
"Heh! pak tua, kau bahkan berani menunjukkan kotak pedang sampahmu kepadaku, " ucap Shi Rong.
"Kotak pedang sampah? Kembalilah! " perintah Liu Mengyao kepada lima pedangnya yang masuk kembali ke dalam kotak pedang.
"Pergilah, kembalilah ke sektemu dan tunggulah bocah itu mendatangimu untuk membunuh kalian secara terbuka" ucap Liu Mengyao.
"Mendengar kata-kata sombongmu seperti kau ditakdirkan untuk menang, "ucap Shi Jian.
"Orang tua bodoh itu akan paham arti kekalahan sesungguhnya, " ucap seseorang datang.
"Fang Dingxiang, " ucap Liu Mengyao.
Fang Dixiang adalah pendekar iblis gila yang selalu datang ketika kekacauan tiba. Mengambil jalur kiri sebagai seorang kultivastor iblis mendambakan keabadian dengan menggunakan darah serta pengorbanan. Dia adalah guru dari Chan Fan dan juga pendiri kota Fanzui.
"Pedangmu terlalu buruk untuk aku lawan, " ucap Fang Dingxiang.
Liu Mengyao meletakkan kotak pedang menepuknya hingga berbagai pedang muncul berjejer rapi.
"Ratusan tahun hingga hari ini aku membuat pedang terkuat. Setidaknya mampu membunuh kalian. Aku Liu Mengyao bersumpah memenuhi janjiku pada muridku Kaisar Sheng Jing! " ucap Liu Mengyao dengan lantang.
"Mengandalkan kotak sampahmu? Mimpimu tak pernah berubah, " ucap Fan Dingxiang.
"Sepertinya kau orang pertama yang ingin mencoba pedangku, " balas Liu Mengyao memukul kotak pedangnya membuat tempat pedang bergetar karena energi spiritualnya.
"Pedang Gubai, Pedang Qihei, Pedang Jiangyin, Pedang Xiyu, Pedang Leiyu. Pergilah! " perintah Liu Mengyao. Kelima pedang keluar dari tempatnya melesat ke arah Fan Dingxiang. Dia dengan angkuh menahan kelima pedang tersebut sendirian.
"Lima pedang? Aku khawatir reputasimu akan hancur,"ucap Fan Dingxiang.
"Cobalah selanjutnya, " balas Liu Mengyao.
"Pedang Juexin, Pedang Baiyun, Pedang Touming, Pedang Shabao. Pergilah! " perintah Liu Mengyao mengayunkan jarinya.
Fan Dingxiang merasakan tekanan dari sembilan pedang Liu Mengyao. Dia terdorong mundur. Shi Jian maupun Shi Rong melihat kesembilan pedang tersebut telah keluar.
"Kau langsung mengeluarkan sembilan pedang? Aku takut tubuh tuamu tak bisa mengendalikan semuanya,"ucap Shi Rong.
"Apakah begitu? " balas Liu Mengyao mengayunkan jarinya seakan menari membuat sembilan pedang manancap mengelilingi Fan Dingxiang menabrak dinding pembatas yang diciptakan olehnya.
"Kau benar-benar meremehkanku! " balas Fan Dingxiang marah.
Aura pembunuh kuat mengalir dalam dirinya hingga sebuah pedang muncul berada dalam genggamannya. Fan Dingxiang mengayunkan tangannya membuat ledakan energi spiritual menjauhkan sembilan pedang. Fan Dingxiang bertarung dengan sembilan pedang tersebut. Liu Mengyao menopang dagunya sembari jarinya bermain-main layaknya dia tengah melukis.
Shi Rong dan Shi Jian melihat Liu Mengyao lengah melesat ke arahnya dan berusaha menyerang. Hui Li datang menghalau mereka berdua.
"Janji harus ditepati dan aku tak pernah ingkar janji, "ucap Hui Li.
"Suku dewa benua Shenyun. Kau harusnya musnah. Aku akan membunuhmu! " ucap Shi Jian.
"Bukankah tak adil bila dua melawan satu? " ucap Wei Rong datang.
__ADS_1
Shi Rong maupun Shi Jian mengrenyitkan dahinya.
"Kau bahkan berani menghadapiku, " ucap Shi Jian.
"Senior Liu! " panggil Wei Rong.
Liu Mengyao menoleh. "Apa! " Jawabnya sedikit berteriak.
"Bisakah kau mengatasinya? " tanya Wei Rong menunjuk pada leluhur Feng Gui.
"Baik. Aku akan membantumu," jawab Liu Mengyao mengangkat jarinya memisahkan sebagian pedang guna menyerang leluhur Feng Gui.
"Kau benar-benar menganggap enteng diriku! " marah Fan Dingxiang.
"Sesuai julukanmu pendekar iblis gila, bahkan hanya dengan ini amarahmu bisa memuncah. Bermain-mainlah dengan pedangku itu hingga kau membuka mata iblis dari pedang iblis buta milikmu, " ucap Liu Mengyao.
"Cihhh!! " balas Fan Dingxiang.
Wei Rong menatap kembali Shi Jian. Dia dengan tenang menatapnya. Hui Li melihat sekilas Wei Rong dengan kerutan pada dahinya.
Aliran energi spiritual kuat mengelilingi Wei Rong tubuhnya dialiri energi murni. Pedang akar rotan melesat berada dalam genggamannya.
"Tebas!! " ucap Wei Rong.
Bilah pedang melesat ke arah Shi Jian. Kekuatannya besar hingga membuat Shi Jian terdorong.
"Wei Rong. Tuan Muda Lembah Obat, " jawab Wei Rong.
"Hah... Lembah obat ya, sepertinya aku harus memusnahkanmu kembali, " balas Shi Jian.
Tanah berguncang hebat membuat semua orang terdiam sejenak. Akar pohon mencuat dari dasar tanah menyerang Shi Jian. Seluruh lingkungan berubah menjadi hutan hujan basah. Shi Jian melihat sekelilingnya.
"Domain Kaisar? " ucap Shi Jian.
"Bukan. Domain Lembah Obat, " jawab Wei Rong disusul dengan suara desisan ular dan Hei She muncul mendongak di belakang Wei Rong. Sesaat Shi Jian terkejut hingga tubuhnya terguncang. Shi Rong terheran melihatnya.
"Arkhhhh!!! " Marah Fan Dingxiang.
Pedang ditangannya mengeluarkan aura pembunuh kuat dan mata yang berada di ganggang pedang perlahan-lahan terbuka.
"Sepertinya Liu Mengyao akan mati, " ucap Shi Rong.
"Aku takut kau kecewa, bahkan Feng Gui tewas dibuatnya, " balas Hui Li.
Shi Jian menatap Wei Rong dengan pandangan rumit dan tak biasa. Liu Mengyao berdiri tegap ketika melihat mata iblis buta terbuka. Fan Dingxiang seakan menggila. Sembilan pedang mengelilinginya. Dia melihat pedang-pedang tersebut dengan marah.
"Liu Mengyao!! Kau akan mati! " ucap Fan Dingxiang.
"Boommmm!! "
__ADS_1
Ledakan energi spiritual dengan niat membunuh menguar dari dalam tubuh Fan Dingxiang. Liu Mengyao berdiri tegap ketika melihatnya. Fan Dingxiang melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Liu Mengyao.
"Teknik sembilan pedang pengunci! " ucap Liu Mengyao.
Sembilan pedangnya melesat membuat formasi mengunci pergerakan Fan Dingxiang. Liu Mengyao memukul kembali kotak pedangnya.
"Pedang Lieren, Pedang Xinling, Pedang Tianfa. Pergilah!" ucap Liu Mengyao.
Shi Jian dan Shi Rong terkejut akan keluarnya tiga pedang dari kotak pedang Liu Mengyao.
"Pedang dengan kekuatan besar, " ucap Shi Jian.
Ketiga pedang melesat ke langit turun dengan kecepatan tinggi menukik tajam ke arah Fan Dingxiang.
"Tebas!! " ucap Fan Dingxiang.
Bilah pedang melesat menghalau ketiga pedang Liu Mengyao.
"Buka! " ucap Hui Ling.
Seluruh lingkungan berubah menjadi kehampaan. Waktu seakan-akan berhenti berputar.
"Crasshhhh!! "
Satu per satu pedang menyayat tubuh Fan Dingxiang.
"Keterlaluan! " ucap Shi Rong dan Shi Jian marah.
"Pertarungan ini bukanlah milik ketiga senior,"ucap pangeran Shang Feng.
Ledakan energi kuat keluar dari dalam tubuh pangeran Shang Feng. Hawa dingin menyeruak menyebar ke segala arah. Shi Jian dan Shi Rong mengeluarkan kekuatan sejatinya membuat wujud spiritual dirinya sendiri. Fan Dingxiang dengan mata iblis buta yang terbuka sama-sama mengeluarkan kekuatan sejatinya.
" Tunggu! "ucap Wei Rong mencegah Hui Li untuk bergerak. Liu Mengyao menghampiri mereka berdua.
" Tebas! "ucap mereka serempak.
Tiga bilah raksasa melesat ke arah pangeran Shang Feng.
" Pergilah! "perintah pangeran Shang Feng.
" Boomm!! "
"Boommm!! "
"Boommm!! "
Ketiga pedang muncul menghalau dan menghancurkan ketiga bilah pedang. Mereka terdorong ke belakang sedikit.
"Pedang dewa! " ucap mereka serempak terkejut.
__ADS_1