Holy Dynasty Emperor Throne

Holy Dynasty Emperor Throne
Rahasia Lembah Hantu dan Kembalinya Tuan Muda Lembah Obat


__ADS_3

Suara pekikan terdengar disusul dengan sayap mekar sempurna dan rantai yang mengikat kedua sisinya terlepas. Qin Li melihat burung api terbang di atasnya. Segala yang dilewati olehnya bercahaya seperti api berkobar. Burung tersebut tampak seperti seekor phoenix yang terlahir kembali dari api ilahinya.


"Manusia, kau mampu mengaktifkan formasi delapan trigam kuno. Sepertinya identitasmu tak sederhana,"ucap burung vermilion tersebut melihat kemampuan Qin Li


"Senior. Hamba Qin Li dari klan Ye. Pelayan Yang Mulia Kaisar Shang, " ucap Qin Li memperkenalkan diri dengan sopan tak menyinggung hewan mistik tersebut.


Burung vermilion tersebut membuka sayapnya dan mendarat pada sebuah batu menatap Qin Li.


"Aku Huo Yelian menganggumi Kaisar Shang Yuan. Dinasti agungnya terkenal keseluruh negeri. Jika kau dari klan Ye maka kau mewarisi ajaran Kunlun, " ucapnya dengan bangga mengenal Kaisar Shang Yuan serta mengangguminya.


"Memang benar, dinasti suci Tianwu yang Agung memiliki lima pelayan setia salah satunya adalah aku dari klan Ye. Namun dinasti besar telah runtuh dan pusat dinasti Tianwu digantikan oleh dinasti Zhufu. Peperangan melawan sekte Tianmen membuat dinasti runtuh secara internal maupun luar. Keturunanan terakhir masing-masing klan terancam dan sekarang kami mengawal Yang Mulia pangeran kembali menyatukan dinasti besar dan menduduki takhta Kaisar secara sembunyi-sembunyi sembari memikirkan rencana merebut takhta, " ucap Qin Li.


"Aku turut prihatin akan hancurnya dinasti besar. Namun kalian tak boleh membuat malu ajaran Kunlun. Karena kau telah membantuku, maka suatu saat nanti aku akan datang membantu keturunan Kaisar Shang pada saat perang besar nanti, " ucap Huo Yelian.


"Perang besar? " tanya Qin Li.


"Ketika 7 hewan mistik terbangun maka perang besar akan terjadi. Perang dimana dapat mempengaruhi langit dan bumi. Kau akan mengetahuinya nanti. Keturunan Kaisar Shang lah yang akan memimpin perang, " jawab Huo Yelian.


"Junior berterima kasih atas peringatan senior. Junior akan undur diri, " ucap Qin Li.


"Pergilah dan kawal keturunan Kaisar Shang mencapai puncak kejayaannya kembali bahkan lebih. Sesungguhnya takhta dinasti suci merupakan milik keturunan Kaisar Shang dan tak ada seorangpun yang pantas mendudukinya. Gelar 'Putra Suci' pantas disematkan ketika hampir mengumpulkan 7 hewan mistik, " balas Huo Yelian.


Qin Li berpamitan pergi setelah membebaskan salah satu hewan mistik burung vermilion. Hewan yang hidup dalam api abadi dan memiliki api ilahi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Reruntuhan Lembah Obat.


Wei Rong tengah berjalan melewati sampah-sampah tanaman herbal yang telah layu ataupun mati berserakan. Dia tengah menuju bangunan setengah rusak di depannya. Angin datang membuatnya berbalik menggerakkan jemarinya hingga membuat akar pohon menyerang seseorang tersebut. Huo Xiang terkejut hingga mengeluarkan apinya membakar sulur tanaman rambat tersebut.


"Ternyata Tuan Huo, " ucap Wei Rong.


Huo Xiang mendarat di tanah setelah melihat keramahan Wei Rong mereda.


"Aku diperintahkan Tuanku untuk menjaga kau. Kaisar berniat membunuhmu dimari menganggapmu tak berguna karena tak bisa menyembuhkannya, " ucap Huo Xiang.


"Siapa? Paviliun kebebasan? Dia telah datang, " balas Wei Rong.

__ADS_1


Sekelompok orang berdatangan hingga pemimpinnya muncul.


"Liang Yi, " ucap Wei Rong melihat seorang pria dengan topeng yang menutupi setengah wajahnya.


"Benar. Kepala tabib istana memang memiliki mata yang tajam. Karena aku disini ditugaskan untuk membunuhmu, mengapa harus berbasa-basi? " ucap Liang Yi.


Wei Rong mengangkat kedua tangannya ke atas hingga tanaman keluar dari dasar tanah mengguncang sekitarnya. Kelompok orang yang dibawa Liang Yi berhamburan menghindari tumbuhnya pohon tersebut. Liang Yi terbang di udara mendarat di pucuk pohon.


"Kau bisa membunuh bawahannya. Aku akan menanganinya langsung, " ucap Wei Rong.


"Tapi kau seorang tabib, " balas Huo Xiang.


"Aku tak selemah yang kau kira, " ucap Wei Rong terbang mendarat di atas pucuk pohon berhadapan dengan Liang Yi.


"Temanmu tak ingin membantu? " tanya Liang Yi.


"Dia yang akan membunuh bawahanmu. Aku bukan orang lemah yang mudah disingkirkan. Karena Yang Mulia membawaku ke istana dan beliau menginginkanku pergi maka aku akan kembali ke tempat yang sama!"jawab Wei Rong.


Liang Yi mengeluarkan pedangnya segera mereka bertarung. Jubah putih Wei Rong berkibar terkena sapuan angin. Liang Yi bertarung menggunakan seni pedang. Beberapa saat mereka bertukar jurus dan Wei Rong mundur.


Wei Rong mengangkat tangannya menyebabkan sulur bergerak menghantam bilah pedang Liang Yi. Tangan kanan Wei Rong muncul lima buah pisau terbang yang kemudian melesat satu per satu ke arah Liang Yi. Wei Rong bertarung secara langsung memecah konsentrasi Liang Yi. Pisau terbangnya membuat benang ghaib mengikat Liang Yi membatasinya untuk bergerak. Wei Rong melesat memanfaatkan kekangan pisau terbangnya untuk membunuh Liang Yi. Pada saat jarak beberapa centi, tubuh Liang Yi meledakkan energi spiritual membuat Wei Rong mundur.


"Seorang tabib tak akan pernah bisa beladiri, " ucap Liang Yi mengayunkan pedangnya seketika kilatan melesat menyerang Wei Rong. Dia bergerak bersamaan berniat menusuk perut Wei Rong namun yang terjadi adalah jari telunjuk Wei Rong menyentuh keningnya dan seketika semuanya berubah.


"Dimana ini! " ucap Liang Yi melihat lingkungan sekitarnya seperti galaksi dengan bintang-bintang terang mengelilinginya. Sosok wujud raksasa yang ternyata Wei Rong mengangkat kedua tangannya berniat meremukkan tubuh Liang Yi. Dia dengan ketakutan menebas kesegala arah berusaha menghancurkan kedua tangan raksasa tersebut. Wujud setengah badan Wei Rong membuat Liang Yi benar-benar ketakutan.


"Arkhhhh!!! " Teriakan Liang Yi nyaring ketika sebuah cahaya mengenai tubuhnya. Cahaya tersebut berasal dari tanda pada dahi Wei Rong.


Liang Yi membuka matanya dengan takut dan terkejut ketika sepasang mata menatap dirinya dengan mengerikan. Tubuhnya ambruk ke tanah dan semuanya kembali seperti semula. Liang Yi memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya sebelum menatap tajam Wei Rong. Pandangannya beralih ketika suara teriakan kesakitan terdengar dari anak buahya. Pohon-pohon mulai terbakar oleh api menjalar kemana-mana. Pohon yang sebelumnya rimbun terlalap oleh api. Huo Xiang muncul di udara dengan kedua sayap apinya. Liang Yi terkejut melihatnya.


"Klan Huo! " pekiknya terkejut setengah mati.


Huo Xiang mendengar suara tersebut menoleh menatap tajam Liang Yi. Dia melesat ke atas dan membuka lebar sayapnya. Tangannya begerak melakukan gerakan tertentu.


"Teknik peleburan segalanya! " ucap Huo Xiang.


Sayangnya menembakkan api ke segala arah termasuk bawahan Liang Yi terkena api tersebut meleleh menyisakan tulang-belulang. Hutan berubah menjadi lautan api. Api Huo Xiang mengenai tubuh Liang Yi membuatnya berteriak kesakitan. Ekspresinya seakan-akan rohnya akan tercabut saat itu juga. Liang Yi tewas di depan mata Wei Rong. Huo Xiang mendekat.

__ADS_1


"Apa tujuan selanjutnya? " tanya Huo Xiang.


"Membangkitkan lembah obat, " jawab Wei Rong.


Huo Xiang mengikuti Wei Rong menuju bangunan yang sedikit runtuh. Mereka memasuki bangunan tersebut dan Huo Xiang terkejut apa yang ada di dalamnya. Monumen batu raksasa menjulang tinggi dengan ribuan tanaman obat berserakan di dalamnya. Wei Rong berdiri di depan monumen batu.


"Monumen apa ini? " tanya Huo Xiang.


"Monumen perjanjian antara klan utama dan klan cabang," jawab Wei Rong.


Tangannya terulur menyentuhnya hingga cahaya keluar dari batu mengubah semuanya tanah kosong yang basah. Monumen batu tetap berada di tempatnya. Wei Rong mengangkat kedua tangannya ke atas dan energi spiritual kehidupan menguar menyebar ke segala arah membangkitkan pohon-pohon yang tumbuh lebat seketika Huo Xiang tercengang melihat kekuatan Wei Rong. Gerakan tangan ia lakukan sebelum sesaat suara desisan ular terdengar menggema. Huo Xiang waspada dengan melihat sekelilingnya mencari asal-usul sumber suara tersebut. Huo Xiang mendongak ke atas begitupun dengan Wei Rong. Ular piton hitam raksasa tengah berdiri menatap mereka dari kejauhan.


"Wei Rong memberi hormat kepada senior, " ucap Wei Rong memberi tanda hormat kepada ular piton tersebut.


"Kau memiliki mata dewa, kau bukan berasal dari daratan ini. Kau murid sang Abadi?" tanya ular piton tersebut.


"Junior ditugaskan oleh guru menjadi pengasuh keturunan Kaisar Suci berikut dengan lima pengawalnya,"jawab Wei Rong.


"Aku Hei She telah menebak siapa yang kau asuh. Karena kau telah menghidupkan kembali hutan hujan basah, aku bersedia berperang bersamanya"


"Junior berterima kasih kepada senior, " ucap Wei Rong membungkukkan badannya. Seketika semuanya berubah dan Huo Xiang menggelengkan kepalanyan terasa pusing.


"Dimana ular piton besar itu? " tanya Huo Xiang bingung.


"Itu hanyalah ilusi sesaat, " jawab Wei Rong.


Huo Xiang terpaksa mempercayai Wei Rong karena tidak ada bukti untuk menyalahkannya. Wei Rong melayang di udara membuat Huo Xiang terkejut.


Wei Rong merentangkan kedua tangannya seketika energi spiritual luar biasa banyaknya keluar dari dalam tubuhnya menyebar ke segala arah menghidupkan segela macam tanaman obat hingga membuat lembah hantu menjadi hidup. Bangunan yang sebelumnya runtuh kembali utuh dengan papan nama bertuliskan paviliun penyembuhan. Wei Rong kembali mendarat ke tanah.


"Karena Kaisar ingin aku mati, maka aku akan tetap disini. Gadis Mu, jangan biarkan dia masuk kembali ke istana,"ucap Wei Rong.


"Tuanku mengatakan bahwa kalian berdua ditargetkan Kaisar untuk mati. Oleh karena itu aku datang kemari dan ternyata kau telah menebak semuanya. Aku akan kembali, " balas Huo Xiang mengepakkan sayapnya pergi meninggalkan lembah obat.


Wei Rong melihat kepergian Huo Xiang tersenyum.


"Semuanya telah terjadi sesuai takdir," ucap Wei Rong.

__ADS_1


__ADS_2