis triplets ngeliatin kamu tuh, kamu harus senyum untuk menguatkan dan menghibur mereka, ikatan batin kamu dan mereka itu kuat mereka dapat merasakan yang kamu rasakan jadi kamu harus optimis biar mereka juga optimis dan cepat sembuh. Ayo senyum .. tuh mereka liatin kamu..kasih senyum anak-anaknya!" Sam menghibur dan menguatkan Milla.


Milla menatap ke 3 anaknya dan tersenyum benar kata Sam ke 3 anaknya sedang melihatnya dan mereka ikut tersenyum .


Milla tertawa dan melambaikan tangan pada mereka , perasaan haru menyelimutinya dia juga merasakan semangat baru yang ditransfer oleh triplets lewat senyum mereka.


" Aku belum memberi nama untuk mereka , aku masih bingung nanti aja kita minta masukan dari keluarga besar pas kumpul." Sam mengutarakan kebingungannya Milla mengangguk saja


Milla rasanya tak ingin pulang dan ingin menemani triplets di sana tapi dia harus pulang beistirahat dan makan yang banyak agar ASI nya terjaga untuk si triplets sia akan makan makanan yang bergizi tinggi agar triplets juga mendapat asupan ASI terbaik shingga mempercepat pertumbuhannya.


Dengan berat hati Milla pulang bersama Sam ke alamat yang diberikan oleh Gibran. Milla bingung mereka akan pulang ke mana ini bukan jalan ke rumahnya.


" Kita ke mana Sam sepertinya kamu tersasar ini bukan arah ke rumah Sam ?"


" Tidak ini sudah benar sesuai dengan alamat yang Gibran kasih ,"


" Benarkah , apa lagi yang Gibran lakukan ?"


" Aku juga gak tahu sayang, kita ikuti saja , dia itu selalu membuatku terkejut dengan kemampuannya ," Sam tersenyum tangan kiri Sam menggenggam tangan kanan Milla.


Milla membalas senyum Sam .


" Ya.. aku bahkan dibuat takjub olehnya , perhatiannya padaku terutama disaat aku hamil membuatku merasa jadi ibu yang paling beruntung dan bahagia memilikinya."


" Kita beruntung dan bahagia menjadi orang tuanya dan aku menyesal pernah menyakiti hatinya bahkan dengan bodoh aku sengaja melakukannya ..aku sangat nanyesal maaf ," wajah Sam menjadi sendu.


" Sudahlah Sam lupakan masa lalu cukup jadkan pelajaran agar tak mengulangi kesalahan yang sama. Bukankah kita sudah membicarakan hal ini kemarin !"


" Iya sayang.. terima kasih sudah memaafkan aku dan menerima ku kembali." Sam mengecup tangan Milla sambil menyetir.


Mereka sampai di rumah yang besar Semua menyambut kedatangan Milla dan memberi kejutan. Milla terkesima rumah ini begitu indah Gibran menghampiri uminya.


" Umi rumah ini untuk umi hadiah dari Gibran buat umi ..selamat atas kelahiran baby triplets. Gibran mencium kedua pipi uminya.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2