
Mereka melihat api yang menjalar di tanah. Qiu Tuxuan memanfaatkan peluang tersebut dengan mencengkeram tubuh Shang Feng menggunakan kedua kakinya kemudian ia memutarkan dengan seketika. Shang Feng berada dalam posisi terjebak. Dia tersenyum meremehkan sebelum perlahan-lahan tubuhnya menghilang. Qiu Tuxuan bingung hingga melihat sekelilingnya namun tak menemukan Shang Feng. Api menjalar kemana-mana.
"Sebagai murid seharusnya kau berterima kasih bukannya membuang gurumu sendiri hanya karena dia gagal melawan guru musuhmu, " ucap Shang Feng muncul melayang di udara.
"Kau tahu? " ucap Qiu Tuxuan yang lelah akan kejutan dari Shang Feng.
"Tentu saja. Aku tahu. Kau adalah murid pendekar tak berwujud Cui Liangyi, " balas Shang Feng.
Seketika Qiu Tuxuan terdiam. Dia menatap tajam Shang Feng.
"Kau mengetahui terlalu jauh! " ucap Qiu Tuxuan meneteskan darah pada pedangnya membuat pedang membelah diri menciptakan formasi kecil yang perlahan-lahan menggabungkan kekuatan elemen angin memadatkan pedang angin raksasa.
"Kau benar-benar tak memahami apa itu tak berwujud,"ucap Shang Feng mengangkat telapak tangannya ke atas menggumamkan sesuatu. Pedang karma melesat menuju formasi besar yang ada di langit. Sembilan mata formasi tercipta. Shang Feng menatap tajam Qiu Tuxuan. Semua orang melihat formasi besar yang ada di langit. Sembilan mata formasi pembantu dengan satu formasi utama terlihat jelas.
"Teknik Pedang Angin Kacau! " teriak Qiu Tuxuan.
Hembusan angin dari teknik pedang anginnya membuat badai hancur dalam sekejap. Pedang raksasa menuju langit. Shang Feng mengepalkan tangannya membuat sembilan mata formasi perlahan-lahan mengeluarkan bola api dengan suhu yang amat panas. Shang Feng mengacungkan dua jarinya membuat kobaran api menyelimuti jarinya. Api karma melesat pada mata formasi utama perlahan-lahan pedang raksasa berbalut api membara keluar.
"Teknik pedang sembilan matahari! " ucap Shang Feng.
Sembilan bola matahari dengan satu pedang raksasa keluar dari dalam formasi melesat turun ke bawah. Benturan kedua pedang membuat hempasan angin panas menyebar. Sembilan bola matahari benar-benar akan menyentuh tanah. Retakan terlihat pada pedang Qiu Tuxuan.
"Hancur! " perintah Shang Feng.
"Boommmm!!! "
Ledakan dahsyat mengguncang arena dengan kepulan asap membumbung tinggi ke langit. Dekan Akademi berdiri menyipitkan kedua matanya ketika melihat seseorang berdiri di arena pembuktian. Asap perlahan-lahan menghilang dengan barier pelindung raksasa mengelilingi Qiu Tuxuan.
"Kau menempati kompleks istana timur urutan ke enam. Pertarunganmu dengan Qiu Tuxuan dibatalkan, " ucap seseorang dengan wibawanya.
Tetua Agung muncul disamping Dekan Akademi.
"Dia datang? " tanya Dekan Akademi.
__ADS_1
Tetua Agung mengangukkan kepalanya. Dia bersama Dekan Akademi menghilang dan muncul di arena pembuktian. Qiu Tuxuan membuka kedua matanya terkejut melihat Tetua Agung dan Dekan Akademi serta orang misterius.
"Karena senior telah berkata seperti itu maka junior menuruti dengan patuh. Tapi jika suatu saat nanti junior datang menantang lima peringkat utama dan membuat mereka semua kekalahan maka senior harus berjanji bahwa pertandingan adalah adil bukan secara setengah-setengah, " ucap Shang Feng perlahan-lahan mendarat di tanah.
"Aku berjanji! Namaku Chen Qianfan! "
"Baik! Aku Shang Feng menunggu hari dimana istana timur menjadi milikku! " balas Shang Feng menghilang.
"Kau harus mempersiapkan dengan matang. Dia bisa saja membunuhmu hari ini juga dengan tekniknya itu,"ucap Chen Qianfan.
"Junior mengerti! " balas Qiu Tuxuan pergi meninggalkan arena.
"Mari berbicara di ruang dekan, " ucap Dekan Akademi mempersilahkan untuk mengikutinya. Kedua orang tersebut menghilang dalam sekejap.
"Dia tak hanya menguasai elemen es saja tapi elemen api yang begitu dahsyat seperti itu, " ucap putri ketiga.
"Dia mengincar sesuatu, " balas Nangong Yuxuan.
"Tenang saja. Kakakku tak akan membiarkan dia mendapatkan istana timur, " ucap putri ketiga.
Ruangan Dekan.
"Aku datang karena sesuatu mempengaruhi langit, " ucap Chen Qianfan.
"Formasi itu atau karena kedatangannya? " tanya Dekan Akademi.
"Formasi pedang sembilan matahari adalah formasi dari zaman peradaban kuno. Dia bisa mendapatkan yang berarti dia bukan orang sembarangan, " jawab Chen Qianfan.
"Aku tahu. Namun seharusnya kau kemari bukan karena ini saja, " balas Dekan Akademi.
"Tentu saja. Aku ingin memberitahumu bahwa hal mengerikan akan segera terjadi cepat atau lambat. Semuanya menjadi abu bahkan aku tak bisa menerawangnya, " ucap Chen Qianfan.
"Aku menjadi Dekan dengan perjuangan tak mudah. Aku mempercayai takdirku sendiri, " balas Dekan Akademi.
__ADS_1
"Terserah kau saja, " ucap Chen Qianfan.
Tetua Agung hanya mendengarkan seksama pembicaran dari kedua orang tersebut. Chen Qianfan adalah tetua halaman dalam dengan spesialisasi ramalan bintang.
Dekan akademi melihat sekilas Tetua Agung yang kemudian membuat kesepakatan hanya dengan anggukan.
Kediaman bambu.
Shang Feng kembali ke kediaman yang ia beli. Penjaga yang merupakan pendekar tak berwujud Cui Liangyi tengah menyapu dedaunan menghentikan aktivitasnya ketika melihat kedatangan Shang Feng.
"Aku mendengar kau melawan peringkat kelima Qiu Tuxuan, " ucap Cui Liangyi.
"Benar. Aku melawan muridmu namun pertandingan dihentikan dan hanya mendapatkan peringkat ke enam. Aku mendengar nama Chen Qianfan, " balas Shang Feng.
"Kau tahu dia muridku yang berarti kau tahu siapa aku? Mengenai Chen Qianfan dia adalah tetua akademi salju abadi yang bertugas meramalkan kondisi akademi, "ucap Cui Liangyi.
"Ya, aku mengetahui siapa kalian. Pendekar pedang tak berwujud Cui Liangyi yang pernah melawan tetua Ya De dan tetua halaman luar lainnya kemudian kalah karena mereka mengetahui pedangmu, " balas Shang Feng.
"Tak kusangka seorang murid baru mengenalku. Cerita lama yang terulang kembali, " ucap Cui Liangyi meletakkan sapu kemudian berjalan mendekati Shang Feng.
"Kau mengetahui teknik pedang tak berwujud dari mana?" tanya Cui Liangyi.
"Dari cucu walikota Haifeng. An Ming. Seharusnya senior tahu karena pertarungan itu disaksikan oleh anda sendiri," jawab Shang Feng.
"Pak Tuan An Bingwen? Cucunya berada di mari? Apakah dia benar-benar gila! Dia akan mati tak lama lagi! " balas Cui Liangyi penuh akan keterkejutan.
"Dia telah menggunakan jurus ke 20 teknik pedang angin salju dimana pedang manusia telah terungkap di depan dekan akademi sendiri, " ucap Shang Feng.
"Dia dalam bahaya! "
"Aku tahu dan itu kemauanku. Seharusnya tak lama lagi dekan akademi bertindak. Aku harap senior menjaga kediaman bambu ini. Kediaman ini memiliki rahasia unik," ucap Shang Feng.
"Aku mengerti. Ingatlah satu hal bahwa bukan hanya aku saja pendekar yang berada di akademi salju abadi. Mereka yang ada di mari adalah sekutu akademi yang sebenarnya melawan kekuasaan kekaisaran. Semuanya menunggu ketika pelindung reruntuhan kota Baoxue melemah semuanya akan masuk ke dalamnya mencari harta karun berharga dan ini merupakan ajang adu kekuatan besar antara akademi dan kekaisaran tapi kondisi politik kekaisaran sedikut terguncang hingga mereka tak berani berbuat banyak, " ucap Cui Liangyi memberikan nasehatnya.
__ADS_1
"Junior menerima nasehat senior, " balas Shang Feng berpamitan pergi.