Holy Dynasty Emperor Throne

Holy Dynasty Emperor Throne
Peringkat Lima Teratas


__ADS_3

"Itu Yang Mulia! "Teriak seseorang penuh bahagia.


" Suara dan energi murni ini benar-benar nyata!!"teriaknya bersorak.


Beberapa orang tersebut menggabungkan sisa kekuatannya memberikan tanda sesuai perintah Kaisar Xue Kai.


" Ketemu, "ucap Kaisar Xue Kai tersenyum.


" Datang!! "


Beberapa orang muncul dibawah formasi teleportasi Kaisar Xue Kai.


"Hormat kepada Yang Mulia Kaisar dan Permaisuri, "ucap mereka serempak.


"Bangunlah. Sekarang kalian telah bebas, " balas Kaisar Xue Kai.


"Aku telah kembali dan mengetahui bahwa benua Hanleng menuju sarang iblis laut. Aku tahu kekecewaan kalian akan tetapi bukan seperti itu untuk membalas dendam. Apakah kalian bersedia tinggal di kota Baoxue sama seperti dahulu? " tanya Kaisar Xue Kai.


"Kami bersedia! " ucap mereka serempak.


Kaisar Xue Kai mengirim mereka menuju kota Baoxue.


"Karena kutukan telah tertanam kepada semua orang maka mudah mengendalikannya. Silahkan Kaisar Xue kembali menduduki takhta menunggu mereka datang,"ucap Shang Feng.


Mereka semua menghilang kembali ke istana utama. Kaisar Xue Kai dan Permaisuri Dai Yu duduk bersama di kursi kebesaran. Hawa dingin mengalirkan cahaya menyinari kota Baoxue. Tanda bahwa penguasa terberkati telah menduduki takhta Kaisar sebenarnya.


"Aku telah berjanji memberikanku teratai abadi untuk menyembuhkan kekasihmu itu, " ucap Kaisar Xue Kai.


Permaisuri Dai Yu mengadahkan tangannya membuat teratai es cantik muncul ditangannya melayang ke arah Shang Feng.


"Teratai abadi 1000 reinkarnasi adalah teratai yang aku jaga selama hidupku. Mengandung seluruh energi murni benua Hanleng dari gunung suci Kunlun, " ucap Permaisuri Dai Yu.


Cahaya biru malam menyinari kota Boxue. Permaisuri tersenyum sembari menggelengkan kepalanya.


"Sunhuai benar-benar tak membiarkan mereka merasakan penderitaan, " ucap Permaisuri Dai Yu.


"Rusa salju peliharaan Permaisuri memiliki kemampuan mimpi indah abadi. Melupakan dunia dan jatuh ke dalam mimpi abadi mengabaikan ingatan buruk tertidur di tengah indahnya rumput malam, " ucap Shang Feng..


"Dia unik aku pun suka, " balas Permaisuri Dai Yu.


"Apakah kau benar-benar tak ingin pergi melihat Kunlun?"tanya Kaisar Xue Kai.


"Aku berjanji setelah mengembalikan jiwa kedua Kaisar kembali ke dalam tubuh maka aku akan kembali, " jawab Shang Feng.


"Kau akan lemah nantinya, " balas Kaisar Xue Kai.


"Jika aku lemah tak apa. Yang terpenting mereka kembali memimpin rakyatnya masing-masing, " ucap Shang Feng.


"Kau berbeda dengan Kaisar Shang Yuan. Semoga takdirmu bagus menemukan akhir dari segalanya, " balas Kaisar Xue Kai.


Shang Feng membalasnya dengan senyuman berpamitan kepada Kaisar Xue Kai.

__ADS_1


"Kau tak lagi memiliki kehendak benua Hanleng bahkan elemen es, " ucap Kaisar Cai Jin.


"Tak apa. Teratai abadi ini cukup bagiku. Aku berjanji akan mengembalikan kalian semua ke tubuh masing-masing membangkitkan kembali peradaban kuno, " ucap Shang Feng.


"Apa tujuanmu selanjutnya? " tanya Kaisar Cai Jin.


"Meratakan halaman timur, " jawab Shang Feng.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Beberapa hari setelahnya, pengumuman Shang Feng mengenai pertarungannya menantang lima peringkat teratas tersebar di seluruh halaman timur. Banyak dari mereka tak terkejut mengenai kejeniusan Shang Feng. Tapi banyak pula mengkhawatirkan bahw Shang Feng tak akan bisa menang kembali.


"Kau bahkan bisa mendesak QiuTuxuan hingga ketitik Tetua Chen datang adalah prestasi terbesarmu, " ucap seseorang disusul dengan empat orang berdiri dibelakangnya.


"Siapa? " tanya Shang Feng.


"Qian Fengge peringkat pertama halaman timur pemilik istana timur sekarang, " ucapnya dengan bangga.


"Ma Duan peringkat kedua! "


"Cheng Gong peringkat ketiga! "


"Lai Junren peringkat keempat! "


"Qiu Tuxuan peringkat kelima! "


Shang Feng melihat dan mendengar perkenalan mereka menahan tawa.


Mereka berlima mengeluarkan pedangnya melesat ke arah Shang Feng. Pertarungan berlangsung sengit. Shang Feng hanya menggunakan satu tangannya.


"Teknik retakan pedang tanah! " ucap Ma Duan menancapkan pedangnya ke tanah


"Teknik pedang air: Lonjakan pilar air! " ucap Cheng Gong.


Tanah retak disusul dengan air melonjak tinggi mengelilingi Shang Feng.


"Badai angin kacau! " ucap Qiu Tuxuan.


Angin berhembus kencang menyebabkan air terpecah tak beraturan membuta percikan air kemana-mana.


"Ribuan jarum air pembunuh! "ucap Cheng Gong.


Percikan air berubah menjadi tajam melesat ke arah Shang Feng.


" Pelindung arus air, "ucap Shang Feng menancapkan pedangnya ke tanah membuat semburan air melindungi tubuhnya.


Puluhan logam tajam mengarah kepadanya dengan kecepatan tinggi.


" Api abadi! "ucap Shang Feng.


Kobaran api membara menyelimuti tubuhnya membesar melelehkan pedang yang ingin mendekatinya. Pilar air berubah menjadi asap akibat pemanasan. Badai angin kian menambah kobaran api. Shang Feng mengangkat telapak tangannya ke langit. Formasi besar tercipta. Formasi pedang sembilan matahari.

__ADS_1


"Teknik yang sama! " ucap Qiu Tuxuan.


"Kau bisa mengatasinya? " tanya Qian Fengge.


"Akan aku coba, " balas Cheng Gong.


Dia mengangkat pedangnya ke langit mengumpulkan energi qi ke dalam pedang.


"Teknik pedang air menembus langit! " ucap Cheng Gong memerintahkan pedang air raksasa menahan sembilan matahari. Sedangkan dia melesat langsung menyerang pedang utama.


"Jika aku menggunakan kekuatan mutlak meskipun tidak menggunakan pedang dewa matahari maka kau bisa mati detik itu juga, " gumam Shang Feng.


"Teknik pedang pembelah samudera! " ucap Cheng Gong mengayunkan pedang sekuat tenaga.


Bilah pedang raksasa melesat menahan energi pedang Shang Feng. Ledakan terjadi begitu hebat. Shang Feng datang memegang pedang sungai dan gunung menyerang Cheng Gong. Keduanya berkontak mata sebelum bertarung. Pukulan dilayangkan mampu ditahan Shang Feng dengan baik.


"Tranggg!! "


Kedua pedang mereka beradu. Suara derit mengiris hati terdengar ketika pedang bergesekan.


"Terlalu muda untuk melawanku, " ucap Shang Feng.


"Kau belum pernah mendengar peringkat lima elemen bukan? Aku Cheng Gong menguasai elemen air!"ucapnya menghindari Shang Feng berbalik menendang punggungnya. Shang Feng menghentikan memegang kaki Cheng Gong dengan erat sebelum ia lempar jauh.


" Serang! "ucap Cheng Gong mengayunkan pedangnya.


" Bommmm!!! "


Kepulan asap dan serangan tepat sasaran membuat Cheng Gong tersenyum puas.


"Kau kalah! " ucap Cheng Gong lantang di udara.


"Terlalu mudah bagiku mengalah untukmu, " balas Shang Feng mengangkat pedangnya di langit. Kilauan pedang sungai dan gunung melonjak ke langit yang berubah menjadi awan mendung. Gemuruh terdengar sesekali. Shang Feng meletakkan pedang sejajar dengan dadanya. Hujan deras tiba-tiba turun mengguyur arena.


"Ribuan pedang hujan! "ucap Shang Feng memerintahkan air hujan berubah menjadi pedang melesat menghujani Cheng Gong.


Dia berlari berusaha menghindari hujan pedang air Shang Feng.


" Benar-benar kejam dan kuat. Mampu mempengaruhi langit, "batin Cheng Gong berhenti berbalik terkejut ketika pedang hampir sampai ke wajahnya.


" Wushhhhh!!!! "


Angin berhembus kencang menghancurkan serangan Shang Feng. Qiu Tuxuan datang melindunginya. Dia melesat muncul di belakang Shang Feng. Mereka bertarung dengan sengit. Shang Feng dipukul hingga jatuh dari udara. Tanah berkobar oleh api. Qian Fengge tersenyum melihatnya.


"Bugggg!!! "


Shang Feng jatuh ke dalam kobaran api Qian Fengge. Lai Junren merentangkan tangannya memerintahkan kloningan pedang melesat ke dalam api.


"Melawan lima peringkat halaman timur sekaligus sungguh bercanda, " ucap Qin Fengge.


Tetua Ya De menyipitkan matanya melihat kobaran api tersebut. Dia telah menerima ajakan kerja sama dari Tetua Jian Yi.

__ADS_1


"Tidak mungkin Dia kalah secepat ini, " gumam Tetua Ya De.


__ADS_2