
Camilla dan Gibran pergi dijemput oleh Bima.
Tanpa rasa curiga dia menjemput adik dan keponakannya setelah Gibran meneleponnya memberi tahu kalau Miilla ngidam ingin menginap di rumah Wijaya.
Setelah kemarin Gibran menelepon meminta padanya untuk menjadi penasehat hukumnya, walaupun Gibran mengerti , tetap dia butuh orang dewasa dan bersertifikat agar meyakinkan, karena orang dewasa cenderung tidak mau mendengarkan anak kecil. Bima mendampingi Gibran menandatangani kontrak kerja samanya dengan perusahaan IT
' Aitken Corporation ' disingkat 'A CORP "
1 jam kemudian mereka sampai, Gibran turun lebih dulu, lalu membantu uminya turun. Anggun menyambut mereka , wajahnya terlihat senang.
" Alhamdulillah cucu grandma ke sini lagi, grandma senang banget !" Anggun memeluk Gibran dan Milla.
" Camilla apa kabar , gimana kabar cucu-cucu grandma di sini ?" Anggun mengusap p***t Milla.
" Alhamdulillah mah , kabar Milla dan triplet baik mah. Kabar mamah sama papah gimana ?" Jawab Milla.
" Alhamdulillah mamah dan papah baik-baik saja cuma papah sekarang masih belum pulang dari perjalanan bisnisnya mungkin nanti siang atau sore !" ucap Anggun
" Ayo masuk !" ajak Anggun.
Milla dan Gibran masuk mengikuti Anggun.
Bima menyuruh asisten rumahnya untuk membawa tas yang dibawa Gibran ke kamar yang telah disiapkan untuk Gibran dan Milla.
Bima kemudian menghampiri Milla dan Gibran. Mereka duduk bersama di ruang keluarga.
" kalian tunggu di sini, mamah mau siapkan sarapan buat kalian!" ucap Anggun.
" Tidak usah mah, Milla sudah sarapan." Milla tidak mau membuat mamahnya tepot.
" Tapi Gibran belum umi !" ucap Gibran.
" Oh.. iya kita tadi langsung berangkat ya , kakak juga berarti belum sarapan ya, maaf Milla merepotkan kakak dan mamah ," kata Milla.
" Tidak sayang tidak repot mamah udah masak tadi tinggal disiapkan saja, sebentar ya !" Anggun berjalan ke dapur untuk menyiapkan sarapan.
__ADS_1
10 menit kemudian, Anggun memanggil mereka untuk sarapan.
Semua sarapan kecuali Milla yang memang sudah sarapan. Dia sedang duduk di ruang keluarga memperhatikan foto-foto keluarga. Milla kemudian melihat foto pernikahan orang tuanya. Milla teringat pada pernikahannya dengan Sam.
Sam yang dulu begitu sayang dan perhatian padanya, membuat hatinya perlahan luluh dan jatuh cinta, namun cinta tak bersambut hanya di balas luka.
Tak terasa air mata menetes, Milla langsung menghapusnya.
Berbeda dengan Milla yang sedang bersedih Sam justru sedang berbahagia . Dia sedang menikmati sarapan bersama Claris di Apartemen Clarissa.
" Masakan kamu memang selalu enak dan menjadi favoritku." ucap Sam.
" Terima kash sayang, aku pikir kamu tadi tidak jadi sarapan di sini soalnya sudah jam 7 kamu belum datang." ucap Clarissa.
" Aku kan udah janji akan sarapan sama kamu hari ini, dan aku gak akan ingkar janji !" ucap Sam.
" Apa kamu tadi udah sarapan sama istri kamu ?"
" Iya, aku gak enak soalnya ada papi dan mami mereka yang nyuruh aku sarapan, tapi aku makan cuma sedikit dan langsung ke sini." Sam menjelaskan takut Clarissa marah.
" Tentu lebih enak masakan kamu dong , masakan kamu adalah favoritku sejak dulu !" [ sama-sama enaknya , batin Sam].
" Sam, apa kau bahagia?" tanya Claris
" Maksudnya ? tentu aku bahagia bersama kamu ." Jawab Sam
" Bukan itu, maksud aku apakah kau bahagia dengan hubungan seperti ini, kamu hidup dengan istri kamu tanpa cinta , sedangkan kamu mencintaiku tapi harus hidup terpisah. Hubungan kamu dengan istri terikat dalam pernikahan sedangkan kita? hubungan kita tidak terikat pernikahan , kamu mengerti maksud aku ?"
" Aku mengerti, kamu sabar ya aku akan ceraikan istri aku setelah dia melahirkan karena aku tidak ingin dia sedih dan tertekan yang akan berakibat tidak baik pada anak-anakku. Tidak lama lagi sekitar 5-6 bulan lalu kita akan menikah , kita akan tinggal bersama anak-anak !".
" Anak-anak? anak -anak Milla makaud kamu?"
" Iya, mereka anak aku Claris !"
" Gak Sam, kasihan Milla mereka masih kecil butuh ibunya biarkan mereka tinggal bersama ibunya, kita buat anak kita sendiri !" [ Aku tidak mau direpotkan dengan anak kembar yang masih kecil , harus bergadang dan tak punya waktu untuk main , males banget !"batin Clarissa.]
__ADS_1
" Tapi aku juga ingin merawat anak-anakku !" kekeh Sam.
" Iya, tapi nanti kalau mereka sudah besar, sudah bisa mengurus diri mereka sendiri, dan tidak tergantung pada Milla. Baru kau minta hak asuh pada Milla , sementara itu kau dekati anak-anak kamu agar mereka merasa ada ikatan batin dengan kamu !" Claris membujuk Sam.
" Hem, kamu benar mereka butuh asi dan kasih sayang ibunya , baiklah mungkin sampai umur mereka 10 tahun aku biarkan mereka dengan Milla, tapi Gibran aku akan mengajaknya tinggal denganku ," ucap Sam.
" Begitu lebih baik, tapi Sam benar kamu tidak apa-apa berpisah dengan Milla ?"
" Tidak sayang , karena aku menikahinya dulu sebagai tanggung jawab aku , aku tidak tega pada Gibran yang harus hidup tanpa ayah dan selalu di bully di bilang anak haram, aku ingin menikahi dan memberi status pada anakku dan Milla."
" Tapi apakah dalam hati kamu, ada sedikit saja rasa cinta untuk Mila?" tanya Claris , Sam hanya terdiam, merasakan dalam hatinya adakah rasa cinta untuk Milla, sepertinya tidak, yang dia rasakan hanya kasihan dan rasa bersalah pada Milla dan Gibran, dan dia akan melakukan hal yang sama pada anak kembarnya, meninggalkannya . Dulu dia mungkin tidak tahu kalau Milla hamil dan lahir Gibran, tapi sekarang dia tahu Milla mengandung anaknya tapi dia meninggalkannya dengan sengaja, bukankah itu brengsek, tidak ini berbeda dengan kasus Gibran, kehamilan Milla kali ini dalam status pernikahan jadi tidak akan ada yang bilang anak-anaknya adalah anak haram, dan dia juga akan selalu memberi perhatian dan biaya untuk pertumbuhan anak-anaknya, jadi..."
" Sam..kenapa kau diam saja , apakah kau mencintainya?" tegur Claris
" Tidak sayang, aku tidak merasakan itu pada Milla, aku hanya mencintaimu dari dulu !" Kata Sam lalu menggenggam tangan Claris yang berada di atas meja.
" Kalau begitu , maukah kau menginap malam ini?"
" Maaf sayang sebelum kita menikah , aku tidak bisa menginap di sini aku tidak mau mengulangi kesalahan yang sama seperti pada Milla dulu, melakukan nya sebelum ada ikatan pernikahan !" Ucap Sam.
" Aku sudah selesai , aku harus berangkat ke kantor dulu, trtima kasih sarapannya." Sam tersenyum dan bangkit berjalan ke arah pintu . Clarissa mengantarnya.
" Sampai jumpa nanti siang, " Sam mengec** pipi Claris.
Clarissa memandang punggung Sam sambil tersenyum.
" Aku akan mendapatkan mu kembali Sam, Kau milikku walau ada yang lain di hatiku aku tetap tidak rela kau bersama yang lain, aku senang caramu memujaku Sam, " gumam Clarissa.
Terdengar suara hp dari dalam, Clarissa masuk dan menutup pintu, lalu dia mengambil handphonenya dan tertera nama MyLove, Clarissa mengangkatnya.
" Hai Honey..." [ hallo ..sayang ] sapa Claris di telepon
".........."
" ok.... aku akan ke sana , dah sayang ." Clarissa menutup teleponnya.
__ADS_1
" aku akan bersiap-siap, tunggu aku Peter." Gumam Claris.