Holy Dynasty Emperor Throne

Holy Dynasty Emperor Throne
Menuju Negara Lu


__ADS_3

Aula Langit.


Kaisar Feng Yu menyampaikan beberapa putusan terkait persidangan hari ini. Yang pertama adalah terbukanya kembali kasus musnahnya lembah obat. Kedua adalah kasus penculikan Permaisuri dan terakhir adalah kasus banjir sungai Qingche. Para pejabat istana terkejut akan point pertama mengenai pembukaan kasus lama.


Sesuai dengan perintah Kaisar Feng Yu. Pejabat istana menginstruksikan para bawahan mereka pergi ke reruntuhan lembah hantu mencari informasi sekecil apapun.


Sungai Qingche.


Kapal besar berlayar di tengah arus banjir sungai Qingche. Pemandangan mengerikan menyambut mereka di depan.


"Yang Mulia, apakah kita perlu turun tangan? " tanya Huang Enlai.


Pangeran Shang Feng melihag jauh ke depan dimana badai terjadi.


"Legenda mengatakan bahwa sungai Qingche memiliki penjaga seekor ikan naga. Dialah yang menyebabkan banjir kali ini, " ucap pangeran Shang Fenh.


Dengan jentikan tangan pangeran Shang Feng, ledakan demi ledakan terjadi di permukaan air. Sosok bayangan raksasa berenang mengitari kapal. Pangeran Shang Feng terjun ke dalam sungai dan bertemu penjaga sungai Qingche.


"Aku ingin lewat, mohon senior memberi jalan, " ucap pangeran Shang Feng.


"Apa hubunganmu dengan Shang Yuan? " tanya ikan naga Long Yu.


"Aku keturunannya. Sekarang aku ingin pergi ke negara Lu melewati sungai ini, " jawab pangeran Shang Feng.


"Baiklah. Aku akan mengantarkanmu, " balas Long Yu.


Pangeran Shang Feng kembali naik ke kapal. Long Yu mendorong kapal dari dalam air.


"Apakah berhasil? " tanya Huang Enlai.


"Tentu saja berhasil. Sungai Qingche adalah kekuasaan ikan Long Yu, " balas pangeran Shang Feng. Mereka melewati badai dengan aman.


Di dalam kapal, Su Na tengah merawat Permaisuri Xiao Fang. Qin Li masuk ke dalam kapal melihat Su Na membasuh wajah Permaisuri.


"Kapan dia akan bangun? " tanya Qin Li.


"Tuan Muda mengatakan bahwa pil mimpi abadi akan memiliki efek tertidur sesuai keinginan pemiliknya. Tuan Muda memberikan pil penawarnya dan berpesan untuk memberikannya ketika sampai, " jawab Su Na.


Long Yu berenang dengan kecepatan sedang di dalam air. Ekornya seperti naga meliuk-liuk terlihat oleh bayangannya.


"Hamba baru mengetahui penjaga sungai Qingche, "ucap Qin Li.


Pangeran Shang Feng menoleh mendengar pertanyaan Qin Li. Dia meletakkan cangkir tehnya di meja.

__ADS_1


"Ikan Long Yu adalah salah satu hewan mistik dari 7 hewan mistik di dunia yang aku ketahui," ucap pangeran Shang Feng.


Dia menoleh ke luar jendela melihat bayangan bulan purnama terlihat jelas pada permukaan air.


"Ikan naga mendiami sungai Qingche, kura-kura cangkang keras mendiami danau mistik dimana kita akan melewatinya. Rubah putih ekor sembilan mendiami taman persik yang entah dimana aku tak mengetahuinya. Ular piton hitam mendiami hutan hujan basah, burung vermilion mendiami gunung api abadi.Dua lainnya tidak diketahui jenisnya. Konon dua makhluk mistik ini menjaga sesuatu dan paling terkuat diantara mereka,"ucap pangeran Shang Feng.


Qin Li menganggukkan kepalanya. Keberadaan hewan mistik sangatlah misterius.


"Kita akan sampai, " ucap pangeran Shang Feng.


Ikan Long Yu berhenti di muara sedangkan di tengah-tengah danau gelembung-gelembung udara terlihat. Ikan Long Yu menunjukkan kepalanya di udara.


"Apa itu? " tanya Huo Xiang bingung.


"Penjaga danau mistik. Kura-kura cangkang keras Ying Ke, " jawab pangeran Shang Feng.


Sosok kepala kura-kura menjulur keluar dari permukaan air.


"Aku mengantarkan keturunan Kaisar Shang menuju negara Lu. Harap saudara Ying Ke bisa memaklumi,"ucap Long Yu.


"Keturunan Kaisar Shang? Baik! Aku akan memberikan tumpangan, " jawab Ying Ke.


Pangeran Shang Feng menoleh menginstruksikan untuk meninggalkan kapal. Qin Li menggendong permaisuri Xiao Fang di punggungnya. Mereka bergegas melesat menuju tengah danau berdiri di punggung Ying Ke.


"Terima kasih kepada saudara Long Yu! " ucap pangeran Shang Feng memberi tanda hormat.


Ying Ke berenang menuju ke daratan terdekat negara Lu.


"Yang Mulia, apakah kita menghindari pihak istana? " tanya Huo Xiang.


"Betul! Biarkan mereka berpikir bahwa kapal utama suku Qingshui tenggelam di sungai Qingche. Sebetulnya, aku ingin berperang namun bukan saatnya. Menurut perhitunganku, Kaisar Feng Yu akan tewas, " jawab pangeran Shang Feng.


Semua terkejut mendengar perkataan pangeran Shang Feng. Memberitahu Kaisar tewas adalah hal yang tidak sopan.


"Aku tak berbohong. Gagal menjadi abadi membuat jiwanya rusak. Mengandalkan gadis Mu itu aku yakin dia dapat bertahan, " ucap pangeran Shang Feng.


"Kapan Yang Mulia akan menunjukkan diri? " tanya Qin Li.


"Konfrensi Qinglong ketika pecahan dinasti besar berkumpul," jawab pangeran Shang Feng.


"Kau keturunan Kaisar Shang Yuan, tak kusangka dinasti sehebat itu bisa runtuh, " ucap Ying Ke.


"Banyak hal terjadi. Sekte Tianmen begitu berkuasa hingga satu kesalahan internal membuat dinasti suci runtuh, " ucap pangeran Shang Feng.

__ADS_1


"Aku berharap kau bisa menyatukan dinasti kembali,"balas Ying Ke.


"Itu adalah tujuan terbesarku, " ucap pangeran Shang Feng.


Ying Ke mendekati daratan. Pangeran Shang Feng membawa lainnya menuju daratan.


"Terima kasih saudaraku, " ucap pangeran Shang Feng memberi tanda hormat.


"Selanjutnya apa Yang Mulia? " tanya Huo Xiang.


"Kita sembunyi, " jawab pangeran Shang Feng.


Semuanya menuruti perkataan pangeran Shang Feng. Su Na membantu Permaisuri menelan pil. Mereka bersembunyi di balik batu yang tak jauh dari permaisuri berada.


"Apa yang di tunggu oleh Yang Mulia? " ucap mereka serempak bertanya-tanya.


"Menunggu kekasih masa kecilnya, " balas Pangeran Shang Feng.


Beberapa saat kemudian dua orang pria menghampiri Permaisuri yang tergeletak di tanah.


"Yang Mulia, wanita ini masih hidup!"


Raja Sai Gong berjongkok melihat dengan seksama wajah Permaisuri dari dekat.


"Bawa dia ke istana cepat! " perintah raja Sai Gong.


Bawahannya segera membawa Permaisuri Xiao Fang melaksanakan perintah raja Sai Gong. Mereka yang bersembunyi keluar setelah kepergian raja Sai Gong dan bawahannya.


"Kau tinggalah di negara Lu. Tenang saja, semuanya akan aman, " ucap pangeran Shang Feng kepada Su Na.


Dengan sikap hormat Su Na melaksanakan tugas pangeran Shang Feng.


"Kau pergilah ke lembah hantu dan bunuh Xing Yun. Perhitunganku dia akan mati oleh pedang Yin-Yang mu. Kepala kasim akan ikut serta dalam perjalananmu, " ucap pangeran Shang Feng.


"Baik! " balas Qin Li.


"Kalian berdua ikut aku ke negara Xi, " ucap pangeran Shang Feng kepada Huang Enlai dan Huo Xiang.


Mereka semua membagi tugas masing-masing. Lambaian tangan pangeran Shang Feng membuat semua menghilang menyisakan dua orang.


"Aku ingin melihat sesuatu, jadi kita tak bisa berteleportasi, " ucap pangeran Shang Feng melayang di udara. Dia bisa menggunakan ilmu menapak awan sama seperti Huang Enlai. Kedua sayap api muncul dibelakang punggung Huo Xiang melesat menyusul keduanya.


Mereka melayang di atas danau mistik. Bayangan monster raksasa terlihat dari atas berenang mengikuti cahaya bulan.

__ADS_1


"Yang Mulia, apakah ada seseorang mengumpulkan 7 hewan mistik? " tanya Huo Xiang.


"Legenda kuno mengatakan ketika seorang putra suci mengumpulkan 7 hewan mistik untuk berperang melawan iblis, " jawab pangeran Shang Feng.


__ADS_2