
Roh iblis mulai menggila dengan meraung-raung mencoba memecahkan formasi.
"Selagi aku masih hidup, tak akan aku biarkan kalian mencapai tujuan! " balas Shang Feng disusul dengan lingkaran-lingkaran tercipta melebar membuat beberapa roh iblis mereda. Kedua telapak tangan Shang Feng diselimuti oleh api membara.
"Pembakaran jiwa iblis! " ucap Shang Feng mengalirkan apinya melalui formasi membakar roh-roh iblis yang terkurung di dalamnya.
"Aku telah merasakan sesuatu dimana itulah tujuanku kemari, " ucapnya membuat segel tangan dan kekuatan besar muncul. Mata iblis seakan bergerak gelisah ketika melihatnya.
"Klan Xu dari alam iblis! Aku akan datang membalaskan dendam kepadamu! " marah Shang Feng mengaktifkan penyegalan dewa surgawi membuat rune yang tertulis pada pedang iblis darah bercahaya perlahan-lahan menutup mata iblis yang ada pada pedang tersebut. "Kalian para manusia tak akan pernah lepas dari kutukan itu! " marahnya sebelum menghilang. Kepulan gas merah menghilang. Shang Feng mendarat di tanah kembali.
"Kerja bagus! " pujinya kepada kelima pengawalnyal.
Mereka semua tersenyum puas mendengar pujian Tuannya.
"Aku akan berada dalam kondisi tenang dimana aku tak bisa mendengar keadaan luar. Tolong jagalah aku, " pinta Shang Feng. Kelima pengawalnya menganggukkan setuju. Shang Feng berjalan dan berdiri di tengah-tengah formasi inti. Dia membuat segel tangan. "Meleburkan segalanya memulai yang baru menjadi awal bagi semuanya. " Teknik cahaya terang kebajikan! "ucap Shang Feng membuka telapak tangannya. Sinar terang melesat ke formasi besar yang perlahan-lahan mengubah pengorbanan berdarah menjadi energi suci. Empat titik di luar kota hantu telah berubah menjadi energi suci. " Beruntungnya formasi pengorbanan ini tak bersambung dengan formasi besar benua Shenyun, jika iya maka semuanya akan menjadi kuburan masal, "batin Shang Feng.
Dia perlahan-lahan memejamkan matanya melihat kilas balik masa lalu. Dia tengah berada di sebuah pulau yang hanya memiliki satu bangunan megah. Shang Feng melihat dengan jelas bahwa dia tengah melayang di atas hutan lebat. " Bangunan megah? "batin Shang Feng bingung. Dia melayang mendekati bangunan tersebut melihat lima orang yang tengah berkumpul bersama dalam satu meja. Satu diantaranya adalah perempuan. Mereka tertawa bersama-sama. Shang Feng bingung karena tak seperti penglihatan sebelumnya dimana ia selalu melihat hal-hal yang mengerikan. Langit terbelah secara tiba-tiba membuat kelima orang tersebut berdiri dan bersujud. Shang Feng kebingungan melihatnya. Sebuah gulungan keluar dari ruang kehampaan melayang di udara. Shang Feng tahu bahwa energi tersebut sangatlah murni dan suci.
"Sebuah dekrit? " guman Shang Feng.
Gulungan tersebut terbuka lebar mengeluarkan rekaman suara seseorang. Shang Feng berusaha mendengarkan suara tersebut namun indra pendengarannya seakan tertutupi oleh sesuatu. Dia berusaha mendekati kelima orang tersebut yang telah kembali ke dalam posisi semula. Salah satu dari mereka memegang gulungan tersebut. Tampak raut wajah mereka menjadi tegang dan serius.
"Dekrit Yang Mulia Kaisar Yan Guan mengenai alam manusia ini. Sungguh aku telah lelah berada di mari. Aku ingin segera kembali, " ucap salah satu diantara mereka.
"Tidak! Ini adalah dekrit resmi Yang Mulia Kaisar Yan Guan. Jika kita membantah maka sama saja untuk mati! "
Suasana menjadi tegang. Satu-satunya perempuan berdiri melerai pertengkaran.
"Kita harus menjadi pelindung bagi para manusia sesuai tugas yang diberikan oleh Yang Mulia Kaisar. Pertemuan kali ini adalah membahas hal-hal menyenangkan,"ucapnya mendamaikan keadaan.
__ADS_1
"Karena Dekrit dari Alam Dewa telah datang maka kita harus menyelesaikannya... "
Shang Feng sangat penasaran akan dekrit dari alam dewa yang mereka maksud.
"Sepertinya tidak ada pesan yang ingin disampaikan,"ucap Shang Feng.
"Kita harus hati-hati sebab manusia diciptakan memiliki iblis hati, aku takut alam iblis akan mengetahuinya dan berbondong-bondong datang kemari, "
Shang Feng seakan tertarik akan ucapan orang tersebut namun pada saat dia berbicara maka pendengarannya tidak jelas.
"Jika begitu aku akan meninggalkan sebuah buku yang berisi mengenai kekuatan dan teknik terhebatku. Aku Tan Dao mewariskan buku ini! " ucapnya melambaikan tangan seketika buku muncul di meja.
"Aku Kong Yizhen setuju dengan Tan Dao! "
"Xiang Meng setuju! "
"Shu Mi setuju! "
"Baik! Buku-buku ini akan diwariskan agar manusia bisa memulai jalan keabadian agar tak mudah di tindas oleh makluk dari alam lain, " ucap Tan Dao melambaikan tangannya seketika kelima buku melayang dan sebuah peti muncul kemudian menghilang secar bersamaan.
Pemandangan tersebut membuat pemahaman Shang Feng semakin dalam dan tahu mengenai asal-usul.
"Bukan! Bukan ini yang aku cari. Seharusnya isi bentangan gulungan dari catatan leluhur tertulis pada era ini, " ucap Shang Feng.
Pemandangan menjadi kabur dan Shang Feng pun kembali ke alam nyata.
"Yang Mulia! " panggil mereka serempak.
Shang Feng mengrenyitkan dahi ketika mendengar panggilan serempak mereka kemudian tahu akan kode yang diberikan. Dia mendongak ke langit. Langit biru cerah tanpa awan sedikitpun tak membuat hawa menjadi panas. Sebuah formasi besar muncul terukir di sana. Beberapa lonjakan energi melesat ke langit.
__ADS_1
"Formasi suci benua Shenyun. Ini adalah tanda dimana aku telah mengunjungi suatu wilayah dari ujung ke ujung dan menggabungkan kekuatan secara keseluruhan. Energi suci ini akan melindungi benua Shenyun dari serangan luar, " ucap Shang Feng.
"Kami mengerti, " ucap mereka serempak.
Shang Feng melesat naik ke kapal terbang disusul dengan lainnya.
"Yang Mulia ingin kemana? " tanya Qin Li.
"Gunung Kunlun, " balas Shang Feng santai.
"Ini...." ucap Qin Li bingung. Pasalnya gunung Kunlun adalah gunung suci dari surga dan manusia yang tak dikehendakinya tak akan bisa melihat keberadaan gunung tersebut.
"Gunung Kunlun memang tak bisa dilihat secara langsung. Namun aku tahu tempat dimana portal menuju ke sana. Tujuan kita yang pertama adalah Benua Hanleng. Arahkan kapal ke selatan, " perintah Shang Feng. Huang Enlai melakukan sesuai yang diperintahkan. Mereka mulai meninggalkan kota hantu. Shang Feng mengeluarkan botol porselen kecil menuangkan lima tetes air yang kemudian jatuh ke tanah. Shang Feng menutup kembali botol porselen dan berjalan memasuki ruangan. Lima tetesan air tersebut kemudian menumbuhkan berbagai macam tanaman yang menyebar dengan sangat cepat. Energi kehidupan tak terbatas menguar mengubah energi kematian. Kota hantu telah berubah menjadi kota yang indah meskipun istana telah rusak. Kelima pengawal benar-benar terpukau.
"Takkk!! "
Shang Feng meletakkan cangkir teh dengan keras . Dia menghela nafas panjang bersender pada dinding kayu dengan tenang. Matanya mulai terpejam namun sesuatu menghentikannya. Peti kayu memanjang berukir bersender disebelahnya membuatnya tertarik. Dia meletakkan peti kayu tersebut di meja. Tangannya terulur untuk membuk peti tersebut.
"Pedang sungai dan gunung milik paman?" ucap Shang Feng. Dia mengamati pedang tersebut dan mengegerakkannya untuk beberapa kali. Sebuah surat tertinggal di dalam peti.
"Pedang ini adalah pedang yang menemaniku dari aku masih seorang pangeran kesembilan hingga menjadi raja Dianli. Dan pedang inilah yang aku gunakan untuk membunuh ayahmu. Aku menyesal seumur hidupku karena perbuatanku lah membuat dinasti hancur. Aku memiliki dua sumpah. Pertama adalah aku tak akan kembali sebagai seorang pejabat istana. Gelar walikota Wushuang ini akan aku anggap sebagai pajangan. Sumpah yang kedua adalah sumpah baru yang aku buat ketika kau menjadi seorang Kaisar. Aku tidak akan menggunakan pedang sungai dan gunung lagi karena sama saja aku menantang kembali orang yang duduk di atas singgasana. Lagipun aku adalah orang cacat sekarang"
Shang Feng menutup kembali surat tersebut. Dia hanya menghela nafas sebagai balasan.
"Aku lupa! " ucap Shang Feng terperanjat. Dia segera mengeluarkan pedang iblis darah.
Mengamati pola rune pada pedang iblis darah membuatnya merasakan aliran energi primordial murni.
"Aku merasa bahwa pola rune ini adalah yang terkuat dari lainnya. Energi primordial murni yang persis sama ketika aku melihat kejadian itu, " ucap Shang Feng.
__ADS_1
Ketiga Kaisar keluar duduk bersender dengan santai.
"Pedang iblis itu hanyalah salah satu pedang iblis yang ada di alam manusia, " ucap Kaisar Ding Feng.