Holy Dynasty Emperor Throne

Holy Dynasty Emperor Throne
Beladiri Jiwa


__ADS_3

Cui Liangyi melesat menyerang Shang Feng. Dia tampak tak memegang pedang apapun namun sesungguhnya dia menciptakan pedang tak berwujud dari pemadatan elemen angin murni.


"Benar-benar sesuai reputasinya. Pendekar pedang tak berwujud, " ucap Shang Feng.


Dia berbalik memegang pedang tak berwujud milik Cui Liangyi dengan tangan kosong. Darah merembes mengalir turun. Shang Feng berusaha keras menahannya.


"Apakah senior masih ingat aku? Terakhir kita bertemu di hutan bambu, " ucap Shang Feng.


Tak ada balasan dari Cui Liangyi kecuali tatapan tajam dan niat membunuh kepada Shang Feng.


"Aku Shang Feng! "


Cui Liangyi tersentak hingga ia mengendurkan tekanan pedangnya. Shang Feng segera memukul perut Cui Liangyi menyisakan noda darah pada pakaiannya.


"Segel! " ucap Shang Feng.


Cui Liangyi tak bisa menggerakkan tubuhnya. Dia seperti patung.


"Cahaya penuntun jalan surga, " ucap Shang Feng mengulurkan jari telunjuknya mentransfer cahaya ke kening Cui Liangyi. Ia perlahan-lahan sadar dan tersenyum kepada Shang Feng.


"Aku menyesal karena tak bisa melepaskan masa laluku. Murid yang aku sayangi mengkhianati diriku sendiri. Maaf karena membuat ilusi untukmu, " ucao Cui Liangyi perlahan-lahan menghilang.


Shang Feng mengepalkan tangannya. Dia menatap tajam gerbang kelima yang ada di depannya.


"Setiap jasad mereka yang kalah menantang pemimpin akan dikuburkan setiap gerbang kuil? Kegilaan macam apa yang mereka lakukan. Aku ingin tahu siapa sosok di balik kuil dewi ini, " ucap Shang Feng melesat dengan kecepatan tinggi. Dia segera mebasmi perwujudan para kultivator yang gugur dalam penantangan.


Shang Feng mendarat pada anak tangga terakhir. Dia melihat gerbang terakhir. Kakinya hendak melangkah namun gerbang tersebut seakan menghalanginya.


"Hancur! " perintah Shang Feng.


"Pyarrrr!!! "


Pemandangan dibelakangnya terlihat jelas. Seseorang menyambutnya di depan kuil. Pemuda tampan dengan tubuh proposionalnya.


"Siapa? " tanya Shang Feng.


"Murid puncak pertama, Qi Dao! "


"Pergi! Apakah kau orang dibalik 999 anak tangga? " tanya Shang Feng.


"Benar. Bukankah kau hidup dalam fatamorgana. Mereka yang kalah denganku maka akan mati dan dikuburkan dengan layak di bawah gerbang kuil, " jawab Qi Dao.


"Benar-benar manusia tak memiliki belas kasih! " balas Shang Feng menyerang terlebih dahulu. Dia tampak serius menghadapi Qi Dao.


"Tranggg!!! "

__ADS_1


Pedang saling beradu. Shang Feng telah mengetahui keanejan sejak bertemu namun dia tak menyangka kejamnya Qi Dao. Salju tiba-tiba turun membentuk bunga indah.


"Jurus tembakan bunga beruntun! " ucap Qi Dao mengayunkan pedangnya.


Bunga-bunga salju melesat menyerang Shang Feng.


"Gelombang api karma! " ucap Shang Feng menancapkan pedangnya ke tanah.


Gelombang api merah darah menghantam puluhan bunga salju melelehkannya dengan cepat. Qi Dao melayang di udara mengacungkan pedangnya menciptakam enam bunga salju raksasa bertingkat.


"Seni beladiri pendekar salju: Teknik tembakan bunga abadi! "ucap Qi Dao disertai tembakan energi melesat menghantam gelombang api karma.


" Booommmm! "


Ledakan dahsyat menghempaskan angin membuat mereka yang berada di bawah tercengang.


"Kita harus cepat, " ucap Qin Li.


"Tekanan kian beribu-ribu kali lipat. Tubuhku seakan hancur. Kita hanya memiliki fisik manusia dengan kekuatan dewa, " balaa Huang Enlai.


Qin Li segera menyatukan kedua telapak tangannya seketika bayangan Yin-Yang muncul di belakangnya.


"Teknik penyatuan alam, " ucap Qin Li.


Energi langit dan bumi tersedot ke dalam tubuhnya kemudian mengalir melewati mereka meringankan tekanan.


" Mengerti! "balas mereka serempak berlari menaiki anak tangga dengan semangat.


Qian Fengge yang berada jauh di belakang tercengang dibuatnya.


" Aku menggunakan harta pusaka zirah kura-kura emas untuk mengurangi beban tekanan. Pusaka yang aku dapatkan dengan susah payah dari lelang pangeran ke tujuh, "ucap Qian Fengge.


Qi Dao mengacungkan pedangnya melesat ke arah Shang Feng.


"Trangg!!"


Pedang Qi Dao berhasil mengenai tubuh Shang Feng. Dia berusaha menekan menembus pertahanannya.


"Tidak ada yang bisa menembus pertahananku di dunia ini, " ucap Shang Feng.


"Apakah begitu? " balas Qi Dao mengumpulkan qi ditelapak tangannya kemudian ia memukul perut Shang Feng.


"Boommm!!! "


Shang Feng tak bergerak sedikit pun dibuatnya. Kedua matanya menyipit ketika Shang Feng tak bergerak sama sekali. Qi Dao mengamati dengan seksama zirah yang dikenakan Shang Feng.

__ADS_1


"Tapak pembelah gunung! " ucap Qi Dao menekan telapak tangannya menyebabkan tekanan energi menghantam tubuh Shang Feng.


"Pergi! " balas Shang Feng melepaskan energi besarnya menyebabkan Qi Dao terpental jauh.


Qi Dao terpaksa mundur dibuatnya. Dia melihat zirah keras milik Shang Feng dengan pandangan heran.


"Pertahanmu memang keras di dunia namun tidak di duniaku, " ucap Qi Dao mengeluarkan gulungan kertas yang melayang di udara kemudian terbuka. Gambar pemandangan empat gunung serta danau terlihat indah.


"Beladiri pelukis jiwa: Teknik pengurungan dunia jiwa! " ucap Qi Dao.


Shang Feng tersedot ke dalam gulungan gambar tersebut bersama dengan Qi Dao. Shang Feng muncul berdiri di atas air. Dia menerima tekanan kuat dari empat gunung. Qi Dao datang mendarat secara alami.


"Duniaku kau tak akan bisa menang, " ucap Qi Dao.


"Apakah begitu? Kau menggunakan empat gunung sebagai simbol formasi dengan danau air tenang sebagai kunci? Beladiri jiwa memang kuat namun ada ratusan seni beladiri jiwa selain pelukis jiwa yang kau pelajari, " ucap Shang Feng.


"Kau memang kuat. Aku datang bukan untuk mati hanya ingin mencoba kekuatanmu apakah layak atau tidak, " balas Qi Dao.


"Kau yang ingin mencobanya. Kebetulan aku mempelajari beladiri jiwa, " ucap Shang Feng merentangkan kedua tangannya membuata cahaya emas menyelimuti kedua telapak tangannya.


"Sutra pedang takdir! "


Puluhan pedang muncul di belakangnya melesat ke arah Qi Dao membentuk tiga lapisan formasi.


"Blokir! " perintah Shang Feng.


Puluhan pedang tersebut mengeluarkan lonjakan energi hebat melesat ke langit menyebarkan pengurungan energi.


"Melakukan hal yang sama dengan memblokir energi? Sayangnya aku adalah pemilik dunia ini, " balas Qi Dao mengacungkan jari telunjukknya membuat empat gunung mengeluarkan kekuatan hebat yang langsung berbentrokan dengan kekuatan Shang Feng. Kedua kekuatan saling tarik-menarik.


"Senior? Menurutmu aku harus menggunakan teknik seperti apa. Dia berspesliasasi pembeladiri jiwa, " ucap Shang Feng.


"Hal yang mudah melawannya. Gunakan teknik pembebasan jiwa dunia. Aku dan Ding Feng akan keluar dalam bentuk wujudmu. Biarkan aku melihat kembali bagaimana teknik pelukis jiwa dari benua Shengming,"jawab Kaisar Cai Jin.


Shang Feng segera melakukan hal yang disarankan Kaisar Cai Jin.


" Teknik pembebasan jiwa dunia! "


Kaisar Cai Jin keluar dalam bentuk wujud Shang Feng sedangkan Kaisar Ding Feng tetap berada di alam bawah sadar.


"Senior.... " ucap Shang Feng.


"Biarkan Cai Jin mengurusnya. Dia menunjukkan seni beladiri dari benuanya. Aku terlalu malas, " balas Kaisar Ding Feng.


"Baiklah... " ucap Shang Feng pasrah.

__ADS_1


"Lakukan gerakan menggebrak bumi merobek langit dengan teknik pedang takdir pengoyak segalanya, " ucap Kaisar Cai Jin.


"Mengerti! " balas Shang Feng.


__ADS_2