Gibran Si Genius Yang Tersembunyi

Gibran Si Genius Yang Tersembunyi
Pengumuman.


__ADS_3

Hai author cuma mau memberi pengumuman kalau author buat cerita baru judulnya Cinta Suci Yang Ternoda. Baru up


Ini sedikit cuplikan bab nya.


Hidup itu penuh dengan liku dan rintangan. Namun, bagaimana jadinya jika rintangan itu terasa amat sangat berat? Apa yang akan kau pilih menyerah atau berjuang? Mungkin mereka yang tangguh akan memilih berjuang tetapi ada sebagian orang yang memilih menyerah.


Seperti halnya gadis bernama Suci. Dia lebih memilih menyerah, karena baginya hidup terasa berat. Dia merasa kotor dan jijik pada dirinya sendiri. Suci tidak sanggup lagi.


Bayangan malam kelam itu terus menghantuinya. Dia telah mengecewakan orang tuanya yang kini membencinya. Bahkan mereka mengusirnya. Semua orang memandang jijik padanya.


Suci pergi tanpa arah dan terus berjalan lalu memilih mengakhiri hidupnya di atas jembatan jalan layang yang sepi. Malam yang gelap sangat mendukungnya. Dia memandang ke bawah dengan tatapan kosong. Lalu Suci menaiki pembatas.

__ADS_1


“Kau pikir masalah akan berhenti setelah kau mati?” Suci tersentak mendengar suara seorang pria. Dia menoleh lalu menatap pria itu.


“Tahu apa kau tentang masalah ku?” Suci menatap pria itu tajam. rupanya memang rupawan, dengan rambut ala korea style. Pria itu masih memakai setelan jas dan celana hitam.


“Kalau kau mati, kau akan menghadapi masalah baru. Siksa kubur juga neraka dan itu akan abadi. Kau pikir setelah mati kau akan diterima di akhirat. Allah mengharamkan surga bagi mereka yang mati bunuh diri. Karena dia telah mendahului Kuasa Allah.” Pria itu tetap tenang dan mencoba membujuknya.


“Semua manusia selama dia hidup akan selalu ada cobaan dari Allah untuk menguji keimanannya. Dia tidak akan memberi cobaan yang tidak dapat dilalui hamba-Nya. Masalah yang kau hadapi menjadi berat karena kau tidak berserah diri dan yakin pada-Nya. Kau hanya memikirkan pandangan, pendapat dan penilaian manusia, bukan Allah yang menciptakan dan memberikanmu kehidupan. Kau gantungkan hidupmu pada manusia sehingga begitu mereka mengecewakan kau terpuruk. Gantungkanlah hidupmu pada-Nya, Dia tidak akan mengecewakanmu.” Suci terdiam.


“Allah pasti akan memberi jalan keluar dari masalahmu.” Pria itu terus berbicara. Di belakangnya terparkir sebuah mobil.


“Kau berdosa telah menilai Allah seperti itu, kau tidak yakin dan meragukan-Nya. Allah mencintai tulus hamba-Nya tanpa meminta apa pun. Dia tetap memberi rizki baik orang itu kafir atau muslim. Manusia sering lalai dan melupakan-Nya tetapi, Dia tidak pernah melupakan hamba-Nya.” Pria itu berjalan perlahan mendekati Suci.

__ADS_1


“Dia tidak pernah memandang hina hambaNya. Hanya dua perbedaan manusia, yang beriman dan tidak. Itu saja. Kau yang mana?”


Tanpa di sadari Suci, pria itu semakin dekat. Saat Suci sedang termenung menatapnya, pria itu menariknya menjauh dari tepi jembatan. Suci memberontak dan memukul tangan pria itu.


“Lepas! Lepaskan!”


“Oke! Saya lepaskan, tapi tenang dulu. Tenang dan pikirkan baik-baik.” Pria itu kemudian melepaskan pegangan tangannya pelan-pelan.


Suci langsung berjongkok di jalanan. “Aku harus bagaimana? Orang tuaku bahkan membenci dan mengusirku, semua orang menghina dan menjauhiku. Aku harus bagaimana?” tanya Suci sambil terisak.


...----------------...

__ADS_1


Nah itu sedikit cuplikan bab 1. yuk intip, baca juga ya. Semoga kalian suka. jangan lupa maaukan favorit tekan bintang 5 dan beri like juga komennya author tunggu ya di sana, bye. Love you . Author sudah nulis sampai bab 2 tapi bab 2 masih review karena mengandung adegan kekerasan. jadi agak lama. sabar ya.


.


__ADS_2