
" Kekaisaran pun hanya patuh kepada akademi karena takut posisi mereka goyah. Aku yakin para anggota keluarga kekaisaran akan mengikuti tes ini, "ucap Shang Feng.
Hempasan hawa dingin tiba-tiba terasa. Shang Feng menghentikan aktivitas minum teh dan kembali meletakkan dimeja.
" Energi dingin alami yang sama seperti hawa dingin benua Hanleng? "gumam Shang Feng beranjak berdiri disusul dengan Bi Dong membawa tongkat kayu sebagai pegangannya. Mereka keluar ruangan melihat An Ming berlatih pedang. Penguasaan pedangnya baik namun yang unik adalah bahwa dia mampu menarik hawa dingin benua Hanlemg sebagai serangan kombinasi untuk mengurangi penggunaan qi.
" Pengembangan seni pedang yang mampu menarik hawa dingin benua Hanleng. Dia memiliki teknik yang bagus, "ucap Kaisar Xue Kai.
" Senior benar. Bukan mengandalkan kecepatan melainkan memanfaatkan situasi dan kondisi. Seharusnya teknik pedang ini memiliki tingkatan jurus,"ucap Shang Feng.
Dia berjalan mendekati mereka yang tengah berkumpul menonton latihan pedang An Ming.
" Apa nama teknik pedangmu itu? "tanya Shang Feng mengejutkan mereka semua. An Ming menghentikan latihannya memberi salam hormat.
" Teknik Pedang Angin Salju, "jawab An Ming.
Shang Feng memiliki ekspresi ambigu mendengar nama teknik pedang tersebut yang sama dengan pedang dewa miliknya.
" Tak salah jika nama teknik pedangmu adalah angin salju. Tapi aku melihat teknik ini memiliki tingkatan jurus,"ucap Shang Feng.
" Benar terdapat 31 jurus dalam seni pedang angin salju. Namun aku hanya menguasai 13 jurus. Kakek pernah berkata bahwa ketika 31 jurus digunakan maka akan membuka teknik terkuat dan sesungguhnya dari teknik ini. Namun kakek tak pernah menunjukkan contohnya. Hanya menyuruh untuk berdiam diri, merasakan, mendengar dan mengimplementasikan, "ucap An Ming.
" Aku memuji teknik pedang milikmu namun kau harus mengerti dan menjalani sendiri maksud dari ucapan kakekmi itu, "balas Shang Feng.
__ADS_1
" Mengerti, "jawab An Ming.
Shang Feng berbalik menatap lurus ke depan. "Kita telah sampai, " ucapnya disusul dengan pemandangan kota dan banyak aktivitas warga. Kapal terbang menarik perhatian orang-orang karena cahaya matahari tertutup olehnya. Shang Feng menuju alun-alun kota Shuijing. Beberapa saat kemudian mereka datang dengan berbagai macam orang telah berkumpul dari masing-masing kota dibawah kerajaan Beifang.
"Dari kota mana? " ucap seseorang mendatangi Shang Feng.
"Kota Haifeng! " jawabnya dengan lantang.
"Kau pemimpinnya dan berapa banyak orang yang ingin ikut? " tanya panitia bagian pendataan peserta.
"Ya! Aku Shang Feng dan keenam temanku akan ikut serta, " jawab Shang Feng.
"Baik! Aku telah mendatamu, " balas panitia tersebut pergi meninggalkan kapal terbang. Beberapa orang membicarakan kedatangan Shang Feng. Kota Haifang adalah kota kecil di perbatasan dan selalu ikut namun tak pernah ada yang masuk.
"Dia sepertinya tak suka dengan kita, " bisik An Ming.
"Biarkan saja, " balas Shang Feng membuka kedua matanya menatap balik orang yang tengah melihat jeli dirinya. Keterkejutan muncul sesaat pada orang tersebut.
"Bisanya terdapat berapa tes untuk menjadi murid halaman luar? " tanya Shang Feng.
"Terdapat tiga tes. Pertama adalah melewati danau air dingin tanpa alas kaki. Kedua adalah pertarungan dengan cermin bening dan terakhir adalah pertarungan antar sesama memperbutkan kuota masuk. Hadiah diterima dalam penilaian terbaik. Namun tes kali ini diawasi oleh dekan akademi yang sebelumnya tak pernah ikut serta dan selalu bepergian, " jawab An Ming.
"Sepertinya akan menarik, " gumam Shang Feng.
__ADS_1
Perjalanan mereka memerlukan beberapa hari untuk sampai di Akademi Salju Abadi. Bangunan megah tertata rapi terlihat di depan mata. Mereka telah sampai dan berhenti di halaman pengetesan. Semua peserta turun yang kemudian dikelompokkan. Beberapa kapal terbang berdatangan mereka dari berbagai wilayah dibenua Hanleng. Kaisar Tu Lei datang memeriahkan acara pembukaan murid baru akademi Salju Abadi tahun ini.
"Semuanya dengarkan aku! " ucap sesesorang yang merupakan tetua pemimpin acara. Semua peserta diam. "Kalian akan langsung melewati tes pertama yakni melewati danau dingin tanpa alas kaki! " perintah tetua diangguki oleh para peserta. Mereka melepas alas kaki dan memasuki danau dingin. Beberapa orang tak kuat merasakan rasa dingin menusuk hingga mematikan fungsi otot.
"Kau berada di tengah, " ucap Shang Feng kepada An Ming yang kemudian diangguki olehnya. Shang memimpin mereka berenam memasuki danau dingin. Mereka berjalan dengan perlahan tak tergesa-gesa sedikitpun. Ketenangan Shang Feng dan kelompoknya menarik perhatian Tetua Agung.
"Dari mana mereka berasal? " Tanya Tetua Agung.
"Dari kota Haifeng sepertinya, " ucap Kaisar Tu Lei.
Tetua Agung memiliki penglihatan menarik kepada kelompok Shang Feng. Matanya mengawasi gerakan qi di dalam tubuh masing-masing. "Saling membagi qi untuk digunakan sebagai pelindung. Bocah yang ada di depan menyerap energi dingin menggunakannya sebagai barier pelindung alami sedangkan bocah yang ada di akhir barisan menggunakan atribut elemen api untuk menghangatkan tubuh. Mereka layaknya satu tubuh. Menarik. Sepertinya kota Haifeng memiliki bibit yang bagus. Tapi kelompok dari kota Xinpian terutama dia putra bungsu keluarga Nangong memiliki bakat bagus. Seperti anggota kekaisaran putri ketiga Tu Ruo Xuan dia memiliki bakat bagus. Sepertinya perekrutan ini akan menarik. Kota Haifeng, Kota Xianpin dan putri ketiga. Semuanya bakat bagus, "puji Tetua Agung dalam hatinya tersenyum puas akan generasi saat ini.
Kelompok Shang Feng sejajar dengan kota Xinpian begitupun dengan putri ketiga. Mereka memimpin dibandingkan lainnya.
" Berhenti! "ucap Shang Feng.
Pusaran air tercipta di depan mereka. Putri ketiga tak memerdulikan kelompok Shang Feng. Nangong Yuxuan memberikan seutas senyuman dingin.
" Siapa dia? "tanya Shang Feng.
" Aku baru tersadar bahwa dia berasal dari keluarga Nangong dan dia adalah Nangong Yuxuan. Mereka dijuluki sebagai keluarga beladiri hebat di benua Hanleng,"jawab An Ming.
" Baik! Sepertinya dia memulai permusuhan, "balas Shang Feng memegang pedang bersiap untuk menariknya keluar dari sarungnya. Dalam sekejap mata pusaran air terbelah hingga membuat gelombang besar di danau dingin.
__ADS_1
" Apa! "ucap putri ketiga terkejut akan gelombang menabrak punggungnya. Nangong Yuxuan melihat sekilas sebelum melanjutkan untuk pergi. Hawa dingin kian menusuk kulit seakan ingin membekukan darah. Shang Feng memasukkan kembali pedangnya. " Apakah ada peraturan khusus. Danau ini luas dan kita berjalan di atas balok es, "ucap Shang Feng kepada An Ming. " Tidak ada, hanya siapa cepat sampai di ujung dan memasuki portal goa maka akan langsung melanjutkan tes kedua,"jawabnya membuat Shang Feng mengeluarkan pedangnya kembali. " Tebas! "ucapnya disusul dengan air terbelah. Huang Enlai mengambil alih kendali berlari sekuat tenaga membelah angin. Mereka berada dalan urutan pertama. Nangong Yuxuan tak terima, dia mengeluarkan pedangnya memerintahkan gelombang air menyerang Shang Feng. Putri ketiga tak mau kalah ia menyerang bersamaan. Kelompok Shang Feng telah tiba di tepi. Shang Feng berbalik melambaikan tangannya menepis serangan gabungan. Ledakan terjadi begitu hebat dengan gejolak dari danau dingin meluap-luap. Shang Feng membuat segel tangan. " Teknik formasi angin salju! "ucapnya disusul dengan dinding tipis disertai angin dingin berhembus kencang. Dia dan kelompoknya masuk ke dalam goa secepat mungkin.