
Sembilan bola matahari melesat turun mengejar pangeran Shang Feng. Pedang angin salju membekukan segalanya menahan hawa panas yang kian menusuk melelehkan semuanya.
"Kau akan mati. Formasi sembilan matahari dari lima monumen puncak dengan aku sebagai mata formasi maka setara dengan formasi dewa langit!" ucap ucap Xian Pengfei.
Huo Xiang seketika muncul berada tepat disamping pangeran Shang Feng. Dia memegang erat cakram apinya. Kobaran api surgawi seketika muncul. Lian Xiang datang menyalurkan api surgawi putih miliknya ke dalam cakram api. Qin Li datang membuat segel tangan seketika formasi Yin-Yang muncul. Huo Xiang melemparkan cakram apinya melesat menghantam salah satu bola matahari. Suhu panas saling bertarung.
"Api surgawi melawan energi dari keilahian hanya akan membawa bencana, " ucap pangeran Shang Feng.
Alunan melodi terdengar. Suara petikan guqin dari Xie Hua yang membuat jiwa semua orang tenang. Seutas tali jiwa menempel dipunggung pangeran Shang Feng.
"Jika Tuan gagal dalam hal ini, jiwa Tuan akan tetap aman, " ucap Xie Hua.
"Tidak ada satupun diantara kita yang akan mati hari ini,"ucap pangeran Shang Feng.
Cakram api Huo Xiang berhasil menghancurkan dua bola api. Pangeran Shang Feng melangkah disertai lingkungan berubah menjadi es. Dia mendongak ke langit melihat tujuh bola matahari kecil yang ingin mendarat ke arahnya.
"Tarik kembali cakram apimu, " ucap pangeran Shang Feng.
Huo Xiang tanpa ragu menurutinya. Pangeran Shang Feng tak gentar menghadapinya.
Flasback.
"Ini adalah formasi yang pernah digunakan Kaisar Yang Tingguang menggunkan pedang dewa matahari. Serangannya begitu dahsyat, " ucap Kaisar Xue Kai.
"Kita bisa mencobanya kembali sama seperti dahulu,"ucap Kaisar Ding Feng.
"Maksudnya, "tanya pangeran Shang Feng.
" Menggabungkan dua api sejati, "jawab Kaisar Xue Kai.
" Aku memiliki api karma sedangkan dia memiliki api dingin abadi ketika digabungkan mampu mengguncang langit dan bumi dan menandingi panasnya matahari dari pedang dewa matahari "ucap Kaisar Ding Feng.
" Aku mengerti, "balas pangeran Shang Feng.
Flashback off
Tujuh bola matahari melesat turun. Pangeran Shang Feng segera membuat perlindungan untuk semuanya. Ledakan besar terjadi secara berurutan hingga asap mengepul hebat.
" Formula formasi dari Kaisar Yang Tingguang memang hebat. Aku salut dengan harta yang di dapatkan sekte Tianmen. Tapi aku takut, tanpa pedang dewa matahari maka formasi sembilan matahari tak akan bisa sempurna, "ucap pangeran Shang Feng. Dia dan rekan-rekannya berada dalam perlindungan cangkang kura-kura spiritual milik Ying Ke.
" Formasi kura-kura? Aku ingin melihat apakah kau sesombong itu. Aku memuji pengetahuan luasmu itu, namun tanpa pedang dewa matahari aku dapat membunuhmu! "ucap Xian Pengfei.
" Lakukan jika mampu, "balas pangeran Shang Feng.
__ADS_1
Pedang tak berjejak melesat ke tengah formasi. Seluruh tetua dan Xian Pengfei membuat gerakan segel tangan yang sama.
"Teknik pedang sembilan matahari pemusnah! " ucap mereka serempak.
Sembilan matahari raksasa keluar dari dalam formasi. Pedang tak berjejak keluar dari formasi utama.
"Turunlah! " teriak Xian Pengfei.
Pangeran Shang Feng melihat sembilan matahari raksasa dengan pedang ditengah-tengahnya.
"Yang Mulia! Anda harus selamat apapun yang terjadi!"ucap Lian Xiang.
"Aku akan menggunakan pengorbanan pemujaan pedang tertinggi untuk menggunakan kembali pedang Tunggal,"ucap Liu Mengyao.
"Tidak! Pengorbanan pemujaan pedang tertinggi mengorbankan jiwa hingga menguras energi dantian,"ucap Qin Li.
"Tidak ada orang yang akan mati hari ini, " ucap pangeran Shang Feng tegas menatap langit yang membara oleh api.
"Bangsawan pelayan Kaisar Shang Feng siap mati! " ucap mereka serempak berada dalam posisi mengelilingi pangeran Shang Feng.
Pangeran Shang Feng melihat sekelilingnya dimana bawahannya memiliki pandangan mata tegas kuat. Mereka membuat segel tangan yang sama.
"Altar lima dewa buka! " ucap mereka serempak.
"Lima dewa mewakili unsur semesta dalam penciptaan manusia. Gunakan jiwa kami sebagai penuntun Sang Dewa! " ucap mereka serempak.
Energi spiritual raksasa melesat membentuk piringan perlindungan menghalau sembilan matahari.
"Altar lima dewa adalah pemujaan dari lima dewa salah satunya adalah dewa Zhen Liang. Konon beliau adalah salah satu dewa pelindung umat manusia, " ucap Kaisar Cai Jin.
"Apakah mereka akan mampu menahannya? " tanya pangeran Shang Feng.
"Tentu, namun aku merasakan serangan ini bukanlah serangan terakhir, " jawab Kaisar Cai Jin.
Ledakan kekuatan dahsyat terjadi di langit. Kekuatan dari lima altar dewa menahan serangan dari sembilan matahari.
"Uhukkk!! "
Mereka berlima memuntahkan seteguk darah menahan tekanan dari inti formasi pedang tak berjejak. Mereka kembali membuat segel tangan seketika aliran energi murni dari formasi membentuk wujud seseorang menahan menggunakan kedua tangannya.
"Hancur!! " teriak mereka serempak mendorong ke atas membuat sembilan matahari meledak di udara. Para tetua bahkan Tetua Agung sendiri mundur memuntahkan darah segar. Formasi besar masih aktif tak mengalami kerusakan sedikitpun.
"Tahan! " ucap mereka serempak ketika pedang tak berjejak mendorong mereka.
__ADS_1
"Formasi sekelas dewa? Bagus! Kalian memang benar-benar pemuda berbakat! Namun tak cukup untuk mengalahkanku! " ucap Xian Pengfei mengeluarkan kristal kecil berwarna biru yang kemudian bergabung dengan pedang tak berjejak.
Mereka berlima tak kuasa menahan tekanan dari pedang tak berjejak hingga membuat mereka tertunduk.
"Bahkan jika dunia ini aturan telah ditetapkan, tak semestinya manusia berbuat sesuka hatinya, " ucap pangeran Shang Feng.
"Heh! Apakah kau telah menjadi orang bijak karena mendekati kematian? Di dunia ini siapapun yang kuat dan berkuasa akan memimpin dan kalian orang lemah akan tunduk sebagai budak! " balas Xian Pengfei menggunakan nada yang sombong dan angkuh.
"Tidak ada satupun di dunia ini yang satu. Telah diciptakan berbagai macam makhluk hidup sebagai bentuk dinamisme. Perbedaan adalah arti dari kehidupan! "ucap pangeran Shang Feng melayang di udara. Tubuhnya mengeluarkan energi murni yang kuat hingga tubuh dewanya muncul.
" Membuka mata semesta mengetahui segalanya. Melihat makhluk hidup dari enam alam. "Teknik Hukuman Penciptaan" ucap pangeran Shang Feng.
Seberkas cahaya keluar dari dahinya melesat menghantam pedang tak berjejak. Tekanan hebat dirasakan oleh semua orang. Mereka berlima terlepas dari tekanan hingga jatuh terduduk. Liu Mengyao berada di tengah-tengah mengalirkan kekuatannya menyembuhkan kelima orang tersebut.
"Yang Mulia... " ucap Lian Xiang.
"Jangan khawatir. Tubuh dewa tertinggi mampu menahan serangan ilahi bahkan setara dengan dewa,"ucap Liu Mengyao.
Xian Pengfei terkejut akan tubuh dewa pangeran Shang Feng.
"Aku tak pernah melihat tubuh dewa seterang dan setangguh ini bahkan pecahan mutiara langit yang mengandung jejak ilahi kuno mampu ditahan! " ucap Xian Pengfei.
Cahaya semakim terang bersinar dan Xian Pengfei kehilangan dominasi kendalinya.
"Padatkan energi langit dan bumi dan leburkan segalanya menjadi pedang tak terbatas! " ucap pangeran Shang Feng mengeluarkan tiga pedang dewanya menggabungkan menjadi satu. Tangannya menggenggam erat pedang.
"Satu pedang memanggil ribuan pedang menjadi lautan memuja pedang dewa sebagai Tuannya! " ucap pangeran Shang Feng disertai dengan guntur mengglegar dengan pedang gabungan melesat ke langit.
"Duakkkk!! "
"Uhuuuukkk!! "
Xian Pengfei memuntahkan seteguk darah segarnya.
"Mutiara langit kau gunakan sebagai pertaruhan kemenanganmu? Kau terlalu meremehkanku. Hancurlah!" ucap pangeran Shang Feng.
"Duarrrr!!! " Suara ledakan terjadi begitu hebat hingga membuat Xian Pengfei jatuh dari udara. Pangeran Shang Feng melesat menggenggam pedang menusuk perut Xian Pengfei mendorongnya hingga jatuh ke tanah.
"Buuggg!! "
Xian Pengfei sekarat dengan pedang tertancap di perutnya. Dia menatap pangeran Shang Feng tajam.
"Kau tak akan selamat karena takdirmu adalah yang terburuk! " ucap Xian Pengfei sebelum tewas. Pangeran Shang Feng mencabut pedang yang berlumuran darah.
__ADS_1