Gibran Si Genius Yang Tersembunyi

Gibran Si Genius Yang Tersembunyi
Bab 62


__ADS_3

Sam dan anak-anak masih di ruangan kerja Sam.


" Maaf ya kids abi belum bisa mengajak kalian jalan-jalan selagi kalian liburan di sini , tapi abi janji kalau nanti situasi sudah aman kita akan liburan keluarga semua sama orang tua kalian juga , kalian mau ke mana akan abi turutin ."


" iya bi, asyik... abi janji ya ," Aston sangat senang .


" Iya abi janji."


" Ya.. udah kalian main lagi gih, abi mau menyelesaikan pekerjaan abi dulu ."


" Abi bisa kita bicara sebentar ." Ucap Gibran .


" Ada apa?" tanya Sam.


" Feli.. main duluan sama twins ya, kakak ada perlu dulu sama abi ."


" Iya kak..." Feli pergi bersama twins. Sedangkan Alvin dan Max tetap di ruangan bersama Gibran dan Sam.


" Sepertinya penting ada apa?" tanya Sam lagi.


" Bagaimana dengan orang itu abi yang mengaku bernama Joni ?"


" Abi sudah membawanya ke kantor polisi atas tuduhan pembunuhan berencana.Tapi sebelumnya abi juga udah interogasi dia ," Jelas Sam.


" Sebentar bi ," Gibran duduk dan membuka laptopnya lalu dia mulai mengetik tampillah di layar tv gambar peta dan 2 titik biru berkedip yang terus berjalan.


" Apa ini?"


" Ini adalah teman Joni, mereka menunggu di balik tembok sampai aeseorang memberi sms dan melempar kotak itu baru mereka pergi ," Jelas Max.


" Lalu mereka pergi tanpa mendapat apapun mereka pasti tahu relah terjadi sesuatu pada Joni." ucap Sam.


" No.. mereka pergi setelah mendapat kotak itu."


" Apa ??? tapi bagaimana mungkin siapa yang udah ngasih kotaknya?"


" Kami bi, tapi tenang kami sudah palsukan isinya denahnya kami buat yang berbeda jumlah bodyguard dan foto kami kasih Foto artis cilik luar negri." Jawab Alvin.


" Tapi kami pasang pelacak pada tubuh mereka , kotak itu sebagai pancingan agar kita tahu ke mana mereka pergi memberikan kotak itu." Lanjut Gibran.


" Kalian memang tidak bisa di tebak , polos polos mematikan." ucap Sam. Sam kini berubah pikiran dia tidak mau Gibran jadi anggota mafia, dia tidak mau Gibran yang baik menjadi pembunuh, kelebihannya dipakai untuk kejahatan tidak.. Sam tidak mau seperti itu.


"Abi... kenapa bengong?" Tanya Gibran.


" Ah.. tidak apa-apa."


" Lihat itu kemana mereka pergi, lebih baik abi siapkan orang untuk mulai menyerbu markas mereka dan bawa polisi untuk menangkap buronan, dan bilang ini melibatkan mafia jadi polisi harus membawa pasukan yang banyak, agar semua ini cepat selesai abi ."

__ADS_1


" Iya kamu benar Gibran , abi juga sudah lelah , abi akan siapkan orang untuk menyerbu markas mereka. " Sam pergi untuk menemui Willy dan mempersiapkan penyerbuan.


" Gib.. apa menurutmu semua akan selesai setelah Milano tertangkap ?" tanya Alvin.


" mudah-mudahan aku sudah lelah, kita hanya anak kecil yang ingin bermain juga, tugasku banyak mengecek perusahaan umi dan abi belum perusahaanku dan dady William terus tredingku, semoga gak ada konflik lagi."


" Sepertinya konflik ini akan berakhir , jadi kita bisa bersenang-senang dan liburan bersama." ucap Max.


" Amiiiin ." Ucap Gibran dan Alvin kompak.


" Kalau udah selesai aku mau liburan ke Bali , aku mau ke tempat yang dulu sering kau ceritakan." Ucap Alvin bersemangat.


" Perutku lapar , aku ambil kue dulu di dapur sama susu kalian mau?" tanya Max.


" Mau.. sekalian panggilin Feli ya !"


" Huh, sekarang deket -deket Feli terus ," ledek Alvin.


" Selagi dia di sini, aku harus memanfaatkan waktu." nalas Gibran.


Ceklek..


" Abi sudah kirim 30 bodyguard untuk ke markas Milano, abi juga udah telepon polisi mereka akan mengirim tim buser dan tim Brimob karena ini adalah buronan internasional dan menyangkut mafia . "


" Bagus abi ..lihat saja mereka masih berjalan ." Tunjuk Max pada televisi.


Gibran memperbesar tempat itu lalu Gibran mengetik dengan cepat dan layar terbagi dua gambar yang setengah memperlihatkan peta dan yang setengah lagi memperlihatkan hutan dan ada rumah di situ.


" Oh.. rupanya mereka di daerah hutan lumayan jauh butuh 1 setengah ham perjalanan. Gibran akan kirim alamat dan titik koordinat tempat itu pada Willy agar dia berangkat sekarang dan Gibran akan kirim juga pada abi untuk abi teruskan pada polisi.


" ok boy ..udah abi terima abi mau siap - siap dulu abi juga mau ke sana ."


" No.. !" teriak Gibran .


" Abi tidak boleh ke sana, berbahaya dan justru menghambat , abi di sini aja temenin umi di kamar.." ucap Gibran.


" Ya.. terserah kau lah nak ." Sam langsung pergi. Max menepuk jidat.


" Aku lupa mau ambil kue." Max juga keluar.


...---------...


Sudah 2 jam belum juga ada kabar dari Willy. Sam sudah gelisah , Alinski juga belum mengabarinya tentang mafia tiger itu.


Sam bermain dengan 3G untuk menghilangkan perasaan gelisahnya, Milla sedang membuat cemilan untuk anak-anak.


drt..drt..

__ADS_1


Ada telepon masuk dari Willy.


" Akhirnya yang ditunggu telepon juga , " Sam mengangkat teleponnya.


" Gib .. titip 3G abi mau angkat telepon dulu." Kata Sam pada Gibran yang sedang bermain handphone.


" Ok.. abi ." Jawab Gibran. Kalu Gibran menyimpan handphonenya . Sam pergi ke ruang kerjanya sambil mengangkat telepon.


" Nih.. kue sudah jadi umi buat putri ayu sama kue lopis..ayo di makan !"


" Wah ..keliatannya enak mi." ucap Aston langsung mengambil 1 putri ayu, semua anak-anak menyerbu makanan itu.


Feli mengambil putri ayu dan menyuapi Gibran.


" Ya..ampun kalian ini malah suap - suapan, Feli makan aja sayang biarin kak Gibran mah bisa makan sendiri." Feli malu mendengar umi.


" Wah.. abi mau dong kue nya ." Sam datang dan langsung mengambil piring untuk makan kue lopis.


" Sini biar umi yang ambilin ." Milla mengambil piring dari tangan Sam .


" Abi bagaimana ?"


" Alhamdulillah Milano sudah tertangkap tapi dia dan komplotannya melawan dan menembaki petugas bodyguard kita ada yang terkena sudah dibawa ke rumah sakit, Milano juga tertembak dan ketika di bawa ke rumah sakit dia meninggal ." jelas Sam


" Mereka pasti terkejut melihat puluhan orang menyerbu ke markasnya.." ucap Adam.


" Bukan lagi. Mereka tak ada persiapan apapun ." tambah Max.


" Ini semua berkat kalian geng Angker." Ucap Sam sambil mengunyah kue lopis yang disuapin Milla.


" Aunty juga suap-suapan sama uncle, Feli mau sama kak Gibran ."


" Waduh tuh anak, masih kecil udah begitu , calon mantu kamu bi.." ucap Milla.


" Bagus, gak apa-apa aku sudah tahu orangnya , Feli juga lucu dan cantik." timpal Sam. Milla hanya terkekeh.


" Dam siapa yang ngasih nama geng Angker nama kok aneh begitu?" tanya Milla.


" Eh umi Angker itu singkatan Anak Gagah dan Keren." Jawab Adam. Milla dan Sam tertawa.


" Kalian emang kreatif ." kata Sam.


drt..drt..


" Bima..." guamam Sam pelan


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2