Holy Dynasty Emperor Throne

Holy Dynasty Emperor Throne
Memperingatkan


__ADS_3

"Ketua paviliun Tianji seharusnya mengetahui teknik formasi bintang-bintang. Jika ketua menggunakan formasi tujuh bintang pembunuh, maka aku akan menggunakan sesuatu yang lebih," ucap pangeran Shang Feng mengangkat telapak tangannya dan cahaya biru melesat ke arah kipas tersebut. Putaran kipas perlahan membentuk dinding formasi yang sama dengan yang digunakan ketua Shi Jun mengurung pangeran Shang Feng.


12 rasi bintang tercipta menyerang ketua Shi Jun dari berbagai arah. Dia tampak kesulitan melawan bintang-bintang pembunuh. Bilah pedang menyerang ke segala arah mencoba menghancurkan dinding formasi.


"Bahkan jika paviliun Tianji mengetahui rahasia langit, maka aku bisa menutupinya. Tanpa cahaya bulan, pedang gerhana milik ketua Shi tak akan dalam kekuatan penuh, " ucap pangeran Shang Feng.


"Cihh! Aku tak percaya kalah darimu sekarang, " balas ketua Shi Jun mengangkat pedangnya ke langit dan bayangan bulan seketika muncul menghancurkan formasi tersebut.


"Blaarrrrr!!! "


Kepulan asap hitam membumbung tinggi, ketua Shi Jun tersenyum meremehkan.


"Formasi kecil seperti ini menghentikanku? Jangan bermimpi! " ucap ketua Shi Jun.


Awan bergerak mengikuti arus yang ternyata ulah pangeran Shang Feng. Kipas hempasan langit berada dalam genggamannnya ia putar-putarkan menyebabkan awan berkumpul.


"Pergilah"ucap pangeran Shang Feng melambaikan tangannya membuat gelombang ombak awan raksasa bergerak ke arah ketua Shi Jun.


Dia buru-buru membuat gerakan tangan membuat pedang melesat dialiri kekuatan energi spiritual menghantam gelombang ombak awan tersebut.


" Telan! "ucap pangeran Shang Feng.


Gelombang ombak awan menelan ketua Shi Jun hingga ia dikelilingi oleh awan-awan hitam. Dia menyatukan kedua tangannya kemudian mengalirkan kekuatan penuhnya pada pedang gerhana mengenggam erat pedangnya.


" Tebas!! "ucapnya mengayunkan pedang hingga awan terbelah.


Pangeran Shang Feng datang dan langsung menendang dada ketua Shi Jun membuatnya terjatuh hingga terpental menabrak batu nisan. Dia menatap nyalang pangeran Shang Feng.


" Kau akan mati pada saat kau muncul, "ucap ketua Shi Jun.


Pedang gerhana bulan tertancap di tanah dengan energi mengalirinya.


" Aku menunggu waktunya itu, "balas pangeran Shang Feng.


Ketua Shi Jun beranjak berdiri mengambil pedangnya dan melesat pergi meninggalkan bukit Jingling. Pangeran Shang Feng mendarat di tanah secara alami.


" Terima kasih Yang Mulia pangeran, "ucap Hua Jing.


" Tak masalah. Mantan Kaisar itu pasti yang menyuruhmu. Dia tahu kau adalah klan Xie. Dia berjanji tak membunuhmu di istana bukan berarti di luar tidak. Lagipula ketua paviliun Tianji berada dalam ranah alam dewa bumi tingkat tiga sedangkan kalian alam dewa manusia puncak,"balas pangeran Shang Feng.


Pangeran Shang Feng melambaikan tangannya membuat peti mati Kaisar Feng Yu masuk ke dalam liang lahat dan batu nisan tertancap di atasnya. Tanah tiba-tiba bergetar hebat. Sosok wujud spiritual raksasa tiba-tiba muncul.


"Alam dewa bumi tingkat 5! " ucap Hua Jing bersikap waspada.


"Inilah sosok yang akan membunuhmu sebagai keturunan klan Xie. Wujud spiritual Kaisar pertama dinasti Zhufu. Kaisar Feng Hong. Bukit Jingling hanya boleh dimasuki keturunannya, kau ditipu, " ucap pangeran Shang Feng.


"Beraninya kau memasuki bukit Jingling! " bentak Kaisar Feng Hong.


"Aku mengantarkan keturunanmu, mengapa kau begitu marah? Dinastimu beridiri di atas wilayah dinastiku!"balas pangeran Shang Feng.


"Dinastimu hancur! Apa yang ingin kau lakukan sia-sia. Hari ini membunuhmu dan pengawalmu adalah hal menguntungkan keturunanku, " ucap Kaisar Feng Hong.


Pangeran Shang Feng mengembalikan kipas kepada Hua Jing. Dia melayang di udara sikapnya tenang menghadapi wujud spiritual pendiri dinasti Zhufu.

__ADS_1


"Kau bagian dari kehancuran dinastiku. Apakah aku tidak bisa membunuhmu? Hanya wujud spiritual berlagak kau maish hidup! " ucap pangeran Shang Feng.


"Sepertinya sumpah ayahmu benar-benar terjadi. Aku tak bisa membiarkanmu hidup. Pedang datang! " ucap Kaisar Feng Hong.


Sebuah pedang melesat menembus awan berada dalam genggaman Kaisar Feng Hong.


"Hari ini aku akan memusnahkanmu bahkan harus mengorbankan sisa jiwaku, " ucap Kaisar Feng Hong.


"Apakah benar seperti itu? " ucap seseorang datang. Dia adalah Wei Rong yang berdiri di hadapan pangeran Shang Feng.


"Kepala tabib! " ucap Hua Jing terkejut.


"Siapa? " tanya Kaisar Feng Hong.


"Tak perlu tahu siapa aku. Kembalilah dengan tenang atau aku akan melenyapkanmu, " ucap Wei Rong.


"Heh! Keberanianmu cukup aku akui. Dari klan mana kau berasal? Klan Ye? " balas Kaisar Feng Hong.


"Tidak. Aku bukan siapa-siapa, tapi jika kau menyentuh mereka maka aku akan siap membunuhmu, " ucap Wei Rong.


"Hahahahahah. Aku dulu meratakan dinasti besar mana mungkin kalah denganmu! " balas Kaisar Feng Hong.


"Hanya seorang budak sekte Tianmen begitu berani berbicara kotor di depanku! " ucap Wei Rong dengan marah.


Pedang muncul di tangannya. Dia melesat bertarung melawan Kaisar Feng Hong. Ayunan pedang raksasa tak gentar bagi Wei Rong.


"Yang Mulia, siapa sebenarnya kepala tabib itu? " tanya Hua Jing.


"Tapi pendiri dinasti Zhufu sangatlah kuat, hamba sedikit khawatir jika beliau bertarung sendirian, " ucap Hua Jing.


"Tak perlu khawatir. Beliau disana hanyalah salah satu wujud spiritualnya, tubuh aslinya berada di Lembah Obat,"balas pangeran Shang Feng.


"Arkhh!!!"


"Tebas! " ucap Wei Rong mengayunkan pedangnya menghalau serangan Kaisar Feng Hong.


"Tubuhmu sekecil semut mana mungkin bisa mengalahkanku! " ucap Kaisar Feng Hong.


"Memang tak melihat besarnya gunung Tai, " balas Wei Rong menyatukan dua tangannya. Seketika aliran energi alam berkumpul disekelilingnya membentuk wujud spiritual raksasa.


"Tubuh Dewa, " ucap pangeran Shang Feng.


Wujud spiritual tubuh dewa Wei Rong memiliki enam lengan. Wei Rong menggenggam pedang ditangannya dengan erat.


"Tubuh dewa! " ucap Kaisar Feng Hong.


"Tebas! " ucap Wei Rong mengayunkan pedangnya.


Bilah raksasa menghantam Kaisar Feng Hong hingga membuatnya dipaksa mundur olehnya. Wei Rong menghentakkan kakinya membuat gelombang energi spiritual meledak. Kaisar Feng Hong menatap Wei Rong dengen keterkejutan.


"Siapa kau! Tidak mungkin seorang manusia memiliki tubuh dewa! " ucap Kaisar Feng Hong.


"Karena aku memang bukan seorang manusia, " balas Wei Rong.

__ADS_1


Kaisar Feng Hong dengan marah mengangkat pedangnya ke langit. Gemuruh disertai petir terdengar keras. Bumi berguncang olehnya.


"Teknik pedang pembelah gunung! " ucap Kaisar Feng Hong mengayunkan pedangnya.


Wei Rong membalikkan pedang kemudian ia ayunkan. Bilah pedang melesat bertabrakan hingga membuat bukit Jingling bergetar. Wei Rong membuat segel tangan mengangkatnya ke udara hingga tulisan aksara kuno mengikat Kaisar Feng Hong membuatnya tak bisa bergerak secara bebas.


"Andaikan saja pada saat itu aku datang, dinasti besar tak akan runtuh dengan sia-sia, " ucap Wei Rong.


"Dinasti besar ditakdirkan runtuh! Keturunan Kaisar Shang tidak akan pernah bisa menududuki takhtanya kembali! " ucap Kaisar Feng Hong dengan marah.


"Tiga dinasti akan bergabung kembali menjadi dinasti besar! Keturunan Kaisar Shang akan memimpinnya. Lihatlah nanti keturunanmu akan mati dengan pedang dari keturunan Kaisar Shang. Klan Feng maupun klan Shi akan musnah!" ucap Wei Rong.


"Hahahaha. Kekuatanmu memang hebat. Namun sekte Tianmen adalah yang terkuat dan kau tak akan pernah bisa menandinginya. Penerus takhta Kaisar dinsti Zhufu adalah murid ketua sekte Tianmen, " balas Kaisar Feng Hong.


Wei Rong menghilangkan kembali wujud spiritual tubuh dewa miliknya. Dia melayang mendekati Kaisar Feng Hong berdiri di depan wajahnya.


"Apakah kau lupa hebatnya ajaran Kunlun pada saat itu? Mengguncang bumi dan langit menyatukan daratan memimpin dengan adil. Hanya karena klan pengkhianat sepertimulah semuanya hancur. Aku jamin bahwa ajaran Kunlun akan kembali mengguncang seluruh daratan. Semua orang akan kembali memujanya bahkan siapapun harus hormat kepada Kaisar Shang! " ucap Wei Rong.


"Heh! Biarpun aku mati. Aku jamin dia tak akan pernah bisa mendudiki takhta Kaisar menyatukan pecahan dinasti besar kembali, " balas Kaisar Feng Hong.


"Menghancurkanmu merupakan salah satu tujuanku,"ucap Wei Rong membuka mata dewa miliknya hingga cahaya bersinar terang membakar wujud sisa-sisa jiwa Kaisar Feng Hong.


Kaisar Feng Hong menghilang. Jiwanya telah musnah. Wei Rong mendarat di tanah.


"Hormat kepada leluhur guru, " ucap Hua Jing.


Wei Rong berbalik melihat Hua Jing sekilas dan pangeran Shang Feng.


"Tidak tahu siapa yang akan menang, namun aku jamin hidupmu akan selamat, " ucap Wei Rong.


"Murid berterima kasih kepada guru, " balas pangeran Shang Feng.


"Pergilah, aku harus segera kembali. Tamu tak di udang tengah berkunjung, " ucap Wei Rong.


"Hamba mengerti, " balas Hua Jing.


"Apakah pihak istana? " tanya pangeran Shang Feng.


"Tentu saja, " jawab Wei Rong.


"Apakah hamba perlu ikut? " tanya Hua Jing.


"Tak perlu. Permaisuri akan curiga nantinya karena yang kembali hanyalah kepala kasim," jawab Wei Rong melambaikan tangannya membuat Hua Jing menghilang dalam sekejap.


"Aku akan kembali. Apa yang ingin kau lakukan? " tanya Wei Rong.


"Mencari jejak akademi Jia, " jawab pangeran Shang Feng.


"Sebaiknya tak perlu. Karena darah Permaisuri Jia Mei mengalir dalam dirimu, mereka akan mengetahui dan muncul ketika dalam bahaya. Sehancur-hancurnya akademi Jia, aku yakin salah satu diantara orang-orang itu selamat, " balas Wei Rong menghilang.


Pangeran Shang Feng hanya menghela nafas panjang ketika mendengar balasan tersebut.


"Ibu..." gumamnya rendah.

__ADS_1


__ADS_2