Gibran Si Genius Yang Tersembunyi

Gibran Si Genius Yang Tersembunyi
Bab 34


__ADS_3

Gibran dan Milla pergi ke ruang keluarga, Milla meminta kepada Chef Erwin untuk di buatkan nasi uduk dan ayam goreng serta semur tahu, telor juga bihun kecapnya.


Saat Milla dan Gibran noton Tv, Samantha turun dan twins ikut bergabung, mereka nonton dan kadang tertawa melihat kelakuan twins.


Milla sudah berniat nanti ia akan menceritakan semuanya pada mertuanya juga keluarganya.


Ginbran juga mempunyai niat yang sama.


Milla dan semuanya ke meja makan begitu Chef sudah selesai menyajikan hidangan di meja makan . King dan Julia datang bergabung.


Mereka makan bersama, Sebenarnya Milla penasaran di mana Sam , tapi dia tidak ingin bertanya.


" Sayang sekali Sam tidak bisa menikmati hidangan ini, ini sangat enak !" ucap Samantha.


" Memang ke mana Sam ?" tanya King.


King heran kenapa Milla atau Gibran tidak pernah menyebut nama Sam lagi , mereka hanya diam seolah tidak perduli ada atau tidak ada Sam di rumah.


" Tadi Sam dapat telepon dari temannya mengajak untuk berkumpul katanya, jadi dia pergi .. iya kan Milla , Sam pasti sudah menelepon dan memberitahumu ?" Kata Samantha


" Hah, .. heh.. sebenarnya tadi Milla pergi tidak bawa hp, ketinggalan di kamar terus Milla lihat hp nya mati jadi sedang di cas sekarang, Milla belum tahu Sam telepon atau gak!" Jawab Milla.


" Oh..mami pikir kamu sudah tahu karena kamu tidak menanyakan Sam." ucap Samantha membuat Milla salah tingkah tidak enak.


" Umi, tolong minta ayam lagi !" Gibran berusaha mengalihkan topik.


" Nih .. makan yang banyak biar tambah tinggi !" Milla memberikan ayam gorengnya.


" Mah..boleh nambah lagi nasi uduk nya !" pinta Aston.


"Boleh sayang.." Julia mengambilkan nasi uduk untuk Aston.


Setelah selesai makan Gibran dan twins pergi ke kamar Gibran untuk main bersama.


Milla dan yang lainnya ke ruang keluarga.


" Milla sebelumnya mami minta maaf bukannya mami mau ikut campur masalah keluarga kalian tapi mami merasa hubungan kalian sedang tidak baik, bukan hanya kamu dan Sam tapi juga Gibran terlihat menjaga jarak dengan Sam bahkan seakan tak perduli , tak pernah menanyakan di mana Sam atau jika ada Sam juga tidak pernah terlihat ngobrol dan bercanda bersama. Tadinya mami tidak mau bertanya tapi mungkin kalian butuh penengah atau pandangan mami , mami akan selalu ada untuk kamu.!" Samantha memberanikan diri bertanya pada Milla.


Milla tertegun sejenak mendengar perkataan mami apakah ini saatnya dia menceritakan semuanya, Milla menatap mami dan yang lainnya satu persatu, kemudian dia menghela nafasnya.


" Mami, papi , maafin Milla, bukan maksud Milla untuk merahasiakan masalah Milla, karena ini aib untuk keluarga, jadi Milla tidak menceritakannya, tapi sepertinya Milla memang harus menceritakan ini agar tidak ada yang berburuk sangka pada Milla atau Gibran ketika melihat perubahan sikap kami. Apalagi ketika kami pergi dari sini !" ucapan Milla membuat semua orang saling melirik.


" Aib ?"


" Pergi ?"


Kata Julia dan King bersamaan.


" Maksudnya apa Milla ?" tanya papi.

__ADS_1


" Sam sudah berselingkuh dan mencintai wanita lain !" Milla mengatakannya tanpa ekspresi.


" Berselingkuh?, tidak mungkin Sam bukan tipe seperti itu, dia jika sudah mencintai seseorang maka dia akan setia , mami tidak percaya, apa buktinya?"


" Mami benar, Sam tipe lelaki setia jika dia sudah mencintai seseorang maka dia akan mencintai selamanya sudah terbukti saat ini, dia mencintai wanita itu dari dulu dan selalu setia mencintainya sampai sekarang . Wanita itu adalah cinta pertamanya. " Milla menatap mata mami.


Mami melihat kesedihan dan kepasrahan di mata itu . Benarkah Sam begitu tak mungkin Milla berbohong.


" Siapa cinta pertama Sam ?" tanya papi.


" Clarissa teman kuliah abi ," Suara Gibran mengejutkan semua orang. Bahkan Gibran saja tahu kelakuan Sam.


" Ini buktinya jika kalian tidak percaya umi !" Gibran meletakkan amplop coklat besar di atas meja.


King mengambil dan membukanya. Ada beberapa foto dan juga screen shoot percakapan mereka di medsos.


King saja sangat marah melihat foto - foto itu , Apalagi dengan Milla dan Gibran . Mereka yang paling tersakiti terutama Gibran .


Foto- Foto itu berpindah - pindah tangan dan ketika datang si kembar foto -foto itu langsung di masukkan ke dalam amplop.


Mami lansung terduduk di sofa .


" Mami tidak pernah membayangkan kalau Sam akan seperti ini, mami tahu Claris tapi yang mami tahu Sam hanya menganggapnya sebagai sahabat ," Mami masih tak percaya dengan semua kenyataan ini.


" Karena itu Gibran punya rencana, Gibran harap dukungan dari kalian!" ucap Gibran.


" Rencana apa?" tanya King.


Mami menyuruh Milla untuk istirahat mengingat Milla sedang hamil.


Milla diantar oleh Gibran ke kamar, dan Gibran membantu Milla memasukkan barang -barang penting ke dalam tasnya.


Setelah itu Gibran keluar, Milla membersihkan diri dan bersisp untuk tidur.


Jam menunjukkan pukul 08.10 menit. Sam belum pulang , mungkin dia aedang neraama Claris. Hati Milla sedikit lega setelah bercerita kepada semua keluarga , besok dia akan ke rumah orang tuanya dan menceritakan semua masalah yang sedang dia hadapi.


Mata Milla terpejam.


Ceklek...


Terdengar suara pintu terbuka . Sam masuk dan menutup pintu perlahan agar Milla tidak terbangun , kasihan kalau sampai terbangun.


Sam mendekati tempat tidur Milla.


" Maaf sayang aku baru pulang, selamat tidur semoga bermimpi indah." Lalu Sam menc**m kening Milla.


"Selamat malam anak-anak abi, gimana kabar kalian , apa kalian rindu abi, abi juga rindu kalian , mu**... ," Sam menc**m perut Milla yang tertutupi selimut.


" Tumbuhlah dengan baik dan sehat ya, sayang jaga umi untuk abi, jangan bikin susah umi ya, selamat tidur !" Sam kembali menc**m perut Milla.

__ADS_1


Sam berjalan ke kamar mandi dan membersihkan dirinya lalu berpakaian dan bersiap tidur.


Sam merebahkan dirinya di sebelah Milla dan menatap punggung Milla Sam mendekat lalu memeluk Milla dari belakang.


Milla sempat terkejut dan menahan nafas beberapa detik lalu bersikap seperti biasa seolah sedang tidur, dia berusaha mengatur nafasnya agar jantungnya tidak berdebar cepat.


Terdengar suara nafas yang halus dan teratur menandakan bahwa Sam sudah tertidur pulas.


Milla menyingkirkan tangan Sam dan pindah ke sofa, sofa di kamar Sam bisa di rubah menjadi tempat tidur , Milla membawa bantal dan selimut lalu tidur.


------


Suara alarm membangunkan Sam dilihatnya sudah pagi Sam pergi mandi. Lalu Sam sholat subuh dan berpakaian rapi , setelah bercermin dia keluar turun untuk pergi sarapan .


" Pagi sayang, pagi mih pih !" Sam ingin memc**m kening istrinya tapi Milla menghindar.


" Sini duduk sayang, sarapan dulu !" ucap mami.


" Sam sarapan di kantor aja mi, Sam harus menyiapkan berkas untuk rapat pagi ini !" Sam memberi alasan.


"Alasan konyol memang dia gak punya sekretaris yang menyiapkan berkasnya .. ketauan banget bohongnya !" batin Milla.


" Duduk dan sarapan , apa kamu gak bisa menghargai istrimu yang sudah masak buat kamu walau harus merasakan mual mencium bau bumbu !" tegas papi.


" Milla aku kan sudah bilang jangan masak kan ada chef , bagaimana kalau terjadi apa-apa sama anak - anakku, kamu harus menjaga mereka dengan baik ." ujar Sam dengan suara agak meninggi.


" Kamu yang harus menjaga mereka dengan baik, menjaga istri dan anak- anakmu , nanti kalau terjadi apa-apa dan mereka pergi kamu akan menyesal !!" Balas papinya.


" Iya.. pi aku akan menjaga mereka dengan baik, ayo sayang duduk sini kita sarapan , di mana Gibran ?" tanya Sam setelah duduk.


" mungkin masih tidur, mereka sekolah nanti jam 8 ini baru jam setengah 7 . " jawab mami.


Sam makan dengan cepat, dan hanya habis setengahnya saja, Sam bergegas bangkit dan pamit ke kantor.


" Terima kasih sayang, masakan kamu lezat , aku pergi dulu ya !" Sam ingin menc**m kening Milla, tapi Milla menghindar dengan menc**m tangan Sam.


Sam tertegun dan merasa canggung lalu pergi berangkat ke kantor .


Setelah Sam pergi , Milla segera masuk beranjak ke kamar Gibran di sana Gibran sudah berpakaian rapi dan memakai tas ransel , hoodie dan topi, Gibran keluar membawa tas travel dan tas ransel.


Milla ke kamarnya mengambil tas tangannya.


Mereka turun bersama.


" Mill kamu akan berangkat sekarang?" Mami menangis.


" Iya mi, do'akan Milla semoga sehat dimanapun berada, dan Milla titip Sam, maafkan Milla kalau ada salah sama semuanya dan maaf juga jika Milla mengecewakan mami papi, Milla tak bisa berada di sisi Sam selamanya." icap Milla lalu memeluk mereka satu persatu kecuali papi dan King.


Gibran juga pamit , mereka melepas kepergian Milla dan Gibran dengan air mata.

__ADS_1


Semoga mereka bisa bertemu lagi dalam keadaan yang lebih baik, harapan semua orang.


...****...


__ADS_2