
"Ajaran kuno Kunlun adalah hal luar biasa hingga sekarang aku memujinya. Dinasti besar terpecah hingga menjadi Zhufu, Tianyuan dan Xingfu. Lima kerajaan dibawah dinasti Zhufu memiliki kekuatan hebat termasuk negara Xi hingga kau membentuk pendekar suci demi menaklukkannya. Negara Dong dengan raja Ming Xing adalah kunci militermu. Sekali saja kota perang berkonflik denganmu, aku jamin dinastimu akan runtuh. Masalah gadis Mu yang kau tumbalkan, aku yakin akan mendatangkan bencana, " ucap leluhur Feng Gui.
"Ada ketua Shi yang bisa memprediksinya, " balas Kaisar Feng Yu.
Ketua Shi Jun menggelengkan kepalanya. "Kompas keberuntungan telah kacau. Formasi besar langit berubah dan tak bisa diprediksi. Sesuatu akan terjadi atau menunggu terjadi, " ucap ketua Shi Jun dengan pasrah.
Leluhur Feng Gui mendongak ke langit dalam keadaan diam.
"Hanya ketika 7 hewan mistik telah bertemu tuannya maka formasi besar langit tidak akan bisa ditebak, " ucap leluhur Feng Gui.
Mendengar hal tersebut membuat ketua Shi Jun beranjak berdiri terkejut ketika leluhur Feng Gui mengungkapkan pernyataan tersebut.
"Ketua sekte bahkan tak bisa mengumpulkan semuanya. Jika iya, maka aku yakin sekte Tianmen menguasai seluruh dunia. Jika yang kau katakan benar maka aku tak bisa berbuat banyak. Merekalah yang mengendalikan formasi besar langit, " ucap ketua Shi Jun.
"Putra langit menduduki takhta Kaisar dinasti suci. Bait puisi dari zaman dinasti besar Tianwu. Kaisar Shang Yuan digadang-gadang sebagai putra suci penakluk 7 hewan mistik, " ucap leluhur Feng Gui.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hutan belantara perbatasan kota perang.
Lian Xiang mengendarai kuda dengan kecepatan tertingginya mencapai kota perang. Dia berencana menemui raja Ming Xing bertanya mengenai keadaan ikut campurnya dalam penyelidikan mengenai musnahnya lembah obat. Lian Xiang menghentikan laju kudanya ketika merasakan hembusan angin membawa aura kematian.
"Siapa! " teriak Lian Xiang di tengah hutan.
"Slushhh!! "
Sebuah pedang melesat menyerang Lian Xiang namun berhasil dihindari.
"Hantu hutan! " ucap Lian Xiang.
Suara-suara seseorang berlari dengan cepat terdengar disekelilingnya. Indra pendengarannya menajam. Lian Xiang melompat di udara ketika seseorang bergerak menyerang dirinya. Dia lemparkan satu jarum akupuntur menusuk titik vital salah satu musuhnya. Lian Xiang kesulitan dalam menentukan musuh-musuh sebenarnya. Lian Xiang menyadari sesuatu yang salah berniat berbalik disambut oleh kedatangan pedang secepat kilat. Dia memejamkan matanya.
"Trangg! "Suara pedang berdenting.
Lian Xiang membuka matanya menemukan sosok pria jangkung berwajah rupawan serta aura dingin melindunginya. Dia mengayunkan pedangnya membuat angin berhembus menghalau mereka untuk mendekat. Sekali ia melangkah akan muncul dalam beberapa meter ke depan. Gerakannya terampil dan penuh pengalaman. Satu per satu musuh tumbang menggalkan jejak darah di permukaan tanah. Jubahnya berkibar dengan pandangan dingin tanpa rasa takut membunuh lawan.
__ADS_1
"Kita pergi, " ucapnya dingin memeluk tubuh Lian Xiang membawanya pergi terbang di udara.
Mereka terbang di udara dengan sesekali berpijak pada dahan-dahan pohon. Jubahnya menutupi tubuh Lian Xiang melindungi dari terpaan angin. Sesaat mereka berhenti di atas gerbang kota.
"Kota perang! " pekik Lian Xiang dalam hatinya.
Dia dibawa melewati atap-atap rumah hingga berhenti dan mendarat di jalanan gang kecil.
"Kau aman, " ucapnya sebelum pergi meninggalkan Lian Xiang sendirian.
Dengan keadaan bingung, Lian Xiang menghela nafas panjang, berjalan tanpa arah hingga terhenti di depan sebuah gerbang kediaman bertuliskan Lei.
"Apakah jendral Lei Zixin ada di kota perang? Itu tergantung keberuntunganku, " ucap Lian Xiang.
Dia mengetuk pintu kediaman beberapa saat kemudian pelayan membukakan pintu.
"Cari siapa? " tanya pelayan.
"Aku utusan kota Tianqi ingin berjumpa dengan jendral Lei, " jawab Lian Xiang.
"Salam kepada jendral besar, " ucap Lian Xiang.
Jendral Lei Zixin mengangkat kepalanya melihat dari atas hingga ke bawah tubuh Lian Xiang.
"Aku dengar kau datang karena Kaisar membuka kasus lama lembah obat. Memang aku menangani kasusnya, tapi aku dahulu hanyalah anggota penyelidik, " ucap jendral Lei Zixin.
"Kalau begitu, saya undur diri, " balas Lian Xiang.
Kerutan muncul pada dahi jendral Lei ketika melihat Lian Xiang pergi.
"Kau tak menghargaiku? " tanya Jendral Lei Zixin.
"Saya datang bertanya, bukan memaksa, " jawab Lian Xiang.
Ledakan energi spiritual meluap-luap dari tubuh jendral Lei. Aura penekanan hingga membunuh menyerang Lian Xiang.
__ADS_1
"Aku datang atas nama kota Tianqi namun tak dihormati. Apakah kota perang benar-benar memandang orang-orang kota Tianqi lemah? " balas Lian Xiang mengeluarkan tekanan balik ranah alam dewa manusia tahap awal. Kejutan muncul dihati Jendral Lei.
"Kau siapa? " tanya Jendral Lei Zixin.
"Lian Xiang. Bawahan kepala tabib istana Wei Rong"
Jendral Lei Zixin beranjak berdiri begitupun Lian Xiang berbalik.
"Pada saat itu aku bertugas dan hasilnya tak ada yang tahu. Hanya diumumkan lembah obat musnah akibat bencana misterius. Namun yang dapat dipastikan adalah sesuatu telah tersebar hingga bencana datang. Jejak keluarga beladiri ditemukan di tempat kejadian entah milik siapa. Reputasi lembah obat terkenal di seluruh dunia beladiri setelah runtuhnya dinasti Tianwu. Kaisar obat Xia Kang adalah sosok dihormati di dunia alkemis,"ucap jendral Lei Zixin.
"Karena jendral berkata jujur, aku pamit undur diri," balas Lian Xiang berbalik.
"Tunggu! Dari pihak mana kau berada? " ucap jendral Lei Zixin.
"Hamba hanyalah bawahan kepala tabib, halaman tabib istana adalah hal netral. Mengikuti siapa Kaisar berikutnya, " balas Lian Xiang pergi meninggalkan aula.
Jendral Lei Zixin terdiam mendengar jawaban Lian Xiang.
"Tak mungkin bagi Yang Mulia Ming Xing untuk memberontak bila istana memiliki bawahan ranah alam dewa manusia sebegitu banyaknya, " gumam jendral Lei Zixin.
Lian Xiang keluar dari kediaman Jendral Lei. Sekarang dia berada di jalanan kosong sendirian. Huang Enlai datang membuat Lian Xiang terkejut.
"Nona Mu! Anda harus cepat kembali! " ucap Huang Enlai.
"Mengapa? Aku harus mencari siapa tangan yang ikut memusnahkan lembah obat, " balas Lian Xiang.
"Kaisar Feng Yu ingin kau dan Wei Rong tewas. Kaisar membuka kasus lama dengan menyuruhmu ke kota perang dan membuatmu tewas maka Kaisar bisa membuat alasan raja Ming Xing kehilangan plakat Xuanwu. Bukan Jendral Lei yang memegang plakat militer Xuanmu, melainkan raja Ming Xing, " ucap Huang Enlai.
"Kalau begitu kita harus segera ke kediaman keluarga Yu yang berada di kota perang, " ucap Lian Xiang.
Huang Enlai menganggukkan kepalanya. Dia memegang tangan Lian Xiang dan menghilang muncul di atap kediaman Yu.
"Kediaman Yu dikota perang. Seharusnya Yu Qianfang ada di dalamnya, " ucap Lian Xiang.
"Apa tindakan selanjutnya? " tanya Huang Enlai.
__ADS_1
"Memutus hubungan kota perang dengan istana," jawab Lian Xiang.